• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Kalo ngomongin wisata di Bali, kayaknya gak pernah kelar-kelar yah. Meskipun pulaunya ya segitu-gitu aja tapi daya tariknya tidak pernah padam. Beberapa teman saya tahun ini juga lumayan banyak yang tiba-tiba memutuskan untuk tinggal di Bali, mau nyusul deh rasanya tapi apa daya saya masih punya tanggung jawab lain di Jakarta. 

Kali ini saya mau membahas hal-hal yang bisa kamu lakukan alias Things to Do di daerah Seminyak, salah satu daerah favorit di Bali.

1. Wisata Pantai


Apa artinya ke Bali kalo ga main ke Pantai, ya ga ya ga? Jujur, saya selalu menjadikan "Pantai" sebagai agenda wajib kalo ke Bali, well meskipun bisa dibilang jarang main airnya dan lebih memilih untuk duduk-duduk cantik di Pantainya aja. Nah di Seminyak, banyak Pantai-pantai cantik yang cocok banget buat kalian yang punya hobby setipe dengan saya dan tentunya pantai-pantai ini juga terkenal di dunia peselancar dengan ombaknya yang 'menantang'.

Pantai Petitenget
 Selamat datang di Pantai Petitenget

Letaknya tidak terlalu jauh dari derah Seminyak dan masih berada satu garis dengan Pantai Kuta dan Pantai Canggu. Pantai ini tidak terlalu ramai pengunjung dan biasanya lebih sering dikunjungi orang-orang atau wisatawan yang ingin berselancar di laut. Biasanya para peselancar ini akan meramaikan pantai di pagi atau sore hari sebelum matahari terbenam

Pantai Echo
Pantai Echo ini juga cenderung lebih sepi ketimbang pantai-pantai lain di daerah Seminyak dan sering juga digunakan sebagai lokasi pernikahan atau pemotretan pre-wedding. Untuk kalian yang lebih suka ketenangan rasanya lebih cocok untuk mampir ke Pantai ini. Again meskipun terbilang sepi, Pantai Echo juga jadi salah satu tujuan para peselancar karena ombak di Pantai Echo ini cukup menantang.

Pantai Berawa
Oke, Pantai yang satu ini mungkin lebih jarang lagi dikenal oleh wisatawan lokal ketimbang dua nama pantai sebelumnya. Dibandingkan Pantai Echo, lokasi Pantai Berawa lebih dekat dengan pantai Seminyak. Pengunjung biasanya ramai berdatangan ke Pantai ini saat ombak sedang besar dan menjelang matahari terbenam.  

2. Cafe & Restaurant Hopping

Untuk masalah Cafe & Restaurant di daerah Seminyak sih udah ga usah diragukan lagi, di sepanjang jalan Kayu Aya, jalan Kerobokan, jalan Batu Belig dan jalan Seminyak sudah bisa kalian temui jejeran restoran dengan makanan yang enak, interior dan eksterior yang menarik. Bahkan, rata-rata di daerah ini cafe & restorannya instagrammable banget dan selalu jadi buruan pecinta wisata kuliner dan makan centil.   

Breakfast - Lunch - Dinner
Kiri atas : Trio Steam Bun, kanan atas: Cheezy Steak Panini
Kanan bawah: Fried rice

Untuk pilihan makanan 'besar' salah satunya bisa ke Made's warung di jalan Raya Basangkasa, Wahaha, Gardin atau Meja Kitchen & bar. Meja Kitchen & Bar ini sebenarnya masih merupakan bagian dari hotel Ize Seminyak. Di restoran ini selain interiornya yang bertema Nautical, variasi menu makanannya juga banyak. Mereka menyajikan menu makanan khas Bali hingga makanan Western. Untuk menu Italia, bisa juga coba ke Ultimo Italian atau ke Warung Italia di jalan Kunti 1.

peperoni pizza di Warung Italia
pic by Sharon

Dessert


 Yummy cakes di Monsieur Spoon
Selesai makan makanan berat, jangan lupa sisain space di perut untuk pencuci mulut. Jenis pencuci mulut yang bisa kamu temukan di sekitaran Seminyak juga banyak, mulai dari cake, bread, pastry hingga gelato. Pastry shop mungil yang jual kue dan roti enak seperti Monsieur Spoon bisa kamu temukan ga jauh dari Seminyak Square. Untuk dessert house interior cantik dan instgrammable kalian bisa kunjungi Creamy Comfort atau Angelita Tea Salon & Patisserie. Sedangkan untuk ice creamnya, kalian bisa memilih antara Gusto Gelato, Lello lello Gelato, Gelato Secrets atau Nitrogenie.

 Lello lello gelato
Coffee House



Satu lagi yang ga boleh kelewatan adalah mampir ke coffee shop untuk ngopi pagi dan sore atau sekedar berkumpul bersama teman-teman. Di Seminyak, kalian bisa coba mampir ke Revolver Esspresso, The Moose Esspresso bar, The Coffee Library, Titik Temu Coffee atau Black Pit Coffee.

3. Having Fun at Bar & Beach Club

 Menikmati sunset di WooBar

Satu lagi kegiatan seru yang bisa dimasukkan ke itinerary kalian kalo ke Seminyak, yaitu mampir ke Beach club atau beachside bar. Kalian bisa menghabiskan waktu berkumpul bersama teman-teman atau sambil menunggu terbenamnya matahari. Beberapa beach club seru seperti Woo Bar, La Plancha Ku De Ta, atau Potato Head bisa jadi pilihan. 

Nyantai santai di La Plancha
pic by : Ina
4. Shopping spree
Last but not least is shopping time. Mungkin bukan agenda wajib, tapi ga ada salahnya loh buat cek butik-butik baju lokal kece, barang-barang handmade lokal dan aksesoris di sekitaran Seminyak. Selain dipadati cafe & restoran, di Seminyak juga bisa dengan mudah ditemukan butik-butik pakaian, toko souvenir khas lokal dan aksesoris. Untuk shopping centernya, kalian bisa cek ke Seminyak Square dan Seminyak Village, sedangkan untuk butik dan toko bisa kalian cek tempat-tempat seperti HOBO, Toko Emporium, Lily Jean, Dinda Rella, Coco & Ginger dan masih banyak lagi.

Buat yang solo travelling, untuk transportasinya juga ga perlu khawatir, selain sekarang Gojek udah ada di Bali bis ajuga cobain Kura-kura shuttle loh dan Seminyak juga masuk rute mereka. Untuk penginapan di sekitaran Seminyak, pemilihan hotelnya juga bisa disesuaikan dengan budget kalian mulai dari budget hotel hingga hotel bintang 5 bisa dengan mudah kalian temukan di kawasan ini. Untuk membandingkan harga-harga hotel bisa coba untuk dicek di traveloka terlebih dahulu atau online travel agent sejenis lainnya, pssstt jangan lupa cek untuk promo-promo hotel di website hotel favorite kalian juga yah.


Jadi sudah siap beli tiket ke Bali untuk long weekend di tahun ini?

Share
Tweet
Pin
Share
4 comments

There is a newly opened tourist attraction in Bali which is can become your next destination when visiting Bali. My dear friend kak Nathalie Stravers shared her experience with her family while visiting this new attraction called Upside Down World. This place is Indonesia's first Upside Down World attraction, however It wasn't my first time known about this kind of place, previously I almost come to Rumah Terbalik (Upside Down House) in Mallaca, Malaysia. Beside Mallaca, this kind of attraction can be found in Sabah where they even have an upside down car in the garage.

How is it like to stay in the house which built upside down?

The Upside Down World, Bali is opened for public this Mar 1st 2016 and has 8 upside down rooms. It is basically like a whole house, you can found living room, bed room, laundry room, kitchen, even bathroom. Here are some pictures taken by Kak Nathalie during her visit with her family. 

Living Room

Bedroom

 Bathroom

Kitchen
They looked like a Spiderman Family, LOL

I can't reach my cereal

The entrance ticket to this place is IDR 100.000 for adults and IDR 50.000, well I think it is too pricey for just 8 rooms. 

TIPS:
1. For the best shot you better bring a camera with wide lens or a GoPro to capture your photo since each room is quite small.
2. Come as early as you can, so you can get parking spot easily and to avoid long queue on taking pictures on each room. 
3. Bring socks to keep off your feet not dirty as they will ask you to take off your shoes.
4. Please don't bring a lot of stuffs with you as they don't have any storage room for visitors. 

What do you think about this kind of attraction? 

Pssttt... On July 1st 2016 they will open Upside Down World in Yogyakarta too


Upside Down World Bali
Jl. ByPass Ngurah Rai No.762, Denpasar, Bali
Opening Hours : 9am - 9pm
Share
Tweet
Pin
Share
17 comments

What's Tapas? actually Tapas are variety of appatizers or snack in Spanish cuisine. "So? I'm gonna try Spanish food?" asked me to Sharon very enthusiast. "yes, Spanish Snacks" she replied. We got lost first before finally found Cuca Restaurant in Jimbaran, Bali. After we entered the front door, We greeted by a huge garden with greenery and garden lounge for outdoor dining area. I wonder it will be so romantic and perfect for couple during dinner time. 

I found Cuca has a simple and humble exterior and interior with green and orange colors domination. Its Indoor dining area is spacious with glass on their both side, makes this area really bright during daylight. Cuca also has curtain to cover each seating area to get private dining. 




Cuca's food made exclusively from the best and freshest Indonesia local ingredients. Well...well.. this what we called East meets West. Tapas categories in Cuca divided into 3 different types, Harvested, Hooked and Farmed.
Cotton Betutu

This Cotton Betutu actually was a free complimentary from Cuca, it tasted so light just like cotton candy, but with savory flavor.

Baked Scallop

No, you may not focus yourself to the stones LOL, those were just for food presentation. Cuca's Baked Scallop is Lombok scallops combine with mashed cauliflower and toasted butter crust. I can taste its complicated seasonings in just one bite. (and yes, one bite is NEVER enough)

Cuban Corn

Meat & Potatoes

This simple Cuban Corn was Sharon's favorite dish, it consist of grilled baby corn, young parmesan, fresh lime and parsley. Meanwhile, Meat & Potatoes is beef and mushroom rogut with whipped potato, red wine marmalade. This one was my favorite dish, its whipped potato was so light, beef was soo tender, I even didn't have to chew it. 

Crispy Chicken Fried

This menu smell just like one of our biggest chicken fried fast-food menu, and it turned out inspired by it and tasted like one. I guessed, they were used chicken oyster part for this crispy chicken fried. This menu served along with country coleslaw, sesame dust and asian basil. 

Well now, let's continue to d-e-s-s-e-r-t-s or I better called it heaven LOL. At first I was so confused when waiter come to our table and put a bowl with sunny side up-look dish. It turned out one of their famous and most favorite dessert called Bali Breakfast. With sweet runny mango, frozen passion fruit and whipped coconut. It was a stunning and mind blowing dessert, Cuca's staff reminded us not to pour it together but directly spooned from top to the bottom to get the best flavor result. I owed a big thanks to her. Another dessert served for us was Strawberry Cloud Cake, this menu has so much components on its serving plate, freshly baked sponge cake, pandan gelato, dry sliced strawberry, peanut powder and berry cream. Again, for better flavor result, we have to put all of the components into one bite size, and voila it really better than its separated flavor.

 Bali Breakfast

 Strawberry Cloud Cake

For drinks, Sharon and Gabby ordered cocktails which I can't drink it, but I took a picture of it happily. Look at those colorful ice cubes, aakkk I really wanted to smash it to pieces and eat by myself. I ordered Rosella Infusion, it has sour flavor and perfect for a sunny day like that day.

 Moon-gria Cocktail

 Sun-gria Cocktail

 Rosella Infusion

On my next visit to Bali, I will happily visit this restaurant again. 

Cuca
Tapas|Cocktails|Desserts
Jalan Yoga Perkanthi
Jimbaran - Bali
Website | Instagram | Facebook | Twitter

*reblog post, previously I posted it on makancentil.blogspot.com*
Share
Tweet
Pin
Share
12 comments
Akhirnya kekumpul juga niatan buat menyelesaikan Bali Food Adventure Part 2 nya, Ini jilid ke-dua sekaligus penutup perjalanan restaurant hopping saya di Bali awal Januari lalu, untuk part 1 nya bisa dibaca di sini. Ah did I tell you, selama 5 hari di Bali ini, saya ga makan nasi (literally) No, I'm not on diet, mungkin waktu itu emang lagi bosan ajaa sama nasi. Oke kita lanjut wisata jajannya lagi yuk.

6. Murni's Warung

Sesampainya di Ubud pas banget jam makan siang dan I'm knwo nothing about Ubud and leave everything to Sharon. Untungnya, salah seorang teman kami memberi info Murni's Warung yang letaknya tidak terlalu jauh dari Museum Puri Lukisan, tempat kami turun dari Kura-kura bus. Yeayy akhirnya bisa juga ngerasain makanan khas Bali. Sate lilit ayam dan Ayam betutu berhasil kami santap tanpa sisa dan ditutup dengan air kelapa. *aaahhh nikmatnya hidup*

7. Seniman Coffee Studio

Setelah full kenyang di Murni's Warung, kami berpindah tempat ke coffee shop unik satu ini. Hampir semua yang ditawarkan coffee shop ini unik, dari mulai membuka alas kaki saat masuk ke cafenya, tempat duduknya yang dimodifikasi menyerupai kursi goyang, meja unik yang memiliki kaki dari tumpukan kursi, hingga penyajian minumannya.

Setiap minuman yang dipesan akan disajikan dengan infused water dan sepotong kue jajanan pasar (or let me called it setengah potong) kue yang biasa saya sebut Nagasari ini ternyata memiliki nama khas Bali sendiri yaitu Sumping, kue yang terbuat dari tepung beras yang di dalamnya terdapat potongan pisang. Ada kejadian lucu di sini, ahhh tapi takut dijitak Sharon kalo diceritakan di sini, boleh deh PM saya aja kalo penasaran banget, hahahahah.

8. Whale and Co

Dari tahun lalu memang sudah niat banget mau mampir ke sini kalo travelling ke Bali and Thanks God kesampaian juga. Duo foodies di belakang foodcious.com mengajak saya dan Sharon meet up dan ngobrol-ngobrol seru di kedai kopi yang beralamat di Jalan Kresna Unit 3, Seminyak ini. Ga cuma ngobrol seru sama duo foodies dan baby boynya yang super cute, tapi kami juga ngobrol banyak dengan coffee scientist (barista) yang sekaligus pemilik coffee shop yang didominasi warna kuning dan biru ini. Meskipun kedai kopi ini tidak terlalu besar, namun kesan hommy sangat terasa buat saya, mungkin memang itu suasana yang sengaja dibuat oleh sang owner.

9. Meja Kitchen and Bar


Awalnya saya berencana mampir ke The Library di Seminyak, resto baru tersebut letaknya tidak jauh dari Seminyak Square, tapi berhubung saya memang berencana untuk having a proper lunch dan begitu melihat daftar menu di The Library sepertinya tidak ada yang menarik hati, jadinya saya melanjutkan perjalanan dan menemukan Meja - Kitchen and Bar. Ahh di sini ada menu  nasinya, okelah kalo gitu mampir :D. Sebenarnya interior dalam restonya juga kece sih, tapi sayangnya udah mager banget buat foto-foto ke dalam, padahal banyak pernak-pernik vintagenya. 

Saya baru sempat mampir ke 9 tempat dari total banyakkk banget yang ada dilist tempat makan seru di Bali. Well, next time ke Bali saya mau cake shop hopping dan ice cream hoppingnya LOL, dan ga lupa nyicip juga menu lokalnya.

Ada yang mau tambahin list must-visit restaurant nya? 

Bali Food Adventure Part 1

Share
Tweet
Pin
Share
15 comments
Ada yang bilang Bali itu GOD's Island alias Pulau Dewata dan ada juga yang bilang Bali itu surganya dunia, kalo buat saya sih Bali itu surganya makanan, terbukti meskipun cuma 4 hari 3 malam di Bali, Saya dan Sharon sukses berburu tempat makan seru dan beberapa tempat makan atau minum coffee yang lagi hittsss di Bali, check it out! our Food Adventure in Bali bagian pertama:

1. Warung Italia
photo credit Sharon's Instagram

Setelah sukses jalan kaki sekitar 2 jam-an muter-muter dari Kuta ke Seminyak, perut udah lapar ga karuan dan pikiran juga sudah mulai ngaco ga karuan, makanya begitu melihat plang nama restoran ini dari pinggir jalan, saya langsung refleks nunjuk dan mutusin untuk makan siang di sini (padahal awalnya juga belum tau ada menu makanan apa aja, well dari namanya udah pasti menyajikan makanan khas Italia yah). Meski perut udah laper banget, tapi pas celingukan melihat porsi menu yang disajikan di resto ini sepertinya jumbo size, jadinya kami memutuskan hanya untuk memesan satu loyang medium pizza saja, karena ternyata meskipun pizzanya tipis, delapan slice pizza ini pun kami habiskan dengan susah payah hahahahah.Warung Italia ini berlokasi di Jalan Kunti 1, atau tidak jauh dari Made's Warung di daerah Seminyak
Ada kejadian menegangkan saat kami makan siang di sini, tepat ketika saya sedang menelepon tiba-tiba stop kontak yang berada lurus di depan saya terjadi konslet dan mengeluarkan percikan api dan sempat terbakar cukup besar, herannya ga ada staff yang sadar sampai saya teriak-teriak nunjuk-nunjuk ke lokasi. Duh saya jadi deg-degan sesaat loh, dan seketika listrik di resto tersebut padam, beruntung kami sudah selesai makan dan bergegas meminta bill. 

2. Lello-Lello Gelato
Nona Sharon dengan gelato-gelatonya

Ini salah satu gerai gelato yang lagi hits banget dikalangan foodies di daerah Bali (setelah gelato gusto), sebelumnya hampir putus asa cari tempat ini, walapun akhirnya sampai juga ke gerai gelato yang letaknya persis di depan Samaya ini. Abis icip-icip gratis beberapa rasa, akhirnya saya memilih menu "Snoop Dog" dan Sharon memilih "Almond". Rasa cokelat di Snoop Dog beneran enakk dan refreshing di cuaca panaassnya Bali, well tapi terlalu manis buat saya yang udah terlanjur manis. Buat yang ga suka rasa cokelat dan susu, ada juga rasa-rasa buah yang ga kalah segar seperti Lemon. Mangga, Raspberry dan Lime. Harga satu scoopnya 25++ (plus pajak maksudnya). Tidak cuma gelato loh, di tempat ini juga ada menu dessert lain dan minuman segar lainnya.

3. Cuca
Top (left to right): Baked Scallop, Cuban Corn, Crispy Fried Chicken, Meat & potatoes
Bottom (left to right): Strawberry Cloud Cake, Bali Breakfast, Rosella Infusion, Sun-Gria Cocktail

Nah buat yang mau coba makanan ringan ala Spanyol alias Tapas, Cuca adalah tempat yang paling pas. Semua menu yang kami icip benar-benar unik dan rasanya baru pertama kali saya coba menu-menu semacam ini. Lokasinya terbilang agak tersembunyi, tapi benar-benar worth to try loh. Dessertnya juga super unik, terutama menu Bali Breakfast, saat penyajian makanan penutup ini selintas terlihat seperti sunny side up, ihhh tapii ternyata itu cuma ilusi mata aja. Yang semula saya kira kuning telur itu ternyata semacam pasta mangga yang segar banget dan yang awalnya saya pikir putih telur ternyata whipped coconut, ga cukup sampai disitu saja ada satu hal lagi yang tambah bikin menarik, ternyata persis di bawah sweet runny mangonya ada frozen passion fruit (aaahhh menyenangkan banget deh makan siang saya waktu itu, mau balik lagi rasanyaaa). Untuk ulasan lengkap Cuca bisa dibaca di sini.  

4. Monsieur Spoon

Awalnya mampir ke cafe dan toko kue kecil ini ngga pernah ada dijadwal kami. Namun begitu turun dari kura-kura bus di Seminyak Square dan jalan kaki sedikit ternyata langsung ketemu tempat croissant yang konon katanya terenak se-Bali ini, eh bodohnya di sini kami malahan ga sempat icip croissantnya hahahahahah. Waktu itu kami pesan tiga kue dalam ukuran mini, chocolate tartlet, salted caramel tartlet dan Royal Spoon (Crispy Hazelnut feuilletine lapis dark chocolate, dacquoise biscuit glazed dengan belgian chocolate). Saya sih suka dengan chocolate tarlet dan Royal spoonnya, sedangkan salted caramel tarletnya terlalu manis dan malah membuat eneg buat saya. Next time mampir ke sini, janji deh mau icip croissantnya.

5. Made's Warung

Mampir ke restoran yang sudah buka puluhan tahun ini juga awalnya tidak disengaja, saat lagi celingukan mau cari restoran yang menawarkan menu khas lokal tiba-tiba pas banget lewat di depan resto ini. Made's Warung yang ada di Kuta ternyata sejalan dengan arah pulang ke hotel. Bli (sebutan untuk laki-laki dalam bahasa Bali) yang melayani kami juga baikkk banget, dari mulai menjelaskan dengan ramah makanan yang ada di menu, hingga dengan baiknya mengganti menu gado-gado saya. Gado-gado yang saya pesan tidak pedas, namun yang diberikan ke saya sangat pedas, Bli ini dengan ramah langsung mengangkat kembali gado-gado dari meja saya dan menggantinya dengan gado-gado baru dan tidak pedas. Suasana makanan di sini sih ala rumahan, jadi suasananya juga rumahan alias homy banget. *uhuk* dan yang bikin malam itu agak spesial karena di depan saya ada cowok ganteng sih *ketimpa pohon kelapa*. Selain ada di daerah Kuta, Made's Warung juga ada di Seminyak.

Wait, Food Adventure di Balinya ga cuma sampai sini aja loh, ditunggu part 2 nya yahh

Kalo kalian punya Restoran favorite di Bali ga?

Bali Food Adventure Part 2
Share
Tweet
Pin
Share
13 comments
My Turtle Bus - Kura-Kura Bus

Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorcycle and rented a car for a week was consider expensive, then after we spent our first day walking tour from Kuta - Legian - Seminyak, we decided to use Kura-Kura bus service, a new pubblic shuttle service in Bali. In english, Kura-kura means turtle, I don't know why they use it name, maybe because they have several stops and they walk slow? or maybe because it near beach and turtle was the animal that have connection with the beach *silly opinion*

Here are 5 things why you should try hop on Kura-Kura Bus/ Kura2 Bus:

1. Route
Map route/ kura2bus.com


Although it considered as a new public shuttle service, but Kura kura bus already has 8 routes around Bali and mostly on central and south Bali ; Kuta line, Legian Line, Seminyak Line, Sanur Line, Jimbaran Line, Pecatu Indah resort line, South Nusa Dua line and Ubud Line. They next route will be Nusa Dua line and it will launch soon. Most of the bus stops are well known hotel, so if you will stay at one of the hotel that has kura-kura bus stop you can easily wait for the bus on the lobby or you can walk to another destination that reachable from the hotel. Psst several famous places and 5star hotel become kura – kura bus partner such as: Waterbom Bali, Seminyak Square, Ayana resort, Le Meridien, Grand Hyatt and many more.

2. Time Schedule
time schedule/ kura2bus.com click to enlarge

Kura-kura bus time table has a lot of bus schedules for a day. For Kuta and Legian line, Kura-Kura shuttle will arrive every 30 minutes, (well except for traffic hour). For another line, shuttle has schedule from 4 up to 11 times daily. If there's any issue on some line, they will inform the passengers via twitter or other social media account or you can directly ask to kura-kura staff in ticket booth. This is the most important thing that's why I chose this service.

3. Fare and Payment
Left: Coin for single journey, Middle : Value card and 1 Day pass
Right: My card for 3 day pass

Each line has a flat fare for a single journey, all line excluding Seminyak Line connect through Galleria DFS Bus Bay. For Kuta, Legian and Seminyak Rp 20.000, Sanur and Jimbaran Rp 40.000, Pecatu Indah Resort Line and South Nusa Dua Line Rp. 50.000 and Ubud Line Rp. 80.000. They use a coin in different colors for each amount.

For multiple trips on all line you can also choose Value card, there are 100k, 200k, 300k and 400k cards. You can also topup this value card from 100k up to 500k on Dfs bus bay or ticket booths.

For unlimited travel on lines, you can choose Day Pass like we did. We chose 3 day pass simply because I just have 3 days left that day LOL. There are 1, 3, 5 and 7 Day Pass available on Kura-kura bus. One day is calculated 24 hours from the first time you tap the card into the device. Dont forget, they also have 20K refundable card deposit. Choose your payment wisely, if you only need a ride to your hotel, you better choose the single trip coin.


payment devices, left : tap card device, right: coin box for single trip

4. Shuttle
shuttle types/ kura2bus.com

There are 3 types of bus on Kura-kura bus service. Medium bus (29 seats), Long mini bus (15 seats), and short mini bus (12 seats). Hey look at their eye catching shuttle service design, turtle on the road!

5. Features
Kura-kuba bus has several onboard facilities, such as; Wifi, Electric power socket, LCD video and Audio voice announcement system for route and bus stops info.

For solo traveler or duo traveler this service is really worth it and useful, moreover for a restaurant hopper like me and Sharon did. Fyi, a taxi fare from Kayu Aya (Seminyak) to Our hotel in Kuta was around 60K one way and if we did this almost every time then I don't think my money would be enough for airport tax payment and Damri Bus on my way to home hahahahah.

Here are some tips from me:
1. Make sure you arrived about 5 to 10 minutes before the schedule to prevent you from missed the bus.
2. If you want to transit to another line, make sure you have enough time to travel from your place to DFS Bus Bay, or you can ask the driver whether you can catch it or not. In my case, when I want to travel to Ubud, I hopped on shuttle from Grand Inna Kuta at 8:41 and I asked the driver that we have to catch 10 am bus from DFS to Ubud, and he informed the office to wait for us :)
3. Somehow their normal seat didn't comfortable for a long journey trip, so if you travel to Ubud better you take the rearmost seat for a better seat.
4. Ask the driver if the electric socket didn't turn on.


    Last but not least I have to say thank you to Kak Nathalie, she was the first person who introduced me with this service.

    For further information you can visit their web

    Share
    Tweet
    Pin
    Share
    96 comments

    Well to be honest, I never expected I found this cool, playful and colorful property in the middle of Bali. When other properties in Bali mostly adopted traditional Bali ambiance, Studiotel Luna2 come out with this great idea and bring this property in a whole new level. Initially, I heard about this property from Hotel Quickly. A couple weeks ago they posted a picture of a colorful pool in Studiotel Luna2 and I loved it at the first sight. Therefore I planned to visit this hotel on my trip to Bali. Lucky me, I greeted by Mr. Asni (Luna2 Director of Sales) and Mrs Ellisa (Luna2 Head of Communication), they were really nice and humble and it was a great time to have a chat with them.

    If you wondering why they named it Luna2? and where is Luna1? Well actually Studiotel Luna2 named after the first spacecraft to land on the moon in late 50's and as we knew Luna1 crashed and failed to do its mission. 

    The designer, Melanie Hall refers to her design style as "Funked-up modernism", with references to modernism and 60's pop. At the first time I came to their colorful lobby, I felt like "wooowww it's like a playroom" I found a cute and colorful rubic shape stool *I really want to take it home* and that Monopoly man on the glass door. Hall also designed the property with futuristic things, corresponding with Luna2 ethos, "Respects the past, welcomes the future and like to have fun in the process!" 

    Elissa explained to me that this property only have 14 rooms that divided into 3 type of rooms; studio, grand studio and sunset studio. The hallway to each room was really unusual, they adopted monopoly board design. Instead of using number to a room, they gave a different name to each room based on a color inside the room with property/city name in Monopoly board game British edition. There are Mayfair, Strand, Piccadilly and Bond Street which are also London's foremost addresses.

    Bond Street - Grand Studio

    'circle of love' sofa


    Piccadilly Street - Studio


    It called "Studiotel" because of their super-spacious studio rooms yet it still a hotel :). All studio rooms facilitated with not only one but three TV's, one flatscreen in lounge area and bathroom and one Brionvega TV at workstation. I love every single detail of each room, where you can find a "Maxi" Bar in retro SMEG fridge.  Too bad that I couldn't take a look to their Mayfair sunset studio because it occupied. 



    Beside those super spacious rooms, they also have other facilities such as; colorful Pool side where I found Mr. Spock and Pink Panther on the wall, Orbit Restaurant, POP! Lounge Bar, Space Rooftop Bar, Wine Cellar and my favorite spot Lunaplex, ultra-plush 16 seat private cinema that has 3 showing per day, hey they also have popcorn machine outside the room and not to mention their supppeerrrr cozy seat. As a sunset lover, I think I will spend my afternoon on Space Rooftop Bar for sunset photo hunter.


    Quirky and Fun Pool

    Orbit Restaurant


    Pole dance spot and Dance floor


    POP! Lounge Bar

    Lunaplex - Private Movie Room in Luna2

    Space Rooftop area - Perfect for sunset hunter

    I would love to stay in this property on my next visit to Bali *awww can't wait*. Don't you like this Studiotel?

    Luna2 Studiotel
    Jalan Sarinande No.20
    Seminyak - Bali
    Facebook | Instagram


    Share
    Tweet
    Pin
    Share
    14 comments
    Older Posts

    Pages

    • Home
    • About Me
    • Portfolio

    HELLO

    HELLO

    Popular Posts

    • The Choc Pot, Sydney CBD
      Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
    • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
      Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
    • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
      My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
    • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
      Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
    • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
      Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
    • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
      Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
    • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
      Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
    • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
        Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
    • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
      Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
    • Cantiknya Musim Semi di Sydney
      Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2021 (1)
      • ▼  May (1)
        • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    • ►  2020 (4)
      • ►  May (1)
      • ►  April (2)
      • ►  January (1)
    • ►  2018 (2)
      • ►  March (1)
      • ►  January (1)
    • ►  2017 (18)
      • ►  December (1)
      • ►  October (1)
      • ►  August (1)
      • ►  July (1)
      • ►  June (3)
      • ►  May (1)
      • ►  April (3)
      • ►  March (4)
      • ►  February (3)
    • ►  2016 (45)
      • ►  December (3)
      • ►  October (3)
      • ►  September (3)
      • ►  August (3)
      • ►  July (1)
      • ►  June (7)
      • ►  May (3)
      • ►  April (6)
      • ►  March (4)
      • ►  February (5)
      • ►  January (7)
    • ►  2015 (59)
      • ►  December (4)
      • ►  November (3)
      • ►  October (4)
      • ►  September (7)
      • ►  August (9)
      • ►  July (6)
      • ►  June (5)
      • ►  May (3)
      • ►  April (6)
      • ►  March (5)
      • ►  February (3)
      • ►  January (4)
    • ►  2014 (36)
      • ►  December (9)
      • ►  November (5)
      • ►  October (4)
      • ►  September (1)
      • ►  August (4)
      • ►  July (4)
      • ►  May (2)
      • ►  April (3)
      • ►  March (1)
      • ►  February (2)
      • ►  January (1)
    • ►  2013 (59)
      • ►  December (4)
      • ►  November (2)
      • ►  October (6)
      • ►  September (7)
      • ►  August (6)
      • ►  July (8)
      • ►  June (7)
      • ►  May (5)
      • ►  April (4)
      • ►  March (6)
      • ►  February (2)
      • ►  January (2)
    • ►  2012 (17)
      • ►  December (7)
      • ►  November (6)
      • ►  October (1)
      • ►  September (1)
      • ►  August (2)

    Search This Blog

    Powered by Blogger.

    Report Abuse

    Popular Posts

    • The Choc Pot, Sydney CBD
      Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
    • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
      Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

    footer social

    Followers

    Blog Hits

    Indonesian Travel Blog

    • .: adie DOES :.
      Sendirian di Uchisar Castle
      6 years ago
    • awanderlustdiary.com
      Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
      6 years ago
    • Backpackology
      Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
      7 years ago
    • Because Normal People Will Like Traveling
      Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
      1 year ago
    • Blog Terkini @ wisatakeren.com
      Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
      4 years ago
    • Catatan Perjalananku
      Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
      3 years ago
    • Chocky Sihombing
      Kalender dan Libur Nasional 2020
      6 years ago
    • D'Cat Queen
    • dananwahyu.com
      Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
      4 weeks ago
    • Eat│Play│Repeat
      Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
      12 years ago
    • helterskelter
      Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
      4 years ago
    • Jalan2Liburan
      Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
      4 years ago
    • Jejak BOcahiLANG
      Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
      10 years ago
    • Jejak Kaki
      Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
      7 years ago
    • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
      Getting to Togean Islands and Travel Information
      9 years ago
    • Males Mandi
      Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
      1 year ago
    • Mari Melantjong!
      Persepolis, Kali Ketiga
      1 month ago
    • Mollyta Mochtar
      Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
      3 years ago
    • My Salad Days
      Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
      11 years ago
    • My Time Capsule
      Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
      7 years ago
    • Noerazhka
      Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
      10 years ago
    • PAPER LINE
      Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
      6 months ago
    • Perjalanan Tak Berujung
      Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
      9 years ago
    • PLAY WITH ME
      Bunga Penutup Abad
      10 years ago
    • Sharon Travelogue
      Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
      4 years ago
    • tesyasblog
      Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
      11 months ago
    • The TraveLearn
      Okinawa Harborview Hotel: “Rumah” untuk Menjelajahi Naha dengan Transportasi Umum
      2 weeks ago
    • The Traveling Cows
      Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
      6 years ago
    • the-rubyslippers
      Kats in Korea
      13 years ago
    • Traveling Precils
      7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
      9 years ago
    • TRIP TO TRIP
      Nyebur ke Sungai Nagatoro
      9 years ago
    • Usemayjourney
      Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
      8 years ago
    • Wonder Tripper
      Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
      9 years ago

    Instagram Feed

    Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates