Mengingat bahwa sebentar lagi kita akan merayakan haria Raya Idul Adha, saya jadi teringat tentang perayaan hari raya tersebut 3 tahun silam. Bertempat di Dubai, di mana untuk pertama kalinya saya berIdul Adha jauh dari keluarga. Berlebaran jauh dari negara asal mungkin merupakan suatu yang berbeda, tidak hanya untuk saya yang ketika itu sedang liburan di Dubai, namun juga untuk teman-teman yang saat itu bekerja atau pendidikan di sana. Berlokasi di Konsulat Jendral Republik Indonesia di Dubai, United Arab Emirates, ternyata tidak sedikit warga Indonesia yang datang mengikuti solat ied berjamaah hingga bercengkaram bersama warna Indonesia yang tinggal di Dubai lainnya.
Ada yang berbeda di Idul Adha saat itu, jika biasanya disetiap perayaan di Indonesia bisa dengan mudah kita menemui hewan-hewan kurban yang ditambatkan di samping masjid atau musholla tidak demikian di tempat ini. Pemerintah Dubai melarang penyembelihan hewan di masjid dan di rumah-rumah, penyembelihan hewan kurban hanya diperbolehkan di tempat penjagalan hewan. Jadi setiap Idul Adha, yang terlihat berbeda di masjid-masjid hanya kerumunan orang yang mengikuti sholat Iednya saja, selebihnya mereka kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktifitas.
Taman KJRI yang baru diberesin sehabis Sholat Ied
Loh? lalu kalo mau berkurban bagaimana? saat saya tanyakan kepada om yang kebetulan bekerja di Dubai, beliau mengatakan biasanya sudah ada petugas atau bada pengurus yang mengurus hewan kurban dan orang-orang yang ingin berkurban hanya tinggal membayar ke mereka. Namun rata-rata orang Indonesia di sini lebih memilih membeli hewan kurban di tempat asal mereka di Indonesia.
Sholat Ied saat Idul Adha 2012 kemarin pun, seluruh ruangan luar dan taman di konjenpun penuh dengan jamaah yang hendak melaksanakan sholat. "Wah ternyata ramai juga yah orang Indonesia di Dubai?" pikirku dalam hati. Beberapa orang juga tampak sibuk mempersiapkan makanan khas lebaran di tenda yang sudah disiapkan, beberapa orang yang biasanya membantu staff KJRI adalah TKW yang bermasalah, mulai dari yang kabur dari majikan hingga tidak memiliki surat lengkap. Biasanya mereka dipondokan di KJRI (jika memungkinkan) sebelum diurus surat-surat dan dideportasi ke tempat asal.
Ayo antri makan ketupat dulu
Makanan yang dihidangkan tetap komplit mulai dari ketupat, sayur labu, opor ayam, hingga sambal goreng kentang. Porsi yang dibuat KJRI juga lumayan banyak karena biasanya memang warga Indonesia yang datang juga banyak. Dan benar saja, makanan yang disiapkan ibu-ibu diplomat dan staff KJRIpun ludes seketika. Liburan hari raya seperti itu biasa digunakan para perantau di negara tersebut untuk bersilahturahmi dengan sesama warga Indonesia, meskipun tidak sedikit warga negara lain yang ternyata pasangan warga Indonesia yang ikut datang dan meramaikan acara.
Ah iyaa, ada yang seru juga sewaktu menjelang Idul Adha di sini. Jika di Indonesia mungkin banyak orang yang takbir keliling di malam sebelum perayaan Idul Adha, di Dubai meskipun takbir juga terdengar, beberapa pusat perbelanjaan juga memutuskan untuk buka selama 24jam. Hasilnya? saya sampai terbengong-bengong melihat ice rink yang masih begitu ramai padahal waktu menunjukan pukul 1 pagi waktu setempat *segitu panasnya yah Dubai, sampe pada bahagia banget ice skating dini hari* hahahaha
ihiiyy Dubai Mall buka 24jam
Ada yang punya pengalaman ber-Idul Adha di Negara lain?




