• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter



Salah satu objek wisata di Hong Kong yang membuat saya dan teman-teman penasaran dan excited untuk mengunjungi adalah Ngong Ping Village. Objek wisata ini berada di pulau yang sama dengan Disneyland namun berada di sisi yang berlainan. Sebelumnya pernah membaca tentang tempat ini dari postingan Ci Debby dan Kak Bama, yang satu bererita tentangan kunjungan saat sedang cerah sedangkan yang satu lagi saat sedang berkabut. Lalu bagaimana dengan kunjungan saya? cuaca saat itu memang agak dingin dan sedikit berkabut namun untunglah pemandangan indah Ngong Ping Village masih dapat terlihat. Objek utama di tempat wisata ini adalah Tian Tan Buddha sebuah patung Buddha raksasa yang berada di atas bukit dan harus saya tempuh dengan menaiki ratusan anak tangga. 

Ceritanya waktu itu sengaja keluar hostel pagi-pagi demi menghindari antrian panjang cable car, hahahaha ternyata sudah sampai jam 9pun antrian sudah panjang, mungkin memang nasib. Sebenarnya selain menggunakan kereta gantung, untuk menuju Ngong Ping Village juga bisa ditempuh dengan menggunakan bis umum dengan nomor 23. Bis tersebut bisa jadi solusi untuk teman-teman yang takut ketinggian atau disaat kereta gantung berhenti beroperasi. Biasanya kereta gantung berhenti beroperasi ketika cuaca buruk dan pada saat jadwal perawatan kereta gantung.


*Jika ingin antrian yang sedikit lebih pendek, coba deh pilih Crystal Cabin, tapi ga saya sarankan untuk teman-teman yang takut ketinggian yah*




Ada apa aja di Ngong Ping Village?


Selain Tian Tan Buddha di Ngong Ping Village juga ada beberapa tempat wisata lain, seperti Po Lin Monastery, Wisdom Path (tempat ini jadi tenar banget gara-gara dipake tempat syuting Running Man), Li-nong Tea House, Walking with Buddha show, dan Bodhi Wishing Shrine. 


Karena keberanian saya terhadap ketinggian berada di bawah garis normal, jadi saya batal naik Crystal Cabin dan memutuskan untuk naik Standard Cabin ga peduli lah antriannya lebih panjang, yang penting bisa sampai dengan selamat dan hati tenang ahhahahah. Katanya perjalanan 'cuma' ditempuh selama 25menit dengan kereta gantung tersebut, tapi kok yah aku ngerasa kayak sejam. Lamaa banget gak sampe-sampe hahahah.




Mejeng di depan Bodhi Wishing Shrine
(Berasa di Jepang masaa hahahahaha) 

Sepanjang perjalanan dari Cable car staion di Ngong Ping hingga ke arah Po Lin Monastery ada banyak tempat makan dan tempat souvenir. Untuk tempat makan ada beberapa pilihan seperti subway, Matsuzaka express (sushi), Ebeneezer;s Kebabs & Pizzeria dan masih banyak lagi. Kemarin sempat mau icip dessert di Honeymoon dessert, tapi udara semakin dingin aneh juga kalo dingin-dingin makan es serut, jadi milih makan gelato aja #laaahh. 

Setelah selesai cemil-cemil, kami kembali fokus untuk berjalan menuju tujuan utama kami ke tempat ini, Big Buddha. Baru beberapa meter dari deretan restaurant, kami fokus kami kembali diuji dengan banyaknya deretan tempat oleh-oleh lucu dan showcase cable car cabin yang berasal dari penjuru dunia, jadi semacam Open Air Museum. 





 Salah satu toko favorit



Ternyata udah tinggal beberapa meter menuju tangga paling bawah Tian Tan Buddha, lagi-lagi kami lost focus gara-gara bertemu these not-so-little dogs. Iyah semuaaanya lost focus, teman-teman saya pada sibuk main dan foto sama anjing-anjing lucu ini, sementara saya juga ikut foto-foto tapi dari jarak 50 - 100 meter hahahahha.




Geng ransel - sebagian ransel baru beli di Giordano HK hahahaha

Setelah semuanya sibuk berdoa supaya kuat sampai atas, akhirnya satu persatu menginjakan kaki di tangga menuju atas. Sampe ke atas? Yesss sampe semua dong, meskipun sambil terengah-engah. Ada apa di Tian Tan Buddha? Ternyata bukan hanya sebuah patung buddha berukuran besar saja yang ada di atas bukit tersebut. Di dalamnya terdapat ruangan 3 lantai yang memiliki fungsi yang berbeda. Di hall paling bawah, bisa kita temukan foto-foto beberapa orang yang sudah meninggal dan sepertinya keluarga mereka sering mengunjungi untuk mendoakan. Di memorial hall lantai 3, terdapat barang peninggalan Buddha. Dianggap sebagai benda suci, peninggalan tersebut merupakan bagian dari Buddha diawetkan tetap setelah ia mencapai Nirvana 2500 tahun yang lalu.

Di ruangan tengah di lantai 1 terdapat lonceng berukuran besar yang hingga saat ini masih aktif digunakan. Selain itu di lantai tersebut juga terdapat 4 lukisan besar yang bercerita tentang kehidupan Buddha. Sedangkan di lantai 2 terdapat ukiran kayu besar yang menceritakan ""Hua Yan Dharma Preaching", ukirannya juga sangat detail, tidak heran ukiran tersebut baru selesai dikerjakan setlah 7 tahun.

Di bagian luar terdapat 6 patung Dewa yang digambarkan sedang mempersembahkan sesuatu untuk Buddha, mulai dari bunga, lampu hingga musik.  


Saran saya sih, jika ingin mengunjungi tempat ini coba pilih saat cuaca di Hong Kong agak adem seperti di penghujung bulan Maret atau April. Kadang bisa saja sedikit berkabut, tapi cuaca jauh lebih bersahabat ketimbang jika mengunjungi tempat ini di saat musim panas.

Cara mengunjungi Ngong Ping Village:


Cable Car


- Naik MTR Tung Chung line dan turun di Tung Chung station

- Setelah keluar MTR station berjalan menuju Cable Car station (tinggal mengikuti arah petunjuk)

Harga Cabin Cable Car:


ROUNDTRIP

Standard Cabin : Dewasa HKD 165 ; Anak (3-11 th) HKD 85 ; Senior (>65 th) HKD 115
Crystal Cabin    : Dewasa HKD 255 ; Anak (3-11 th) HKD 175 ; Senior (>65 th) HKD 205
Mixed Cabin : Dewasa HKD 230 ; Anak (3-11 th) HKD 150 ; Senior (>65 th) HKD 180
(1 Std + 1 Crystal)

SINGLE TRIP
Standard Cabin : Dewasa HKD 115 ; Anak (3-11 th) HKD 60 ; Senior (>65 th) HKD 80
Crystal Cabin : Dewasa HKD 180; Anak (3-11th) HKD 125; Senior (>65th) HKD 145

Bus
Selain menggunakan Cable Car, tempat ini juga dapat ditempuh menggunakan bus lokal, terminal bus berada tidak jauh dari Tung Chung MTR station, untuk sampe ke Ngong Ping Village naik bis nomor 23 dan akan berhenti di bagian tengah Ngong Ping Village.

Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    3 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    10 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    4 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Honest Review Topremit: Solusi Kirim Uang ke Luar Negeri yang Ternyata Berguna Banget Buat Traveler
    1 day ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates