• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Weekend well spent, mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan keseruan aktifitas weekend saya kemarin. Sebagai anak yang besar dengan cerita Detective Conan, suka dengan film Sherlock Holmes (saya ga jago baca bukunya, anak komik banget), suka main SUDOKU dan jagoan TTS (teka-teki Silang) rasa penasaran saya mencuat begitu tau ada escape room game seru ada di Jakarta.

Apaan sih Escape room game? Ini adalah sebuah permainan berkelompok di mana kita akan dikunci disebuah ruangan dan harus menyelesaikan sebuah misi atau menjawab sebuah misteri dari clue-clue yang disediakan untuk dapat keluar dari room tersebut atau memecahkan misteri tersebut.

Permainan Escape Room sendiri sudah ada agak lama ada di Jakarta, tapi sayanya ga pernah berani buat ikutan main. Beberapa tema Escape Room yang ada di Jakarta dulunya lebih didominasi dengan cerita misteri seperti pembunuhan dan zombie-zombiean, sedangkan saya anak cemen yang nonton film setan aja suaranya musti dihilangin dulu, Udah dihilangin aja ngeliat setannya muncul masih kaget. Pernah juga ngajak teman main ke escape room game, tapi ujung-ujungnya malah café hopping di Kemang (aku anaknya gampang terbujuk, hahaha)

Karena akhirnya tambah penasaran, beberapa hari yang lalu saya mengajak beberapa teman untuk mencoba Escape Room Game baru bernama Chronosphere yang berlokasi di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Oke, tempat mainnya sudah ketemu, teman bermainnya sudah kumpul berarti sisanya tinggal mengumpulkan niat dan mental.

Ruang tunggu Chronosphere

Begitu masuk lobby Chronosphere saya dan teman-teman sudah dikejutkan dengan desain interior yang tematik. “Ihh gue berasa ada di NASA secret base” *padahal ngeliat bentukan kantor NASA aja belum pernah, hih.


Sebelum permainan dimulai, kami boleh menyimpan barang-barang bawaan kami di loker yang sudah disediakan. Briefing untuk penjelasan cara bermain dan alur ceritapun dilakukan di ruang depan. Untuk permainan Chronosphere Level 1 The Genesis "Heart of Chronosphere" para pemain bertindak sebagai guardian of time yang diundang pria tidak dikenal untuk membantunya menyelesaikan sebuah misi. Intinya kami harus menyelesaikan teka-teki demi untuk menemukan "Heart of Chronosphere". 

Untuk memecahkan semua teka-teki yang ada di ruangan ini, kami  berlima berpegangan pada sebuah buku yang ditinggalkan sebuah buku oleh Professor C. Intinya kami harus putar otak untuk memecahkan misteri yang ditinggalkan professor tersebut demi terpecahkannya kasus dan membuat kami keluar dari ruangan dengan selamat.

Buat kami berlima yang belum pernah sama sekali bermain di Escape Room, ini menjadi hal baru dan tantangan tersendiri ketika akhirnya harus "dikunci" di sebuah ruangan dan baru bisa keluar setelah waktu habis atau misi terselesaikan. Awalnya kebingungan apa yang harus kami lakukan di dalam ruangan tersebut, ditambah lagi kondisi belum makan dan waktu menunjukan pukul setengah 12 siang. Saran saya, jangan masuk mulai bermain dalam kondisi lapar yah, karna hanya akan menambah kemalasan dan kegalauan untuk memecahkan teka-tekinya hahahahah. Sebagai informasi tambahan, seluruh petunjuk yang ada di game ini menggunakan bahasa inggris dan setiap level para pemain akan dibantu "hint" sesuai jumlah pemain.  

Penasaran sama alur cerita dan game serunya? langsung cobain aja main. Setelah selesai bermain, entah itu berhasil memecahkan misteri atau kehabisan waktu, masing-masing pemain akan diberikan sebuah kartu yang berisi record tentang permainan kita saat itu. Mulai dari nama, level permainan, hingga pencapaian. Kalo sudah berhasil menyelesaikan level 1, pencapaian yang tercatat adalah lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan misi.


Exit room juga akhirnyaaa


muka-muka lelah dan lapar abis mikir

Saat ini Chronosphere sudah memiliki 2 3 episode, episode 1 The Genesis (ini yang saya dan teman-teman mainkan), episode 2 LightBringer dan episode 3 Enigma. Chronosphere sendiri berencana memiliki hingga 6 episode. *aah ga sabar mau coba episode 2 nya*

Be a Guardian of Time and Let’s Experience Time Travel at Chronosphere Indonesia!


NEW PRICE [UPDATED]


[UPDATED]

Chronosphere Escape Game Episode 2 dan 3

Episode 2 Lightbringer - Beyond The Darkness

Jika di episode sebelumnya para pemecah teka-teki diharuskan menemukan sebuah inti untuk menghidupkan mesin waktu dan keluar dari ruangan, di episode selanjutnya ini kalian akan dibawa oleh mesin waktu ke masa lampau dan ditantang untuk membantu Thomas Edison menciptakan lampu dan membebaskan dunia dari kegelapan.

Episode 3 Enigma - The Shadow of The Mastermind

Kalian akan kembali menjelajah ruang dan waktu, jika di episode sebelumnya kalian mendapatkan misi untuk membantu Edison menemukan lampu, di episode ke 3 kalian akan dibawa ke tahun 1945 untuk menyelesaikan misi di Germany Headquarter, *oke it's getting excited, I just can't wait to play it again*

 Jl. Tanjung Duren Utara IV No.450
IG : chronosphere.id
Twitter : chronosphere.id
website : www.chronosphere.id
Share
Tweet
Pin
Share
12 comments
Makanan Jawa dan Sunda sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari di rumah, makanan Sumatera juga sesekali mencoba, well meskipun cuma sejauh nasi padang dan pempek palembang. Pas saya mengetahui Hotel Kempinski Indonesia punya acara seru selama 5 minggu bernama 5 Islands in 5 weeks, saya ga mau ketinggalan ikutan. Pilihan menu tiap harinya juga ganti-ganti sesuai dengan menu daerah mingguannya.

Bertempat di Signature Restaurant, event yang sekaligus kampanye Hotel Kempinski Indonesia untuk lebih mengenalkan makanan Indonesia ke masyarakat umum ini berlangsung dari tanggal 5 Agustus hingga 8 September kemarin. Makanan yang disajikan Signature Restaurant dalam jangka waktu 5 minggu tersebut adalah menu masakan daerah Sumatra, Jawa, Bali-Lombok, Kalimantan dan Sulawesi-Maluku. Lalu manakah yang saya pilih? tentunya menu masakan yang paling sedikit saya ketahui dan pernah saya icip, diantaranya Kalimantan dan Sulawesi-Maluku. 


Share
Tweet
Pin
Share
19 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Kembali ke Malang - Restaurant Hopping (Part 1)
    Saya dan Malang sepertinya punya cerita pertemanan sendiri,  back then  sebelum tahun 1999 mungkin hampir setiap tahunnya pasti mampir...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    9 months ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    3 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    10 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    6 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    4 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Honest Review Topremit: Solusi Kirim Uang ke Luar Negeri yang Ternyata Berguna Banget Buat Traveler
    1 week ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates