• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Apa yang terlintas dipikiran kalian jika mendengar kata "Kepiting"? Kalo saya, pasti deh saya bakalan keingetan sama enakanya daging kepiting tapi langsung kebayang susahhnyaa makan kepiting utuh. Jujur, saya belum pernah makan kepiting utuh sendirian, kenapa? karena aya ga bisa bukanya hahaha.

Berawal dari pemikiran tersebut, The Holy Crab yang selama ini terkenal dengan menu kepiting dengan saus Cajunnya ini berinovasi untuk menghadirkan menu makan siang yang masih seputar kepiting dan seafood tanpa membuat penikmatnya kerepotan dan kehabisan waktu untuk menyantap makanan favorit mereka. It's a BIG yay, terutama buat saya.

Mulai bulan Nopember 2015 ini, Holy Crab Jakarta mengeluarkan beberapa lunch menu bersamaan dengan berubahnya jam opersional restoran tersebut. Jika biasanya The Holy Crab Jakarta buka pada siang hari hanya di hari Jumat hingga Minggu, mulai Nopember mendatang restoran yang mengangkat menu Louisiana Seafood ini akan juga akan buka jam 12 siang hingga jam 3 sore setiap harinya. 

Sudah siap mengintip menu baru mereka? ooppps pastikan perut tidak dalam keadaan kosong yah.

Creole Rice with shrimp (55.000) or crab (70.000)
Nasi dengan udang atau kepiting dengan Cajun saus

Jambalaya (65.000)
Menu Khas Louisiana yang dibuat dari nasi, seafood, tomat dan berbagai rempah

Mixed Seafood Dirty Rice (55.000)
Hidangan tradisional Cajun yang dibuat dari nasi dengan potongan hati ayam dan campuran seafood

Crab Cake Burger (145.000)
Burger kepiting yang disajikan dengan cajun fries

Crispy Fish Burger (75.000)
Burger ikan Dori yang disajikan dengan cajun fries

Rolls with shrimp (75.000) or crab (95.000)
Sanwich udang atau kepiting yang disajikan dengan sup dan Cajun fries

Mouth watering, huh? di menu-menu baru tersebut menu favorit saya Crab Rolls, daging kepitingnya banyak banget (dan pastinya udah ga pake cape hancurin cangkang) dengan porsi kentang goreng yang juga banyak, cocok banget buat menu makan siang (rub my belly). Untuk menu nasinya, saya paling suka mixed seafood dirty rice bumbunya pas dan blackpeppernya ga overpowering. Satu hal lagi yang paling menyenangkan, alergi saya ga kambuh (padahal udah siap-siap incidal) tau artinya apa? They serve FRESH SEAFOOD, yess saya alergi udang tapi kemarin icip udang dibeberapa menu nasinya tidak terjadi apa-apa. Thank you Holy Crab

The Holy Crab - 
Louisiana Seafood
Jl. Gunawarman No.55
Jakarta Selatan
Ph : +62 21 2923 6155
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
Makanan Jawa dan Sunda sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari di rumah, makanan Sumatera juga sesekali mencoba, well meskipun cuma sejauh nasi padang dan pempek palembang. Pas saya mengetahui Hotel Kempinski Indonesia punya acara seru selama 5 minggu bernama 5 Islands in 5 weeks, saya ga mau ketinggalan ikutan. Pilihan menu tiap harinya juga ganti-ganti sesuai dengan menu daerah mingguannya.

Bertempat di Signature Restaurant, event yang sekaligus kampanye Hotel Kempinski Indonesia untuk lebih mengenalkan makanan Indonesia ke masyarakat umum ini berlangsung dari tanggal 5 Agustus hingga 8 September kemarin. Makanan yang disajikan Signature Restaurant dalam jangka waktu 5 minggu tersebut adalah menu masakan daerah Sumatra, Jawa, Bali-Lombok, Kalimantan dan Sulawesi-Maluku. Lalu manakah yang saya pilih? tentunya menu masakan yang paling sedikit saya ketahui dan pernah saya icip, diantaranya Kalimantan dan Sulawesi-Maluku. 


Share
Tweet
Pin
Share
19 comments

On my previous posts, I have shared with you about my culinary experiences on Lebanese food, American Grill BBQ, Japanese Deep fried skewers, many great Indonesian Local Food and restaurant hopping in several cities of Indonesia. Now I'm taking you to Southern Europe via this culinary experience at Gyros Alley. 


pic taken by kak Vira

Gyros Alley's blue door had caught my attention previously when I was passing and it instantly reminded me of the famous blue and white Santorini's buildings (though actually I haven't visited Greece yet, LOL). You can also find a piece of Greece inside the restaurant. My favorite was the mural on the lower level. 




It was my first time eating Greek food. Some of my friends said that Greek food has so much in common with Lebanese and Turkish food, from its Baklava, Falafel, Fatayer, Kebab and many more. Well, in Greek cuisine this "kebab" menu is called Gyro or Gyros, which is the main menu of this restaurant. Gyros Alley is located on Panglima Polim Area, South of Jakarta. This area is known for its restaurants where young people hang out, from Mexican, Japanese, Korean, Spanish, Italian up to this new Greek restaurant. I came to Gyros Alley with my fellow bloggers to attend a travel blogger break-fasting event.

Let's try GREEK Food at Gyros Alley. 


As appetizer, I was tried Falafel, Calamari Rings and Spinakopita. Falafel is fritter balls of chickpeas and herbs, while Spinakopita is fried triangle-shaped pastry with spinach and feta cheese filling. These appetizers were served with green mixed veggies and Tzaziki, dipping sauce made of yoghurt with cucumber and garlic puree (on Turkish cuisine it's called Cacik). 

Falafel

For main course, I was tried their Beef Mousaka and Gyros Souvlaki Chicken. Greek Beef Mousaka is an oven-baked layer dish consists of ground meat & eggplant casserole with savory custard on top. It has a similar taste with Lasagna and this one is my favorite. It's a little bit different with Beef Mousaka that I tried previously in Arabian Food. The Arabian Beef Mousaka did not have eggplant in it. Gyros Chicken (kebab-like) is a charcoal roasted chicken with Tzaziki sauce, tomato and onion wrapped in Pita Bread. Gyros Alley serves 3 choice of Gyros; Lamb, Chicken and Vegetarian. For Lamb Gyros/Kebab, they use young lamb (I forgot how young specifically, will update on it soon) and grill it for hours. No wonder the meat was so tender. 

Beef Mousaka

Gyros Souvlaki Chicken

Gyros Platter Chicken

For the drink, I ordered Iced Lychee Tea and Gyros Alley's healthy juice in a bottle. I chose the Pure Orange one. You might want to try Gyros' other healthy juices with some unique names like Zeus Lightning Bolts (starfruit, orange, cucumber, pineapple), As The Story Goes (watermelon, mint, apple), Magical Green (green kale, pineapple, cucumber, pak choy) and Cassandra Potions (watermelon, strawberry, pineapple). 


Pure Orange

Actually their special drinks are Lassi and Kombucha, unfortunately I haven't tried any of those. Lassi is a traditional yoghurt-based drink. What makes Gyros Alley's Lassi special is that? it's made of Homemade Kefir, not the regular yoghurt. I can't wait for another visit to Gyros Alley to try these drinks.

Do you wanna try Greek food without leaving Jakarta? Please come to Gyros Alley

*Most of the pictures taken by Tama

Gyros Alley
Jl. Panglima Polim IX no 8
Jakarta Selatan
Twitter | Instagram
Share
Tweet
Pin
Share
15 comments

Do you know the hipster Crab Restaurant called Holy Crab in Gunawarman, South of Jakarta? Have you tried it? to be honest I have not, lol. Well because I'm allergic to seafood, so I'm afraid with it. But fortunately right now, under the same flag Ersons Food, Holy Smokes was born and located near to Holy Crab too and I can try it because it isn't seafood *Put smile on my face*.

Share
Tweet
Pin
Share
9 comments

Bulan yang paling saya sukai dalam setahun akhirnya datang juga, kenapa Ramadhan menyenangkan? karena biasanya di bulan ini bakalan ada acara bukber (buka bersama) dengan teman-teman lama, dan di bulan ini juga biasanya sebagian besar restaurant di Jakarta memiliki menu spesial untuk berbuka puasa.

Di minggu pertama bulan ramadhan ini saya berkesempatan buka puasa bersama beberapa teman foodies di Restaurant Sana Sini, Hotel Pullman Thamrin Jakarta. Katanya di sini menyediakan makanan spesial selama sebulan penuh loh, and you know what? they served LEBANESE CULINARY, to be honest I never try Lebanese food before, and yes I was so excited, wait I was too excited. Ternyata selama bulan Ramadhan ini, Sana Sini Restaurant mendatangkan secara khusus chef Yehia Al-Arab yang memang berasal dari Lebanon untuk mengisi menu special mereka. Mulai dari Hummus, Falafel, Fatayer, Tablouleh, Ttaziki hingga menu makanan berat seperti Shawarma, Slow roasted lamb ouzi dan masih banyak lagi.


Share
Tweet
Pin
Share
7 comments

Minggu-minggu ini, Jakarta dan sekitarnya dipenuhi launching dan re-launching restaurant. Ga mau ketinggalan, saya juga ikutan eksis meramaikan acara tersebut *kibas poni*. Salah satu restaurant baru yang membuat saya super excited adalah Kushiya Monogatari di Aeon Mall BSD City ini. Bukan hanya restorannya saja yang baru, mallnya juga baru. Terletak di BSD (Bintaro Sonoan Dikit Bumi Serpong Damai), di sebuah Mall baru yang merupakan mall AEON pertama di Indonesia. Buat yang belum tau, AEON ini adalah Shopping Mall besar yang banyak tersebar di hampir seluruh perfektur di Jepang.

Dengan desain restoran yang Kyoto-Home Style, Kushiya Monogatari membawa konsep unik dan baru loh. Jika biasanya menu All You Can Eat (AYCE) di Indonesia pada umumnya dan Jakarta khususnya banyak diwarnai dengan konsep Shabu, Grilled dan Sushi. Kushiya Monogatari memiliki konsep DEEP FRIED, menu utama di sini adalah celup-celup goreng. Variasi menu "sate" yang akan digoreng juga macem-macem, dari seafood, ayam, daging, sayur, buah, hingga taiyaki (kue khas Jepang berbentuk ikan yang di dalamnya terdapat kacang merah). 
Share
Tweet
Pin
Share
22 comments

Apa itu Quick Shabu? 

Mungkin itu hal pertama yang terlintas begitu pertama kali melewati gerai makanan Jepang yang terletak tidak jauh dari rumah. Kalo rumah makan yang menjual menu shabu-shabu, rasanya udah biasa sih, nah ini Quick Shabu, penasaran juga sih. 

Sebelum akhirnya beneran nyobain quick shabu, saya udah beberapa kali ke Yukai untuk menyantap menu sushinya, sushi favorit saya di sini adalah Yukai roll dan Crunchy Salmon Roll. Restoran Yukai Shabu Sushi ini memang tidak memiliki ruang makan yang besar, tapi percaya deh hommy banget di sini, biasanya kalo lagi ga ada kerjaan dan pengen makan sushi, saya suka mampir di sini sambil ngabisin waktu nonton film *ehh ketauan deh kelakukannya*.

Set Wagyu Quick Shabu

Setiap pengunjung yang memesan menu Qucik Shabu akan mendapat set seperti di atas, satu mangkuk Ponzu sauce, satu mangkuk daging wagyu dan sayuran-sayuran yang sudah masak dan disajikan dengan air panas, serta satu bumbu pelengkap yang berisi irisan cabe, irisan daun bawang, dan bawang putih yang dihaluskan.

Nah kalo biasanya makan shabu-shabu itu mengharuskan pengunjung untuk memasak terlebih dahulu bahan-bahannya (sebenarnya sedih juga yah, udah bayar, masih aja direpotin masak sendiri :P), di Yukai Shabu Sushi begitu di served sudah langsung ready to eat, wiiihiiii.

Caranya?


Masukan bumbu pelengkap sesuai selera ke dalam Ponzu sauce khas Yukai, lalu mulai masukkan sayuran, wagyu, baso, tahu, udon ke dalam Ponzu dan bisa langsung dilahap. Terserah aja kok mau mulai makan yang mana dulu, mau Wagyunya dulu ataupun sayurannya dulu, kalo saya sih biasanya prefer Wagyu terakhir (save the best for the last LOL). Yap dan saya percaya kalo Yukai ini the first quick shabu in town sama seperti taglinenya.Selain Wagyu, menu Quick Shabu lain yang tersedia diantaranya Salmon, Mix Seafood, dan Beefball Seafood Tofu dengan harga mulai 42 ribu - 65 ribu rupiah. 

Wagyu Quick Shabu

Salmon Quick Shabu

Mix Seafood Quick Shabu

Selain si Quick shabu di atas, saya juga sempet nyobain beberapa menu baru mereka yang ga kalah enaknya. Dulu pernah sekali nyobain chicken katsu yaki udon pas menu barunya launching gara-gara ada promo diskon 50% cuma pake upload di Instagram (hihihihi anak diskonan) dan ternyataa enaaakkk :3 jadi nagiihhh. Level pedesnya juga bisa request, dari level 0 - level 11, kalo saya sih biasanya pesan yang Level 0 atau Level 1, (hahaha iyaa maaf yah agak cupu kalo soal makanan pedes). Udonnya kenyal dan chicken katsunya gede plus crispy, aduh kalo ngebayangin jadi laper lagi. Ada juga Vegan sushi combo yang berisi wakame roll dan temaki yang isinya sayuran semua, lalu ada lagi Calfornia roll combo yang isinya 8 pieces, 4 pieces California roll dan 4 pieces California roll with Unagi (sttt potongan Unaginya gede loh, puaass).

Buat yang mau makan nasi (Indonesia banget kan) Yukai Shabu Susgi juga punya rice set kok dan pilihannya juga banyak. Yang biasa saya pesan sih Wagyu Yakiniku set (maksimal level 1) as always wagyunya empuk banget dan bumbu yakinikunya juga pas banget *ihh berasa nyokap yang masaakk*. Menu Yakiniku set ini juga ada beberapa macam, Wagyu Yakiniku, Spicy Wagyu Yakiniku dan Chicken Yakiniku. Bisa dipesan ala carte ataupun set, nah untuk menu setnya udah lengkap dengan nasi dan gorengan dan lagi-lagi untuk level kepedasannya juga bisa request dari Level 0 - Level 11.

Vegan Sushi Combo

California roll combo



Left: Wagyu Yaki Udon
Right: Chicken Katsu Yaki Udon

Wagyu Yakiniku Set

Dessert Special

Kalo biasanya saya cuma pesan Matcha atau Ogura Ice Cream sebagai makanan penutup, ternyata saat ini Yukai juga punya menu Dessert baru yang unik banget. Namanya Banana Katsu Roll with Ice Cream, Can you imagine? fried banana roll with cheese, nutella, almond and served with ice cream? *mouth watering* I don't know what to say, bahkan akhirnya sambil ga tau malu malu-malu saya minta izin ke teman-teman buat ngabisin banana rollnya hahahahah. Mau order ini juga? wait until weekend yah, karena menu ini memang spesial hanya bisa di order setiap weekend.

Banana Katsu Roll with Matcha Ice Cream

Yukai beroperasi setiap Selasa - Minggu dari jam 11 pagi hingga 11 malam, setiap SENIN restaurant ini tutup. Restaurant ini sendiri berlokasi di jalan Gunawarman, dan berada satu areal dengan beberapa restoran lain seperti rumah makan Phinisi, Woot Coffe shop dan Martabak Boss. Sekarang jadi tau kan tempat favorit saya untuk menyantap makanan Jepang yang non mall. Nah, kalo mau baca review Yukai Shabu Sushi yang sebelumnya bisa cek di sini

Overall, I always enjoy my visit to Yukai Shabu Sushi Resto, I love the ambiance, their kind and humble staffs, their yummy food :) (ahh too bad tomorrow is Monday). Udah ga keitung rasanya orang-orang yang berhasil saya hasut buat makan di tempat makan ini dan akhirnya ikutan suka juga :)

Yukai Shabu Sushi
Jl. Gunawarman No.75
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Web | Instagram | Twitter
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • 5 Destinasi Domestik yang Terkenal Akan Pantai Pasir Putihnya
    Uhh gak kerasa udah tahun 2020 aja nih, kalo dinget-inget terakhir post artikel tuh tahun 2018 deh tapi tenang aja, mulai tahun ini bakalan...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    7 months ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    1 month ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    3 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    6 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    8 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    8 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    4 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    10 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    2 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    6 months ago
  • The TraveLearn
    Stop Asal Beli! Ikuti 7 Tips Memilih Sepatu Basket Anak yang Anti Cedera
    5 days ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    8 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates