• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Kalo dipikir-pikir dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, rasanya saya sudah lebih dari 5 kali berkunjung ke daerah ini (cuma sedikit mengingatkan, ternyata tulisan ini sudah mengendap di draft blog kurang lebih 3 tahun, hihihihihi). Semuanya murni karena urusan pekerjaan di sini tapi meskipun harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit dari Sydney CBD dan kadang harus berurusan dengan teriknya matahari, saya selalu excited setiap kali berkunjung ke daerah ini. Pertama kali saya ke daerah Narrabeen justru bukan ke pantai, melainkan ke danaunya yang merupakan danau pertama di Sydney yang saya pernah kunjungi.

Where to Start



View this post on Instagram

Ngabuburit heula • Ngabuburit versi aku kali ini jalan-jalan ke arah Mona Vale naik bis tingkat warna kuning super ngejreng dan turun di Narrabeen lake ini. Udaranya adem dan tadi matahari sempat agak terik. Karena lagi jadi pemalas dan ga mau jalan kaki jauh, jadi cuma duduk-duduk di samping lake sambil ngeliatin bebek wara-wiri, bebeknya cuma buat dilihat aja yah, jangan digoreng apa lagi dibumbu balado. JANGANNNNNN!! KAN LAGI PUASA *tunggu pas buka aja* #ehgimana • Please ignore the caption, thank you #sydneysider #Sydney #lake #Narrabeen #Narrabeenlake #picturesque #landscape #travel #travelblogger #traveller #randomtrip #autumn #NSW #NorthernBeaches #ngabuburit #seeaustralia #australia #travelaustralia
A post shared by Meidiana Kusuma (@meidianakusuma) on May 25, 2018 at 11:53pm PDT
Garis pantai di Pantai Narrabeen terbilang cukup panjang dan menyambung ke Pantai Collaroy. Lokasi pengunjung yang paling ramai ke pantai ini adalah di sekitar jalan .... karena selain disediakan tenpat parkiran khusus, banyak juga cafe & restoran serta tempat penyewaan alat-alat renang dan selancar. Saya sendiri yang noatbenenya kurang suka berada di pantai yang ramai lebih memilih untuk masuk ke areal pantai ini melalui Wellington Street atau Ablemarle Street, selain ada bukit hijau di daerah ini juga ada beberapa tempat duduk santai yang sebenarnya milik rumah pribadi di sekitar situ yang langsung menghadap ke pantai, duhh enaknya. 

Di daerah Wellington street juga tidak terlalu jauh dari wisata air lain di daerah Narrabeen yaitu Danaunya. Di danau ini, wisata airnya juga tidak kalah menarik dari pantainya. Di sini pengunjung bisa bermain kayak/canoe hingga menyewa kapal untuk berkeliling danau. Serunya lagi, di sekitaran danau bisa kita jumpai banyak angsa dan burung-burung unik lain yang ikutan menikmati danau ini.





Where to Stay

Saya sendiri sih biasanya selalu day trip tiap kali berkunjung ke daerah ini, namun karena ada rencana untuk sekalian mengunjungi Palm beach yang jaraknya kurang lebih 30menit berkendara ke utara Narrabeen akhirnya memutuskan untuk menginap dulu di Narrabeen. Selain serviced villa dan hotel, di daerah ini juga banyak unit dan rumah yang disewakan melalui aplikasi penyewaan penginapan airbnb.com . Buat saya sendiri ini merupakan kali pertamanya mencoba menginap di salah satu properti yang disewakan melalui website airBnB. Karena selain dapat memilih tempat yang lebih strategis dan tidak terlalu ramai dari pusat wisatanya Narrabeen, tempat-tempat yang disewakan melalui situs ini biasanya dibuat atau didesain khusus secara unik oleh pemiliknya supaya orang-orang yang menginap memiliki pengalaman seru dari menginap di hotel.

Saat ini yang lebih serunya lagi ada bis tingkat baru berwarna kuning dengan kode B1 yang bisa mengantarkan kamu langsung ke daerah ini dari Wynyard Station bus stop. Biasanya kalo udah jenuh lihat gedung di CBD, Narrabeen selalu jadi tempat tujuan tamasya paling seru buat saya. 







View this post on Instagram

• That moment when you travel 1 hour only to meet the ducks and try coffee while sitting inside the tram • #beautifulspaces #goodlookingspace #Narrabeen #tramshed #Sydney #seeaustralia #coffee #tram #oldtram #sydneyeats #travel #travelphoto
A post shared by Meidiana Kusuma (@meidianakusuma) on Sep 20, 2018 at 2:54pm PDT



View this post on Instagram

• Let’s play a game, is this candid or not? Let me know your answer on the comment • #tramshed #tramshednarrabeen #goodlookingspace #tram #sydneyplace #sydney #narrabeen #northshore #travelling #travel #beautifulspaces #travelblogger
A post shared by Meidiana Kusuma (@meidianakusuma) on Sep 4, 2018 at 3:22pm PDT



View this post on Instagram

• On an attempt to make your friend interested on lifestyle, flatlay and foodie kind of shot • On frame : @ibelco • #flatlay #Narrabeen #Coffee #lifestartsaftercoffee #tramshed #Australia #lifestyle #potd #maungopiajamustijauhbenernaikbisnya
A post shared by Meidiana Kusuma (@meidianakusuma) on Aug 26, 2018 at 3:41pm PDT
Oh iya, tidak jauh dari tempat pemberhentian  bus di Narrabeen ada sebuah cafe unik yang bernama "The Tramshed Cafe Narrabeen" di mana kamu bisa menyantap makan siang atau minum kopi sambil duduk di dalam sebuah gerbong Tram tua. Dulunya, tempat ini merupakan depo tram di Sydney, iya Sydney pernah terkenal sebagai kota dengan jalur line terpanjang sayangnya saat ini semua jalur tram tersebut sudah tidak aktif.

Jadi saat semua #lockdown dan #stayathome ini selesai kalian mau ke mana?
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Dimulai dari hari ini, saya berencana untuk aktif lagi menulis di blog dan salah satunya akan banyak berbagi info tentang banyak hal di #stayathome alias #dirumahaja series ini. Ironis sih ya rasanya jika ternyata harus ada wabah seperti ini dulu yang kemudian membuat saya kembali aktif menulis lagi di blog karena sudah terlalu bosan dan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Segi positifnya, kalian jadi punya bahan bacaan baru deh. Ok, jadi saat ini yang mau saya bahas adalah AdSense, tahu kan yah, tahu dong?

Nah salah satu cara untuk dapat menghasilkan uang dengan bermodal blog salah satunya ya dari AdSense ini, jujur sudah agak lama saya tidak mengaktifkan atau menaruh link AdSense di blog saya sih padahal akun AdSense saya udah ada dari tahun 2013-an.

Ok, usut punya usut, beberapa teman yang baru mau memulai mendaftar AdSense agak kesulitan dalam persetujuan websitenya dari pihak AdSense. Nah kali ini saya mau berbagi info dan tips supaya websitenya bisa diterima Adsense, simak yaa:

1. Memposting atau mengunggah artikel bermanfaat



Kayak gimana sih misalnya? banyak banget kok artikel bermanfaat dan itu semua tergantung dari genre blog yang kamu tulis juga. Bisa dari resep makanan, travel info, cerita perjalanan, review barang eletronik dan lain-lain. Tidak hanya isi yang berkualitas, gaya tulisan harus semenarik mungkin, sehingga yang membaca tidak merasa bosan dan jenuh. Minimum artikel yang yang ditampilkan dalam website sebelum melakukan pengajuan ke bagian Adsense adalah 20 postingan dan masing-masing artikel harus memiliki minimal 600an kata. 

Sebenarnya, tidak ada jumlah standar dari artikel yang diposting untuk diterima oleh pihak Adsense. Pastikan saja, setiap postingan berisi hal yang menarik dan memberikan informasi yang lengkap tanpa perlu menggunakan bahasa yang terlalu berbelit. Orisinalitas suatu artikel juga menjadi tolak ukur, karena mempengaruhi pertimbangan perusahaan iklan untuk bekerja sama dengan halaman website yang Anda miliki.

2. Membuat halaman privasi

Syarat website diterima adsense yang selanjutnya adalah membuat halaman privasi. Ya, privacy policy memang sangat diperhatikan oleh pihak Adsense. Ketersediaan privacy policy di dalam sebuah blog atau website, sama halnya dengan menunjukkan sikap serius dalam menjalani konten atau program yang akan dibahas dalam postingan berikutnya. 

Halaman ini juga berguna sebagai media pemberi informasi kepada para pengunjung, terkait dengan konten yang tersedia di dalamnya. Ada juga peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung, baik hal yang dilarang atau hal yang diperbolehkan selama menjadi pengunjung blog tersebut. 

3. Memiliki halaman "about us" atau "tentang kami"


Halaman ‘tentang’ berisi infomasi diri untuk blog yang bersifat personal atau individu. Halaman ‘about us’ ini memiliki fungsi yang sama dengan halaman kontak. Selain itu, terdapat keterangan mengenai isi konten yang diberikan di dalam blog. Anda bisa menuliskan isi konten yang dibahas di halaman blog dalam bentuk seperti daftar isi. 

Dengan adanya halaman ‘tentang’, kemungkinan blog atau website Anda akan ditolak oleh pihak Adsense pun semakin rendah. Melalui halaman ini, maka secara tidak langsung pemilik akun website berusaha menjalin sebuah rasa kepercayaan di antara kedua belah pihak, terutama dengan pengunjung.

4. Halaman kontak

Selain bisa aja sih kamu selipkan bagaimana cara untuk mengkontak kamu via halaman "about us", kamu juga bisa menyiapkan satu halaman sendiri untuk hal ini. Adanya halaman kontak mempermudah pengunjung untuk menghubungi pemilik blog atau website. Halaman ini dapat berisi keterangan alamat email pemilik blog, akun sosial media yang digunakan, serta kontak informasi pribadi lainnya yang ingin diberitahukan oleh pemilik ke para pengunjung blognya. Hal ini akan memberikan kesan serius dari pemilik akun blog dalam hal memberikan konten yang mementingkan opini atau pendapat pengunjung. 

Alamat email yang diisi di dalam halaman kontak, harus sama dengan email yang didaftarkan ke pihak Adsense. Jika tidak sama, dikhawatirkan saat memberikan fee atau biaya dari iklan yang ditayangkan di dalam blog, akan mengalami kendala atau bahkan lebih buruknya langsung mengalami penolakan dari pihak Adsense. Karena, nantinya pihak Adsense akan meragukan orisinilitas dari kepemilikan resmi akun blog tersebut.

5. Optimalkan desain blog yang dimiliki

Halaman muka geretkoper.com yang udah ntah berapa kali diubah

Pemilihan desain template yang digunakan untuk halaman blog sangat mempengaruhi kinerja optimum dari blog. Selain mempengaruhi loading saat laman page akan dibuka oleh orang lain, template juga dapat menarik perhatian para pengunjung blog. Desain yang digunakan tidak perlu ribet atau terlalu ramai, sesuaikan dengan isi konten atau tema yang diangkat di dalam blog. 

Dengan begitu, nantinya para visitors atau pengunjung yang membaca isi konten tidak akan terganggu dengan tampilan desain template yang digunakan pada laman web Anda. Pastikan dalam template yang digunakan terdapat menu navigasi yang mudah ditemukan. Tampilan desain yang sederhana, namun tetap terlihat profesionalitasnya. 

Lalu musti mulai dari mana? dari membuat blog dulu yah pastinya, hahahahaha, biar lebih terkesan profesional lagi coba deh bikin personal domain juga, bisa kamu cek lebih lengkapnya di sini. Jika sudah siap, tinggal atur dan daftar AdSensenya, selaman mencoba dan semoga berhasil

Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Uhh gak kerasa udah tahun 2020 aja nih, kalo dinget-inget terakhir post artikel tuh tahun 2018 deh tapi tenang aja, mulai tahun ini bakalan lebih sering tayangin artikel baru, semoga masih ada yang mau baca yah. Di artikel ini, Aku mau bahas 5 destinasi domestik yang identik sama Pantai pasir putihnya nih, hayo di mana aja yaa, yuk disimak.

1. Pantai Lhok Mee – Kabupaten Aceh Besar, Aceh

Dengan jarak 2,5 jam penerbangan dari Jakarta ke Banda Aceh, destinasi ini bisa juga jadi salah satu pilihan untuk weekend getaway loh. Aceh menyuguhkan banyak pantai yang mempesona, salah satunya Pantai Lhok Mee. Jajaran pohon Geurumbang besar dan teduh di dalam air laut yang berwarna paduan hijau dan biru beserta akar-akar bakau yang menancap di atas pasir putih, pantai pasir putih yang luas dengan butiran halus, mungkin hanya bisa kamu lihat di sini. Selain mata yang dimanjakan dengan keindahan alam, kamu bisa berenang dan snorkeling juga. Jangan lupa bawa kamera atau kalo perlu action camera untuk merekam keindahan bawah airnya yah.



2. Pantai Pananjung – Pangandarn
Lanjut ke pantai kedua yang masih dengan pasir putih dan berbutir halus yang ternyata letaknya ga jauh dari Jakarta. Pantai ini termasuk pantai yang ga biasa arena dikelilingi cagar alam, yaitu Cagar Alam dan Taman Margasatwa Pananjung Pangandaran.
Di Pantai pananjung, selain kamu juga bisa berenang dan snorkeling seperti di Lhok Mee, kamu juga bisa berkemah sambil menikmati deburan ombaknya yang tenang dan menunggu matahari terbenam.
Pantai ini juga terhubung dengan pantai Pangandaran yang terkenal itu. Kamu bisa tingal jalan kaki susur pantai atau naik perahu.

3. Pantai Indrayanti (Pantai Pulang Sawal) –  Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Pantai ini kayaknya udah terkenal dari 6-7 tahun yang lalu karena keindahan pasir putihnya deh, bahkan saat ini semakin banyak penginapan yang dibangun di sekitaran Pantai Indrayanti ini. Masih inget banget panjangnnya jalanan berliku yang harus ditempuh kendaraan untuk mencapai ke Pantai ini. Tidak hanya tentang pantai pasir putih yang terhampar luas dan laut birunya, namun juga dikelilingi tebing tinggi yang semakin menambah indahnya. Menurutku ga terlalu disaranin banget sih berenang di Pantai ini, selain berkarang, ini juga termasuk kawasan pantai selatan yang terkenal ombaknya besar.

4. Pantai Kuta – Bali
Ok yang satu ini udah super mainstream dari jaman aku masih boca ingusan dan hingga saat ini masih aja jadi salah satu pantai yang wajib dikunjungi oleh turis aning atas lokal kalo datang ke Bali. Pantai Kuta pernah terkenal jadi salah satu pantai paling cantik, meskipun saat ini selalu disandingkan dengan siklus bencana sampah tahunan yang dibawa ombak ke pesisir pantai. Beruntung, warga lokal dan pemerintah setempat selalu siap siaga untuk membersihkan. Buat kalian yang datang ke sini juga ga boleh buang sampah semabarangan yaahh

5. Pantai Tanjung Aan – Lombok Tengah
Jika pantai pasir putih di Pantai Kuta di Bali terlalu ramai untuk kamu, coba meilipt ke pullu tetangga, tepatnya di Lombok Tengah ada Pantai yang juga terkenal dengan pasir putihnya, Pantai Tanjung Aan. Hamparan pasir putihnya masih terlihat sangat bersih karena memang tidak seterkenal Kuta (wait tapi rasanya sekarang udah banyak yang tau tentang pantai ini deh). Tekstur pasir putihnya unik – bulat layaknya merica. Gelombang lautnya sangat tenang, cocok banget untuk kamu yang gemar snorkeling atau ingin berenang dengan aman.


Yuk Rencanakan trip kamu dengan Pegipegi 
Kemanapun destinasi domestik pantai pasir putih yang akan kamu kunjungi, rencanakan bersama Pegipegi. Dapatkan bermacam promo menarik dan berhadiah voucher tiket pesawat online dengan syarat tertentu atau diskon tiket pesawat.

Share
Tweet
Pin
Share
6 comments
 Obike - Bike sharing apps

Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu terkenal dan digadang-gadang sebagai salah satu solusi transportasi dan berkendara ramah lingkungan di Beijing, Cina. Tidak cuma 1, 2 tapi saat ini ada 5 aplikasi bike sharing yang bisa digunakan dan sepedanya bertebaran di Sydney. Ada Mobike, Obike, Ofo, Reddy Go dan Air Bike yang bisa jadi pilihan kalian untuk coba mengendarai sepeda berkeliling Sydney. 

Meskipun bisa dibilang sudah cukup populer dan banyak disukai warga di Beijing, ternyata apilkasi ini  ada side effect-nya juga. Para pengguna sepeda ini banyak yang memarkirkan sepedanya sembarangan saat selesai menggunakan. Betul-betul sembarangan, bahkan beberapa bulan yang lalu saya pernah baca berita, tumpukan sepeda yang tinggi banget sudah jadi pemandangan yang biasa di sekitaran stasiun kereta. Ga itu aja, ada beberapa orang yang bahkan sampai melempar sepeda ke atas pohon atau dibuang ke sungai, duh ga ngerti lagi deh sama yang kayak gini. Eits jangan dipikir di Australia lebih bener, sebelum masuk ke Sydney, Bike sharing apps ini sudah lebih dulu masuk ke Melbourne dan permasalahan seperti itu sempat terjadi loh. Semoga ga kejadian yah di Sydney.

Ok, balik lagi ke bike sharing appsnya, sejauh ini sepeda-sepeda yang paling sering saya temukan di jalan dan sedang diparkir adalah Mobike dan Ofo. Entah karena warnanya yang lebih "menyala", Mobike dengan sepeda warna oranye dan silver serta Ofo dengan sepeda warna kuningnya atau mungkin memang jumlah sepedanya yang paling banyak ketimbang 3 bike sharing apps lain. Cara penggunaan aplikasinya juga mudah, tinggal download aplikasinya, buat akun membernya, cari sepeda terdekat (bisa di apps juga ceknya), scan barcode sepedanya untuk membuka kunci sepeda dan voilaaa udah bisa jalan-jalan deh naik sepedanya.


Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa sepeda ini berkisar dari AUD 1 - AUD 1.99 per 30 menit. Well, terbilang cukup murah jika dibandingkan dengan ongkos bus AUD 2.15 untuk radius 3km kebawah. Coba sering-sering cek info di aplikasinya juga yah, karena seperti di akhir tahun 2016, Mobike menawarkan free rides dengan hanya deposit 1 dollar aja dan itupun refundable. 

Bersepeda memang menawarkan healthy life style sih tapi jangan lupa kontur jalanan Sydney yang naik turun udah kayak soundtracknya Ninja Hatori yang mendaki gunung lewati lembah itu yah. Saya yang rasanya udah 5 tahun ga pernah nyentuh sepeda aja harus give up di 2 km pertama gara-gara tanjakan maha dahsyat. Kemiringan tanjakannya waktu itu sih ga lebih dari 30 derajat tapi panjang jalanannya sampe 100 meter lebih, ga kuat juga, hayati lelaahh hahahahah. 

Sebisa mungkin tetap cari yang ada helmnya ya

Oh iya,  meskipun cuma sepedaan tapi di Sydney mahh teteuup aja ada peraturan-peraturannya. Mulai dari wajib pake helm, harus bersepeda di sisi yang benar (ga ngelawan arus), harus perhatiin rambu dan harus perhatiin bike lane karena ga semua trotoarnya boleh digunakan sama pesepeda. Kalo melanggar dan pas ada polisi, siap-siap kena tilang dan bayar denda yang bisa bikin ga bisa tidur 2 hari 2 malam hahahahah.

OFO

Sempat nemu 3 - 4 Ofo Bike di daerah Barangaroo

Dominasi warna kuning di sepeda Ofo, membuat sepeda ini menjadi salah satu yang paling mudah dikenali dari kejauhan. Seengganya ada 5 hal yang bikin merek ini jadi paling gue rekomendasikan buat kalian. Pertama Sepedanya Ringan, Ada pengatur gigi sepedanya, Ada bel sepeda, Sadel sepedanya bisa diatur tingkat ketinggiannya dan harga non promonya $1/jam atau sekitar 10.300 rupiah. Sebagai info tambahan juga, Aplikasi dan sepeda ini juga sudah ada untuk Singapura dan Malaysia loh!

OBIKE


Bike sharing apps yang ini, katanya udah ada di Indonesia loh, tapi kok dari kemarin belum pernah ngeh ya? Awal masuk ke Sydney aplikasi yang ini ngasih free rides ke para penggunanya (yaa yang lain juga sih) tapi harga non promonya $1.99 per 30 menit (gile mahaaall). Salah satu yang gue kurang suka di Obike ini, sepedanya bisa dibilang cukup berat.

MOBIKE 

Selanjutnya ada Mobike, warnanya dominannya oranye dan silver. Ada yang nyebelin sama sepeda yang satu ini, kadang susah bedain Mobike sama Obike dari jauh, warna mereka terlalu mirip. Waktu pertama nyobain bike sharing apps, gue pake ini karena lagi ada promo free rides juga. Salah satu kekurangannya adalah, ga ada pengatur gigi (jadi berat kalo tanjakan). 

Berikut ini Pros and Cons-nya si Bike Sharing Apps secara keseluruhan tapi versi geretkoper yah:

Pros:
- Lebih Sehat dan bakar kalori (resolusi tahun 2018) di setiap aplikasi ada informasi jarak yang sudah ditempuh, waktu pemakaian hingga kalori yang dikeluarkan untuk mengayuh sepedanya.
- Lebih murah ketimbang ongkos bus
- Dilihatin orang-orang dengan tatapan "woww cool dia sepedaan", ahhaah gue ga tau musti masukin ini ke Pros atau Cons
- Membantu mengurangi polusi (mulia banget nih tujuannya)
- Bisa sekalian sight-seeing
- Bisa berhenti di mana aja (tapi tetap harus diparkir secara aman yah) 

Cons:
- Kadang susah cari sepeda yang ada helmnya (banyak yg dimalingin euy)
- Udah nemu sepeda, ternyata lagi di-lock sama orang lain
- Harus konek bluetooth selama perjalanan (nyedot batere weeyy)
- Harus konek GPS selama perjalanan (nyedot kuotaaaaa, mahal wey beli kuota di Sydney)

Okeh, cerita how to use the apps dan pengalaman naik sepedanya bisa dilihat di Videonya yah (wait masih diedit dulu) jangan lupa di-subscribe yah.                                


Share
Tweet
Pin
Share
28 comments
Atmosfer liburan akhir tahun sudah semakin terasa, sudah pasti banyak orang yang memanfaatkan waktu liburan panjang mulai dari hari Natal hingga Tahun Baru untuk berlibur. Buat kalian yang memiliki rencana berkunjung ke Taipei, cek dulu beberapa hal berikut, yang mungkin saja dapat membantu kalian dalam mencari info tentang kota terbesar di Taiwan ini:

1. Mesin Kartu MRT

Coba deh cek kalimat di layar, hihihih pake bahasa Indonesia loh

Mesin ini bakalan jadi hal pertama yang akan dicari di Tayuan Airport apabila kamu memutuskan naik MRT untuk sampai ke pusat kota. Mesin ini biasanya terletak tidak jauh dari pintu otomatis untuk masuk ke stasiun MRT. Ada dua jenis transaksi yang bisa kamu lakukan di mesin tersebut, yaitu mencetak kartu baru dan melakukan top-up saldo. Wait, ini Taipei kan ya? Lalu, gimana kalo pilihan dan instruksi di mesinnya berbahasa Mandarin dan penuh dengan tulisan-tulisan Hanzi (karakter bahasa Mandarin)?

Eitss, jangan keburu panik ya! Ternyata, selain ada panduan dalam bahasa inggris, di setiap mesin ini juga ada pilihan bahasa Indonesia. Yup, you read it right, BAHASA INDONESIA. Saya dan kak Dita sempat terkejut dan cekikikan sendiri karena ternyata kami tidak perlu repot-repot minta bantuan staf untuk mencetakkan kartu baru untuk kami.

Perlu diketahui, untuk mencetak kartu baru mesin tidak memberikan uang kembalian. Jadi, untuk transaksi cetak kartu dengan minimal 500 Dollar Taiwan sebisa mungkin menggunakan uang pas yah. Atau, kamu bisa ke mesin penukaran uang kecil dulu sebelum melakukan transaksi.

2. Mini Market Vs Kantong Plastik

Sama seperti supermarket di Hobart, Australia, sebagian besar supermarket dan mini market di Taipei, pengunjung diharuskan membayar jika ingin menggunakan kantong plastik. So, what is the best thing to do? Bawa kantong belanjaan sendiri atau beli kantong lipat serbaguna!

3. Jam Operasional Toko dan Pusat Perbelanjaan

Salah satu sudut di Shilin Night Market

Buat kamu yang punya jadwal belanja dalam itinerary selamat di Taipei, jangan lupa untuk cek jam buka tokonya yah. Kenapa? Karena beberapa pusat perbelanjaan dan toko-toko baru buka di siang hari atau sekitar jam 12 siang. Maakkkkk, ini gimana ceritanya? Hahahahahha jadi kalo memang mau wisata belanja, at least you can loosen your time a bit for resting at the hostel/hotel before shopping till drop.

Beberapa restoran juga banyak yang baru buka mulai pukul 12 siang atau bahkan di sore hari. Ga heran deh, waktu saya ke daerah Ximending sekitar jam 11 siang, daerahnya masih tampak sepi dan hanya beberapa convenience store dan restoran yang menyediakan menu sarapan aja yang sudah buka. Waduh!

4. Visa Taiwan

Buat Warga Negara Indonesia (WNI), jika ingin berkunjung ke Taiwan masih diharuskan untuk mengajukan visa kunjungan terlebih dahulu. Beruntung, untuk WNI yang punya visa Australia, Ameria, Schengen, Kanada, Jepang atau New Zealand yang masih berlaku dapat mengajukan visa secara online via website National Immigration Agency, ROC(Taiwan) secara gratis. Nanti aku buat postingan terpisah terkait ini yah.

5. Sewa Sepeda Online

Mamas ini sewa sepeda di Obike

Di Taipei juga sudah ada jasa penyewaan sepeda online yang memudahkan turis, loh! Coba deh kamu cek website Obike, Ubike dan Youbike. Kalian hanya perlu mendaftar, memilih periode lama rental dan membayar via official website mereka. Tempat pengambilan sepedanya sendiri, biasanya banyak dijumpai di dekat stasiun MRT.

Sebagai referensi, harga penyewaan sepedanya saat ini sekitar 5 dollar Taiwan untuk 30 menit di 4 jam pertama. Lebih dari 4 jam akan dikenakan tarif 10 dollar Taiwan per 30 menit dan jika lebih dari 8 jam akan dikenakan tarif 20 dollar Taiwan per 30 menit.

6. Mobil/Truk Sampah

Di beberapa negara lain, biasanya kamu menemukan mobil yang berjualan es krim yang menyetel musik seru dan khas untuk menarik anak-anak kecil untuk membeli es krim. Namun, lain halnya dengan yang di Taipei. Di sini, mobil yang menyetel suara atau musik dari mobil ternyata malah mobil sampah loh! Saya sempat 2 kali celingukan mencari sumber suara tersebut dan akhirnya malah bingung begitu tahu suara tersebut ternyata berasal dari truk sampah. hehehhehehe

7. Musim Diskon Belanja

Siap-siap jaga dompet ya kalo lagi musim diskon, terutama di daerah Ximending

Buat yang suka belanja, musti dicatet nih, musim diskon belanja di Taipei adalah  di sekitar bulan April - Mei dan September - November. Jangan lupa di bold, underline, dan italic ya! Nah buat yang mau coba hunting tiketnya dari sekarang, cobain fitur Price Alerts di aplikasi Traveloka saja.

Based on my experience, kita bisa tentukan bujet tiket ke tujuan misalnya Taipei, lalu tunggu dapat notifikasi di layar handphone atau email untuk tahu harga tiket ke Taipei sedang di atas bujet, di bawah bujet, atau pas dengan bujet kita. Pas sudah cocok dengan harganya, langsung booking. Jadi, ga repot kan? Kalian bisa cek info lebih lengkapnya di sini.

Untuk fitur Price Alerts, settingnya semudah ini loh, tinggal pilih kota asal dan tujuan, tanggal yang diinginkan dan bujet yang dimiliki

Nah, itu 7 hal yang perlu kalian tahu sebelum menjelajah di Taipei. Namun, selain itu ada beberapa informasi yang bisa kamu jadikan sebagai persiapan pergi ke Taipei. Beriktu di antaranya:


  • Untuk cek jadwal kereta, bisa install aplikasi Friendly Metro Taipei di smartphone kamu.    
  • Colokan listrik yang digunakan di Taipei/Taiwan adalah Tipe soket A, atau sama seperti Amerika dan Kanada.
  • Mata uang yang digunakan di Taiwan adalah Taiwan Dollar atau yang biasa disingkat NTD.
  • Dari bandara, ada 2 pilihan kereta dari bandara untuk menuju Taipei Main Station, yaitu MRT dan High Speed Train. Saran saya sih, lebih baik kalian memilih MRT karena stasiunnya langsung terhubung dengan airport, sedangkan High Speed Train harus terlebih dahulu menggunakan bus untuk mencapai stasiunnya. 
  • Taipei secara khusus atau Taiwan secara umum, merupakan daerah yang setiap tahunnya sering diterjang angin Taifun. Sebagai informasi, siklus tinggi untuk Taifun berada di sekitar bulan Juli - September. Jadi, sebaiknya kalian menghindari bulan-bulan tersebut saat akan berkunjung ke Taipei atau minimal cek weather forecastnya terlebih dahulu.
  • Kalau kamu tidak membeli sim card local  atau tida menyewa pocket WiFi sebenarnya tidak perlu khawatir, karena tempat-tempat umum seperti stasiun MRT, convenience store, dan bus dengan logo tertentu menyediakan WiFi secara gratis.

Well, sudah siap ke Taipei untuk liburan akhir tahun yang seru?




Share
Tweet
Pin
Share
17 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...
  • Cafe & Restaurant Hopping in Yogyakarta
    Bukan cuma Jakarta dan Bandung aja yang lagi kebanjiran restoran dan cafe tempat nongkrong seru, Yogyakarta juga ngga mau ketinggalan. Saat...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    10 months ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    4 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    11 months ago
  • Mari Melantjong!
    Persepolis, Kali Ketiga
    6 days ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    5 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    9 months ago
  • The TraveLearn
    Kota Tua Jakarta: Menyusuri Jejak Sejarah di Tengah Ibu Kota
    6 days ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates