• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Jepang itu katanya terkenal serba mahal ya? semua jajanan mahal, penginapan mahal, destinasi wisata mahal, transportasi mahal, wuihh semuanya deh. Jujur masih banyak negara yang biaya hidupnya 2x lebih mahal dari kota-kota di Jepang. Berbekal trip saya Oktober lalu ke daerah Kansai, saya mau bagi-bagi tips kece buat menekan budget kamu selama travelling di Negri sakura ini.

1. Cari penginapan yang menyediakan sarapan


bisa buat bekal makan siang juga

Ga mesti hotel kok, di Jepang banyak Hostel yang bagus dan bersih serta menyediakan sarapan. Contoh sewaktu menginap 3 malam di Kyoto, saya cukup beruntung mendapatkan kamar dorm di Piece Hostel Sanjo yang ternyata menyediakan sarapan ala buffet untuk para tamunya. Tanpa malu-malu, saya bahkan memasukkan beberapa roti ke ransel untuk cemilan di jalan atau buat pengganjal perut di siang hari. Di hostel yang kemarin saya inapi, selain roti juga ada salad dan nasi campur tapi tidak bisa dibawa buka bekal, karena saya tidak membawa tempat bekal makan dan jika dipikir-pikir mau beli di sana juga sayang rasanya. Ah iya info tambahan, ada teman yang pernah menginap di salah satu penginapan airBnB ternyata ada juga yang menyediakan sarapan.

2. Sedia Onigiri sebelum kelaparan



Jika tempat penginapan kamu tidak muenyediakan sarapan, jangan berkecil hati masih ada cara lain untuk menghemat biaya makan. Kalo beli bento set di supermarket dirasa masih kemahalan buat budget kamu, salah satu pilihan pengganjal perut lainnya bisa jatuh kepada onigiri. Onigir atau nasi kepal khas Jepang ini dijual di semua supermarket dan minimarket di penjuru Jepang. Serius, nyari Onigiri di Jepang (terutama kota-kota besar) udah semudah nemuin Indomar*t atau alfama**t di Jabodetabek. Selain Onigiri juga ada sushi roll dan Omurice kepal (nasi yang dibungkus telur). Untuk yang tidak boleh makan babi, pilihan paling aman cari yang nasi kepal dengan isian ikan (tuna, bonito atau salmon)


3. Beli makanan di atas jam 5



Ini juga salah satu taktik menghemat biaya makan, bisa untuk makan malam atau disimpan untuk sarapan esok harinya. Beberapa supermarket banyak yang mendiskon harga bento set dan beberapa jenis makanan lainnya ketika waktu menunjukan pukul 5 sore. Tenang, ini hal yang wajar kok dan salah satu cara agar supermarket tersebut juga tidak menyisakan barang dagangan terlalu banyak juga. Sesampai di penginapan bisa disimpan di kulkas dan disantap besok paginya.

4. Pilih-pilih kuil yang ingin dikunjungi



Yapp, seperti yang banyak dari kita sudah ketahui Jepang adalah negri 1000 kuil. Kalian bisa menemukan kuil di hampir seluruh penjuru daerah di Jepang. Dari mulai kuil terkenal yang selalu ramai oleh turis hingga kuil biasa yang hanya didatangi warga lokal. Dari kuil yang berlokasi di atas gunung hingga yang dekat dengan pantai. Kuil yang memiliki areal yang luas hingga kuil kecil. Sebelum ke Jepang, ada baiknya pilih-pilih dulu kuil mana saja yang memang ingin dikunjungi, karena untuk beberapa kuil besar memiliki harga tiket masuk mulai dari 300 - 600 yen.


Sebagai contoh, di Kyoto sendiri ada 5 kuil yang selalu ramai dikunjungi turis seperti Kiyomizudera (400yen), Ginkakuji (500 yen), Kinkakuji (400yen), Sanjusangen-do (600yen), Fushimi Inari (gratis). Ditambah lagi kuil-kuil lain seperti Nijo (600yen), Honganji (gratis), Kodaiji (600yen), Eikando (600yen, namun saat musim gugur 1000yen), Ninnaji (gratis, tapi saat musim sakura 500yen), Ryoanji (500yen), Tenryuji (500yen) dan masih banyak lagi. 


Kebayangkan berapa banyak uang yang musti dikeluarkan hanya untuk masuk ke kuil? yang saya sebutin di atas itu baru Kyoto loh, nah untuk hematnya kita harus benar-benar pilih kuil mana saja yang akan didatangi sehingga bisa lebih menghemat biaya lagi.

5. Beli bus pass, train pass atau subway pass


JR West Pass - hanya mencakupi daerah Kansai aja 

 one day pass ini ada di vending machine atau kadang ada hostel yang jual juga

Beberapa dari kalian mungkin udah banyak yang tahu kegunaan JR Rail Pass untuk travelling di Jepang. Selain JR Rail Pass sendiri, di Jepang banyak banget tipe-tipe tiket pass untuk moda transportasi. Di beberapa daerah yang tidak terlalu banyak jaringan bus dan keretan JR (Japan Rail) ada baiknya kita membeli pass yang sesuai dengan daerah tersebut. Misalnya di Kyoto, JR Pass rasanya hanya lebih berguna hanya untuk mengunjungi Arashiyama dan Fushimi Inari, namun untuk berkeliling kota Kyoto lebih cocok jika kita membeli bus pass atau subway pass. Tarif sekali jalan bus di Kyoto sekitar 230 yen, sedangkan 1 day bus pass dapat kalian beli dengan harga 500yen dan berlaku seharian penuh. Sewaktu saya berkeliling Kansai, saya sempat menggunakan tiga macam pass, JR West Pass, Kyoto bus pass dan 3 day kansai pass

Nanti aku ceritain yah keseruan pake Kansai Thru Pass

6. Jangan mudah tergiur pernak-pernik di vending machine dan gacha machine 


aku mau calpico

Ini salah satu yang bisa bikin kantong jebol saat jalan-jalan di Jepang. Di daerah wisata dan pusat perbelanjaan akan ada banyak vending machine & gacha machine yang berisi makanan minuman hingga barang-brang unik lain. Jika ingin air mineral, sebisa mungkin bawa botol minum dan cari tempat isi ulang air. Namun jika memang tidak memungkinkan, coba cek harga di vending machine terlebih dahulu, waktu itu saya pernah melihat 2 vending machine yang jaraknya tidak terlalu jauh namun harganya bisa beda 50yen (duhh lumayan kan).

Jajan es krim di vending machine

deretan gacha machine di pokemon center Osaka

Gacha Machine juga salah satu yang musti dikhawatirkan, jumlahnya juga banyaaak banget serta diperparah dengan barang-barang lucu yang ada di dalamnya. Tapi kalo dirasa tidak terlalu unik atau penting, sebaiknya jangan dibeli. Saya pernah beberapa kali mengincar mainan lucu di gacha machine tapi emang dasar ga hoki, yang didapat malah jenis mainan yang ga disukai (miriisss). 

Share
Tweet
Pin
Share
27 comments

Matahari sudah mulai terik saat saya dan teman-teman sampai di gerbang depan Fushimi Inari. Menyenangkan sekali yah mendapati sebuah objek wisata yang terkenal berjarak tidak sampai 50 meter dari pintu luar stasiun kereta. Di saat beberapa tempat lain mengharuskan kami menghidupkan google maps atau melihat petunjuk arah yang ada di stasiun, di tempat ini kami tidak perlu repot-repot mencari apapun.

Fushimi Inari terletak di daerah selatan kota Kyoto. Di sekitaran kuil-kuil di areal ini banyak dijumpai patung-patung rubah yang merupakan simbol penyampai pesan kepada Inari, yang dipercaya sebagai Dewa Pertanian. Kuil utama yang ada saat ini merupakan kuil yang dibangun ulang setelah bangunan sebelumnya habis terbakar saat perang Onin. 

Hari itu Fushimi Inari Taisha tampak cukup ramai, yah mau bagaimana lagi? kami datang di hari minggu, yang tentu saja akan lebih ramai dari hari biasa. Saya tetap memasukan Fushimi Inari ke dalam list tempat tujuan karena pas banget JR West Pass kami akan berakhir di hari tersebut. Sebagai informasi, JR West Pass ataupun JR pass yang keseluruhan tidak terlalu berguna di seputaran Kyoto. Untuk menjelajah Kyoto saya sarankan kalian membeli Bus Pass atau Subway Pass, karena dua moda transportasi tersebut yang menjangkau banyak tempat di Kyoto.

Ini adalah kuil paling depan dan biasa dijadikan meeting point

beberapa pengujung terlihat mencuci muka dan berkumur di mata air ini sebelum berkunjung ke kuil

Kembali ke Inari, tempat ini terkenal dengan 10.000 gerbang Torii yang terbentang dari tengah hingga ke atas gunung Inari. Tidak hanya torii tersebut, di Fushimi Inari juga banyak terdapat kuil dan tempat untuk "menggantungkan harapan". Mulai dari 1000 cranes (Bangau) origami yang berwarna-warni bergantungan di kuil terdepan, papan kayu persegi lima yang dapat ditulis dengan spidol, gantungan harapan berbentuk torii berwarna merah, kertas permohonan yang diikat sedemikian rupa di tali yang disediakan, papan kayu berbentuk rubah yang banyak dimodifkasi orang-orang, bendera merah putih yang berisi doa dan harapan, hingga papan kayu berbentuk torii merah lebih besar bertuliskan harapan-harapan yang banyak ditaruh di kuil paling atas.

 bisa pilih salah satu dari media ini untuk menulis doa-doa dan harapan

 awalnya berbentuk rubah, lalu banyak yang improvisasi jadi kayak gini

mejeng dulu di lorong Torii gates

semakin ke atas, Torii gatesnya semakin besar-besar

Kuil ini tidak hanya ramai di hari libur atau akhir pekan, namun juga di hari biasa. Banyak orang terutama orang-orang tua yang mendaki ke kuil atas untuk berdoa. Tidak sedikit pula orang-orang yang datang ke tempat ini dengan menggunakan baju yukata lengkap dengan riasan rambut, make up dan sendal khususnya. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kuil teratas kurang lebih 1,5 jam ditempuh dengan kecepatan berjalan kaki santai. Saya sendiri sih, menghabiskan waktu 1,5 jam tersebut di bawah kuil, di dekat tempat jajanan dan oleh-oleh setelah berhasil menolak ikut hiking ke atas dengan alasan kaki cenut-cenut. Iyaa ini hari ke empat kami di daerah Kansai dan sudah tidak terhitung lagi berapa km total kami berjalan kaki dari hari pertama.

ini dia kuil yang ada di paling atas

Selesai (teman-teman saya) hiking, kami bergegas mencari makanan di kios-kios yang ada di sebelah kiri sebelum menaiki tangga ke arah 1000 Tori. Di sini banyak sekali penjual makanan ringan khas Jepang, sesuai dengan yang kami cari. Mulai dari Mochi bakar (eh ini sok tau banget ngasih nama makanannya), takoyaki ganteng (maksudnya yang jual yang ganteng), okonomiyaki, jus jeruk segar yang langsung di minum dari buahnya, okonomiyaki, mie goreng, ubi goreng dan maaaassih banyak lagi. Rata-rata harga makanan yang dijual di tempat tersebut dijual dengan harga 500 yen per porsi. Buat yang cari kit-kat varian Strawberry cheesecake dengan box berbentuk gunung fuji, bisa kamu temukan di salah satu souvenir shop di dekat tukang ubi goreng. Selesai menyantap semua jajanan yang juga sebagai menu makan siang, kamipun bergegas kembali ke stasiun JR untuk melanjutkan perjalanan.

sebelum pulang, jangan lupa jajan dulu

Sekedar info, jika akan membeli air mineral di vending machine usahakan untuk membeli di areal kios-kios makanan di bawah karena harganya lebih murah ketimbang air mineral di vending machine di kuil teratas. Alih-alih digantung di tempat yang disediakan, banyak juga loh pendatang yang membeli wishing board di Fushimi Inari untuk dijadikan Souvenir.   
Share
Tweet
Pin
Share
21 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    3 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    10 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    4 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Honest Review Topremit: Solusi Kirim Uang ke Luar Negeri yang Ternyata Berguna Banget Buat Traveler
    1 day ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates