• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk hotel review kali ini. Pergi menginapnya sudah hampir 2 tahun lalu, tapi reviewnya baru ditulis di 2021. Saat ini memang belum bisa untuk bepergian kesana-kemari tapi review ini boleh lah yah disimpan untuk persiapan perjalanan berikutnya ke Jepang?



Perjalanan aku ke Tokyo di 2019 lalu bisa dibilang paling unprepared , kok bisa? Tiketnya memang sudah beli dari beberapa bulan sebelumnya sewaktu ada promo return for free dari Sydney by Jetstar dan seperti biasa harus transit di Gold Coast atau Cairns dulu (namanya juga promo!). Penginapan baru di-book beberapa hari sebelum pengajuan visa di konsulat Jepang di Sydney dan untungnya lancar. Waktu itu kepikirannya cuma mau yang tidak terlalu di tengah kota, murah dan tetap mudah transportasi dan dekat tempat wisata (dasar banyak mau!) akhirnya pilihan jatuh ke daerah Asakusa.

Akhirnya ketemu dengan Hotel Mustard Asakusa 2 ini yang jarangnya cuma 2-3 menit jalan kaku dari Sensoji Temple dan sekitar 6-7 menit jalan kaki dari Asakusa JR maupun subway station (menarik kan?)

Terlepas dari namanya, di penginapan ini juga ternyata menyediakan kamar tipe dormitory alias bunk bed dan pastinya itu yang jadi pilihan saya dong, secara bujetnya pasti hanya cukup di situ namun yang menarik share kamar mandi untuk tamu di hotel ini adalah tipe spa alias onsen. Bahkan menurut teman sedormitory yang kebetulan orang Jepang juga, tempat ini merupakan penginapan paling baik dan terjangkau dengan fasilitas onsen.

Proses check-in juga termasuk lancar dan seperti biasa saya datang terlalu awal karena kebetulan paginya baru datang dari Osaka (banyak hal tak terduga di trip ini sampe bingung ceritanya mau mulai dari mana, tapi mungkin di artikel lain ya!). Sekitar jam 10 pagi saya sudah check in dan staff hotel sudah memberitahu tentang semua fasilitas dan apa-apa aja yang ada di hotel, dia juga bilang onsennya sudah bisa dipakai lagi sekitar jam 1 siang jadi saya boleh balik ke hotel sekitar jam 1 dan mandi dulu meskipun masih belum bisa masuk kamar.

Oh iya, di hotel ini sarapannya tidak termasuk di harga dasar kamar akan ada tambahan biaya lagi per orangnya. Namun di hari pertama saya menginap, rasanya tidak worth it untuk sarapan di hotel jadi saya memilih untuk jalan keluar hotel pagi-pagi ke tempat tujuan wisata yang saya mau tuju. Tapi kalo kalian lain cerita deh kalo ada buffet spesial seperti waktu menginap di Kyoto, bisa dibaca di sini.

Kembali ke fasilitas hotel yah, di setiap kamar berjenis bunk bed akan disediakan bantal dan selimut dan sudah dalam kondisi tertata rapi ya, beberapa hostel di Jepang masih ada yang mengahruskan tamunya untuk memasang sprei dan selimut sendiri seperti yang pernah saya dan teman-teman inapi di Osaka.

Fasilitas bersama seperti ruang makan, kulkas dan laundry ada di lantai 1 bersamaan dengan tempat onsen. Onsen untuk perempuan dan laki-laki dipisah kok jadi aman! sedangkan di setiap lantai disediakan shared toilet juga dan untuk kamar-kamar private juga ada yang memiliki fasilitas toilet di dalam kamar.

Pengalaman paling menarik di hotel ini? tentunya Onsen dong! karena ini kali pertama saya mencoba onsen yang jujur sampai 5 hari menginap di tempat ini saya masih belum biasa jika ada orang lain yang menggunakan Onsen di saat bersamaan. Lalu gimana menyiasatinya? hahahah saya selalu jadi tamu paling pagi di Onsen. Saya mandi pagi sekitar jam setengah 6 atau jam 6 menghindari jam orang-orang lain menggunakan Onsen. Untuk mandi sore, kalo saya sudah kembali ke hotel lebih awal say abiasanya mandi sekitar jam 4 atau sekalian jam 9 malam di saat orang-orang keluar makan malam atau beberapa bahkan belum pulang dari day trip mereka. Ntah kapan baru bisa terbiasa kalo gini caranya hahahahaha.

Untuk soal makanan juga tidak perlu khawatir! Lokasi hotel berada sangat dekat dengan Sensoji temple (Asakusa Temple) yang berarti dekat juga dengan Orange street market dan Nakamise shopping street. Ada Ekimise dan Matsuya department store juga yang letaknya cuma 2 menit jalan dari hotel dan berbagai macam cafe serta coffee shop! oh iya dan tentunya bejubel convenience store ada di sekitar hotel.

Jadi gimana? tertarik buat menginap di tempat ini juga ga?

Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
111-0033 Tokyo-to, Taito-ku Hanakawado 1-7-10, Japan 
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments

Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota ini selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan, lokal maupun mancanegara. Beruntung di bulan ini ada beberapa libur long weekend, lumayan kan bisa liburan tanpa harus menghabiskan cuti, tapi konsekuensinya tempat liburan jadi ramah dan harga tiket pesawat agak kurang bersahabat sih.

Hampir di setiap kunjungan saya ke Jogja, saya menginap di daerah Soswrowijayan atau Prawirotaman. Kali ini, berbekal informasi dari teman blogger saya mengetahui ada hotel yang menarik berada di jalan Patangpuluhan daerah Wirobrajan, Jogjakarta. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan Keraton Jogja, bernama Yats Colony. Akhirnya nginep juga di hotel yang instagramable di Yogya *happpyyy*. 


Yats ini sendiri ternyata merupakan kebalikan dari STAY kalimat bahasa inggris yang berarti tinggal. Yang menarik, ada 5 tipe kamar di Boutique hotel ini yang masing-masing bernama HA, NA, CA, RA, KA. Hancaraka adalah sebutan untuk aksara serumpun di daerah Jawa. Kali ini kamar yang akan saya review adalah kamar dengan tipe RA.

RA room yang saya tempati berada di lantai dua dengan pemandangan ke kolam renang. Ukuran kamarnya 22 meter persegi dan tipe kasurnya sendiri ada yang 2 single beds dan 1 king size bed. Kamar di desain dengan dominasi warna putih yang membuat kamar tampak lebih clean dan stylish. Yang unik, beberapa barang di kamar terdapat label yang memiliki dua bahasa yaitu Jawa dan Bahasa Inggris. 

Beberapa artpiece yang terdapat di tiap kamar merupakan karya lokal loh, misalnya seperti centerpiece kayu dengan ilustrasi unik di dinding atas tempat tidur adalah karya Aditya Pratama (ilustrator Indonesia yang pernah terlibat proyek Berrybenka packaging dan ilustrator untuk buku Flavours of Bali) dan tempat anyaman putih untuk menyimpan toiletries yang didesian oleh Ayang Cempaka, ilustrator Indonesia yang saat ini tinggal di Dubai dan terkenal dengan goresan cat airnya yang cantik.

my RA twin beds room




Room signnya juga unik

Selain tipe kamar yang saya inapi ini, ada juga HA room dengan luas 36 meter persegi yang ternyata berbentuk kamar loft alias dua lantai di mana tempat tidur berada di lantai atas. NA room dengan luas yang juga 36 meter persegi dan dengan dua akses masuk, bisa melalui pintu utama kamar atau melalui area kolam renang. CA & KA room dengan luas 22 meter persegi sama seperti yang saya inapi yang berbeda, CA memiliki akses langsung ke kolam renang sedangkan KA terletak agak jauh dari area kolam renang. 

pool view dari jendela kamar



 Pool view di malam hari

Untuk ukuran kamar yang lebih luas dengan tipe kamar yang lebih unik, saya sarankan untuk memilih HA room. Sedangkan untuk yang datang bersama keluarga dengan anak-anak yang masih kecil saya sarankan untuk memiliki tipe NA room karena bisa langsung mendapatkan akses ke kolam renang dengan teras belakang yang juga asik untuk dipakai duduk-duduk.

Tiap-tiap kamar tidak diberikan fasilitas gelas, air botolan, teh, kopi dan cutlery sendiri, namun sebagai gantinya ada "refreshment corner" yang menyediakan barang-barang tersebut di atas dan dapat dipergunakan untuk tamu. Selain refreshment corner, fasilitas hotel lainnya juga lengkap, mulai dari free WiFi, toiletries lengkap, sepasang sendal, fresh towels, kolam renang, sunken deck, BBQ deck, penunjuk arah kiblat, ada musholla juga di arah belakang hotel, sedangkan untuk airport transfer, pool towels dan hair dryer upon request.

Saat ini, Yats Colony belum memiliki room service sehingga untuk beberapa makanan yang ingin dipesan dari restoran hanya dapat dilakukan pemesanan takeaway by phone untuk kemudian kita pick up sendiri di restoran. Restoran terletak di lantai dasar, menyambung dengan resepsionis yang juga merangkap sebagai kasir toko pernak-pernik dan kasir restoran+coffee shop "coffee smith". 



Sarapan di Yats juga ga kalah seru, selain menu utama yang bisa dipilih sendiri (nasi uduk, bubur ayam, eggs benedict) ada buffet untuk beberapa menu roti, sereal, buah dan minuman.  

Overall, I really had a great time at Yats Colony sampai-sampai saya tidak ingin pulang dan maunya tinggal di sini aja, hahahaha. Thanks to Kak Ika yang udah infoin hotel kece ini dan next trip ke Jogja maunya teteeeep nginep di sini lagi. I'm in love with this hotel too much.


Yats Colony
Jl. Patangpuluhan No.23, Wirobrajan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Share
Tweet
Pin
Share
43 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    2 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    3 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    6 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    9 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    3 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    7 months ago
  • The TraveLearn
    Pengalaman Menikmati Sunset di Beach Club Bali yang Bikin Liburan Terasa Lebih Spesial
    1 week ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates