• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Di beberapa social media pribadi saya, jika beberapa dari kalian ada yang follow social media saya, mungkin pernah beberapa kali saya share tentang bagaimana saya bahagia dan amat terbantu dengan transportasi di Sydney yang sungguh reliable. Well, gimana engga? jadwal bisa dicek di apps, tujuan tiap bus titik berhenti bisa dicek di apps, historikal penggunaan kartu opal bisa dicek, dan yang paling terpenting dari itu semua sebenarnya adalah jangkauan dari transportasinya. Sebagian besar objek wisata di Sydney dan sekitar dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi umum, mulai dari bis, kapal feri, tram, hingga kereta. Sebagai salah satu yang beruntung bisa merasakan tinggal di daerah ini selama setahun, hal tersebut tentunya banyak membantu saya mengunjungi tempat-tempat seru.

Selain ke objek-objek wisata utama Sydney, tempat lain yang juga ga kalah menarik untuk dikunjungi adalah mercusuar atau lighthouse yang cukup banyak tersebar di negara bagian New South Wales terutama di sekitar Sydney. Berikut ini beberapa mercusuar/ lighthouse yang bisa kalian kunjungi saat berkunjung ke Sydney, Australia.

1. Hornby Lighthouse
Hornby Lighthouse

Mercusuar Hornby ini sebenarnya adalah mercusuar pertama yang saya ingin kunjungi dari daftar mercusuar lain yang saya miliki. Kenapa? karena warna mercusuar ini beda dibandingkan dengan yang lain. Umumnya lighthouse yang saya ketahui berwarna putih, misalnya seperti mercusuar di Pulau Lengkuas, Belitung. Namun Hornby ini beda, warnanya merah dan putih dan percaya apa engga waktu pertama kali saya lihat mercusuar ini mengingatkan saya dengan tenda sirkus.

Meskipun ini merupakan mercusuar pertama yang sedari awal ingin saya kunjungi di Sydney, kenyataannya saya malah baru ke sini di bulan ke tujuh saya tinggal di Sydney. Padahal untuk menuju ke tempat ini tidak sulit bahkan ada dua jenis transportasi umum yaitu kapal feri dan bis yang bisa mengantar kalian ke lokasi terdekat dan kemudian disambung dengan trekking ke puncak. Kalo dibandingkan dengan mercusuar yang lain, Hornby lighthouse ini jauh lebih pendek yang ternyata memang sengaja dibuat seperti itu karena letak si mercusuar yang sudah tinggi di atas bukit. Hornby lighthouse ini terletak di Watsons Bay dan masih di dalam area Sydney Harbour National Park.

2. Barrenjoey Lighthouse

Sama seperti Hornby, tinggi mercusuar Barrenjoey juga tidak seperti mercusuar kebanyakan. Lagi-lagi karena letak si mercusuar ini yang sudah di atas bukit, bahkan sepertinya bukitnya lebih tinggi dari tempat mercusuar Hornby berada. Perjalanan menuju Palm Beach, tempat di mana mercusuar ini berada juga lumayan jauh dan harus saya tempuh kurang lebih 2 jam setengah dari Sydney CBD dengan menggunakan bis. 2 jam perjalanan tersebut murni karena jaraknya yang jauh bukan karena macet di jalan loh, kebayang capenya deh melihat supir bis yang ga kunjung berhenti, hahahaha. 

Trekking menuju Barrenjoey lighthouse menurut saya juga termasuk menantang karena di beberapa titik akan ada path dengan sudut kemiringan hingga 50 derajat. Menyerah di tengah jalan? please jangan karena trust me semua perjuangannya akan terbayar begitu kalian sampai di atas dan melihat keindahan dari atas Barrenjoey Head. Bahkan menurut informasi ada salah satu sudut Barrenjoey head yang biasa digunakan pengunjung untuk melihat paus saat masanya migrasi *kayaknya pas musim dingin deh*. Ah iya, ternyata bangunan mercusuar yang ada saat ini sudah "dipindahkan" beberapa meter dari letak awalnya.


3. Kiama Lighthouse

Mercusuar yang satu ini terletak di sebelah selatan Sydney dan dapat ditempuh dengan kereta ekspres ke Kiama sekitar 3 jam dari Central station. Objek wisata utama di Kiama sebenarnya bukan mercusuar ini, melainkan Kiama Blow hole yang ada lebih ujung dari letak mercusuarnya, but you surely won't miss this building. 

Nah mercusuar yang ini baru nih warnanya putih seperti mercusuar kebanyakan, beberapa mercusuar ada jam buka untuk guided tournya tapi kurang ngeh sama yang satu ini sih mungkin karena kemarin mampir ke Kiama emang bukan ke sini tujuan utamanya. Would you believe me jika waktu itu kami menempuh jarak ratusan kilometer ke Kiama untuk beli Pizza, duduk di rerumputan sambil makan pizzanya lalu menuju Kiama Blow hole buat foto-foto dan langsung bergegas kembali ke stasiun untuk mengejar kereta ke Sydney supaya ga kemaleman?. ahhahah this is how I spent my random free day in Sydney with fellow Sydneysiders.


4. Macquaire Lighthouse
 Bangunan bawah mercusuar berbentuk persegi panjang

Satu lagi mercusuar yang lokasinya ternyata ga terlalu jauh dari Hornby lighthouse cuma sekitar 3 kilometer. Terletak di Vaucluse, mercusuar ini menjadi mercusuar pertama yang saya kunjungi dengan hanya menggunakan bis dan jarak dari halte bis ke mercusuarnya deket banget, ga pake jalan jauh dan cape. Lokasinya juga berada di kawasan elite Vaucluse, hanya tinggal menyebrang jalan aja udah sampe ke rumah warga. Ada yang menarik nih sama bangunannya Macquaire Lighthouse, di saat beberapa mercusuar lain bentuk bangunannya tinggi seperti tabung hingga ke bawah, Macquaire Lighthouse memiliki lantai dasar yang berbentuk persegi panjang seperti rumah namun tetap memiliki menara.

Jika dilihat dari kejauhan, tetap tampak seperti bangunan mercusuar lain

Ada yang berbeda dari beberapa tempat mercusuar lain, sedikit ke arah utara dari mercusuar ini kalian bisa menemukan tebing yang dikelilingi oleh pagar pembatas. Di sekitaran pagar pembatas banyak ditempel plat bertuliskan nomor lifeline hingga tulisan kutipan kalimat inspirasi penyemangat hidup. Ada teman yang cerita di sekitar tempat tersebut hingga ke tebing di dekat Watsons bay memang terkenal sebagai tebing jadi sering dijadikan tempat untuk terjun bebas (bunuh diri) di Sydney, ihh kok syereemm. 
 
5. Fort Denison Lighthouse

Karena letaknya yang berada di sebuah pulau sepertinya ini jadi satu-satunya mercusuar yang tidak benar-benar saya kunjungi hanya saya lewati saat sedang berada di atas kapal feri. Bukan tidak mungkin sih untuk menginjakkan kaki ke Fort Denison karena memang ada beberapa acara khusus yang digelar di Fort Denison. Sedangkan untuk kunjungan umumnya, Fort Denison hanya bisa dikunjungi oleh para peserta Captain Cook Cruise yang berangkat dari Circular Quay Ferry terminal atau mereka yang sudah reservasi untuk bersantap di restoran yang ada di Fort Denison ini. 

Jika melihat di asal usul rocky island ini, Fort Denison pernah memegang peranan penting seperti stasiun pengecekan ombak dan cuaca, sebagai salah satu petunjuk navigasi hingga sebagai salah satu bangunan pertahanan. Saat ini, Fort Denison selain memiliki sebuah restoran juga dapat di booked untuk acar tertentu dan memiliki sebuah museum.

Share
Tweet
Pin
Share
8 comments

Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai menghijaunya taman-taman di sekitar kota. Jika Jepang terkenal dengan suasana pink dari cherry blossom atau sakuranya dan Belanda tampak cantik dengan warna-warni tulipnya sebagai tanda musim semi datang, di Sydney dan beberapa kota besar di Australia juga memiliki bunga cantik sebagai penanda berakhirnya musim dingin. 


  Jacaranda di First Fleet Park, Circular Quay

Awal musim semi di beberapa tempat di penjuru Sydney akan mulai dipercantik oleh tanaman yang memiliki bunga berwarna ungu ini, yang bernama Jacaranda. Sama seperti bunga sakura, Jacaranda juga hanya berbunga setahun sekali. Tahun 2016 lalu, saya dan beberapa teman sempat menjadi Jacaranda hunter. Kami sempat berburu beberapa kota kecil untuk mencari jalanan yang sepanjang jalannya dipenuhi dengan bunga ungu ini.

Di tengah kota Sydney, pohon Jacaranda ini juga selalu mempercantik town hall dan Circular quay. Daerah-daerah lain yang juga tidak kalah cantik dengan adanya jejeran pohon ungu ini diantaranya, Paddington, Enmore, Kogarah, Erskineville, Redfern dan masih banyak lagi.

Cuma jalan beberapa meter dari Erskineville Train station bisa ketemu ini

Duh, bunga yang rontoknya udah banyak, ati-ati ya kalo keinjek, licin soalnya

Lagi-lagi sama seperti musim bunga sakura di Jepang, di Sydney juga sering saya jumpai orang-orang yang piknik di bawah rindang dan cantiknya pohon Jacaranda. Salah satu yang mungkin bisa kalian temukan di Frys reserve, Kogarah dan First fleet park, Circular quay. Salah satu teman saya juga ada yang sempat bikin acara farewell party di taman tersebut.

Mau piknik di bawah pohon Jacaranda? Mampir ke Frys Reserve, Kogarah


Bunga ungu ini sudah mulai tampak menghiasi kota sekitar bulan September, tapi jika kamu ingin lebih mudah lagi bertemu bunga cantik ini, saya sarankan untuk berkunjung di sekitar awal bulan November. 

Selain 2 taman yang saya sebutkan di atas, tempat kece lainnya untuk melihat Jacaranda ini diantaranya sepanjang Ashmore street di Erskineville, Great Buckingham Street di Redfern dan di beberapa jalan kecil di sekitar Paddington.



Sydney Town Hall jadi tambah cantik saat Jacaranda berbunga

Saya pernah saya bahas di Sydney Travel Guide part 1 "When is the best time to visit Sydney? dan saya menjawab semua musim merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Sydney. Well, sekarang kalian jadi punya alasan berkunjung ke Sydney pada musim semi juga kan?

Share
Tweet
Pin
Share
35 comments

Di negara-negara maju, subway atau kereta bawah adalah salah satu moda transportasi yang umumnya tersedia dan digunakan jutaan orang tiap harinya. Tidak hanya warga lokal, subway juga menjadi transportasi favorit turis karena cepat, murah, dan menjangkau hingga sudut kota. Akan tetapi, ada beberapa rute subway yang cukup rumit yang bisa membuat pusing para turis, salah satunya seperti yang ada di kota Tokyo. Citylab.com bahkan mengatakan bahwa sistem subway Tokyo merupakan rute paling rumit ketiga di dunia, di bawah New York dan Paris.

Tokyo Sky Tree - stasiun terdekat Oshiage (Tokyo Metro Hanzomon line & Toei Asakusa line)

Nah, sebelum pergi ke kota yang memiliki landmark Tokyo Tower dan Tokyo Sky Tree ini, ada beberapa informasi mengenai Tokyo Subway yang perlu kalian ketahui dan juga tips untuk memudahkan perjalanan kalian selama menggunakan subway.

1. Kenali berbagai jalur kereta dan perusahaan yang mengoperasikannya

Tokyo Subway diperasikan oleh dua operator berbeda, yaitu Tokyo Metro dan Toei Subway. Masing-masing operator tersebut memilik jalurnya sendiri. Tokyo Metro terdiri dari sembilan jalur, yaitu Ginza, Marunouchi, Hibiya, Tozai, Chiyoda, Yurakucho, Hanzomon, Namboku, dan Fukutoshin line sedangkan Toei Subway terdiri dari empat jalur, yaitu Asakusa, Mita, Shinjuku, dan Oedo line.

Kalau kalian ingin menggunakan tiket terusan harian (1-Day Open ticket), kalian dapat terlebih dahulu merencanakan jalur yang akan digunakan dalam satu hari tersebut. Tiket terusan untuk jalur-jalur Tokyo Metro saja dapat dibeli seharga 600 yen sedangkan untuk gabungan Tokyo Metro dan Toei Subway harganya 1000 yen. Tiket ini dapat diperoleh di vending machine di stasiun mana saja. Kalau pandai menggunakannya, kalian bisa menghemat beberapa ratus yen dibanding menggunakan e-money seperti Pasmo atau Suica. 

2. Rencanakan perjalanan dengan bantuan Smartphone

Unduh aplikasi route planner supaya tidak perlu pusing lagi mencari tahu cara pergi dari titik A ke B di peta yang rumit. Aplikasi Tokyo Metro Subway Map & Route contohnya, dapat menampilkan rute tercepat atau rute dengan paling sedikit transit yang dapat kalian ambil. Selain itu, ada juga Tokyo Subway Navigation for Tourists yang memiliki tampilan sederhana tapi memiliki informasi yang sangat lengkap, seperti rute, waktu tempuh, dan tarif perjalanan. Berita baiknya, aplikasi ini dapat juga digunakan secara offline dan menjadi poin plus bagi travelers yang tidak memiliki paket data atau tidak menyewa pocket wifi, karena tidak banyak tempat di Tokyo yang menawarkan koneksi wifi gratis.

Edo Tokyo Museum - stasiun terdekat Ryogoku (Toei Oedo line, exitA4)

3. Catat pintu Exit-mu

Saat menggunakan subway untuk mengunjungi lokasi wisata tertentu, sebelumnya jangan lupa untuk mencatat pintu keluar terdekat dari tempat yang dituju. Hal ini dikarenakan rata-rata tiap stasiun memiliki lebih dari satu pintu keluar dan jika salah memilih exit bisa-bisa kita tersasar sangat jauh dari tempat yang sebenarnya kita tuju. Biasanya stasiun-stasiun besar seperti Shibuya memiliki papan informasi dan panduan arah dalam bahasa inggris yang cukup jelas mengenai pintu keluar mana yang harus dipilih untuk menuju lokasi tertentu. Namun jika kalian ingin mendatangi tempat-tempat yang tidak terlalu touristy, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu pintu keluar mana yang paling dekat ke lokasi tersebut. 

4. When in Rome, do as the Romans do

Bagi travelers yang juga pengguna commuter line jakarta (kereta jakarta), mungkin sudah terbiasa dengan pemandangan orang-orang yang mengobrol atau menelepon di dalam kereta. Nah, dua kebiasaan ini sebaiknya dihindari saat menggunakan subway di Jepang. Mengobrol dengan teman tidak dilarang tapi usahakan untuk tidak terlalu berisik dan menggangu penumpang lain. Selain itu, di dalam kereta penumpang diharapkan untuk mengatur ponsel mereka ke dalam mode senyap (silent) atau manner mode. Berbicara di telepon merupakan hal yang dianggap tidak sopan dilakukan di transportasi umum tapi tenang saja, kegiatan-kegiatan lain seperti chatting atau main game boleh kok dilakukan. Oh ya, saat menggunakan eskalator di stasiun di Tokyo, berdirilah di sisi kiri eskalator jika hanya akan berdiri selama menggunakan eskalator karena sisi sebelah kanan diperuntukkan bagi orang yang berjalan. Kalau kalian berdiri di sisi kanan namun berdiri diam, kalian bisa menghalangi orang yang sedang terburu-buru mengejar kereta.

 Kaminarimon Sensoji Temple - stasiun terdekat Asakusa (Tokyo Metro Ginza line exit 1)

Tulisan ini merupakan guest post dari Halida Aisyah, thank you udah meramaikan geretkoper :3



Halida A.
Sangat suka berburu makanan manis, buku, dan festival. Senang bersepeda di mana saja. Baru pernah tinggal di Indonesia dan Jepang, tapi menganggap seluruh dunia adalah rumahnya.
Twitter: @___rubyslippers
Instagram: @___rubyslippers
Share
Tweet
Pin
Share
19 comments
Let's us forget about Opera House, Royal Botanical Garden, Hyde Park, Queen Victoria Building or Darling Harbour for a second. Those places are too famous and also full of people during day and night. Well, Sydney has many other places to offer. I like to explore the city to find great spot to spend a day just for daydreaming or picnic or just for hanging out with some friends. Here's my first 4 favorite exciting places around Sydney:

1. Barangaroo Reserve

there is also a jogging track





You can reach Barangaroo by walk from Wynyard or Circular quay or by bus 311 / 324 / 325 from Sydney CBD. This place is something else (well at least for me) it located *still* in the middle of the city but we will get totally different atmosphere. From the old building on the background to the cube rocks near the bay. 

2. Woolloomooloo Bay






There are many yachts' pier in Sydney area and this one is one of my favorite. Located next to Royal botanical garden, Wollomooloo bay can be easily reach from Sydney CDB *again by bus* you can take 311 bus heading to Watson Bay. In this area we can watch some people do fishing, some big ships, restaurans along the bay and the one and only Ovolo Wollomooloo (an artsy hotel which has a wharf look on its aisle, well I think it was previously a real wharf).

3. Molineux Point Lookout, La Perouse




Bare Island is on the right side

At first, I went to eastern suburb to visit La Perouse. Uhhhh but that day was a sunny day in summer time and it turned out really difficult to find a park space near the beach or Bare island. So my friend decided to take me to this area which is waaaaayyy more quiet. We can have the park just for ourself we can see Bare island and La Perouse beach from here. What a relax afternoon.

4. Narrabeen

peaceful lake

peaceful beach

I always love this suburb, well although you have to spend 45 minutes by bus to this place. Narrabeen has beach and lake, we can picnic on the beach or paddling on the lake. Both of the area have different atmosphere, my favorite is the lake. On Sunday there is local market near the lake where you can buy clothes, food, candles even cactus and small trees. 

Which one is your fave? 

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments

G'day Mate 


Buat yang mau bepergian atau masih merencanakan pergi ke Australia, khususnya ke Sydney, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu tahu sebelum kamu berkunjung. Selain lumayan buat nambah info, saya juga mau cerita beberapa hal yang sempat membuat saya culture shock di Sydney.


1. Mata Uang


Mata uang yang digunakan di sini adalah dollar Australia, yang sama juga dengan kebanyakan mata uang lain di sini juga ada uang kertas dan uang koin. Untuk nominal uang kertasnya dimulai dari 5 dollar, 10 dollar, 20 dollar, 50 dollar dan paling tingginya adalah 100 dollar. Uniknya justru di pengenalan uang koin, jenis uang koin di Australia ada dua macam, koin cent dan koin dollar. Lebih gampangnya tinggal lihat warna si koin tersebut, jika perak berarti koin cent dan jika emas berarti koin dollar.


Semakin besar diameter koin perak nominalnya semakin besar, hal ini justru berkebalikan dengan koin emas. Jadi 50 cent ukuran koinnya jauh lebih besar dari 5 cent, sedangkan koin 1 dollar koinnya lebih besar dari koin 2 dollar. Duh jadi ngeri yah nyimpen 2 dollar, koinnya hampir hanya sebesar koin 50 rupiah kita loh. Uang koin dollar dan cent Australia juga mempunyai beberapa edisi khusus yang dibuat untuk memperingati acara atau peringatan tertentu.



koin perak - koinan cent


koin emas - koinan dollar

Udah kayak perangko, suka ada koin edisi khususnya 

2. Naik kendaraan umum tinggal Tap pake Opal Card

kartu Opal ke 3 selama di Sydney, yg pertama ilang, yg kedua ketinggalan di kereta

Mulai tahun 2014 akhir, Sydney melakukan automasi untuk metode pembayaran transportasinya. Mulai dari bis, kereta, light rail hingga ferry dapat dibayar menggunakan satu kartu yang disebut Opal Card. Hal ini sebenarnya diadaptasi dari sistem serupa di Singapura, namun di sini Opal Card sementara hanya berlaku untuk transportasi yang saya sebutkan di atas tadi, kalo di Singapura Ezlink bisa juga digunakan untuk membayar taksi dan transaksi di minimarket.

Enaknya menggunakan Opal card, pembayaran transportasi jadi lebih mudah ketimbang beli tiket terpisah atau bayar langsung ke supir (saat ini tidak semua bis melayani pembayaran di tempat). Setiap harinya untuk orang dewasa pembayarn tarif transportasi akan dibatasi maksimal A$15, setelah itu akan gratis. Setiap hari minggu, tarifnya dibatasi maksimal A$2,5, no wonder kereta akan terlihat lebih padat di hari ini, dan buat para pelancong hari minggu bisa menjadi hari terbaik untuk mengambil trip jarak jauh (misalnya ke Newcastle atau Blue Mountain).



Sydney light rail - tahun ini banyak jalan yang ditutup karena ada penambahan rute light rail

Setiap Minggunya apabila kita sudah menggunakan Opal Card untuk 8 kali perjalanan (dengan jeda waktu perjalanan minimal 1 jam), trip ke 9 dan seterusnya akan gratis dan hitungan trip akan kembali di reset di hari senin.


3. Double Decker Train




Ini adalah salah satu hal norak pertama saya saat sampai di Sydney. "ihh keretanya tingkaatt, ihh..ih..." *untung ga ada yang denger yaa*. Jadi kalo dilihat kereta di Sydney seperti ada 3 tingkata terpisah, lower level, ground level (di sini ada bangku khusus untuk orang tua, ibu hamil, orang-orang yang berpergian dengan anak-anak atau penumpang dengan disabilitas) dan upper level. Beberapa bangku kereta di lower dan upper level dapat diubah posisi duduknya, mirip seperti kereta yang pernah saya naiki di Osaka.


4. Aman menyebrang di Zebra Cross

Waktu di Jakarta, meskipun menyebrang di zebra cross para pejalan kaki selalu deg-degan jika mau menyebrang dan malah seringnya selalu mengalah kepada penggendara kendaraan bermotor. Di lampu merah sekalipun, zebra cross kerap dipenuhi pengendara sepeda motor yang berhenti. 


Lalu gimana kalo di Sydney? menyebrang di Sydney lebih aman dan nyaman, terutama di zebra cross dengan rambu khusus. Pejalan kaki bisa langsung melenggangkan kaki dengan mantap untuk menyebrang, karena pengendara akan langsung berhenti begitu tahu ada pejalan yang akan menyebrang di zebra cross tersebut. Nah karena hampir seluruh hidup saya dilalu dengan deg-degan nyebrang di jalan, kebiasaan itu sering kebawa-bawa di sini. Saya suka lupa dan malahan nunggu mobil atau motornya lewat, padahal mereka emang otomatis berhenti. Ketika hal itu terjadi saya cuma bisa senyum-senyum sendiri dan baru ingat kalo ini di Sydney *tepok jidat*.


Saat akan menyebrang di perempatan atau pertigaan, pejalan kaki juga harus memperhatikan rambu lalu lintas. Buat para pejalan kaki yang nakal dan nekat nyebrang bisa kena denda A$200. Bahkan ada peraturan baru yang melarang menyebrang sambil sibuk main hp, bisa kena denda hingga A$300. *uuhhh sayaang bener kan duitnya mending buat makan sebulan*


5. Piknik di Taman



piknik ke taman yuk

Piknik di taman jadi salah satu wisata gratis seru di Sydney loh. Ga perlu takut dan malu buat ngegelar kain dan ngeluarin kotak makan sambil berteduh di bawah pohon. Di Sydney, saat jam break makan siangpun banyak eksekutif muda yang menyantap makan siangnya di taman kota terdekat. Taman-taman cantik yang paling enak buat piknik di antaranya Hyde Park dan Royal Botanical Garden, atau bisa juga ke Mrs. Macquaire's chair sambil nungguin matahari terbenam.

6. Burung-burung yang berkeliaran cakep-cakep



Pink Parrot at Snape Park, Maroubra


Pengunjung Darling Harbour

Dulu cuma tahu burung gereja aja yang sering wara-wiri di langit sekitaran rumah. Di Sydney, saya bisa ketemu burung camar, burung kakak tua putih, pink parrot hingga burung Ibis di sekitaran Darling Harbour atau di taman-taman kota. Duh berasa damai banget kaaan *lalu buru-buru pake payung takut kejatuhan "sesuatu" dari langit*.


7. Seat Belt alias sabuk pengaman


Buat yang biasa di Jakarta, seat belt atau sabuk pengaman sudah wajib digunakan untuk para pengemudi juga namun lebih sering kita lihatnya hanya pengemudi dan orang yang duduk di samping pengemudi aja kan yang menggunakan seat belt. Di Sydney, semua orang di dalam mobil harus menggunakan seat belt, orang yang duduk di kursi belakang sekalipun. Selain untuk memastikan keaman semua penumpang di dalam mobil, sepertinya ini juga jadi salah satu cara agar satu mobil tidak diisi berjubel atau melebihi kapasitas bangku mobil itu sendiri, eh gimana tuh yang mau mudik yaaa? kan suka rameann naik mobilnya

8. Ga perlu takut sama anjing (rata-rata anjing yang berkeliaran well trained)

Ini satu hal yang saya highlight banget, jujur saya ini sebelumnya takut pake banget sama anjing (jenis apapun itu). Mungkin karena anjing-anjing yang biasa saya temui sebelumnya agresif dan sering mengonggong. Di sini awalnya juga shock banget karena di taman dan di jalan bakalan sering banget ketemu anjing-anjing peliharaan, namun selama tinggal di Sydney phobia saya ini berangsur menghilang. Anjing-anjing di sini well trained, ramah, dan lucu. Di Sydney ada peraturan yang mengaruskan pemilik anjing melatih anjingnya agar jinak dan tidak sembarangan menggongong ke orang lain loh. Bahkan jika tiba-tiba anjingnya mengigit pejalan kaki, pemilik anjing bisa dituntut di pengadilan. 


9. Mudah mencari makanan Asia


Percaya atau tidak, di Sydney kita akan lebih mudah mencari makanan asia seperti Japanese, Chinese, Thai, Korean, Lebanese, Indian dan Malaysian food ketimbang makanan lokalnya. Di tengah kota sekalipun malah dipenuhi oleh makanan asia ketimbang makanan lokalnya. Kalo saya sih bahagia banget, karena dengan begitu saya tidak pernah kesulitan mencari menu nasi. (anak Indonesia banget, kalo belum ketemu nasi berarti belum makan)

10. Street Performancenya keren-keren

Ngamen sambil jualan CD music karya mereka 

Awalnya sempat bingung, ada kerumunan apa di tengah outdoor area antara Pitt street mall dan Westfield. Ketika didekati, ternyata orang-orang mengerumuni street performance yang lagi asyik memainkan lagu. "eh ada pengamen juga yah di Sydney?" pikir saya saat itu. Ternyata bukan hanya sekedar "mengamen", semua street performance yang ada di Sydney harus memiliki izin khusus untuk melakukan aksinya. Ada biaya tahunan yang harus mereka keluar untuk iuran izin yang menurut info teman saya untuk zona tempat mereka beraksinyapun sudah ditentukan. Tidak hanya pemusik saja, namun ada juga pelukis, pesulap, hingga orang yang akting menjadi patung (duh jadi inget di Kota Tua, Jakarta yah). Gimana yang ga punya izin? jika ketahuan oleh ranger, street performance tersebut bisa kena denda.

Pelukis ini bagi-bagi hasil karya secara gratis

Info Penting lain :

Bahasa yang digunakan - English
Time Zone - GMT +10, saat daylight saving time GMT +11
Country Code - +61
Electrical Socket - Type I
Water tap - Drinkable

Baca juga postingan seru lainnya seputar culture shock di Australia:

Efi Yanuar - Menjadi Ratu di Negeri Orang
Hilal -  "Iiihhh.. Tempat Pipisnya kok gitu sih??" Gegar Budaya (Culture Shock) Di Australia
Hendra - Kerja di Australia itu... (Balada WHV di Australia part 2)

Share
Tweet
Pin
Share
23 comments
For the very first time, I co-produce an Infographic on Tips to help you pack for a trip, Check this one out :

Tips to help you pack for a trip
Co-produced by :Rebateszone & Geret Koper
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments

Here are some pictures on quick guide - things to do in Osaka:

Universal City



I really enjoyed my time during trip in Kansai area, we spent around 4 nights in Osaka although we also traveled to another cities near Osaka. There is theme park in Osaka called Universal Studio, but in case you are not a theme park person, well at least you still can visit this area at night to enjoy the light and shopping center on this area.

Pokemon Center & Tokyu Hands - Daimaru Shopping Mall




As a cartoon lover especially Pokemon, this is become a must visit place for me in Osaka :), meanwhile Tokyu Hands is the right place to buy unique and cute knick knacks from Japan.

Tempozan City - Ferris wheel

At Noon

At night
Actually there are two famous ferris wheels in Osaka, the one is in the heart of the city with red color called HEP five and second one is Tempozan Ferris Wheel which is bigger than than HEP Five with rainbow colors. 

Osaka Kaiyukan Aquarium

The 7 stories aquarium building

colorful fishes 

 one of my favorite jellyfish

At first, this place was not on our itinerary during our trip in Osaka, but when we have plenty free time finally we decided to add this place to our list. I must say this is quite unique aquarium I ever visited. They create an entertaining aquarium in a-not-so big area by using building's height to add more area inside. When you enter this aquarium, the escalator will bring you up to 7th floor where you will start your journey. From that point, Kaiyukan Aquarium creates more than 1 kilometer track down to level 1.  

Dotonbori Shopping Area




Dotonbori is famous for its shopping arcade and Glico man. Most of the visitors will visit this place at night to see the various city light in this area.

Osaka Castle

an eight stories green castle - Osakajo

Admission tickets

Osaka castle which called Osakajo by local people is located in the center of Osaka. We can learn the history about this 8 stories building and a war in Azuchi-Momoyama period inside. The park in Osaka castle area is famous for its cherry blossom picnic spot.

Umeda Sky Building

Umeda Sky Building from Osaka Station

View from Umeda Sky Building 

 Escalator to the top
Share
Tweet
Pin
Share
18 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    9 months ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    2 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    3 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    9 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    5 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    3 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    8 months ago
  • The TraveLearn
    Pengalaman Menikmati Sunset di Beach Club Bali yang Bikin Liburan Terasa Lebih Spesial
    1 week ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates