• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Dimulai dari hari ini, saya berencana untuk aktif lagi menulis di blog dan salah satunya akan banyak berbagi info tentang banyak hal di #stayathome alias #dirumahaja series ini. Ironis sih ya rasanya jika ternyata harus ada wabah seperti ini dulu yang kemudian membuat saya kembali aktif menulis lagi di blog karena sudah terlalu bosan dan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Segi positifnya, kalian jadi punya bahan bacaan baru deh. Ok, jadi saat ini yang mau saya bahas adalah AdSense, tahu kan yah, tahu dong?

Nah salah satu cara untuk dapat menghasilkan uang dengan bermodal blog salah satunya ya dari AdSense ini, jujur sudah agak lama saya tidak mengaktifkan atau menaruh link AdSense di blog saya sih padahal akun AdSense saya udah ada dari tahun 2013-an.

Ok, usut punya usut, beberapa teman yang baru mau memulai mendaftar AdSense agak kesulitan dalam persetujuan websitenya dari pihak AdSense. Nah kali ini saya mau berbagi info dan tips supaya websitenya bisa diterima Adsense, simak yaa:

1. Memposting atau mengunggah artikel bermanfaat



Kayak gimana sih misalnya? banyak banget kok artikel bermanfaat dan itu semua tergantung dari genre blog yang kamu tulis juga. Bisa dari resep makanan, travel info, cerita perjalanan, review barang eletronik dan lain-lain. Tidak hanya isi yang berkualitas, gaya tulisan harus semenarik mungkin, sehingga yang membaca tidak merasa bosan dan jenuh. Minimum artikel yang yang ditampilkan dalam website sebelum melakukan pengajuan ke bagian Adsense adalah 20 postingan dan masing-masing artikel harus memiliki minimal 600an kata. 

Sebenarnya, tidak ada jumlah standar dari artikel yang diposting untuk diterima oleh pihak Adsense. Pastikan saja, setiap postingan berisi hal yang menarik dan memberikan informasi yang lengkap tanpa perlu menggunakan bahasa yang terlalu berbelit. Orisinalitas suatu artikel juga menjadi tolak ukur, karena mempengaruhi pertimbangan perusahaan iklan untuk bekerja sama dengan halaman website yang Anda miliki.

2. Membuat halaman privasi

Syarat website diterima adsense yang selanjutnya adalah membuat halaman privasi. Ya, privacy policy memang sangat diperhatikan oleh pihak Adsense. Ketersediaan privacy policy di dalam sebuah blog atau website, sama halnya dengan menunjukkan sikap serius dalam menjalani konten atau program yang akan dibahas dalam postingan berikutnya. 

Halaman ini juga berguna sebagai media pemberi informasi kepada para pengunjung, terkait dengan konten yang tersedia di dalamnya. Ada juga peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung, baik hal yang dilarang atau hal yang diperbolehkan selama menjadi pengunjung blog tersebut. 

3. Memiliki halaman "about us" atau "tentang kami"


Halaman ‘tentang’ berisi infomasi diri untuk blog yang bersifat personal atau individu. Halaman ‘about us’ ini memiliki fungsi yang sama dengan halaman kontak. Selain itu, terdapat keterangan mengenai isi konten yang diberikan di dalam blog. Anda bisa menuliskan isi konten yang dibahas di halaman blog dalam bentuk seperti daftar isi. 

Dengan adanya halaman ‘tentang’, kemungkinan blog atau website Anda akan ditolak oleh pihak Adsense pun semakin rendah. Melalui halaman ini, maka secara tidak langsung pemilik akun website berusaha menjalin sebuah rasa kepercayaan di antara kedua belah pihak, terutama dengan pengunjung.

4. Halaman kontak

Selain bisa aja sih kamu selipkan bagaimana cara untuk mengkontak kamu via halaman "about us", kamu juga bisa menyiapkan satu halaman sendiri untuk hal ini. Adanya halaman kontak mempermudah pengunjung untuk menghubungi pemilik blog atau website. Halaman ini dapat berisi keterangan alamat email pemilik blog, akun sosial media yang digunakan, serta kontak informasi pribadi lainnya yang ingin diberitahukan oleh pemilik ke para pengunjung blognya. Hal ini akan memberikan kesan serius dari pemilik akun blog dalam hal memberikan konten yang mementingkan opini atau pendapat pengunjung. 

Alamat email yang diisi di dalam halaman kontak, harus sama dengan email yang didaftarkan ke pihak Adsense. Jika tidak sama, dikhawatirkan saat memberikan fee atau biaya dari iklan yang ditayangkan di dalam blog, akan mengalami kendala atau bahkan lebih buruknya langsung mengalami penolakan dari pihak Adsense. Karena, nantinya pihak Adsense akan meragukan orisinilitas dari kepemilikan resmi akun blog tersebut.

5. Optimalkan desain blog yang dimiliki

Halaman muka geretkoper.com yang udah ntah berapa kali diubah

Pemilihan desain template yang digunakan untuk halaman blog sangat mempengaruhi kinerja optimum dari blog. Selain mempengaruhi loading saat laman page akan dibuka oleh orang lain, template juga dapat menarik perhatian para pengunjung blog. Desain yang digunakan tidak perlu ribet atau terlalu ramai, sesuaikan dengan isi konten atau tema yang diangkat di dalam blog. 

Dengan begitu, nantinya para visitors atau pengunjung yang membaca isi konten tidak akan terganggu dengan tampilan desain template yang digunakan pada laman web Anda. Pastikan dalam template yang digunakan terdapat menu navigasi yang mudah ditemukan. Tampilan desain yang sederhana, namun tetap terlihat profesionalitasnya. 

Lalu musti mulai dari mana? dari membuat blog dulu yah pastinya, hahahahaha, biar lebih terkesan profesional lagi coba deh bikin personal domain juga, bisa kamu cek lebih lengkapnya di sini. Jika sudah siap, tinggal atur dan daftar AdSensenya, selaman mencoba dan semoga berhasil

Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair

Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau saya kunjungi sebelumnya. Selama ini saya masih aja masukin negara-negara di Asia Timur dan Eropa ke bucket lists saya, namun ajaibnya saya saat ini malah dapat kesempatan untuk tinggal selama satu tahun di Negeri Kangguru, Koala dan Wombat ini.

Melalui program WHV, saya berkesempatan untuk tinggal, guling-gulingan, ngesot-ngesotan sampai kerja secara legal di negara yang lokasinya berdekatan dengan Indonesia ini, lalu saat ditanya kenapa pilih career break ke Australia? hmmm mungkin beberapa alasan berikut yang menjadi awal pencetus terbangnya saya ke Sydney setelah hampir setahun Visanya disetujui oleh imigrasi Australia.

1. Career Break sambil jalan-jalan

 kalo lagi libur, saatnya jalan-jalan - Palm Beach

Mampir ke Melbourne juga

Kalo ada yang nanya, "lu ngapain Mei setahun di Sydney?" Saya bakalan bilang, "Gue lagi Career Break". Selain karena memang untuk orang Indonesia baru negara ini aja yang membuka kesempatan untuk Work and Holiday Visa di negaranya, saya memang saat itu sedang butuh istirahat sejenak dari rutinitas kerjaa kantoran sambil  mencari jati diri *selama ini ilang?* *ga ketuaan lo nyari jati diri?*. Ada yang memutuskan career break dengan unpaid leave dan jalan-jalan selama 6 bulan - setahun, nah saya memutuskan juga untuk career break dengan kerja ini itu sambil jalan-jalan dan guling-gulingan di Sydney selama 1 tahun. Jadi meskipun kerja serabutan tapi tetap bisa ngerasain "liburan" hampir setiap hari. 

2. Ga butuh ujian ini itu dulu

Sebenarnya bisa aja sih kalo untuk lanjut kuliah untuk merasakan tinggal di negara lain, tapi jujur saya ini tipikal anak yang ga suka sama segala bentuk ujian (ujian sekolah lah, ujian bahasa inggris lah). Nah kebetulan saat saya daftar visa ini, untuk kemampuan bahasa inggris saya juga ga perju ujian dulu tuh, karena saat itu bisa menggunakan sertifikat kelulusan dari universitas yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar (bye bye TOEFL dan IELTS). Kalo sekarang? hahahaha kandidat yang sekarang diharuskan pake IELTS atau lulusan dari Universitas di luarIndonesia.

3. Ingin belajar banyak hal-hal baru

Kalo selama ini cuma sibuk kerja di belakang meja, kerjaan "casual" di Australia atau khususnya di Sydney ternyata lebih challenging, banyak banget jenis kerjaan yang mungkin ga pernah kepikiran buat saya kerjakan kalo saya berada di Indonesia. Hebatnya penghasilan kerjaan kasar di sini ga kalah sama yang kerja kantoran.

Ternyata selama hampir 4 bulan tinggal di sini, saya baru sadar bahwa kerjaan sekecil apapun di sini banyak yang membutuhkan sertifikasi loh, ga asal sembarangan orang bisa kerja. Mulai dari RSA (Responsible Service of Alcohol) untuk para pramusaji di sebuah restoran atau cafe yang menyediakan minuman beralkohol, RSG (Responsible Service of Gambling) / RCG (Responsible Conduct of Gambling) untuk para pekerja di tempat yang menyediakan "gaming machines" dan masih banyak lagi. 

Beda negara, beda peraturan jadinya di sini banyak hal baru yang saya pelajari mulai dari ga boleh nyebrang sembarangan, ga takut diklaksonin pengemudi lain kalo lagi nyebrang di zebra cross, dan masih banyak lagi.

4. Ingin Mandiri dan Menabung


Percaya ga kalo saya bilang waktu di Jakarta saya ga punya tabungan khusus apalagi tabungan darurat buat diri saya sendiri. Jujur penghasilan di Jakarta dulu cuma cukup untuk biaya hidup 1 bulan titik. Malah sering defisit dan alhamdulillahnya selalu ada aja jalan untuk dapat uang tambahan.

Nah karena tinggal jauh dari keluarga dan sahabat, otomatis ga bisa sembarangan mengeluarkan uang juga. Di sini saya belajar mengatur keuangan dan pemasukan, well meskipun bukan anak akuntansi tapi saya ternyata bisa belajat otodidak untuk hal ini. Sekarang sih bisa dengan bangga bilang punya tabungan, meskipun tidak banyak tapi di sini saya selalu menyediakan uang untuk kelangsungan hidup selama 2 minggu ke depan *ahhahha baru 2 minggu yah siap-siapnya*

5. Tinggal di kota dengan transportasi yang reliable

 Kereta double decker

 Terminal ferry di Circular Quay


 Sydney Light Rail

Waktu masih SMP/SMA saya pernah kepengeen banget-banget tinggal di Singapura cuma gara-gara saya tahu transportasi di sana udah reliable (secara saya anak angkot banget, suka emosi kalo angkotnya ngetem). Sempat coba mau ikutan pertukaran pelajar bahkan sempat niat mau cari beasiswa S1 di luar negeri hahahahah. 

Ternyata saya malah disuruh nunggu sedikit lebih lama dan akhirnya bisa juga tinggal di Sydney. Transportasi di sini mudah dan jelas, setiap bus harus berhenti di halte dan jadwal keberangkatanpun jelas. Ditambah lagi dengan adanya mobile aplikasi untuk memantau kedatangan bus, kereta dan ferry, jadi sekalipun mereka telat saya tau infonya kapan mereka akan tiba. Mencari rute perjalanan juga mudah banget dan semua pembayaran transportasi dapat dilakukan dengan kartu tap Opal (serupa ez-link di Singapura).

Selain saya, ada beberapa teman juga yang share alasan mereka memilih ikutan WHV ke Australia, jangan lupa mampir juga yah:
Fahmi - Kenapa Saya Memilih Work And Holiday Ke Australia?
Irham - 5 Alasan Kenapa WHV (Work and Holiday Visa) di Australia!
Hilal - Kenapa Ke Australia Lal?
Efi - Merantau ke Australia
Hendra - Siapa Suruh Datang Australia? (Balada WHV part 1)

Share
Tweet
Pin
Share
46 comments
Hira @ Ora Beach Hotel *iriiii*

Mulai saat ini saya membuat section baru di bawah label #FriendofMine, dan nantinya di label ini saya akan banyak bercerita mengenai teman-teman perjalanan yang saya kenal dengan cara-cara yang unik. Kami bisa saja berbeda usia, berbeda jenis kelamin, berbeda sudut pandang, berbeda pekerjaan namun satu kesamaan kami adalah kami sama-sama menyukai travelling, it feels like run in our blood.



Dipostingan ini saya akan bercerita tentang seorang teman saya, Hira Lalitya. Siapa yang sangka, ternyata dunia maya mempunyai sisi baik untuk saya, selain bisa mendapatkan banyak informasi tentang apapun dari ngebantu tugas kuliah, nonton video clip terbaru via youtube, main game online, saya juga mendapatkan banyak teman dari sini, salah satunya Hira. 

Rasanya saya sudah mengenal Hira dari tahun 2003-an atau sekitar masih SMP/SMA, namun lucunya kami baru benar-benar bertemu secara langsung sekitar tahun 2013 lalu. Yang unik, kami berkenalan justru di situs chatting, duh saya sendiri lupa deh di mIRC atau di astaga.com, maklum udah agak lama. Iyaahh bener dari situs chatting yang awalnya biasa nulis "asl pls" alias Age Sex Location, please. *ya ampunn udah tua yah gue*. Selesai ngobrol-ngobrol di room chatting, kami tukeran alamat email dan akhirnya kami jadi teman meskipun via balas-balasan email, pertemanan kami jadi tambah seru lagi ketika saya tahu kalo Hira ini ternyata seumuran bahkan satu angkatan dengan saya. (aahh ketemu temen seumuraaann, *poke poke Hira*) 





Sempat hilang kontak hingga bertahun-tahun, sampai akhirnya di tahun 2013 lewat twitter saya membaca salah satu tweet @rahneputri yang kebetulan meretweet status seseorang dengan akun @hiyrasoygeboy. Lucunya begitu melihat nama akun terebut saya sontak langsung teringat sosok Hira, teman dunia maya jaman SMP/SMA yang sebelumnya hanya saya kenal lewat chat, email dan freindster, karena kalo tidak salah ingat dia punya alamat email dengan nama akun serupa. Karena penasaran, saya buru-buru follow dan bertanya apakah dia masih mengenal saya, dan TADAAA ternyata Hira masih ingat dan kami malah cekikikan sendiri begitu mengingat awal perkenalan kami yang dirasa agak cheesy. Guess what, pertemuan pertama kali di dunia nyata saya malah diajakin nonton conjuring sama Hira, hahahahaha hasilnya sepanjang film nonton sambil merem-merem plus nutup kuping, hahahahah

Cerita-cerita perjalanan Hira selalu ia tuliskan di travel blognya, baca deh dan rasakan serunya petualangan superHira ini, dan kalian pasti tau kenapa saya melabeli Hira "Si Pencinta Pantai". Cerita perjalanannya hopping island di pulau seribu, perjalanan ke Singapura bersama sahabat, dan yang terbaru adalah kisah perjalanannya ke Ora Beach Resort di Maluku, iya saya iri, titik.



Sebenarnya tahun lalu, kami sempat planning trip bareng ke Maluku, sayang tanggalnya ngga pas sama jadwal saya jadi deh saya ga bisa ikutan, well semoga next time bisa travelling bareng yah Ra :)
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    1 year ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    3 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
    4 weeks ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    1 year ago
  • Mari Melantjong!
    Persepolis, Kali Ketiga
    1 month ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    6 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    10 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    11 months ago
  • The TraveLearn
    Okinawa Harborview Hotel: “Rumah” untuk Menjelajahi Naha dengan Transportasi Umum
    2 weeks ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    13 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates