• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Lain Parramatta, lain lagi Sydney. Jika di post sebelumnya saya membahas Arquitectura de Feria-nya Parramatta, kali ini saya bakalan ngebahas The Ephemeral City yang ada di Sydney CBD. Masih di rangkaian acara Sydney Festival dalam rangka menyambut Australia Day ke 40, berlokasi di Bangararoo ada satu lagi acara seru yang emang dirancang khusus buat keluarga (eh meskipun kita ga satu keluarga, tapi kita boleh dateng bareng kok *eh)

Mencapai Barangaroo Reserve dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Circulay Quay atau naik bus 324/325. lokasi tempat bermain yang satu ini berada di dalam ruangan. Terdapat dua ruangan terpisah level 1 untuk bermain indoor flying fox dan level G (alias ground) untuk mengunjungi The Ephemeral City.

Apa sih The Ephemeral City?


Kalo definisi dari bahasa Inggrisnya, Ephemeral berarti sesuatu yang tidak kekal atau sesuatu yang berlangsung hanya sebentar. Nah lalu apa dong The Ephemeral City? yaa berarti kota ini dibuat hanya sebentar aja alias sementara, untuk selanjutnya pada tanggal 26 Januari akan dilakukan pemusnahannya. Di The Ephemeral City, rencananya akan dibangun 3 buah miniatur besar bangunan ternama di Sydney yang dibuat dari kardus. Stuktur ketiga bangunan tersebut hanya kardus berwarna cokelat tebal dan lakban cokelat. Ketiga bangunan yang akan dibuat replikanya adalah menara Sydney Central Station, Sydney Hanggar dan satu lagi lupa (nanti ditambahkan kalo udah inget yah).

Ayo bangun Sydney Central Station

Pengunjung yang datang ke tempat ini boleh menjadi sukarelawan untuk membangun bangunan tersebut, kami hanya datang menghampiri salah satu staff dan dengan ramah mereka membawa bongkahan kardus yang harus disusun sesuai pola kemudian direkatkan dengan lakban coklat. Untuk potong lakbannya gimana? tenang disediakan paku untuk memotong lakbannya dengan cara dicucukan. Konstruksi bangunan yang kami buat tidak ditambahkan dengan cara ditumpuk ke atas bangunan yang sudah didirikan sebelumnya, namun dengan ditambahkan dari bagian bawah.

ini cara mereka menggeser bangunannya

Awalnya sempat bertanya-tanya juga bagaimana mereka menyelipakan bagian-bagian ini, ternyata dengan bantuan pengunjung dan staff, bangunan yang sudah berdiri akan diangkat beramai-ramai dan menambahkan konstruksi yang dibutuhkan dibagian bawahnya, langkah selanjutnya? kembali merekatkan konstruksi bangunan baru ke bangunan lama dengan lakban.

Bukan cuma membangun menara, ada workshop lain juga di areal Box Wars dimana anak-anak bisa membangun apapun dari kardus yang diberikan dengan hanya bantuan lakban. Ada yang membuat rumah, topi, menara, well apapun.

aih dedek kamu centil bener deh

Haduhh kalo yang ini lebih norak lagi

Beberapa hasil karya di Box Wars yang akan ikutan dihancurkan juga pas tanggal 26 Januari

Keseruan di areal ini ga cukup sampe di situ aja, inget di level 1 ada indoor flying fox? nahhh flying fox ini bergerak mengelilingi ketiga bangunan dari kardus yang sebelumnya saya bahas. FOR YOUR INFO, flying fox ini tidak lurus seperti layaknya flying fox normal, tapi berkelok dan memutari areal The Ephemeral City, kereenn kan?

Twisted Flying Fox

Sesaat sebelum keluar dari tempat ini, saya bertemu seorang perempuan yang lagi sibuk membenahi barang-barangnya. Saat saya perhatikan lagi, ternyata beliau baru saja selsai menggambar salah satu bangunan yang sedang dibuat. Karena suka banget sama lukisan yang dia buat, saya sampai memberanikan diri untuk meminta foto dia dan lukisannya di depan bangunan yang dia lukis, wiihh kereeen ternyata banyak memang yang datang untuk melukis dan menggambar :) 

Thank you madame :)
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments

Dalam rangka menyambut Australian Day yang ke 40, New South Wales khususnya Sydney menggelar banyak acara dan pertunjukan seru selama hampir satu bulan. Berawal dari tanggal 2 Januari hingga puncaknya di tanggal 26 Januari, warga lokal dan pendatang banyak disuguhkan acara-acara keren berbayar maupun gratis di Syndey Festival. Mulai dari bazaar, pertunjukan musik, pertunjukan drama, pertunjukan sulap, pameran bunga, taman bermain dan puncaknya adalah Ferry race + kembang api kece di Darling Harbour. 

Berhubung faktor U1 yaitu Uang, saya memilih mendatangi beberapa acara yang sifatnya gratis. Pertunjukan musik? issshh bukaannn yang mau saya bahas di artikel kali ini bukan pertunjukan musik. Berhubung faktor U2 yaitu Usia, sekarang suka jadi pusing sendiri kalo nonton konser (kecuali konser Jazz) hahahahahha. 

Hari Sabtu yang lalu, saya mampir ke sebuah suburb atau kota satelit yang letaknya kurang lebih 23 km dari pusat kota Sydney. Kota ini bernama Parramatta, yang berarti belut dalam bahasa Aborigin. Stasiun kereta di kota ini termasuk besar dan memiliki akses langsung ke Westfield. Westfield itu semacam franchise mall terbesar di Sydney, mungkin kalo di Jakarta semacam Lippo Mall. 

Mainan yang satu ini akan berputar kalo tuasnya dipompa kayak pompa air manual

Perayaan Sydney Festival di kota ini, berpusat di Prince Alfred Square, sebuah taman yang hampir berbentuk kotak sempurna yang terletak kurang lebih 5 menit dari stasiun kereta dan berada persis di sebelah Riverside Theater dan Saint Patrick's Cathedral. Dalam rangka Sydney Festival, di taman ini dibuat sebuah taman bermain yang diberi nama Arquitectura de Feria.

Mainan komidi putar yang ini juga bergerak kalo ada orang yang gowes sepeda

Itu mas-mas yang pake kacamata item adalah penjaga wahananya, kekerenan yess

Mini Cavallet

Arquitectura de Feria ini merupakan sebuah taman bermain bertema old-style Europian yang ternyata memang didesain oleh sebuah keluarga Eropa, Jorda Ferre dan Oscar de Paz. Uniknya semua permainan yang ada di taman bermain ini menggunakan barang-barang bekas dan digerakkan dengan kekuatan manusia, kalo di Indonesia sih bahasa kecenya odong-odong. 

Ini ayunan plus tempat santai buat para bapak dan ibuk

Yang boleh ikutan main di sini juga ada aturan tinggi dan berat badan (demi keselamatan), buat para orang tua juga amat sangat dianjurkan untuk ikutan datang karena selain ada pojok ayunan santai sambil mendengarkan musik untuk dewasa, kekuatan para orang dewasa ini dibutuhkan untuk menjadi sukarelawan dalam memutar tuas atau menaik-turunkan pengungkit agar mainan-mainannya dapat berfungsi.

cewe di sebelah kanan yang pake topi item musti pegel-pegel memutar tuas di siang hari bolong (gapapa lah yah sis, ngegym gratis)

Tingalya

Seru yah ideanya, boleh nih diadaptasi buat festival Jakarta tahun ini.

*lihat foto paling pertama, saking semangatnya saya tiba di lokasi acara 30 menit lebih awal, ohh sungguh anak Indonesia yang rajin* 
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    3 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    10 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    4 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Honest Review Topremit: Solusi Kirim Uang ke Luar Negeri yang Ternyata Berguna Banget Buat Traveler
    1 day ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates