• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Semenjak bulan lalu ada demam yang kembali mewabah, namanya demam Minion. Semua ini gara-gara minion! Iya gara-gara si karakter kecil warna kuning yang sering ngomong "BELLO" atau "PAPOY" dari film Despicable Me. Ini bukan kalo pertama demamnya mewabah loh, sebelumnya saat film Despicable Me 1, Despicable Me 2 dan Minion the movie anak buah Gru ini berhasil memikat para pecinta film di seluruh dunia. Kayaknya cuma Minion juga yang berhasil membuat menu Happy Meal McDonalds di Indonesia lariiiiiis manissss, hahahaha.

Nah gara-gara demam ini juga, Universal Studio Singapore membuat satu event khusus bertajuk Despicable Me Break Out Party di mana si tokoh-tokoh kuning ini menjadi bintang utama selama satu bulan dari 15 Juni 2017 hingga 20 Agustus Mendatang.




It feels like everything turns into Minion. Dari gerbang masuk Universal Studios yang ada gantungan minion gede dan balon kuning hitam, jalanan di main street USA yang dipenuhi cardboard tokoh-tokoh film Despicable Me, booth mainan bertema minion ala-ala pasar malam, hingga satu panggung khusus yang memang diisi sama semua pertunjukan si Minion. 


Satu toko merchandise bernama Minion Mart di Main Street Area yang hanya menjual produk-produk minion juga jadi ramaaaaii berjejal pengunjung. Barang-barang lucu serba minion dari Popcorn Bucket, Minion Tumbler, Plushie, Baju-baju dengan gambar minion, hingga payung yang berubah menjadi warna kuning ketika basah dijual di sini. Gemes mau beli semua rasanya kan?

Ini jadi kunjungan kali ke dua saya ke USS setelah sebelumnya main ke sini di pertengahan tahun 2012 yang lalu. Dari kunjungan terakhir tersebut ternyata ada beberapa wahana baru di taman bermain ini. Seperti Puss in Boots Giant Journey dan Sesame street spaghetti space chase, dua-duanya merupakan wahana rollercoaster kecil dengan carriage yang bisa dimasuki hingga 4 orang yang juga sama-sama memiliki rel di atas carriage nya tapi bedanya Sesame Street wahananya Indoor dan penuh efek lampu seru plus ada narasi cerita kayak wahananya Madagascar.







Di jam-jam tertentu akan ada pertunjukan Minion seru di panggung yang sudah disiapkan di areal Main Street USA, beruntung saat baru masuk gerbang saya mengambil selebaran yang berisi jadwal-jadwal khusus Minion ini. Ada kuis buat para pengunjung sampai dance show bareng Gru dan The Minions!

Jujur Theme Park alias Taman bermain ini menjadi salah satu "heaven on earth" buat saya yang juga penggemar wahana-wahana ekstrim kayak roller coaster. Jadi segala macam wahana rller coaster di USS ini yang jadi incaran utama saya, mulai dari Battlestar Galactica (Human) *uhuk* tapi melihat panas yang cukup terik cuma berani naik Human aja, Cyclonnya nanti nanti yahh (ALASAN!!), roller coaster indoor the Mummy hingga wahana Transformer jadi favorit saya di tempat ini.

Saya juga punya TIPS nih buat kalian yang mau main di Universal Studios Singapore:

1. Datanglah lebih awal agar bisa masuk begitu gerbang depan baru dibuka untuk menghindari USS sudah keburu penuh orang.
2. Tandai wahana-wahana "favorit" yang memang jadi incaranmu dari awal, begitu gerbang buka segera menuju ke tempat tersebut supaya antrian belum panjang.
3. Jangan lupa bawa botol minum karena kalian bisa isi ulang botol minum kalian di water tap yang banyak tersedia di USS.
4. Untuk beberapa wahana ekstrim yang mengharuskan kalian menyimpang barang-barang di loker, jangan lupa untuk kalkulasi waktu yang dibutuhkan untuk mengantri. Di satu jam pertama loker akan gratis namun persiapkan uang 2 atau 5 dollar di kantong just in case waktu antrian kamu lebih dari 1 jam.
5. Saat panas lagi terik-teriknya di USS, bermainlah di wahana indoor, keluar masuk toko souvenir atau ngadem di restoran juga jadi pilihan yang menarik. 
6. Jangan lupa pakai sunblock dan bawa kaca mata hitam (jika diperlukan).
7. Ga suka ngantri? Waktu main kamu ga bisa seharian? tenangg kamu bisa beli Fast Pass yang berfungsi untuk cut line antrian sehingga kamu bakalan lebih dulu naik ke wahananya. Fast Pass ini "tiket" terpisah dari tiket utama kamu.
8. HAVE FUN AND LET'S FORGET FOR YOUR JOB AND ASSIGNMENT FOR A WHILE.




Baca juga artikel tentang Despicable Me Break Out Party di Blognya Dita








Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Have you ever imagine to come to the zoo at night?
This was my first time coming to the zoo in Australia and at night. What a nice experience! I told you earlier on my previous post that Vivid Sydney has a new spot join Vivid event which is Taronga Zoo.

Well, I didn't manage to see a real animal on this vivid session but I did have a great time at the zoo. This vivid event from 5.30 pm to 9.30 pm. The rain started to fall when I am arriving Taronga and I didnt bring umbrella hahahaha (ohh please guys make sure you check weather forecast first, don't be silly like me). I kept entering the zoo since I already bought selected date entrance ticket. Some of the installations / lanterns can move its head, mouth or foot. 

Platypus

Echidna

Sea Turtles

Honeyeater


 Rhino

Sumatran Tiger

 Sumatran Elephant (I think it from Lampung)

Sun Bear

 Corroboree Frog

Sunda Pangolin

 Greater Bilby

 Ring-tailed lemur (King Julian, is that you?)


If you don't want to purchase entrance ticket, you can still enjoy 2 animal lanterns and watch building illumination near the entrance gate. 

When I was in Sunda Pangolin lantern, some visitors asked Zoo staff about the species like what kind of animal is Pangolin and where does it come from. He explained that Sunda Pangolin is come from Sumatra, well if you read about the event in this Zoo, they explained that they have 10 endangered animal lanterns from Australia and Sumatra but as Indonesian I knew that Sunda Pangolin is comes from Java. I really want to explain it to others but I think it was too late since he already said it to tens people in front of me. Well at least I explained to two little girls that some of the lanterns animal came from Indonesia and Sunda Pangolin come from Java but she didn't know where is it *tears*.

Do you know that you can see Sydney Harbour bridge and Sydney Opera House from this Zoo? It is really pretty at night especially in the Vivid event like this.
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments

It's been a week since the first day of Vivid Sydney. The event will be here from 27 May - 18 Jun 2016 and i'm so excited, well not only because it's my first Vivid experience but because I really love city light. Some of my friends said that Vivid installations are only worth to watch at Opera house and customs house Sydney, so last night I went to Circular Quay. 


This June I am facing winter season in Sydney which is become my very first experience. As a girl who came from tropical country, it wasn't easy and I always avoid to go outside during nights. Thanks God last night the weather was quite good, it was 16 degree and I decided to go to see this event.

This year, city of Sydney have some new spots join the hype of Vivid, some of those are Royal Botanical Garden with its Cathedral of lights and Taronga zoo with its be the light for the wild. Well, I think this night I will go to Taronga Zoo to watch those animal lanterns.

I have been bewitched by the illumination on Customs House building right after I hopped of from the train. I excitingly took a video of the illuminations and sent it to my brother, I knew he will jealous so bad. 






After a nice walk from Circular Quay station to Royal Botanical Garden via Opera House, I finally arrived at Cathedral of Light installation. It has 70 meters length with thousands of LED light and I think it is become the most favorite installation during Vivid Sydney.







Follow my Instagram feed @meidianakusuma for new updates for Vivid Sydney and other amusing things in Sydney :)


Share
Tweet
Pin
Share
12 comments

Lain Parramatta, lain lagi Sydney. Jika di post sebelumnya saya membahas Arquitectura de Feria-nya Parramatta, kali ini saya bakalan ngebahas The Ephemeral City yang ada di Sydney CBD. Masih di rangkaian acara Sydney Festival dalam rangka menyambut Australia Day ke 40, berlokasi di Bangararoo ada satu lagi acara seru yang emang dirancang khusus buat keluarga (eh meskipun kita ga satu keluarga, tapi kita boleh dateng bareng kok *eh)

Mencapai Barangaroo Reserve dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Circulay Quay atau naik bus 324/325. lokasi tempat bermain yang satu ini berada di dalam ruangan. Terdapat dua ruangan terpisah level 1 untuk bermain indoor flying fox dan level G (alias ground) untuk mengunjungi The Ephemeral City.

Apa sih The Ephemeral City?


Kalo definisi dari bahasa Inggrisnya, Ephemeral berarti sesuatu yang tidak kekal atau sesuatu yang berlangsung hanya sebentar. Nah lalu apa dong The Ephemeral City? yaa berarti kota ini dibuat hanya sebentar aja alias sementara, untuk selanjutnya pada tanggal 26 Januari akan dilakukan pemusnahannya. Di The Ephemeral City, rencananya akan dibangun 3 buah miniatur besar bangunan ternama di Sydney yang dibuat dari kardus. Stuktur ketiga bangunan tersebut hanya kardus berwarna cokelat tebal dan lakban cokelat. Ketiga bangunan yang akan dibuat replikanya adalah menara Sydney Central Station, Sydney Hanggar dan satu lagi lupa (nanti ditambahkan kalo udah inget yah).

Ayo bangun Sydney Central Station

Pengunjung yang datang ke tempat ini boleh menjadi sukarelawan untuk membangun bangunan tersebut, kami hanya datang menghampiri salah satu staff dan dengan ramah mereka membawa bongkahan kardus yang harus disusun sesuai pola kemudian direkatkan dengan lakban coklat. Untuk potong lakbannya gimana? tenang disediakan paku untuk memotong lakbannya dengan cara dicucukan. Konstruksi bangunan yang kami buat tidak ditambahkan dengan cara ditumpuk ke atas bangunan yang sudah didirikan sebelumnya, namun dengan ditambahkan dari bagian bawah.

ini cara mereka menggeser bangunannya

Awalnya sempat bertanya-tanya juga bagaimana mereka menyelipakan bagian-bagian ini, ternyata dengan bantuan pengunjung dan staff, bangunan yang sudah berdiri akan diangkat beramai-ramai dan menambahkan konstruksi yang dibutuhkan dibagian bawahnya, langkah selanjutnya? kembali merekatkan konstruksi bangunan baru ke bangunan lama dengan lakban.

Bukan cuma membangun menara, ada workshop lain juga di areal Box Wars dimana anak-anak bisa membangun apapun dari kardus yang diberikan dengan hanya bantuan lakban. Ada yang membuat rumah, topi, menara, well apapun.

aih dedek kamu centil bener deh

Haduhh kalo yang ini lebih norak lagi

Beberapa hasil karya di Box Wars yang akan ikutan dihancurkan juga pas tanggal 26 Januari

Keseruan di areal ini ga cukup sampe di situ aja, inget di level 1 ada indoor flying fox? nahhh flying fox ini bergerak mengelilingi ketiga bangunan dari kardus yang sebelumnya saya bahas. FOR YOUR INFO, flying fox ini tidak lurus seperti layaknya flying fox normal, tapi berkelok dan memutari areal The Ephemeral City, kereenn kan?

Twisted Flying Fox

Sesaat sebelum keluar dari tempat ini, saya bertemu seorang perempuan yang lagi sibuk membenahi barang-barangnya. Saat saya perhatikan lagi, ternyata beliau baru saja selsai menggambar salah satu bangunan yang sedang dibuat. Karena suka banget sama lukisan yang dia buat, saya sampai memberanikan diri untuk meminta foto dia dan lukisannya di depan bangunan yang dia lukis, wiihh kereeen ternyata banyak memang yang datang untuk melukis dan menggambar :) 

Thank you madame :)
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments

Dalam rangka menyambut Australian Day yang ke 40, New South Wales khususnya Sydney menggelar banyak acara dan pertunjukan seru selama hampir satu bulan. Berawal dari tanggal 2 Januari hingga puncaknya di tanggal 26 Januari, warga lokal dan pendatang banyak disuguhkan acara-acara keren berbayar maupun gratis di Syndey Festival. Mulai dari bazaar, pertunjukan musik, pertunjukan drama, pertunjukan sulap, pameran bunga, taman bermain dan puncaknya adalah Ferry race + kembang api kece di Darling Harbour. 

Berhubung faktor U1 yaitu Uang, saya memilih mendatangi beberapa acara yang sifatnya gratis. Pertunjukan musik? issshh bukaannn yang mau saya bahas di artikel kali ini bukan pertunjukan musik. Berhubung faktor U2 yaitu Usia, sekarang suka jadi pusing sendiri kalo nonton konser (kecuali konser Jazz) hahahahahha. 

Hari Sabtu yang lalu, saya mampir ke sebuah suburb atau kota satelit yang letaknya kurang lebih 23 km dari pusat kota Sydney. Kota ini bernama Parramatta, yang berarti belut dalam bahasa Aborigin. Stasiun kereta di kota ini termasuk besar dan memiliki akses langsung ke Westfield. Westfield itu semacam franchise mall terbesar di Sydney, mungkin kalo di Jakarta semacam Lippo Mall. 

Mainan yang satu ini akan berputar kalo tuasnya dipompa kayak pompa air manual

Perayaan Sydney Festival di kota ini, berpusat di Prince Alfred Square, sebuah taman yang hampir berbentuk kotak sempurna yang terletak kurang lebih 5 menit dari stasiun kereta dan berada persis di sebelah Riverside Theater dan Saint Patrick's Cathedral. Dalam rangka Sydney Festival, di taman ini dibuat sebuah taman bermain yang diberi nama Arquitectura de Feria.

Mainan komidi putar yang ini juga bergerak kalo ada orang yang gowes sepeda

Itu mas-mas yang pake kacamata item adalah penjaga wahananya, kekerenan yess

Mini Cavallet

Arquitectura de Feria ini merupakan sebuah taman bermain bertema old-style Europian yang ternyata memang didesain oleh sebuah keluarga Eropa, Jorda Ferre dan Oscar de Paz. Uniknya semua permainan yang ada di taman bermain ini menggunakan barang-barang bekas dan digerakkan dengan kekuatan manusia, kalo di Indonesia sih bahasa kecenya odong-odong. 

Ini ayunan plus tempat santai buat para bapak dan ibuk

Yang boleh ikutan main di sini juga ada aturan tinggi dan berat badan (demi keselamatan), buat para orang tua juga amat sangat dianjurkan untuk ikutan datang karena selain ada pojok ayunan santai sambil mendengarkan musik untuk dewasa, kekuatan para orang dewasa ini dibutuhkan untuk menjadi sukarelawan dalam memutar tuas atau menaik-turunkan pengungkit agar mainan-mainannya dapat berfungsi.

cewe di sebelah kanan yang pake topi item musti pegel-pegel memutar tuas di siang hari bolong (gapapa lah yah sis, ngegym gratis)

Tingalya

Seru yah ideanya, boleh nih diadaptasi buat festival Jakarta tahun ini.

*lihat foto paling pertama, saking semangatnya saya tiba di lokasi acara 30 menit lebih awal, ohh sungguh anak Indonesia yang rajin* 
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments

Do you remember my post about miniland area in Legoland Johor Bahru where I can see some of beautiful Asia iconic landmarks in a form of Lego? I just visited another Lego exhibition here, in Sydney. As a newcomer in this area, I mostly spent my first week on walking tour and I found this exhibition by accident. When I found this museum, I was catching a bus to Kingsford near Philip street and decided to come to this museum the day after. 


Sydney Iconic Landmark Lego exhibition was smaller than I expected and smaller from the previous Lego exhibition I visited in Singapore too. My jaw dropped when I saw the detail of those miniature building. I wish I could bring the right lens to my camera :(. Since I brought my fixed lens, it was nearly impossible to capture the whole miniature in one frame *stupid you Meidi!!*. This great Lego certified professional, Ryan McNaught created all of these miniature. For the Sydney Opera House, I took him 371 hours to complete and used 210,000 bricks.

 I prefer the Lego one, the really Luna Park gate looks so creepy

Sydney Harbour Bridge

 Hey You Sydney Opera House :)











So, what do you think? 
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • Kompetisi InspirasiTravel5jt Skyscanner Indonesia [CLOSED]
    Mau menangin voucher tiket pesawat senilai 2 JUTA gaa? Ga mau nih? Mau gaaaa? I'll let you know HOW to win it Bulan Se...
  • [ADV] Sheraton Family Package
    Semenjak resmi punya ponakan cewe cantik dan bawel yang satu itu, otomatis kebiasaan ngetrip aku sedikit berubah. Kalo biasanya bisa huntin...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    1 year ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    3 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
    1 month ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    1 year ago
  • Mari Melantjong!
    Persepolis, Kali Ketiga
    2 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    7 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    10 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    1 year ago
  • The TraveLearn
    Okinawa Harborview Hotel: “Rumah” untuk Menjelajahi Naha dengan Transportasi Umum
    4 weeks ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    13 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates