• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people who have grown too accustomed to their city, I never really feel the urge to explore Bandung through a tourist’s eyes. My knowledge of the up-and-coming restaurants or the most Instagram-worthy hotels was close to zero. Whenever I come to Bandung, I’d stay at my home and eat at familiar places, like Ayam Goreng Nikmat Panaitan (my dad’s favorite) or whatever is open near my old high school because my friends and I can’t be bothered to spend more time in the traffic than necessary.

Since I was turning 25 last February, I decided to give myself a little treat. I was not planning to splurge, so a girly staycation in Bandung sounded just perfect! My friend and I knew we wanted to stay somewhere chilly, and it didn’t take long until we fell in love with this new hotel in Lembang: Blackbird Hotel.


We arrived at Blackbird Hotel at around 3 pm on Friday and was greeted by a friendly receptionist. Upon checking in, we were asked to fill out a form regarding our breakfast preference. The form basically let us choose where we wanted to have our breakfast (in bed or at the hotel’s restaurant), what time we would like to have it, and most importantly, the food itself. I like the concept because it can minimize food waste as they only cook what you will actually eat.


A hotel attendant then took us to our room. I was so delighted to find that the room was not only neat and tidy, but also smelled like a spa. The interior was a mix of traditional and modern styles with terrazzo tiles that reminded me of my grandparents’ house. It didn’t take long until we felt at home, and since it was raining, we just spent the rest of the afternoon snuggling and watching movies on HBO.

At that time, Blackbird Hotel had just opened Sea Como Sea restaurant where guests can enjoy al fresco dining. But since we were having breakfast at that restaurant, we decided to have dinner outside. Maja House, which belongs to the same group as Blackbird Hotel, is located only a short walk from the hotel. I loved their philly cheese steak pizza and the city view from this restaurant was just spectacular.


The next day, I went to Sea Como Sea at 7:20 am and informed my room number to the staff right away. This is where Blackbird Hotel disappointed me. I waited and waited, but my food didn’t arrive. It was very disappointing, considering I had specifically written that I wanted to have my breakfast at 7-7:30 am, not to mention that it was a very simple meal: scrambled egg, waffles, sausage, salad, and carrot cake with guava juice and tea. After complaining about this issue, my tea was finally served, but it took 45 minutes for the food to be served. The taste of every single element was good, but I knew it shouldn’t have taken them that long to serve it. By the way, I noticed that the same thing happened to other guests.


The area is generally quiet, the weather is refreshing, and the greenery at the property compound was pleasant to look at. Since it was raining most of my stay, I didn’t get to swim or hang out by the pool, but the hotel was equipped with cute floaties for sunnier days. I would recommend Blackbird Hotel for weekend getaways, especially if you live in a busy city like Jakarta!

This article is written by Halida Aisyah, a friend of mine who have so much passion on travel. She loves to ride a bike everywhere. She had lived in Indonesia and Japan but considered the world as her home.



Halida A.

Twitter: @___rubyslippers
Instagram: @___rubyslippers

Share
Tweet
Pin
Share
33 comments

Berawal dari postingan Kania di blognya tentang Hotel lucu di Bandung, saya menemukan sebuah konsep kamar yang unik dimana kamar tersebut bertipe "rooftop" yang salah satu dindingnya merupakan jendela kaca dengan sudut yang miring. Tangan ini langsung gatel cari-cari informasi tentang Beehive Boutique Hotel ini ke beberapa website pemesanan hotel. Awalnya saya kecewa karena tidak menemukan tipe kamar yang Kania sebutkan di postingannya. Karena keinginan main ke kamar "rooftop" ini tidak terbendung, saya akhirnya coba telepon ke hotelnya langsung untuk memesan kamar rooftop ini. (seumur-umur saya belum pernah booking hotel via telepon dan langsung ke hotelnya loh *sumpah*, maap norak).


Long story short, saya akhirnya berhasil memesan kamar rooftop ini plus langsung memastikan kamar yang saya inginkan yang mana. Hotel ini hampir serupa dengan Oliver's Hostelry, hotel yang pernah saya inapi sebelumnya di mana setiap kamar desainnya berbeda-beda. Oh iya for your info di hotel ini cuma ada 3 kamar dengan tipe rooftop.

Common Area

I would say this hotel is super INSTAGRAMABLE. Sedari awal masuk ke lobby aja, saya udah sibuk celingukan sana sini sambil senyum-senyum sendiri melihat lobbynya yang cantik. Lobbynya dikelilingi jendela kaca sehingga di siang hari pencahayaannya sangat terang, pemilihan furnitur dan barang-barang di lobby sudah seperti showcase Majalah Martha Stewart Living deh rasanya. I know I would love to spend some time in this area. Gak sampai di situ aja, ternyata hotel 5 lantai ini memiliki sudut cantik di tiap-tiap lantainya. Karena kamar saya kebetulan ada di lantai 4, saya melewati semua showcase ini dan pastinya selalu berhenti untuk foto-foto dulu.



Dreams don't work unless you do

Rooms

Secara keseluruhan tiap-tiap kamar di hotel ini mengusung tema Scandinavian dan dibagi lagi ke dalam 5 tema pilihan, Dusty Miller, Olive Green, Maiden Fern, Lily of The Valley dan Lily of The Nile. Untuk kamar rooftop hanya ada di tipe Lily of the Valley dan Lily of The Nile. Untuk tempat tidur juga ada pilihan twin bed dan double bed, buat yang suka bingung sama tipe kasurnya ini mending yang diinget salah satu aja, misalnya twin bed itu berarti terdiri dari 2 tempat tidur single.   



Kamar yang saya inapi bertema Lily of The Valley, ukuran kamarnya cukup luas dan ada akses ke balkon juga. Tiap-tiap kamar sudah dilengkapi dengan LCD TV kabel, tea & coffee corner, toiletries, hot & cold shower dan free WiFi. 

Saya sempat celingukan di kamar untuk mencari arah kiblat tapi ga ketemu juga. Sebenarnya bisa saja sih telepon ke front office untuk bertanya arah kiblat tapi kemarin akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan mobile apps compass.


Kamar-kamar cantik di hotel ini cocok banget untuk diinapi bersama teman atau keluarga, namun rasanya kurang cocok apabila kita membawa keluarga yang sudah berumur karena untuk akses ke kamar hanya menggunakan tangga, well kebayangkan kalo tiba-tiba dapat kamar seperti punya saya di lantai 4.



Di malam saya menginap di Beehive, hujan turun cukup lebat. Biasanya saya akan sedikit kesal jika saat liburan ternyata turun hujan, tapi kali in cukup berbeda dan meskipun hujan turun ternyata masih tetap menyenangkan. Kok bisa? Hotel ini satu area dengan dua restoran yang masih dalam manajemen yang sama yaitu Beehive cafe dan Kapulaga resto, jadi saat hujan turun sata tidak perlu khawatir kesulitan mencari makan malam. Selain itu, ternyata air hujan yang jatuuh dan mengalir di jendela kamar menjadi pemandangan unik tersendiri yang malam bikin betah lama-lama di kamar. The perks of having rooftop room theme *love love love*. Andai aja pemandangannya langsung hutan pinus atau lembah hijau yah.

Breakfast

Setelah check in, saya disodori selembar kertas berisi daftar menu sarapan yang bisa kami pilih untuk besok paginya. Awalnya saya pikir konsepnya akan sama seperti Oliver's yang diantar ke masing-masing kamar. Ternyata sarapan bisa dipilih untuk disantap di Beehive cafe atau di Kapulaga dan tentunya dengan memilih menunya terlebih dahulu. Ada 5 jenis menu diantaranya, Nasi uduk, Nasi goreng, Full beehive breakfast, egg & toast dan cereal. Tiap-tiap menu sudah termasuk minum, bisa dipilih antara kopi atau teh.

Saya memesan nasi goreng dan teman saya memesan full beehive breakfast yang ternyata disajikan lengkap dengan potongan buah juga. Menu nasi gorengnya sih standard lengkap dengan kerupuk, telor mata sapi, sosi sapi dan acar sedangkan full beehive breakfast sepertinya jadi menu yang paling banyak elemennya, mulai dari roti bakar, hash brown, telor mata sapi, beef bacon, sosis sapi, salad dan tumis jamur. 





  
Overall, saya suka pake banget menginap di hotel ini. Selain kamarnya yang cantik dan nyaman, lokasinya juga strategis dan hanya sejengkal dari jalan raya Dago (Jl. Ir. H Juanda). Mungkin untuk kerapihan kamar mandinya bisa ditingkatkan sedikit and it would be perfect :), kemarin saya rasanya agak kurang rapi tapi semoga cuma kamar saya aja sih. 


Jadi gimana? Kalian udah kepengen langsung pesan kamar di hotel ini untuk liburan selanjutnya di Bandung kan?





Beehive Boutique Hotel
Jl. Dayang Sumbi No 1 - 3, Bandung
(022) 2505801
Share
Tweet
Pin
Share
31 comments

Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did.

Beberapa teman malah sampe ada yang heboh nanyain, ngapain kamu ke Bandung? pas saya bilang karena ada hotel baru dengan konsep seru banget, mereka rata-rata mikir saya anak kurang kerjaan. Seriusan mampir ke Bandung cuma buat nginep satu malam di tempat ini, sampe siang hari besok siangnya sudah harus balik lagi ke Jakarta ahhahahaha.

Maja group yang juga berada dibalik Maja House dan Stevie G hotel baru saja soft launching properti baru mereka yang bernama Oliver's Hostelry yang berada di daerah Ciumbuleuit, Bandung. 

Sama seperti hotel sebelumnya di Stevie G, setiap kamar yang di Oliver's memiliki design yang berbeda untuk setiap kamarnya. Uniknya penamaan kamar di sini selain menggunakan angka juga menggunakan judul lagu. 
  






Kamar yang saya tempati berada di lantai dua dan terletak di pojok. Secara angka, kamar ini bernomor 211 dan kamar ini berjudul "Old Cape Cod". Old Cape Cod yang ternyata sebuah judul lagu yang dibawakan oleh Patti Page dan pertama kali released di tahun 1957. Saya sendiri belum pernah dengar lagunya sih, bahkan nyokap belum lahir di tahun itu hahahaha.

Nama Cape Cod ternyata nama sebuah tempat yang menjadi salah satu tujuan wisata pesisir pantai yang berada di Massachusetts. Kalo kalian mencoba mencari via google image, Cape Cod ini berbentuk seperti hook, sangat unik. Interior kamar sendiri bernuansa hijau dengan salah satu dinding yang dihiasi wallpaper bertema daun-daunan, jadi berasa seperti di hutan. Dinding bagian belakang tempat tidur dihias dengan dua buat replika kapal laut.













Hampir semua barang-barang pelengkap di kamar memiliki design simbol nada dan segala sesuatu yang berhubungan dengan not musik. Mulai dari guest directory, don't disturb sign, label shampoo & sabun hingga kertas pemberitahuan penggunaan handuk di kamar mandi.





Tidak seperti hotel kebanyakan, sarapan di sini diantar langsung ke kamar masing-masing. Begitu check in di hari sebelumnya, staff Oliver's sudah lebih dahulu menanyakan menu makanan apa dan jam berapa yang ingin dipilih esok paginya. Menu makanannya sendiri bisa dipilih antara nasi atau cereal. 

Karena idealnya satu kamar berisi dua orang, sebenarnya bisa aja sih dua-duanya dapat nasi, tapi karena saya (sebenarnya) sendirian jadinya saya order Nasi dan cereal (maruk yah). Oppps ternyata menu nasi dan cereal yang datang keesokan paginya sudah satu set komplit dengan telur rebus, semangkuk buah potong, segelas kopi dan segelas teh.

Hello breakfast on bed

satu tray penuh dengan sarapan, plus kopi dan teh


Hari pertama saat saya sampai di Oliver's dengan sedikit penasaran saya mendatangi meja resepsionis dan menanyakan apakah ada kamar yang belum ditempati tamu. Dia bilang ada beberapa kamar dan saya memilih satu kamar yang berada di lantai bawah dengan nuansa yang berbeda jauh dari kamar yang saya tempati. So here you go guys, Holocene's Room.



One happy customer

Oliver's Hostelry
Jl. Panumbang Jaya No.5
Ciumbuleuit, Bandung
Telepon : +6222 82065241 -242
www.olivershostelry.com

*all the pictures edited with Adrian filter in pixlr
Share
Tweet
Pin
Share
43 comments
Buat anak-anak Jakarta, Bandung adalah salah satu tujuan berakhir pekan. Udara yang lebih sejuk, tempat belanja dan wisata kuliner menjadi salah satu tujuan utama mengunjungi kota Bandung. Saya sendiri terbilang sering berkunjung ke Bandung. Sebenarnya ada saudara yang berdomisili di Bandung, namun setiap mengunjungi kota ini saya lebih memilih menginap di tempat lain. Selain agar tidak merepotkan keluarga di Bandung, menginap di penginapan justru akan membuat saya menjelajah dan semakin mengenal kota yang biasa disebut Kota Kembang.

Daerah favorit saya menginap di Bandung adalah daerah Dago dan Riau, alasannya simply karena mobil travel dari Jakarta banyak yang memiliki shelter di Dago/Riau dan di sekitar tempat tersebut juga banyak dipenuhi tempat jajanan seru (jajan is number one). Sebagai referensi lain, berikut ini beberapa tempat menginap favorit beberapa teman pejalan dan blogger di Bandung:

1. Sayana Bed & Breakfast - Kania Kismadi


Foto milik Kania

Share
Tweet
Pin
Share
30 comments

Jumat lalu, HARRIS Hotel baru saja mengadakan Grand Launching plus Warming Party untuk salah satu properti terbarunya di daerah Bandung, tepatnya di Ciumbuleuit. Rangkaian acara yang disiapkan HARRIS hotel juga sangat padat dari siang hingga malam hari. Di mulai dari iring-iringan tim HARRIS hotel dengan beberapa komunitas otomotif dan tidak ketinggalan mobil double decker khas Bandung yaitu Bandros ikutan memeriahkan konvoi (ssstt saya ikutan di upper deck loh). Acara dilanjutkan sore hari untuk press conference dan pemotongan tumpeng bersama jajaran direktur Tauzia management dan HARRIS hotel. Sudah selesai? tentu belum, HARRIS juga mengadakan warming party bertema "GO DISCO GLOW" di malam harinya. Acara ini super seru dengan dresscode yang juga unik, semua tamu diajak joget disco bareng di convention room yang disulap menjadi dance floor. Let's forget your problem for a while and dance together.



Sekarang kembali ke Hotelnya, desain lobby yang dimiliki HARRIS Hotel & Conventions Ciumbuleuit ini sangat modern dan artsy yang tentunya tetap memiliki sentuhan warna oranye khas HARRIS. Ini pertama kalinya saya melihat lobby HARRIS yang sangat catchy dan spacious, I really love the design :D. Selain Lobby, di Lobby area juga terdapat Juice Bar dengan desain yang juga clean, modern dan artsy dengan sentuhan warna hijau. 

Sebelum mengadakan warming party alias acara pembukaan HARRIS Ciumbuleuit ini, HARRIS mengadakan lomba Photo Hunt dan beberapa hasil jepretan para peserta dipajang dengan apik di bagian lorong dekat Lobby. (as long as I remember, foto kakek tua dengan senyuman dan cincin batu akik di kedua tangannya itu memenangkan salah satu kategori perlombaan fotonya)

Modern Lobby



Ayo naik becak ke Gedung sate :P

Juice Bar - Harris Ciumbuleuit

Beranjak masuk ke kamar, saya disambut dengan interior kamar yang lagi-lagi modern dan stylish (dengan sentuhann oranye pastinya) menurut info dari Pak Yudi, selaku General Manager HARRIS Ciumbuleuit, desain kamar yang ada di hotel baru ini adalah desain terbaru HARRIS. Kemarin, saya menginap di Twin Bed Roomnya, yang memiliki ruang 30 m2. Di setiap kamar, Double Bed atau Twin Bed dilengkapi dengan sofa empuk di samping tempat tidur, Writing table, LCD TV dengan TV kabel, Hair dryer (asli ini pentingg bangeettt buat saya heheheh) dan free WIFI (ehtapi kemarin sering on off :(( I don't know why). Satu fasilitas lagi yang saya suka dan tidak kalah penting, mereka menyediakan 1 bantal dan 1 guling, iyaaah guling, jarang-jarangkan bisa menemukan hotel yang provide guling (oke bisa tidur lebih nyenyaakk :3). Selain 204 standard rooms, HARRIS Ciumbuleuit juga memiliki 6 HARRIS Suite yang memiliki luas ruangan 60 m2 dengan lantai yang dilapisi parket kayu.

Harris Room - Twin Bed


Bila memesan kamar hotel via website HARRIS, kita bisa memilih untuk pesan room only atau paket yang sudah termasuk sarapan. Saran saya sih sekalian pesan room yang sudah termasuk sarapan, kenapa? karena sarapan di HARRIS cafe ini ambiancenya seru dan makanannya enak dan juga bervariasi. HARRIS hotel memiliki konsep Healthy Lifestyle yang juga ditunjukan dari restorannya, di sini makanan yang disajikan tidak menggunakan MSG, less sugar, less salt dan mereka juga sebisa mungkin mengurangi gorengan. Coba lihat ruang makannya dan furnitur di ruang makannya deh, duhh pengen bawa pulang kursi rasanya *berasa di IKEA #eh*.

Selain menyajikan coffee, tea dan air mineral, saat sarapan saya juga sempat icip juice segar buatan HARRIS cafe yang ternyata tidak ditambah gula lagi dan 100% pure buah dan sayur segar, saya sempat icip juice warna hijau yang terdiri dari Caisim dan Nanas (segeerr ga berasa kalo ada sayurnya). Untuk menu makanan, sepertinya HARRIS sering menghadirkan menu lokal setempat, saat itu ada stall Soto Bandung, ihh langsung deh kan icip-icip.

Harris Cafe


Masih butuh info fasilitas seru di HARRIS? coba lihat Sky Poolnya deh, ihh cihuy bangetkan bisa berenang sambil memandangi kota Bandung dari atas. Di malam hari, city light kota Bandung yang bisa kita lohat dari Sky Pool keren lohh. Untuk keluarga yang berlibur dan menginap di HARRIS Ciumbuleuit dengan anak-anak, di sini juga tersedia ruang bermain anak yang masih satu lantai dengan Sky Pool, yaitu Dino Kid's Club.

Soal lokasi, Hotel ini terletak di daerah yang strategis dengan udara yang masih sejuk pula, dekat dengan jalan Dago Atas dan jalan Dayang sumbi, jadi dekat kalo mau mampir ke cafe-cafe kece. Buat yang tidak terlalu suka menginap di depan jalanan yang terlalu ramai, HARRIS Ciumbuleuit ini juga cocok dijadikan pilihan. Jadi akhir pekan ini mau main ke Bandung?

Harris Sky Pool, ini mau berjemur apa foto-foto kak?

eh mau ada apartemen lagi di sebelah yaa?

Congratulations to 
HARRIS Hotel & Convention Ciumbuleuit 
for The Grand Opening


HARRIS Hotel & Conventions Ciumbuleuit 
Jl. Ciumbuleuit 50 - 58, Bandung
Call center: 0807 1 808080
Twitter | Facebook | Instagram
Share
Tweet
Pin
Share
26 comments
an artsy, modern and contemporary lobby design @ Sheraton Bandung

Last Sunday, I managed to kidnap Sharon, a girl behind the famous food & travel blog Sharon Travelogue to accompany me on my visit to Bandung. Actually, It was a surprise weekend getaway. At beginning I just planned to redeem hotel voucher gift from @liburanak as I became one of their twitter quiz winner. It stated that I can stay for 1 night in deluxe room at Sheraton Hotel Bandung. *yeaayy*

When we checked in to the hotel, hotel staff told us that our room has been upgraded to Suite Room, I don't realize it until I stepped into my room. Well, Let me introduce you to one of the Best room at Sheraton Bandung. 
Share
Tweet
Pin
Share
16 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    3 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    10 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    4 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Honest Review Topremit: Solusi Kirim Uang ke Luar Negeri yang Ternyata Berguna Banget Buat Traveler
    1 day ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates