• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Mau menangin voucher tiket pesawat senilai 2 JUTA gaa?
Ga mau nih? Mau gaaaa?

I'll let you know HOW to win it



Bulan September lalu, Skyscanner Indonesia mengadakan sebuah workshop seru bertajuk Smart Travel Planning yang juga bekerjasama dengan Garuda Indonesia, Tiket.com dan didukung juga oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Nah salah satu kegiatan seru yang ada di workshop yang diikuti hampir sekitar seratusan peserta dari teman-teman travel blogger dan jurnalis ini adalah travel planning alias InspirasiTravel5jt.


Tiap-tiap kelompok terdiri dari 4 hingga 5 orang yang kemudian diminta untuk bikin travel planning dengan bujet maksimal 5 juta, tiap kelompok dibebaskan untuk memilih tujuan manapun  serta durasi wisata berapa lamapun, yang pasti semua travel bujetnya jika ditotal tidak melebihi 5 juta (transportasi dan akomodasi). Dari board yang dibuat kelompok-kelompok tadi dibuatlah kompetisi InsipirasiTravel5jt ini.


Nah gak cuma kami aja yang bisa berkesempatan mendapatkan hadiah, kalian juga bisa ikutan dapetin Voucher tiket pesawat senilai 2 juta dengan cara-cara mudah seperti berikut ini :)


Cara Ikutan Kompetisi #InspirasiTravel5jt

Cukup dukung salah satu kelompok berikut berdasarkan visual board yang menurut Anda paling inspiratif untuk sebuah liburan dengan budget Rp 5 juta dan jelaskan kenapa Skyscanner membuat liburan Anda lebih mudah.



1. Follow @SkyscannerID di Twitter


2. Pilih kelompok yang kalian dukung,*pilih kitaa yaaahhh Hongkong Macau Journey* kalo bingung cari tweet kelompok aku, tinggal cek di tab favorite aku yah di @geretkoper. 
ini link tweetnya ==>http://bit.ly/VoteMeidi


3. Retweet Tweet ini


4. Reply tweet yang tadi dengan menyebutkan fitur Skycanner yang paling Anda suka ketika merencanakan liburan



Hadiah untuk Kompetisi #InspirasiTravel5jt

1. Satu kelompok dari sepuluh kelompok di atas yang berhasil mendapatkan pilihan terbanyak berdasarkan jumlah retweet untuk twitter post-nya (twitter post yang di-embed di halaman ini) akan mendapatkan hadiah voucher tiket pesawat senilai Rp10 juta dari Garuda Indonesia sehingga masing-masing anggota kelompok dari kelompok yang menang itu berhak mendapatkan voucher tiket pesawat senilai Rp 2 juta persembahan Garuda Indonesia.


2. Tiga orang beruntung yang telah memberikan suaranya untuk kelompok yang menang dengan me-retweet twitter post kelompok pilihan mereka akan mendapatkan masing-masing tiket pesawat senilai Rp 2 juta yang dipersembahkan oleh Tiket.com.



Syarat dan Ketentuan

1. Setiap peserta hanya berhak memilih satu kelompok. Jika memilih lebih dari satu maka peserta itu tidak akan mendapatkan kesempatan menang.
2. Setiap peserta wajib mengikuti ke-4 langkah yang telah disebutkan di atas untuk memenuhi kriteria dalam seleksi pemenang.
3. Kompetisi ini dimulai tanggal 3 December 2014 dan ditutup tanggal 20 December 2014. Jumlah retweet akan dihitung pada pukul 23.00 WIB, 20 December 2014.
4. Pengumuman kelompok yang menang akan diumumkan lewat Twitter @SkyscannerID pada tanggal 21 Desember 2014.
5. Pengumuman 3 pemilih yang beruntung akan diumumkan lewat Twitter @SkyscannerID pada tanggal 22 Desember 2014.
6. Syarat dan Ketentuan hadiah ditentukan oleh pihak sponsor yang memberikan voucher tiket pesawat untuk para pemenang, yakni Garuda Indonesia dan Tiket.com.
7. Keputusan Skyscanner adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.
8. Dengan mengikuti kompetisi ini, peserta setuju dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.


Ayooo mulai retweet dan reply ke @skyscannerID hari ini :), kali aja kamu yang beruntung mendapatkan voucher tiket pesawat Rp. 2 juta dari tiket.com

Ini board InspirasiTravel5jt kelompok aku :)

Share
Tweet
Pin
Share
41 comments

Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ini untuk sum-up hal-hal penting apa yang perlu diperhatikan dan cara pengajuannya via VFS.Global. Saya sendiri waktu itu tidak jadi mengajukan di VFS, karena tiket pesawat yang super mepet, jadinya langsung diurus oleh Sodara di Dubai. Namun sebelum diputuskan membuat visa dari sana, sebelumnya saya sempat mencaritahu tentang tata cara pembuatan Visa Dubai dari Jakarta.

Beberapa hal yang harus perhatikan di awal untuk pengajuan visa Turis Dubai via VFS:
  1. Memiliki tiket PP Dubai dengan maskapai Emirates.
  2. Jenis visa yang dapat diajukan via VFS hanya single entry dengan pilihan jangka waktu 96 jam, 14 hari, 30 hari dan 90 hari. Untuk detail biayanya sebagai berikut:
  • 96 jam biaya visa Rp.792.150
  • 14 hari biaya visa Rp.1.296.500
  • 30 hari biaya visa Rp.952.100
  • 90 hari biaya visa Rp.2.748.000
*edited Sept 24th 2015*

Ada harga baru untuk Visa Dubai (per Agustus 2015):

VISA CATEGORYVISA FEES
Duration of stay : 90 days2,732,000 IDR
Duration of stay : 30 days1,311,000 IDR
Duration of stay : 14 days1,311,000 IDR
Duration of stay : 96 hours934,000 IDR
90 Days Multi Entry Long Term Visa6,691,000 IDR
30 Days Multi Entry Short Term Visa2,631,000 IDR

*Untuk visa 90 hari, sebelum aplikasi visanya diajukan VFS, si pemohon diminta untuk mengirimkan maksud dan tujuan berkunjung ke Dubai selama itu ke pihak kedutaan terlebih dahulu. Apabila sudah disetujui, baru pemohon dapat melanjutkan permohonan visanya ke VFS.
Melihat harga di atas, akhirnya saya mengerti kenapa si Om waktu itu bersikeras mengajak saya dan Tante untuk liburan selama 2 minggu, ternyata biaya visa 1 minggu di Dubai sama saja kayak 2 minggu. (duhh maap yah omm)
Tapi sebelum beli tiket dan menentukan jangka waktu tinggal di Dubai, ada baiknya kita memperhatikan beberapa syarat-syarat dalam pengajuan visa Dubainya terlebih dahulu:
Kriteria 1 Travel Record
Pemohon minimal sudah pernah bepergian ke luar negeri dalam kurun waktu 5 tahun terakhir atau memiliki visa USA, UK, Schengen, Australia, New Zealand, Russia, Canada, Swiss dan Jepang yang masih berlaku.
Kriteria 2 Financial Record
Pemohon visa minimal memiliki gaji kotor pertahun sebesari Rp 60.000.000, dan dokumen yang dapat mendukung hal tersebut dapat berupa SPT 21, Surat keterangan dari tempat kerja, bank statement selama 6 bulan atau jika wiraswasta dapat melampirkan SIUP.

Kriteria 3 Surat Undangan dari anggota keluarga yang tinggal di UAE
Pasangan dan anak dibawah usia 21 tahun dan Orang tua diatas usia 60 tahun dapat diundang anggota keluarga yang tinggal dan menetap di UAE.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan:
1. Surat Undangan
2. Surat/ Akte nikah untuk pasangan yang diundang
3. Akte lahir untuk anak yang diundang
4. Kartu Keluarga atau dokumen lain yang dapat membuktikan bahwa yang diundang adalah orang tuanya
5. Bukti Visa yang masih Valid dari Hostnya
6. Fotokopi Paspor host

Tahun 2012 lalu saya mengunjungi Dubai dalam rangka family visit plus jalan-jalan sih, jadi di sana ada Om yang kerja dan tinggal di sana bersama keluarganya, jadi untuk Surat undangan dan visa pengundang (host). Tapi karena saya dan si Om tidak ada hubungan darah langsung, langkah ini tidak bisa saya gunakan.

Kriteria 4 Additional Document untuk criteria khusus:
Ada 2 kategori pemohon yang memiliki syarat khususnya
1. Pelajar yang akan travelling sendirian ke Dubai
a.KTP atau fotokopi passport Orang tua
b.Fotokopi kartu keluarga
c.Akte lahir pemohon
d.Surat keterangan dari Orang tua
e.Surat undangan dan/atau surat garansi dari host di Dubai berikut Fotokopi paspor dan valid visa host.
2. Pengantin Baru (untuk perempuan, jika nama suaminya tidak disebutkan/didukung di dalam Paspor)
a.Surat Undangan
b.Surat/Akta Nikah
c.Valid Residence Visa host
d.Fotokopi paspor host
e.Fotokopi KTP
Nah setelah kriteria diatas sudah bisa dipenuhi, sekarang saatnya apply visa. Aplikasi visa dapat langsung diunduh di website VFS.

Dokumen yang harus dibawa:

1. Pas Photo 2 lembar ukuran 4,3 cm x 5,5 cm
2. Application Form
3. Paspor dan fotokopi paspor (bagian yang ada cap juga difotokopi)
4. Bukti tiket PPnya
5. Financial Record
6. Surat Undangan (Jika ada) berikut foto kopi valid visa dan fotokpi paspor pengundang
7. Surat Nikah (Jika yang mengundang Suami)
8. Akte lahir (jika pemohon di bawah umur)
9. Fotokopi paspor ortu (Jika pemohon di bawah umur)
10. Kartu Keluarga (Jika pemohon di bawah umur atau orang tua pengundang)
11. Surat konfirmasi pemesanan hotel (jika tidak tinggal dengan host)
Jangan lupa cek kembali semua dokumen wajib dan pendukung. Karena yang belum komplit tidak akan diproses oleh VFS, pemohon akan diminta melengkapi terlebih dahulu kemudian baru kembali lagi ke VFS.

Saatnya menunggu Visa

Processing Time sekitar 3 – 4 hari, di luar hari Jumat, Sabtu dan Hari libur kalender Dubai, sekedar informasi di Dubai hari Jumat adalah akhir pekan alias libur). Untuk pengecekan status dapat dilakukan di website VFS dengan memasukan nomor referensi dan tanggal expired paspor.

Info Tambahan Selama Trip di Dubai:

1.Untuk pasangan suami istri sebisa mungkin tetap membawa surat nikah atau akta nikah ketika travelling ke Dubai, ditakutkan ada random check di Imigrasi. Atau malahan ada random check di Mall (ini entah teman saya yang nakut-nakutin atau memang pernah ada kejadian seperti ini)
2.Di beberapa tempat seperti mall atau tempat umum terdapat aturan penggunaan pakaian, jadi sebisa mungkin membawa pakaian-pakaian yang sopan.
3.Teman saya yg tinggal di Dubai bilang, “Jangan memandang mata laki-laki di sana langsung ke matanya, karena kalo mereka tidak suka bisa-bisa kita dilaporkan ke polisi” (haduhh peraturan apalagi ini, padahal polisi di Dubai ganteng-ganteng, masa ga boleh dilihatin =,=). Tapi selama saya di sana sih OK-OK aja.
4.Katanya kalo bukan muhrim tidak boleh jalan-jalan bareng di mall, duh yang ini sih sepertinya kurang tahu yah. Karena waktu itu saya sempat jalan-jalan di Dubai mall barengan senior saya (cowo) dan selama tidak ada hal aneh-aneh seharusnya aman.

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi:

VFS.Global
Kuningan City Mall Lantai 2
Contact: +62 21 30481747

Untuk Case Saya:
Waktu itu kondisi saya sudah bekerja, namun alih-alih meminta surat keterangan kerja dari kantor, om saya justru meminta fotokopi passport Orang Tua saya dan mengkategorikan saya sebagai Pelajar yang pergi sendirian ke Dubai, sehingga harus berpergian dengan muhrim (orang tua atau keluarga dekat). Lucunya waktu ditanya kenapa harus pake passport mamah, si Om cuma jawab “kalo perempuan belum umur 25 tahun dan belum menikah, di sini dianggap anak-anak dan harus didampingi” (haduuhh repot yahh, tapi sempat cek dibeberapa visa requirements hal tersebut (detail usia) tidak tertulis sih). Di sini juga om saya bertindak sebagai sponsor selama saya berada di Dubai. Dalam waktu 3 hari e-visa saya langsung dikirim via email :)

Ada info yang salah atau ada yang mau ditambahkan? Boleh loh info ke saya visa komen box di bawah.

Happy Travelling  Guys!
Share
Tweet
Pin
Share
335 comments
Semenjak resmi punya ponakan cewe cantik dan bawel yang satu itu, otomatis kebiasaan ngetrip aku sedikit berubah. Kalo biasanya bisa hunting tiket kesana kemari setiap ada promo, akhir-akhir ini lebih suka staycation atau kalopun harus keluar kota mungkin paling jauh cuma ke Bandung, nyari tempat-tempat seru yang bisa seru-seruan buat dia dan juga nyaman buat aku. Jujur suka kangen banget kalo satu minggu aja ga ketemu ponakan cantik ini. Kebetulan anak ini emang aktif banget dan suka banget outdoor activities dari main air, main perosotan, kadang ga peduli ada di mana asal ada space besar buat dia untuk lari-larian dia udah senang banget, jadi biasanya kalo kami ke Bandung pasti mencari tempat menginap yang juga memiliki tempat bermain yang cocok buat dia.
Share
Tweet
Pin
Share
42 comments


Dubai terkenal dengan hal-hal yang ter-.., mulai dari Burj Khalifa bangunan tertinggi di dunia, aquarium di dalam mall terbesar di dunia, daerah dengan pulau artifisial terbanyak di dunia dan masih banyak hal-hal ter-.. lainnya. Beberapa hari yang lalu sempat bongkar-bongkar file foto di laptop dan baru sadar ternyata ada beberapa hal unik lain yang saya temukan waktu jalan-jalan ke Dubai. Penasaran? berikut ini diantaranya.

1. Barjeel



Sebelumnya sih pernah saya bahas disatu artikel "Souk Madinat Jumeirah". Apa sih Barjeel itu? Barjeel ini adalah sebuah bagian arsitektur bangunan khas daerah Al Bastakiyah. Barjeel ini adanya di atas bangunan, sepintas menyerupai ujung menara yang ternyata memiliki fungsi sebagai ventilasi udara alami.

2. Shelter

Sebenarnya kurang tahu sih ini fungsinya apa, shelter ini saya temukan di sepanjang jalan di luar stasiun Metro Al Ghubaiba. Mungkin maunya jadi peneduh, tapi coba deh lihat bayangannya ada bolong-bolongnya. Rasanya kalo jalan di bawah situ, kalo panas tetap kepanasan, kalo hujan tetap kehujanan, hihihihi.

3. Kaleng minuman ringan


Minumannya sih rasanya masih samaa, bedanya cuma ketersediaan ukurannya. Kaleng minuman yang ukuran normal seperti yang banyak kita jumpai di sini juga masih ada, tapi yang unik ada lagi ukuran yang lebih kecil dan seinget saya sepertinya di sini ga ada deh.

4. Spinneys

Kalo di Jakarta banyaknya minimarket 24 jam, di Dubai ga tanggung-tanggung di sana yang 24 jam malahan supermarket. Nah salah satu yang saya tahu adalah Spinneys, yang ada difoto di atas lokasinya dekat Burjuman Mall dan stasiun Metro Khalid bin Al Waleed. Nah kalo ke sini, cobain beli sandwich buatan mereka deh, rotinya pake roti baguette pilihan isiannya ada macam-macam, favorit saya corn mayo. Untuk pencinta kopi dan teh, koleksi Spinneys juga banyak, sampe bingung mau beli yang mana. Satu lagi, pilihan macaroni bentuk lucu-lucunya ada banyak, saya sempat beli 3 macam, Scooby doo, The Simpsons dan The Cars.  

5. Dhow

Dhow adalah kapal tradisional Dubai yang terbuat dari kayu. Biasanya digunakan untuk mengangkut barang atau orang (pekerja). Kalo Dhow yang digunakan untuk wisata, bisa ditemukan di areal Souk Madinat Jumeirah dan tentunya dengan tarif yang agak mahal tentunya. Kalo mau coba yang lebih murah, bisa mampir ke Dubai Creek, di sana juga ada Dhow yang memang digunakan sebagai transportasi untuk menyebrang sungai dan biasa digunakan para pekerja yang tinggal di Deira untuk menyebrang ke Bur Dubai.

Ada hal unik apa lagi yah di Dubai? ada yang mau ikutan share?


Share
Tweet
Pin
Share
17 comments

Ada yang sudah tahu blibur.com? blibur.com adalah layanan perencana perjalanan/liburan berbasis online (Online Travel Agency) yang ditujukan untuk paratraveler (Teman Pejalan) agar aktivitas traveling menjadi semakin mudah. Melalui solusi yang lengkap dan terintegrasi serta didukung dengan metode pembayaran yang aman dan terpercaya, semua layanan blibur tersedia melalui satu jendela.
Sebenarnya pada Kamis, 6 November 2014 lalu, bertempat di The Phoenix, Jl Wijaya I No. 25, Dharmawangsa, Jakarta, blibur.com mengundang sejumlah kalangan dalam jumlah terbatas untuk menjadi pengguna pertama yang mencoba layanan perjalanan/liburan ini dalam acara Closed Beta blibur.com. Saya sendiri ikut hadir sebagi undangan di acara tersebut. Saat ini saya juga sudah mendaftar dan ikutan coba-coba fitur yang ada di blibur.com ini.
Nantinya semua hal yang berkaitan dengan perjalanan bisa dilakukan di sini, mulai dari sekedar mencari inspirasi, merencanakan, menyusun rencana perjalanan, pemilihan destinasi, hingga melakukan reservasi tiket transportasi (pesawat, kereta) dan akomodasi (hotel) secara mandiri. Karena saat ini masih Closed Beta, masih ada pula beberapa fitur yang belum berfungsi, misalnya pemesanan kamar hotel.

Ga cuma sebagai Online Travel Agent aja nih, ternyata Blibur.com juga menyediakan layanan jejaring sosial (social media) untuk berinteraksi dan berbagi dengan traveler lain melalui foto, cerita, ulasan dan rekomendasi. Menurut mereka, kedepannya akan dikembangkan aplikasi untuk mobilenya, jadi nanti akan ada apps di iOS dan Android.
#DitraktirBlibur
Saat ini blibur.com mengajak beberapa undangan yang sebelumnya hadir di acara launchinya mereka untuk liburan bareng, tenang ga cuma kita aja loh, kalian juga bisa ikutan! GRATIS!!
Buat kalian yang mau ikutan event #DitraktirBlibur masih belum terlambat kok, coba deh cek twitternya dan jawab pertanyaan tebak gambar yang mereka ajukan, ada total 5 pertanyaan setiap harinya, siapa tau kamu yang beruntung dan bisa ikutan #DitraktirBlibur ke Gua Sinjang Lawang di bulan Desember ini. Kalo ternyata udah kelewat gimana? Tenangggg, buat yang udah kelewatan kuis #DitraktiBlibur1, masih bisa nunggu kuis selanjutnya di bulan Januari. Dengan hadiah trip gratis yang ga kalah serunya antara lain #DitaktirBlibur ke Pangandaran, dan snorkeling + trekking di Pulau Peucang.
Periode Closed Beta masih akan berlangsung hingga 7 Desember 20014 mendatang, dan setelah itu mereka akan berubah status menjadi Open Beta dan beberapa pengunjung umum mungkin sudah bisa menjajal aplikasi ini.
Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
This post consists of many pictures of Jakarta in Black and White, it was not a photo project. I usually taking pictures of my neighborhood. Some photos are coming from my stock photos during staycation tour. Hope you will enjoy it.

Good Morning, Jakarta!
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Pernah ga pergi sendirian ke taman bermain?

Aneh ga sih kalo sendirian ke taman bermain?


Awalnya sempat berpikir kayaknya aneh yah kalo ke taman bermain sendirian, tapi berhubung travel ke Makassar sendirian, nggak punya itinerary pasti (karena dadakan travelling solonya), ditambah saya suka banget main ke taman bermain, akhirnya saya putuskan untuk main ke Trans Studio Makassar. Kalo travelling sendirian mungkin udah biasa yah, tapi ini sendiriannya di taman bermain saya sendiri sih baru kali ini.
Share
Tweet
Pin
Share
23 comments
an artsy, modern and contemporary lobby design @ Sheraton Bandung

Last Sunday, I managed to kidnap Sharon, a girl behind the famous food & travel blog Sharon Travelogue to accompany me on my visit to Bandung. Actually, It was a surprise weekend getaway. At beginning I just planned to redeem hotel voucher gift from @liburanak as I became one of their twitter quiz winner. It stated that I can stay for 1 night in deluxe room at Sheraton Hotel Bandung. *yeaayy*

When we checked in to the hotel, hotel staff told us that our room has been upgraded to Suite Room, I don't realize it until I stepped into my room. Well, Let me introduce you to one of the Best room at Sheraton Bandung. 
Share
Tweet
Pin
Share
16 comments

Staycation di Bandung ternyata seru juga, kalo dipikir-pikir sudah hampir setahun loh saya ga mampir Bandung, padahal jarak Jakarta-Bandung itu lumayan dekat yah, dan opsi transportasinya juga sudah banyak, dari kereta, bis travel hingga bis umum biasa. 

Nah berhubung 2 minggu yang lalu sempat staycation di Bandung, ini ada hotel yang saya rekomendasikan jika kalian berlibur bersama keluarga di Bandung. The Valley ini letaknya di Dago atas, this is the truly one stop entertainment, you wanna know why? Let's read my review first :)
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
"Ini tournya ga mesti harus ngolong di terowongannya kan yah?"
"Yah gue ga tau, tapi kan namanya juga ke Cu Chi Tunnel, ini kita mau ke tunnelnya"
"Kalo gue ga muat terus gimana dong?" *kemudian hening*

Masih jauh dari Cu Chi Tunnel aja (dibaca: Ku Ci) saya udah bulak balik sibuk kepikiran akan tempat yang akan saya kunjungi ini. Jadi kalo dibaca-baca di beberapa blog travel atau hasi googling, katanya tunnel alias terowongan ini adalah tempat persembunyian vietkong jaman dulu waktu masih perang melawan tentara Amerika. Yang langsung terbayang dibenak saya adalah besarnya terowongan tersebut, sambil melirik ke pemandu lokal saya yang sejatinya memang orang vietnam asli. Postur tubuhnya sudah kecil menurut saya, tapi di tengah perjalanan beliau sempat bercerita bahwa jika dia tinggal di masa peperangan kemarin kemungkinan dia tidak akan selamat karena tidak akan muat masuk ke terowongannya, kemudian saya dan Wenny mulai lirik-lirikan.

Sebenarnya perjalanan saya ke Saigon atau Ho Chi Minh City kala itu kami atur sendiri tanpa agen perjalanan, namun begitu sampai hotel dan membaca selebaran tur lokal yang hanya $10 tapi sudah Full day trip Cao Dai Temple + Cu Chi Tunnel prinsip ekonomi di otak saya langsung mengkalkulasikan bahwa it was a good deal dan saya pasti ga mungkin bisa hanya mengluarkan $10 jika memaksakan untuk berkendara atau mengangkot menuju Cu Chi Tunnel, belum lagi waktu perjalanan yang bertambah panjang gara-gara nyasar dulu nantinya. Sehari sebelumnya saya dan teman-teman juga ikutan tur lokal $10 trip Mekong Delta hopping island ke provinsi Ben Tre dan My Tho.

Kembali ke Cu Chi Tunnel, begitu bis selesai parkir di parkiran tempat wisata tersebut saya memberanikan diri bertanya ke guide persis setelah turun dari bis.
"Ini semuanya harus masuk ke terowongan?"
"Ga harus semua kok, boleh juga kalo mau ga masuk terowongan"
*seperti kemarau panjang yang dijawab oleh hujan seharian, hati dan pikiran saya langsung plong seketika mendengar jawaban si mas-mas guide yang saya lupa namanya ini (dia jawabnya pake bahasa inggris, saya juga nanyanya pake bahasa inggris agak dialek Sunda lah* 

Awalnya kita diajak menuju semacam barak yang agak menjorok ke bawah tanah, semacam basement dengan atap yang dibuat dari rumbai-rumbai daun kering (daun kelapa rasanya). Diajak menonton film tentang sejarah Ho Chi Minh dan masa kelamnya saat perang Vietnam kala itu, untungnya film dibuat lumayan menarik dengan durasi yang tidak terlalu lama (karena kalo lebih lama lagi, saya yakin pengunjungnya sudah tertidur pulas). Tur guide saya yang di bis tadi ternyata juga menjadi guide di dalam areal Cu Chi Tunnel loh, beliau bisa menjelaskan dengan detail tentang Cu Chi tunnel ini, mulai dari proses pembuatannya, mengapa terowongan ini dibuat berliku, ada ruang-ruang apa saja di dalamnya, menjelaskan jebakan-jebakan tradisional yang dibuat oleh masyarakat sekitar untuk melawan tentara Amerika hingga beberapa cerita sedih dibalik peperangan ini.

Ini tempat menonton filmnya

Maket Cu Chi Tunnel, kira-kira seperti itulah


Daerah objek wisata ini terbilang cukup luas, dan hingga saat ini juga masih berbentuk lingkungan hutan besar namun dibeberapa tempat sudah dibuatkan path untuk para pengunjung dan fasilitas pendukung lainnya. Mas Guide ini dengan berapi-api menjelaskan satu persatu macam-macam jebakan yang pernah dibuat oleh vietkong pada masa perang dulu. Mulai dari jebakan di atas tanah, di bawah tanah, sampai yang dibuat di belakang pintu. 

Salah satu jebakan yang ada di sana

Ada juga replika terowongan Cu Chi Tunnel sepanjang 100 meter dan disetiap 20 meternya disediakan exit door apabila ada pengunjung yang tidak kuat dengan engapnya udara di dalam atau tidak kuat jalan jongkok di dalam tunnel. Saya? saya jelas ga ikutan masuk ke terowongan dan memilih untuk menyemangati kedua teman saya dan menanti mereka di exit door ke 5. Nah iya, kenapa saya bilang ini replika, karena menurut si guide besarnya terowongan sudah dimodifikasi agar para pengunjung dapat masuk kedalamnya, menurut beliau aslinya setengah dari replika tersebut *eemm ada yang muat emangnya?*

Sambil berjalan pelan menyusuri exit door tiap 20 meter, saya dan beberapa pengunjung lain yang tidak ikut masuk ke terowongan mulai ikutan ngetawain peserta tur yang nggak berhasil finish sampe di pintu keluar yang kelima *ga tau malu yah malah ngetawain orang lain, hehehe*. Alhamdulillah kedua teman saya keluar dengan selamat di pintu exit terakhir tanpa kekurangan satu apapun, kecuali kekurangan napas aja. Hasil interview dengan mereka, ternyata kondisi di dalam benar-benar gelap, lembab dan jalanan berliku, bukan hanya ke kanan dan ke kiri tapi juga ada kondisi di mana mereka harus setengah memanjat atau pelan-pelan menuruni terowongan *dua jempol buat kedua bocah ini*

Pintu masuk "replika" Cu Chi Tunnel yang 100 meter itu

Dua bocah yang berhasil keluar hidup-hidup abis ngolong di Cu Chi Tunnel

Dari semua cerita yang disampaikan guide yang paling menyentuh adalah ketika ia mengatakan bahwa apabila ditempat persembunyian ada ibu hamil dan melahirkan, bayinya akan dibunuh :((, kenapa? karena ditakutkan si bayi ini nantinya menghambat pengungsi yang lain, alih-alih selamat tentara malah bisa saja mengetahui tempat persembunyian mereka apabila terdengar tangisan bayi. *hati saya seketika ikut menangis, Ibu mana sih yang mau bayinya dibunuh :((*

Satu lagi hal menarik dari cerita mas Guide, saat itu ada 2 tipe orang yang ada di dalam tunnel, yang satu adalah tentara vietkong yang satu lagi adalah penduduk sekitar, yang membedakan mereka adalah dari seragam atau baju yang mereka kenakan. Penduduk lokal bertugas untuk membuat tunnel dan sebagai penunjuk jalan kepada tentara vietkong di dalam tunnel agar tidak tersasar ataupun terkena jebakan. Menurut mas Guide, setiap lubang tunnel ada guidenya sendiri semacam RT kali yah, yang paling mengenal daerah yang ada di bawah tanah dibagian tersebut. Kehidupan mereka benar-benar sebagian besar dilakukan di bawah tanah loh, bahkan di dalam terowongan tersebut juga terdapat ruangan dapur dan ruang rapat.

Jadi siapanya yang mau ikutan ngolong di Cu Chi Tunnel ini?
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments
Newer Posts
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • Kompetisi InspirasiTravel5jt Skyscanner Indonesia [CLOSED]
    Mau menangin voucher tiket pesawat senilai 2 JUTA gaa? Ga mau nih? Mau gaaaa? I'll let you know HOW to win it Bulan Se...
  • [ADV] Sheraton Family Package
    Semenjak resmi punya ponakan cewe cantik dan bawel yang satu itu, otomatis kebiasaan ngetrip aku sedikit berubah. Kalo biasanya bisa huntin...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    1 year ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    3 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
    2 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    1 year ago
  • Mari Melantjong!
    Nature Trek Pertama Bersama Cerita Bandung
    4 days ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    4 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    8 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    10 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    5 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    1 year ago
  • The TraveLearn
    Dari Gambut ke Meja Makan: Menjaga Ekosistem, Merawat Keberagaman Pangan Lokal
    16 hours ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    13 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates