• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Hello Macau!

Akhir-akhir ini hobi banget bikin tulisan "telat" bahasa inggrisnya #latepost hihihihi, mungkin karena agak sulit mengumpulkan semangat untuk menulis ketimbang mikirin mau jalan-jalan ke mana lagi *ditimpuk*.

Perjalanan Macau ini sebenarnya saya lakukan bulan Maret yang lalu, atau tepat 2 hari sebelum tragedi pecahnya LCD Samsung saya *mirissss*. Jika ada yang bertanya, cukup ga sih berkunjung ke Macau sehari saja? Jawab saya, GA CUKUP!! karena one day trip ke Macau pada bulan maret yang lalu saya rasa masih kurang cukup.

Jadi apa yang sebenarnya membuat saya mau ke Macau?

1. Gara-gara Princess Hour, diepisode terakhir mengambil setting di Macau dan entah ada angin apa, saya merasa tempat ini peaceful banget, bahkan hanya dengan melihat gerai pos dan lantai di Senado Square saya bisa langsung menebak lokasi tersebut ada di Macau.
2. Orang-orang sering ngeributin eggtart yang katanya enak banget dan ada di daerah ini.
3. Hotel-hotel mewah dengan banyaknya kasino, yang ternyata hampir semuanya memiliki transport gratis dari/ke ferry terminal dan bandara.

Oke, kembali ke perjalanan Macau. Transportasi dari/ke Macau dari Hong Kong terbilang mudah, selain dengan menggunakan pesawat terbang, perjalanan tersebut juga bisa ditempuh dengan naik kapal ferry, bahkan Ferry menuju Macau dapat kita temukan di tiga pelabuhan ferry di Hong Kong Island, Kowloon dan di Pelabuhan dekat Hong Kong International Airport. Tarif pergi, pulang, siang, malam, hari kerja dan akhir pekan berbeda-beda, bisa dicek dulu diwebsite sebelum melakukan perjalanan.

Karena hanya memiliki waktu satu hari, tepatnya sekitar 12 jam kurang, kami bersiasat untuk mengunjungi tempat-tempat (yang kami anggap) penting saja, seperti Venetian Resort, Senado Square dan St Paul ruin's. Tiga tempat itu yang dijadikan poin penting, yang lainnya kami anggap sebagai bonus.

Mata uang yang digunakan di sini adalah Macau Pataca (MOP), tapi tenang kalo kita hanya punya Hong Kong Dollar (HKD) juga tetap bisa dipakai kok (meskipun jadi agak rugi). Nilai tukar MOP lebih rendah ketimbang HKD atau Yuan China (CNY) tapi di Macau 2 mata uang lainnya tersebut dipukul rata menjadi bernominal sama, misalnya mau beli eggtart seharga 2 MOP kita bisa bayar dengan 2HKD. Karena pertukaran ketiga mata uang ini, jadi jangan heran jika kalian membayar dengan HKD namun mendapatkan kembalian berupa MOP atau CNY.

Selama di Macau saya benar-benar tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk transportasi, kenapa? karena bulak-balik ke objek wisata selalu menggunakan bis gratis dari hotel-hotel di Macau. Begitu sampai terminal ferry, kami langsung mencari tempat pemberhentian bus hotel dan mencari bus ke Venetian Resort. Kalo biasanya masuk mall kita santai-santai aja, kali ini baru sampai kita buru-buru mencari mall directory dan beruntung langsung dapat portable map nya. Percaya ga kalo saya bilang, membaca palang petunjuk arah di Venetian kadang agak useless. Karena saya bisa dibuat berputar-putar mengikuti papan petunjuk, namun tetap tidak menemukan kamar mandi. It also took us almost half hour to get out from this place *silly right?* nyasar di Mall, what a place!!

I love this shopping mall

Kelar nyasar di Venetian Resort, kami memutuskan untuk pergi ke Senado Square, kali ini dibantu oleh petugas concierge untuk memberikan petunjuk arah bis mana yang harus kita ambil dan ke mana kita harus berjalan setelah itu. Petugas concierge di Venetian Resort ini patut saya berikan 5 jempol *minjem jempol teman*, karena dengan ramahnya dia menjelaskan cara kami ke sana, bahkan hingga menuliskan nama tempat tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa mandarin (pinyin), padahal dengan aksen bahasa inggris yang agak sulit saya pahami. Masih jelas diingatan saya ketika mba cantik ini bilang, 
"After you drop off from bus on San Ma Lo, you just need to take a boat about 10 mins" ,
"A boat? quite far?" saya terdiam agak lama sampai teman saya menepuk bahu dan bilang "She means Walk, kuping lo swasta banget!"
"Maaf kayaknya angin dingin ini agak-agak bikin pendengaran gue gimana gitu" pembelaan saya sambil kemudian membungkukan badan memberi tanda hormat dan terima kasih ke si mba concierge (yang saya lupa namanya).

Lagi-lagi dengan bis hotel gratis saya menuju objek wisata lain, kali ini ke Senado Square untuk kemudian berjalan menuju reruntuhan gereja St. Paul. Yang menarik di sepanjang perjalanan dari tempat drop off bis ke Senado Square adalah bangunan-bangunan sekitar yang masih kental dengan arsitektur bergaya protugis dan pedestrian yang memiliki motif-motif berbau pantai dan laut. Ahhhh betah rasanya berada di daerah ini lama-lama, mungkin karena cuaca yang juga mendukung, memang tidak terlalu cerah tapi angin dingin ini justru membuat kami berjalan lebih cepat (ga kuat kalo diam kelamaan, bisa kedinginan).

sambil ngebut jalan kaki, sempetin moto beginian

Lovely building

Mejeng di depan St Paul Ruin's, checked! (nasib tukang foto)

Sore hari kami habiskan di seputaran senado square, ketika beberapa dari kami sibuk mencari cendramata untuk dibawa pulang, saya justru sibuk memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di sekitar atau Duduk manis di salah satu tangga menuju reruntuhan gereja St. Paul, sambil memandangi arah bawah atau duduk di taman di areal atas Museum Macau. Macau memang tidak terlalu luas, namun ada kesan nyaman tersendiri yang saya dapati di sini :).

Karena travelmate kali ini bisa dibilang cukup banyak, meskipun spot yang kami kunjungi tidak banyak tetap terasa menyenangkan. Ga perlu takut nyasar, banyak yang nyari bala bantuan buat cari jalan yang benar, ga perlu takut kehabisan batere kamera foto karena selalu ada 9 tangan lain yang juga ikut foto dengan devices berbeda, ga perlu takut kelaparan karena ada 9 orang lain yang selalu aja punya cemilan di tas masing-masing. (ahahah hati senang perut kenyang)

Oke, mari kita ulang lagi hal-hal yang sebelumnya membuat saya ingin ke Macau:

1. Gara-gara Princess Hour, diepisode terakhir mengambil setting di Macau dan entah ada angin apa, saya merasa tempat ini peaceful banget, bahkan hanya dengan melihat gerai pos dan lantai di Senado Square saya bisa langsung menebak lokasi tersebut ada di Macau.

Karena ga sempat nemu yang di taman, akhirnya foto yg ini

2. Orang-orang sering ngeributin eggtart yang katanya enak banget dan ada di daerah ini.
Egg tart Koe Kei Bakery, checked!

3. Hotel-hotel mewah dengan banyaknya kasino, yang ternyata hampir semuanya memiliki transport gratis dari/ke ferry terminal dan bandara. Yang paling mau saya kunjungi adalah Venetian resort.

Semoga dilain waktu masih bisa mampir ke sini lagi, masih belum ke Guia Fortress :(


Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Selain punya travel bucket lists, saya biasanya juga punya food bucket lists yang dibuat sebelum pergi menjelajah suatu kota atau negara baru. Sebenarnya makanan utama yang saya ingin cicipi di Hongkong justru makanan penutupnya alias dessert. Namun apa boleh buat, suhu udara saat itu tidak memadai untuk saya menikmati dessert ala Hongkong yang memang rata-rata lebih enak disajikan dingin.

Sebelum berangkat biasanya saya research terlebih dahulu ke travel blog lain yang memiliki info-info tentang tempat wisata atau makanan khas daerah/negara tersebut untuk Hongkong yang banyak saya temukan misalnya Honeymoon dessert, Congee (bubur/sup nasi), street food, Tim Ho Wan dim sum yang terkenal, Egg waffles, Almond milk dan masih banyak lagi, Sedangkan untuk Macau makanan yang selalu jadi tujuan utama pelancong adalah Portuguese Egg Tart.
Share
Tweet
Pin
Share
13 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    11 months ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    4 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    11 months ago
  • Mari Melantjong!
    Persepolis, Kali Ketiga
    2 weeks ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    5 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    10 months ago
  • The TraveLearn
    1 Hari di Jakarta: LRT Jabodebek, Trinity Tower, dan Stasiun Tanah Abang Baru
    2 weeks ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates