• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Sebagai anak yang lahir dan besar di kota Jakarta bisa dibilang saya termasuk jarang bertemu dengan hewan-hewan liar yang ga umum. Paling sering juga ketemu hewan-hewan domestik seperti kucing, anjing, ayam, bebek, entok (duh kalian pasti penasaran kan di Jakarta bagian mana bisa ketemu bebek sama entok?). Untuk unggas yang bisa terbang paling sering paling hanya sebatas merpati burung gereja, burung kakak tua peliharaan yang lepas atau mungkin burung dara. Ternyata hal sesimpel 'jarang lihat macam-macam hewan liar' ini bisa menjadi kegembiraan besar loh ketika tahun lalu saya menginjakan kaki di Sydney.

Setelah sebelumnya mobil yang saya tumpangi sempat hampir menabrak wallaby yang menyebrang jalan saat akan ke Jenolan caves ,saya belum pernah lagi bertemu hewan 'liar' lain berkeliaran selain burung camar, belibis dan kakak tua. Kemudian saya sempat ingat ada seorang teman pernah menyebutkan bahwa ada beberapa tempat di Central Coast yang memungkinkan kita untuk bertemu beberapa hewan liar dan bermain dengan mereka dari jarak dekat, seperti Morriset yang terkenal dengan Kangguru liarnya.


Suasana di bus menuju The Entrance

Ternyata selain taman di Morriset, ada satu tempat lagi bernama The Entrance atau secara harfiahnya dalam bahasa Indonesia berarti "Pintu Gerbang Masuk". Ada apa sih di The Entrance? di sini  pengunjung bisa bertemu sekelompok Pelikan liar dan setiap harinya sekitar pukul 4 sore akan ada "feeding time session" yang diselenggarakan pemerintah setempat. Kegiatan ini bisa disaksikan oleh siapapun secara gratis. 

Beberapa bulan yang lalu, saat saya iseng mencoba naik kereta paling pagi ke arah Newcastle saya memutuskan untuk turun di Wyong dan melanjutkan perjalanan dengan Bis ke The Entrance. Hasilnya? saya kepagian ke tempat ini hahahah. Well gimana engga kepagian, saya sampai di The Entrance jam 7 pagi sedangkan kegiatan memberi makan Pelikannya baru mulai jam 4 sorenya.

Pertama kali ke The Entrance datangnya kepagian, Pelikannya masih di tengah-tengah

Untungnya ada satu Pelikan mau main ke pinggir

Kota ini tidak terlalu besar namun memiliki beberapa fasilitas menarik untuk pengunjung. Mulai dari taman bermain air gratis di waterfrontnya, taman yang penuhi rumput hijau di dekat tempat memberi makan Pelican hingga fasilitas sepeda berbayar yang bisa dipinjam pengunjung untuk berwisata di daerah sekitar (bahkan di Sydney ga ada nih kayak ginian).

Di pagi hari, para Pelikan itu berkumpul di tengah-tengah Danau Tuggerah yang ternyata saat sore harinya baru kelihatan bahwa di tengah-tengah itu ada "pulau" kecil. Perairan di danau ini terbilang tenang dan di sore hari airnya tampak sedikit surut sehingga ada beberapa orang yang nekat nyebrang ke pulau yang ada di tengah tadi demi selfie bareng para Pelikan. Saya? saya sih sibuk foto dan video-in Pelikan saat mereka ke pinggir aja. Main air pas lagi musim dingin bukan hal yang menarik kan yah? hihihihihi.

Saat jam memberi makan tiba dengan sendirinya pasukan Pelican ini mampir ke waterfront untuk berkumpul ke arah "pawang" yang sudah siap dengan beberapa ember besar berisi makanan lezat untuk mereka. Lucunya, si Pawang ini seperti memanggil nama mereka satu persatu, well saya sih agak sedikit sangsi "Ibu ini beneran namain Pelikan satu-satu atau hanya buat menarik pengunjung aja yaa?". Beberapa Pelikan tampak seperti berbaris sambil menunggu dikasih makan.


Pelikan aja mau berbaris rapih sambil nunggu dikasih makan

 Masih nyoba bersabar ngantri dikasih makan

 Ujung-ujungnya berebutan juga sih

Selama kurang lebih 45 menit, para Pelikan ini 'adu cantik' dan berebutan makanan di pinggir danau sambil sibuk meladeni selfie bareng pengunjung seperti saya ini. Jangan ditanya gimana perasaan saya saat itu, selain karena pas banget cuaca cerah sehingga foto-foto yang diambil jadi kece, saya senang luar biasa karena akhirnya bisa main bareng puluhan Pelikan ini di luar kebun binatang. Kapan lagi bisa main sedekat ini dengan Pelikan? yee kan?

Psst: Selfie bareng Pelikan ga mudah, saya sibuk ngejar-ngejar mereka dan tetap tidak berhasil 😅

Share
Tweet
Pin
Share
17 comments
Let's us forget about Opera House, Royal Botanical Garden, Hyde Park, Queen Victoria Building or Darling Harbour for a second. Those places are too famous and also full of people during day and night. Well, Sydney has many other places to offer. I like to explore the city to find great spot to spend a day just for daydreaming or picnic or just for hanging out with some friends. Here's my first 4 favorite exciting places around Sydney:

1. Barangaroo Reserve

there is also a jogging track





You can reach Barangaroo by walk from Wynyard or Circular quay or by bus 311 / 324 / 325 from Sydney CBD. This place is something else (well at least for me) it located *still* in the middle of the city but we will get totally different atmosphere. From the old building on the background to the cube rocks near the bay. 

2. Woolloomooloo Bay






There are many yachts' pier in Sydney area and this one is one of my favorite. Located next to Royal botanical garden, Wollomooloo bay can be easily reach from Sydney CDB *again by bus* you can take 311 bus heading to Watson Bay. In this area we can watch some people do fishing, some big ships, restaurans along the bay and the one and only Ovolo Wollomooloo (an artsy hotel which has a wharf look on its aisle, well I think it was previously a real wharf).

3. Molineux Point Lookout, La Perouse




Bare Island is on the right side

At first, I went to eastern suburb to visit La Perouse. Uhhhh but that day was a sunny day in summer time and it turned out really difficult to find a park space near the beach or Bare island. So my friend decided to take me to this area which is waaaaayyy more quiet. We can have the park just for ourself we can see Bare island and La Perouse beach from here. What a relax afternoon.

4. Narrabeen

peaceful lake

peaceful beach

I always love this suburb, well although you have to spend 45 minutes by bus to this place. Narrabeen has beach and lake, we can picnic on the beach or paddling on the lake. Both of the area have different atmosphere, my favorite is the lake. On Sunday there is local market near the lake where you can buy clothes, food, candles even cactus and small trees. 

Which one is your fave? 

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair

Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau saya kunjungi sebelumnya. Selama ini saya masih aja masukin negara-negara di Asia Timur dan Eropa ke bucket lists saya, namun ajaibnya saya saat ini malah dapat kesempatan untuk tinggal selama satu tahun di Negeri Kangguru, Koala dan Wombat ini.

Melalui program WHV, saya berkesempatan untuk tinggal, guling-gulingan, ngesot-ngesotan sampai kerja secara legal di negara yang lokasinya berdekatan dengan Indonesia ini, lalu saat ditanya kenapa pilih career break ke Australia? hmmm mungkin beberapa alasan berikut yang menjadi awal pencetus terbangnya saya ke Sydney setelah hampir setahun Visanya disetujui oleh imigrasi Australia.

1. Career Break sambil jalan-jalan

 kalo lagi libur, saatnya jalan-jalan - Palm Beach

Mampir ke Melbourne juga

Kalo ada yang nanya, "lu ngapain Mei setahun di Sydney?" Saya bakalan bilang, "Gue lagi Career Break". Selain karena memang untuk orang Indonesia baru negara ini aja yang membuka kesempatan untuk Work and Holiday Visa di negaranya, saya memang saat itu sedang butuh istirahat sejenak dari rutinitas kerjaa kantoran sambil  mencari jati diri *selama ini ilang?* *ga ketuaan lo nyari jati diri?*. Ada yang memutuskan career break dengan unpaid leave dan jalan-jalan selama 6 bulan - setahun, nah saya memutuskan juga untuk career break dengan kerja ini itu sambil jalan-jalan dan guling-gulingan di Sydney selama 1 tahun. Jadi meskipun kerja serabutan tapi tetap bisa ngerasain "liburan" hampir setiap hari. 

2. Ga butuh ujian ini itu dulu

Sebenarnya bisa aja sih kalo untuk lanjut kuliah untuk merasakan tinggal di negara lain, tapi jujur saya ini tipikal anak yang ga suka sama segala bentuk ujian (ujian sekolah lah, ujian bahasa inggris lah). Nah kebetulan saat saya daftar visa ini, untuk kemampuan bahasa inggris saya juga ga perju ujian dulu tuh, karena saat itu bisa menggunakan sertifikat kelulusan dari universitas yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar (bye bye TOEFL dan IELTS). Kalo sekarang? hahahaha kandidat yang sekarang diharuskan pake IELTS atau lulusan dari Universitas di luarIndonesia.

3. Ingin belajar banyak hal-hal baru

Kalo selama ini cuma sibuk kerja di belakang meja, kerjaan "casual" di Australia atau khususnya di Sydney ternyata lebih challenging, banyak banget jenis kerjaan yang mungkin ga pernah kepikiran buat saya kerjakan kalo saya berada di Indonesia. Hebatnya penghasilan kerjaan kasar di sini ga kalah sama yang kerja kantoran.

Ternyata selama hampir 4 bulan tinggal di sini, saya baru sadar bahwa kerjaan sekecil apapun di sini banyak yang membutuhkan sertifikasi loh, ga asal sembarangan orang bisa kerja. Mulai dari RSA (Responsible Service of Alcohol) untuk para pramusaji di sebuah restoran atau cafe yang menyediakan minuman beralkohol, RSG (Responsible Service of Gambling) / RCG (Responsible Conduct of Gambling) untuk para pekerja di tempat yang menyediakan "gaming machines" dan masih banyak lagi. 

Beda negara, beda peraturan jadinya di sini banyak hal baru yang saya pelajari mulai dari ga boleh nyebrang sembarangan, ga takut diklaksonin pengemudi lain kalo lagi nyebrang di zebra cross, dan masih banyak lagi.

4. Ingin Mandiri dan Menabung


Percaya ga kalo saya bilang waktu di Jakarta saya ga punya tabungan khusus apalagi tabungan darurat buat diri saya sendiri. Jujur penghasilan di Jakarta dulu cuma cukup untuk biaya hidup 1 bulan titik. Malah sering defisit dan alhamdulillahnya selalu ada aja jalan untuk dapat uang tambahan.

Nah karena tinggal jauh dari keluarga dan sahabat, otomatis ga bisa sembarangan mengeluarkan uang juga. Di sini saya belajar mengatur keuangan dan pemasukan, well meskipun bukan anak akuntansi tapi saya ternyata bisa belajat otodidak untuk hal ini. Sekarang sih bisa dengan bangga bilang punya tabungan, meskipun tidak banyak tapi di sini saya selalu menyediakan uang untuk kelangsungan hidup selama 2 minggu ke depan *ahhahha baru 2 minggu yah siap-siapnya*

5. Tinggal di kota dengan transportasi yang reliable

 Kereta double decker

 Terminal ferry di Circular Quay


 Sydney Light Rail

Waktu masih SMP/SMA saya pernah kepengeen banget-banget tinggal di Singapura cuma gara-gara saya tahu transportasi di sana udah reliable (secara saya anak angkot banget, suka emosi kalo angkotnya ngetem). Sempat coba mau ikutan pertukaran pelajar bahkan sempat niat mau cari beasiswa S1 di luar negeri hahahahah. 

Ternyata saya malah disuruh nunggu sedikit lebih lama dan akhirnya bisa juga tinggal di Sydney. Transportasi di sini mudah dan jelas, setiap bus harus berhenti di halte dan jadwal keberangkatanpun jelas. Ditambah lagi dengan adanya mobile aplikasi untuk memantau kedatangan bus, kereta dan ferry, jadi sekalipun mereka telat saya tau infonya kapan mereka akan tiba. Mencari rute perjalanan juga mudah banget dan semua pembayaran transportasi dapat dilakukan dengan kartu tap Opal (serupa ez-link di Singapura).

Selain saya, ada beberapa teman juga yang share alasan mereka memilih ikutan WHV ke Australia, jangan lupa mampir juga yah:
Fahmi - Kenapa Saya Memilih Work And Holiday Ke Australia?
Irham - 5 Alasan Kenapa WHV (Work and Holiday Visa) di Australia!
Hilal - Kenapa Ke Australia Lal?
Efi - Merantau ke Australia
Hendra - Siapa Suruh Datang Australia? (Balada WHV part 1)

Share
Tweet
Pin
Share
46 comments

During my one year stay in Sydney, i'm getting used to visit beach whereas previously I don't really like to go to the beach. I don't know why but I think beaches weren't my kind of 'safe' place, but that all changed since I lived here. Me and some of my friends got our day off on Easter weekend and we decided to explore Sydney and our destination was Palm Beach. So here we go! apply your sun block and go to the beach! 

Palm beach is located 41 kilometers north of Sydney CBD and can be easily reach using L90 bus from Wynyard station. It took me around one and half hour travel time from city by bus. I arrived on Palm Beach around 4pm in the afternoon, well maybe it was too late to explore the area, but the weather was just right. Moreover sunset time on this autumn in Sydney is aroun 7.15 pm so I have plenty of time to climb up the hill.

What's on Palm Beach?

This area actually part of Ku-ring-gai Chase National Park which is my second national park I've been visited in Sydney after Kamay Botany Bay National Park (I haven't write any story about yet, will do soon). Besides its sunken shaped beaches, there is a hill called Barrenjoey Head on the north of Palm beach where Barrenjoey Lighthouse located.

Be ready for 1,2km walk and not-so-little hike

The first Barrenjoey light house built in 1881 and located just around 10 meters distance from current light house. The first light house marked with a plate on it and becomeGledhill Lookout. This light house is located 91 meters above sea level and has a picturesque view. If you facing south you can see palm beach with sunken shaped meanwhile if you facing north you can see Broken Bay, Lion Island, Putty Beach and many more.

There is guided tour for visitors who want to visit inside of the lighthouse every Sunday. It will cost you $5 for adults and $2 for children. 

There is an interesting thing on this area is you can do during May - November, If you lucky enough you can witness whale playing around on the sea and don't forget to prepare your binocular if you planning to watch it.  

you can access inside the light house by guided tour

How to reach Barrenjoey lighthouse?

There are two tracks to reach Barrenjoey lighthouse area, the first one is 1,2km path from beach to the top and it will take you around 25 - 35 minutes walk (well depends on your speed and strength) there are some track which have 20 to 45 degree angle. The second track is called smugglers track, it shorter than the first one but it will give you a quite challenging track with some "hike" but it closed for renovation now. Even the first track is consider as hike for me LOL. 

I almost gave up to reach the top, but thanked God there was a family who encourage me to walk with them, their beautiful children hypnotized me with their laugh and cheer. In (not so) a blink of an eye finally I reached the top, put down my backpack and sat down on the grass. (I can't believe I still alive without having asthma attack)

I rested for around 45 minutes while waiting for my other friends come to Palm beach and we traveled back to the city together.

 those happy and beautiful children





Here I am, on the top of the hill :) I made it - taken by Al Rifki

with fellow WHV warriors :) - pic from Ibel

take a selfie before going back - pic from Ibel

Here are my tips if you want to go to Barrenjoey Lighthouse, make sure you don't bring heavy things with you just like I did because it will just slower your walk, bring enough water because there is no drinking water available and empty your bladder first as there is no toilet up there.

Share
Tweet
Pin
Share
9 comments

Melanjutkan pembahasan sebelumnya di bagian 1, apabila kamu sudah mengikuti wawancara dengan imigrasi hal berikutnya yang dapat kamu lakukan adalah menunggu surat rekomendasi dari imigrasi mampir ke email kamu. Untuk waktu tunggu surat ini juga macam-macam, saya sendiri mendapatkan surat sakti ini persis 2 minggu setelah jadwal wawancara, namun ada juga teman yang mendapatkannya 2 bulan setelah wawancara.



Jika sudah mendapatkan surat rekomendasi dari imigrasi, all you have to do is apply for the visa. Mengajukan Work and Holiday Visa ini dapat dilakukan di kantor VFS di Kuningan city, Jakarta. Masa berlaku surat rekomendasi imigrasi yang kamu dapatkan adalah 30 hari, jadi sebelum masa berlaku habis kamu sebaiknya sudah mengajukan visanya. Persyaratan pengajuan visanya sebagai berikut:

1. Mengisi form 1208
2. KTP dan fotokopinya
3. Akte lahir dan fotokopinya
4. Kartu keluarga dan fotokopinya
5. Passport dan fotokopinya (halaman data diri serta semua yang ada cap visa)
6. Ijazah perguruan tinggi minimal Diploma III, atau surat keterangan sebagai mahasiswa aktif dan kartu mahasiswa dari perguruan tinggi yang bersangkutan dan fotokopi
7. Sertifikat IELTS minimal 4,5 atau Ijazah jika kamu lulusan perguruan tinggi di luar negri dan fotokopinya
8. Surat keterangan kepemilikan dana minimal AUD 5,000 atau setara
9. Surat rekomendasi dari pemerintah Indonesia (surat rekomendasi imigrasi)
10.  Pas foto ukuran 45 mm x 55 mm 2 lembar, waktu itu saya menggunakan latar belakang putih

Biaya yang dibutuhkan untuk pengajuan visa ini bisa diliat di sini, karena biasanya setiap tahun selalu ada penyesuaian harga dan tambah processing fee VFS sekitar 250ribu. Datang lebih awal yah ke VFS biar ngga usah pake antri jadinya ga nunggu lama deh :). Setelah selesai dicek semua kelengkapan dokumen oleh petugas VFS, nanti kita akan diberikan bukti pembayaran dan cara untuk mengecek status visa kita.

Setelah proses pengajuan visa, cek terus email yang kamu tulis di form 1208 untuk mendapatkan HAP ID alias nomor khusus untuk melakukan medical check up. Waktu itu saya check up di RS. Premier Bintaro, selain karena lokasi kantor yang selemparan bola bekel di sini juga katanya proses pengecekannya paling cepat karena ada dedicated doctor untuk proses ini. Waktu itu saya hanya melakuka xray check aja, namun saat ini selain xray check ada juga test urine dan general examination dengan dokter yang ditunjuk. Biaya xray saat itu sekita 450ribu dan tentunya akan lebih mahal untuk saat ini karena poin pemeriksaan yang ditambah.



Setelah melakukan cek kesehatan :) tinggal tunggu hasil dari Visanya (ini juga jangka tunggunya bermacam-maca) untuk case saya, hanya selang 1 hari dari medcheck bahkan ada juga yang disetujui di hari yang sama loh. Ketika visa disetujui, SIAPKAN MENTALMU untuk menjelajah Australia dan HAVE FUN :)


Alamat VFS:
Kuningan City 2nd floor No L2-19
Jala. Prof DR. Satrio Kav 18, Setiabudi

Alamat RS. Premier Bintaro:
Jl. MH Thamrin no 1 Bintaro Sektor 7


Share
Tweet
Pin
Share
10 comments

Akhirnya cerita juga tentang kegiatan yang saya lakukan di Australia saat ini. Sehari yang lalu saya persis sudah 8 minggu tinggal di Sydney, sebuah kota yang digadang-gadang sebagai salah satu kota termahal di dunia. Karena banyak yang heran tentang aktivitas saya, akhirnya saya membuat postingan ini. Saya saat ini berada di Australia selama setahun kedepan dengan menggunakan Work and Holiday Visa.

WHV Sydney - nobar NYE fireworks (eh ada student juga sih)

Apa itu Work and Holiday Visa?


Work and Holiday Visa adalah sebuah visa yang memungkinkan pemegangnya untuk bekerja dan berlibur di sebuah negara yang memberikan visa tersebut dalam jangka waktu tertentu. Bukan hanya Australia yang memiliki jenis visa seperti ini di dunia, ada banyak negara lain yang memiliki visa seperti ini namun hingga saat ini hanya Australia yang memperbolehkan warga Indonesia untuk mendapatkan jenis visa ini. (sebagai info, negara seperti Jepang, New Zealand, Jerman dan masih banyak lagi). Visa ini ditujukan agar si pemiliknya dapat tinggal di negara yang bersangkutan, bekerja secara legal, memperoleh wawasan budaya negara tersebut dan merasakan tinggal di negara tersebut seperti warga lokal.

Saya sendiri sudah menjadi anak gelombang ke 50 jika dilihat dari banyaknya jumlah kelompok interview yang dikeluarkan oleh imigrasi Indonesia. Awalnya visa ini hanya memiliki kuota 100 orang setiap tahunnya namun semenjak beberapa tahun lalu meningkat menjadi 1000 orang pertahunnya.

Sebagian kecil anak-anak WHV dan ex-WHV Sydney

Bagaimana mengajukan Work and Holiday Visa untuk warga negara Indonesia?


Pertama-tama saya jelaskan persyaratannya dulu yah, berikut ini adalah syarat umum untuk mengajukan Work and Holiday Visa. Sebagai informasi, visa ini hanya bisa diajukan dari Indonesia dan tidak bisa dari offshore (luar Indonesia).

1. Berusia 18 dan belum berusia 30 tahun saat akan mengajukan visa
2. Memiliki pendidikan terakhir setingkat perguruan tinggi, atau setidaknya sudah menjalankan 2 tahun masa belajar di perguruan tinggi (ini nanti bisa minta surat keterangan ke kampusnya)
3. Belum pernah mengikuti program work and holiday sebelumnya
4. Masa berlaku paspor sekurang-kurangnya 12 bulan
5. Memiliki tingkat kemahiran bahasa inggris, awalnya ada beberapa cara untuk membuktikan ini (misalnya TOEFL dan IELTS, bahkan untuk yang sekolahnya menggunakan bahasa inggris secara keseluruhan dapat melampirkan ijazah dan curriculum report saja, namun saat ini hanya IELTS dengan minimal skor 4,5)
6. Tidak disertai dengan anak-anak dibawah umur
7. Bukti keuangan yang menandakan memiliki cukup uang untuk tiket pulang pergi dan biaya hidup selama minimal 1 bulan di Australia, hingga saat ini kira-kira dana yang dibutuhkan AUD5,000
8. Memiliki surat rekomendasi dari pihak yang diberikan kewenangan di Indonesia

Jika kamu merasa memiliki semua syarat-syarat dari nomor 1 hingga 7 di atas yang harus kamu lakukan pertama kali adalah mendaftarkan nama kamu di website imigrasi Indonesia untuk mendapatkan surat rekomendasi yang dibutuhkan sebagai syarat utama dalam mengajukan visa ini.

Setelah kamu daftar di web tersebut, all you have to do just wait... wait.... and wait... sampai nama kamu ada di list daftar interview yang dikeluarkan imigrasi Indonesia. Dulu jadwal ini akan ter-update setiap hari jumat dengan jeda 2 minggu sekali, namun semenjak pertengahan 2015 hal ini jadi tidak menentu.

Jika kamu sudah melihat nama kamu dan tanggal wawancara kamu, berikut ini adalah dokumen yang harus kamu bawa saat wawancara

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan saat wawancara dengan Imigrasi:
1. Form Identitas yang bisa didownload di websitenya
2. Kartu Tanda Penduduk
3. Akte Kelahiran
4. Paspor (dengan minimal masa berlaku 12 bulan)
5. Ijazah perguruan tinggi minimal Diploma III, atau surat keterangan sebagai mahasiswa aktif dan kartu mahasiswa dari perguruan tinggi yang bersangkutan
6. Sertifikat IELTS minimal 4,5
7. Surat keterangan kepemilikan dana minimal AUD 5,000 atau setara
8. Pas photo berwarna terbaru ukuran 4 x 6 dengan latar belakang putih

*semua berkas asli dan fotokopi dibawa saat wawancara*
*berkas fotokopi dimasukan ke dalam map biru*
*tidak ada biaya yang dipungut selama proses wawancara*
*lokasi wawancara juga bisa berbeda-beda, jadi sebaiknya dicek di jadwal wawancara yang ada di website*

dilanjut ke bagian 2 yah :)
Share
Tweet
Pin
Share
6 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    3 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    10 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    4 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Honest Review Topremit: Solusi Kirim Uang ke Luar Negeri yang Ternyata Berguna Banget Buat Traveler
    1 day ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates