• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Weekend well spent, mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan keseruan aktifitas weekend saya kemarin. Sebagai anak yang besar dengan cerita Detective Conan, suka dengan film Sherlock Holmes (saya ga jago baca bukunya, anak komik banget), suka main SUDOKU dan jagoan TTS (teka-teki Silang) rasa penasaran saya mencuat begitu tau ada escape room game seru ada di Jakarta.

Apaan sih Escape room game? Ini adalah sebuah permainan berkelompok di mana kita akan dikunci disebuah ruangan dan harus menyelesaikan sebuah misi atau menjawab sebuah misteri dari clue-clue yang disediakan untuk dapat keluar dari room tersebut atau memecahkan misteri tersebut.

Permainan Escape Room sendiri sudah ada agak lama ada di Jakarta, tapi sayanya ga pernah berani buat ikutan main. Beberapa tema Escape Room yang ada di Jakarta dulunya lebih didominasi dengan cerita misteri seperti pembunuhan dan zombie-zombiean, sedangkan saya anak cemen yang nonton film setan aja suaranya musti dihilangin dulu, Udah dihilangin aja ngeliat setannya muncul masih kaget. Pernah juga ngajak teman main ke escape room game, tapi ujung-ujungnya malah café hopping di Kemang (aku anaknya gampang terbujuk, hahaha)

Karena akhirnya tambah penasaran, beberapa hari yang lalu saya mengajak beberapa teman untuk mencoba Escape Room Game baru bernama Chronosphere yang berlokasi di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Oke, tempat mainnya sudah ketemu, teman bermainnya sudah kumpul berarti sisanya tinggal mengumpulkan niat dan mental.

Ruang tunggu Chronosphere

Begitu masuk lobby Chronosphere saya dan teman-teman sudah dikejutkan dengan desain interior yang tematik. “Ihh gue berasa ada di NASA secret base” *padahal ngeliat bentukan kantor NASA aja belum pernah, hih.


Sebelum permainan dimulai, kami boleh menyimpan barang-barang bawaan kami di loker yang sudah disediakan. Briefing untuk penjelasan cara bermain dan alur ceritapun dilakukan di ruang depan. Untuk permainan Chronosphere Level 1 The Genesis "Heart of Chronosphere" para pemain bertindak sebagai guardian of time yang diundang pria tidak dikenal untuk membantunya menyelesaikan sebuah misi. Intinya kami harus menyelesaikan teka-teki demi untuk menemukan "Heart of Chronosphere". 

Untuk memecahkan semua teka-teki yang ada di ruangan ini, kami  berlima berpegangan pada sebuah buku yang ditinggalkan sebuah buku oleh Professor C. Intinya kami harus putar otak untuk memecahkan misteri yang ditinggalkan professor tersebut demi terpecahkannya kasus dan membuat kami keluar dari ruangan dengan selamat.

Buat kami berlima yang belum pernah sama sekali bermain di Escape Room, ini menjadi hal baru dan tantangan tersendiri ketika akhirnya harus "dikunci" di sebuah ruangan dan baru bisa keluar setelah waktu habis atau misi terselesaikan. Awalnya kebingungan apa yang harus kami lakukan di dalam ruangan tersebut, ditambah lagi kondisi belum makan dan waktu menunjukan pukul setengah 12 siang. Saran saya, jangan masuk mulai bermain dalam kondisi lapar yah, karna hanya akan menambah kemalasan dan kegalauan untuk memecahkan teka-tekinya hahahahah. Sebagai informasi tambahan, seluruh petunjuk yang ada di game ini menggunakan bahasa inggris dan setiap level para pemain akan dibantu "hint" sesuai jumlah pemain.  

Penasaran sama alur cerita dan game serunya? langsung cobain aja main. Setelah selesai bermain, entah itu berhasil memecahkan misteri atau kehabisan waktu, masing-masing pemain akan diberikan sebuah kartu yang berisi record tentang permainan kita saat itu. Mulai dari nama, level permainan, hingga pencapaian. Kalo sudah berhasil menyelesaikan level 1, pencapaian yang tercatat adalah lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan misi.


Exit room juga akhirnyaaa


muka-muka lelah dan lapar abis mikir

Saat ini Chronosphere sudah memiliki 2 3 episode, episode 1 The Genesis (ini yang saya dan teman-teman mainkan), episode 2 LightBringer dan episode 3 Enigma. Chronosphere sendiri berencana memiliki hingga 6 episode. *aah ga sabar mau coba episode 2 nya*

Be a Guardian of Time and Let’s Experience Time Travel at Chronosphere Indonesia!


NEW PRICE [UPDATED]


[UPDATED]

Chronosphere Escape Game Episode 2 dan 3

Episode 2 Lightbringer - Beyond The Darkness

Jika di episode sebelumnya para pemecah teka-teki diharuskan menemukan sebuah inti untuk menghidupkan mesin waktu dan keluar dari ruangan, di episode selanjutnya ini kalian akan dibawa oleh mesin waktu ke masa lampau dan ditantang untuk membantu Thomas Edison menciptakan lampu dan membebaskan dunia dari kegelapan.

Episode 3 Enigma - The Shadow of The Mastermind

Kalian akan kembali menjelajah ruang dan waktu, jika di episode sebelumnya kalian mendapatkan misi untuk membantu Edison menemukan lampu, di episode ke 3 kalian akan dibawa ke tahun 1945 untuk menyelesaikan misi di Germany Headquarter, *oke it's getting excited, I just can't wait to play it again*

 Jl. Tanjung Duren Utara IV No.450
IG : chronosphere.id
Twitter : chronosphere.id
website : www.chronosphere.id
Share
Tweet
Pin
Share
12 comments

Masih teringat jelas chat di aplikasi whatsapp saya dengan salah seorang food blogger kenalan saya yang berasal dari Penang,

Fyi, dia chatnya pake bahasa inggris, tapi aku translate aja biar lebih cihuy.
Her : "Mei, aku jadi ke Jakarta yah akhir Mei ini"
Mei : "yeaayyy, mau diajakin ke mana aja nanti?"
Her : "Udah punya beberapa list cafe lucu-lucu sih, tapi teman aku nanya tempat beli oleh-oleh di mana ya? ada ide? tempat yang seperti Pasar Seni KL misalnya"
*JLEB* saya terdiam cukup lama sambil berpikir keras dalam hati. Selama ini kan saya ngga pernah beli oleh-oleh khusus, well kecuali dari luar daerah. 
Mei : "Ada tempat Sarinah sama Alun-alun of Indonesia sih di dalam mall tapi"
Her : "Di dalam Mall? pricey yah pasti"
Mei : *diem ngangguk* "Iya agak mahal pastinya, aku ga tau lagi soalnya euy"

Pernah kebingungan kayak gitu juga? ternyata bukan saya aja loh yang kebingungan setengah mati pas ditanya di mana tempat oleh-oleh khas Indonesia di Jakarta. Sebelumnya saya sudah sempat bertanya ke beberapa teman, namun jawaban mereka rata-rata sama, ujung-ujungnya si ke dua tempat di mall itu. 

Ternyata jika teman-teman bingung mencari oleh-oleh khas dari seluruh Provinsi di Indonesia, SMESCO Indonesia jawabannya. Hal ini juga baru saja saya ketahui minggu lalu sih. Gedung SMESCO berada dibawah naungan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), gedung yang berada di pinggir jalan MT. Haryono ini sebetulnya sudah lama saya sadari keberadaannya, tapi selama ini saya hanya tau tempat itu kerap dijadikan sebagai tempat pameran atau gedung tempat pernikahan. Di dalam gedung ini terdapat UKM Gallery, Paviliun Provinsi, dan yang sedang dibangun adalah Galeri Indonesia Wow.

UKM gallery

Saya sempat kaget begitu mengetahui ruang ini ternyata sudah diresmikan dari tahun 2009, mennn kemana aja saya selama ini? Di ruangan yang terdiri dari 2 lantai ini, berisi berbagai produk-produk kerajinan, dari batik tulis, aksesoris dari manik-manik, hiasan dari perak, kain-kain songket hingga radio bergaya vintage hasil karya anak bangsa.
UKM Gallery ini buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 9 malam, barang-barang yang dijual di tempat ini berasal dari UKM yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia.

Cakep banget yah warna-warni baju batik anaknya

Salah satu produk favorit aku, si radio kayu dengan model vintage
Share
Tweet
Pin
Share
30 comments

On my previous posts, I have shared with you about my culinary experiences on Lebanese food, American Grill BBQ, Japanese Deep fried skewers, many great Indonesian Local Food and restaurant hopping in several cities of Indonesia. Now I'm taking you to Southern Europe via this culinary experience at Gyros Alley. 


pic taken by kak Vira

Gyros Alley's blue door had caught my attention previously when I was passing and it instantly reminded me of the famous blue and white Santorini's buildings (though actually I haven't visited Greece yet, LOL). You can also find a piece of Greece inside the restaurant. My favorite was the mural on the lower level. 




It was my first time eating Greek food. Some of my friends said that Greek food has so much in common with Lebanese and Turkish food, from its Baklava, Falafel, Fatayer, Kebab and many more. Well, in Greek cuisine this "kebab" menu is called Gyro or Gyros, which is the main menu of this restaurant. Gyros Alley is located on Panglima Polim Area, South of Jakarta. This area is known for its restaurants where young people hang out, from Mexican, Japanese, Korean, Spanish, Italian up to this new Greek restaurant. I came to Gyros Alley with my fellow bloggers to attend a travel blogger break-fasting event.

Let's try GREEK Food at Gyros Alley. 


As appetizer, I was tried Falafel, Calamari Rings and Spinakopita. Falafel is fritter balls of chickpeas and herbs, while Spinakopita is fried triangle-shaped pastry with spinach and feta cheese filling. These appetizers were served with green mixed veggies and Tzaziki, dipping sauce made of yoghurt with cucumber and garlic puree (on Turkish cuisine it's called Cacik). 

Falafel

For main course, I was tried their Beef Mousaka and Gyros Souvlaki Chicken. Greek Beef Mousaka is an oven-baked layer dish consists of ground meat & eggplant casserole with savory custard on top. It has a similar taste with Lasagna and this one is my favorite. It's a little bit different with Beef Mousaka that I tried previously in Arabian Food. The Arabian Beef Mousaka did not have eggplant in it. Gyros Chicken (kebab-like) is a charcoal roasted chicken with Tzaziki sauce, tomato and onion wrapped in Pita Bread. Gyros Alley serves 3 choice of Gyros; Lamb, Chicken and Vegetarian. For Lamb Gyros/Kebab, they use young lamb (I forgot how young specifically, will update on it soon) and grill it for hours. No wonder the meat was so tender. 

Beef Mousaka

Gyros Souvlaki Chicken

Gyros Platter Chicken

For the drink, I ordered Iced Lychee Tea and Gyros Alley's healthy juice in a bottle. I chose the Pure Orange one. You might want to try Gyros' other healthy juices with some unique names like Zeus Lightning Bolts (starfruit, orange, cucumber, pineapple), As The Story Goes (watermelon, mint, apple), Magical Green (green kale, pineapple, cucumber, pak choy) and Cassandra Potions (watermelon, strawberry, pineapple). 


Pure Orange

Actually their special drinks are Lassi and Kombucha, unfortunately I haven't tried any of those. Lassi is a traditional yoghurt-based drink. What makes Gyros Alley's Lassi special is that? it's made of Homemade Kefir, not the regular yoghurt. I can't wait for another visit to Gyros Alley to try these drinks.

Do you wanna try Greek food without leaving Jakarta? Please come to Gyros Alley

*Most of the pictures taken by Tama

Gyros Alley
Jl. Panglima Polim IX no 8
Jakarta Selatan
Twitter | Instagram
Share
Tweet
Pin
Share
15 comments
Punya rencana mau mampir ke Jakarta dalam waktu dekat ini? atau ada teman dari luar kota atau luar negeri yang mau mampir ke Jakarta? Bingung mau rekomendasiin tempat makan yang banyak makanan Indonesia dan juga makanan luar sekaligus? 

Biasanya beberapa tempat makanan favorit di Jakarta berada di beberapa tempat terpisah, nah pasti repot kan kalo musti ajak keluarga atau teman-teman yang memiliki kegemaran makanan yang berbeda. Biar bisa tetap ngobrol dan makan bareng-bareng namun dengan menu yang bisa dipilih masing-masing, coba aja ke food court rekomendasi saya berikut ini. Hampir setiap mall besar sebenarnya memiliki food court sendiri, tapi saya pilih food court, yang tidak hanya memiliki banyak menu makanan dari resto-resto favorit, tapi juga mempunyai interior cantik dan beberapa tempat ini juga menyajikan makanan dengan presentasi yang cantik (biar bisa tetep eksis di Instagram dan Path kan).

1. DapuRaya
sumber : Facebook Page DapuRaya 

Share
Tweet
Pin
Share
12 comments

Do you know the hipster Crab Restaurant called Holy Crab in Gunawarman, South of Jakarta? Have you tried it? to be honest I have not, lol. Well because I'm allergic to seafood, so I'm afraid with it. But fortunately right now, under the same flag Ersons Food, Holy Smokes was born and located near to Holy Crab too and I can try it because it isn't seafood *Put smile on my face*.

Share
Tweet
Pin
Share
9 comments

Bulan yang paling saya sukai dalam setahun akhirnya datang juga, kenapa Ramadhan menyenangkan? karena biasanya di bulan ini bakalan ada acara bukber (buka bersama) dengan teman-teman lama, dan di bulan ini juga biasanya sebagian besar restaurant di Jakarta memiliki menu spesial untuk berbuka puasa.

Di minggu pertama bulan ramadhan ini saya berkesempatan buka puasa bersama beberapa teman foodies di Restaurant Sana Sini, Hotel Pullman Thamrin Jakarta. Katanya di sini menyediakan makanan spesial selama sebulan penuh loh, and you know what? they served LEBANESE CULINARY, to be honest I never try Lebanese food before, and yes I was so excited, wait I was too excited. Ternyata selama bulan Ramadhan ini, Sana Sini Restaurant mendatangkan secara khusus chef Yehia Al-Arab yang memang berasal dari Lebanon untuk mengisi menu special mereka. Mulai dari Hummus, Falafel, Fatayer, Tablouleh, Ttaziki hingga menu makanan berat seperti Shawarma, Slow roasted lamb ouzi dan masih banyak lagi.


Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
Mungkin untuk sebagaian teman-teman yang tinggal di Jakarta ada yang merasa Taman Mini Indonesia Indah alias TMII adalah tempat yang membosankan, tempat untuk anak-anak, atau tempat untuk pencinta museum. Mau apapun kata orang, saya selalu punya pendapat sendiri tentang tempat ini. Mungkin saat ini kondisi beberapa anjungan-anjungan provinsinya tidak dalam kondisi prima, beberapa museum ada yang seperti tidak terawat, tapi lagi-lagi tempat ini menarik dan selalu menyenangkan untuk hunting foto. 

Banyak loh spot foto menarik yang apabila diambil dari angle yang baik dapa menghasilkan foto-foto bagus. Bahkan ada beberapa teman yang tidak sadar kalo ini ada di Jakarta, yup hanya di TMII.


Berikut ini beberapa spot menarik untuk foto-foto di dalam TMII


1. Anjungan Provinsi









Share
Tweet
Pin
Share
26 comments

Buat saya, tidak pernah ada kata terlambat untuk bersenang-senang, bahkan di tempat seprti Kidzania sekalipun, Oke ngga perlu ditanya lagi, usia saya memang sudah tidak dalam kategori anak-anak ataupun remaja usia 17 tahun kebawah. Namun, berkunjung ke Kidzania meskipun itu hanya menemani adik atau keponakan, selalu menjadi hal yang menyenangkan, Kenapa? Karena waktu saya kecil yang kaya begini belum ada *cemberut di pojokan*

Daftar harga dan durasi Weekdays, Weekends dan Holiday Season

Share
Tweet
Pin
Share
12 comments

Apa itu Quick Shabu? 

Mungkin itu hal pertama yang terlintas begitu pertama kali melewati gerai makanan Jepang yang terletak tidak jauh dari rumah. Kalo rumah makan yang menjual menu shabu-shabu, rasanya udah biasa sih, nah ini Quick Shabu, penasaran juga sih. 

Sebelum akhirnya beneran nyobain quick shabu, saya udah beberapa kali ke Yukai untuk menyantap menu sushinya, sushi favorit saya di sini adalah Yukai roll dan Crunchy Salmon Roll. Restoran Yukai Shabu Sushi ini memang tidak memiliki ruang makan yang besar, tapi percaya deh hommy banget di sini, biasanya kalo lagi ga ada kerjaan dan pengen makan sushi, saya suka mampir di sini sambil ngabisin waktu nonton film *ehh ketauan deh kelakukannya*.

Set Wagyu Quick Shabu

Setiap pengunjung yang memesan menu Qucik Shabu akan mendapat set seperti di atas, satu mangkuk Ponzu sauce, satu mangkuk daging wagyu dan sayuran-sayuran yang sudah masak dan disajikan dengan air panas, serta satu bumbu pelengkap yang berisi irisan cabe, irisan daun bawang, dan bawang putih yang dihaluskan.

Nah kalo biasanya makan shabu-shabu itu mengharuskan pengunjung untuk memasak terlebih dahulu bahan-bahannya (sebenarnya sedih juga yah, udah bayar, masih aja direpotin masak sendiri :P), di Yukai Shabu Sushi begitu di served sudah langsung ready to eat, wiiihiiii.

Caranya?


Masukan bumbu pelengkap sesuai selera ke dalam Ponzu sauce khas Yukai, lalu mulai masukkan sayuran, wagyu, baso, tahu, udon ke dalam Ponzu dan bisa langsung dilahap. Terserah aja kok mau mulai makan yang mana dulu, mau Wagyunya dulu ataupun sayurannya dulu, kalo saya sih biasanya prefer Wagyu terakhir (save the best for the last LOL). Yap dan saya percaya kalo Yukai ini the first quick shabu in town sama seperti taglinenya.Selain Wagyu, menu Quick Shabu lain yang tersedia diantaranya Salmon, Mix Seafood, dan Beefball Seafood Tofu dengan harga mulai 42 ribu - 65 ribu rupiah. 

Wagyu Quick Shabu

Salmon Quick Shabu

Mix Seafood Quick Shabu

Selain si Quick shabu di atas, saya juga sempet nyobain beberapa menu baru mereka yang ga kalah enaknya. Dulu pernah sekali nyobain chicken katsu yaki udon pas menu barunya launching gara-gara ada promo diskon 50% cuma pake upload di Instagram (hihihihi anak diskonan) dan ternyataa enaaakkk :3 jadi nagiihhh. Level pedesnya juga bisa request, dari level 0 - level 11, kalo saya sih biasanya pesan yang Level 0 atau Level 1, (hahaha iyaa maaf yah agak cupu kalo soal makanan pedes). Udonnya kenyal dan chicken katsunya gede plus crispy, aduh kalo ngebayangin jadi laper lagi. Ada juga Vegan sushi combo yang berisi wakame roll dan temaki yang isinya sayuran semua, lalu ada lagi Calfornia roll combo yang isinya 8 pieces, 4 pieces California roll dan 4 pieces California roll with Unagi (sttt potongan Unaginya gede loh, puaass).

Buat yang mau makan nasi (Indonesia banget kan) Yukai Shabu Susgi juga punya rice set kok dan pilihannya juga banyak. Yang biasa saya pesan sih Wagyu Yakiniku set (maksimal level 1) as always wagyunya empuk banget dan bumbu yakinikunya juga pas banget *ihh berasa nyokap yang masaakk*. Menu Yakiniku set ini juga ada beberapa macam, Wagyu Yakiniku, Spicy Wagyu Yakiniku dan Chicken Yakiniku. Bisa dipesan ala carte ataupun set, nah untuk menu setnya udah lengkap dengan nasi dan gorengan dan lagi-lagi untuk level kepedasannya juga bisa request dari Level 0 - Level 11.

Vegan Sushi Combo

California roll combo



Left: Wagyu Yaki Udon
Right: Chicken Katsu Yaki Udon

Wagyu Yakiniku Set

Dessert Special

Kalo biasanya saya cuma pesan Matcha atau Ogura Ice Cream sebagai makanan penutup, ternyata saat ini Yukai juga punya menu Dessert baru yang unik banget. Namanya Banana Katsu Roll with Ice Cream, Can you imagine? fried banana roll with cheese, nutella, almond and served with ice cream? *mouth watering* I don't know what to say, bahkan akhirnya sambil ga tau malu malu-malu saya minta izin ke teman-teman buat ngabisin banana rollnya hahahahah. Mau order ini juga? wait until weekend yah, karena menu ini memang spesial hanya bisa di order setiap weekend.

Banana Katsu Roll with Matcha Ice Cream

Yukai beroperasi setiap Selasa - Minggu dari jam 11 pagi hingga 11 malam, setiap SENIN restaurant ini tutup. Restaurant ini sendiri berlokasi di jalan Gunawarman, dan berada satu areal dengan beberapa restoran lain seperti rumah makan Phinisi, Woot Coffe shop dan Martabak Boss. Sekarang jadi tau kan tempat favorit saya untuk menyantap makanan Jepang yang non mall. Nah, kalo mau baca review Yukai Shabu Sushi yang sebelumnya bisa cek di sini

Overall, I always enjoy my visit to Yukai Shabu Sushi Resto, I love the ambiance, their kind and humble staffs, their yummy food :) (ahh too bad tomorrow is Monday). Udah ga keitung rasanya orang-orang yang berhasil saya hasut buat makan di tempat makan ini dan akhirnya ikutan suka juga :)

Yukai Shabu Sushi
Jl. Gunawarman No.75
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Web | Instagram | Twitter
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Since I live around this neighborhood, So whenever there were newly opened restaurant I'm excited to come and try. So here they are, 5 newly opened restaurant in Senopati area and I bet they will be famous soon, or maybe they're famous already.

1. Pao Pao - Liquor and Dimsum


Basically they served dimsums, there were many dimsums selection from steamed, fried and baked. Most of the beverages served in Pao Pao were liquor but no worries you can also find non alcohol drink like tea, flavored tea, juices and coffee. Their coffees came from Giyanti Coffee roastery which is really famous for their great coffee. It located at Jl. Senopati Raya no 16, South Jakarta.

2. Arasseo - Soju Bar and Eatery

Upper left : Strawberry mocktail
Upper right : Ojingo Bokkeum (Stir fried squid in spicy sauce)
Lower left : Tobiko eggrolls
Lower right : Green tea pat bingsu

I loved this resto because of this simple, clean and white interior not to mention their wall texture that made me feels like dining inside an igloo. They served Korean food selection such as; ddeokbokki, dakgangjeong, kimchi and bulgogi. Their tobiko eggrolls was really nice but it think it too pricey for me.It also located at Jl. Senopati Raya no 16, South Jakarta.

3. Moi Bistro - French and Vietnamese

Upper right : Roasted lemongrass chicken
Lower left : Hot Vietnamese Coffee drip
Lower right : Fried spring rolls

Although Moi bistro was not too spacious, but I like the ambiance they offered. This restaurant dominated with black and red colors along with beautiful tiles and chandeliers. Again, their menu quite pricey for me, but it only costed you around 25k for their Vietnamese coffee drip, you should try it. It located in Jl. Gunawarman No. 71 - South Jakarta

4. Amber - Chocolate and Bar

photo credit : Astri Akuanbatin, visit her zomato profile
Upper right : Chocolate assorted 
Lower left :Tazmanian Salmon 
Lower right : Chocolate Melt

Actually I was waiting for this restaurant for long, I fell in love with this exterior at the first sight. They have three storey, on the first floor you would find Pastry Boutique, on the second floor there's library theme dining room and on the rooftop you'll find Bar. This restaurant also served pork.

It feels like I traveled around the world and filled my stomach  with those Chinese, Korean, Vietnamese, Korean and French food, though I never left Jakarta. From my experience, if you want to hang out with friends and dinner with a great menu and affordable one, you can try Pao Pao. They have Dimsum packages with only 100K we could get 12 pieces of fried dimsum or 16 pieces of steamed dimsums not to mention their delicious and generous filling Xiao Long Bao, and their lychee flavored tea served with popping bubbles. Most of these restaurants offer a quite dark to dark dining area at night, so if you don't really like that ambiance you should choose Arasseo or Amber. Money to spend? All of these restaurant most likely make you spend around up to/more than 100K rupiah for 1 person.   


Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
This post consists of many pictures of Jakarta in Black and White, it was not a photo project. I usually taking pictures of my neighborhood. Some photos are coming from my stock photos during staycation tour. Hope you will enjoy it.

Good Morning, Jakarta!
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Di postingan Taman Jakarta kali ini, saya mau bahas taman di daerah Barat Jakarta yang ternyata seru buat piknik. Eh ini beneran loh, kenapa cocok buat piknik? karena luas tamannya dan banyaknya pohon rindang. 

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments



Tahu kah kamu kalau nama "BEOS" pada stasiun Beos merupakan kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg yang ternyata merupakan nama perusahaan kereta api swasta periode Hindia-Belanda? 

Tahu kah kamu jika tanggal 28 September diperingati sebagai hari Kereta Api ?

Saya termasuk orang-orang yang belum tahu dua hal tersebut sebelum saya mendatangi pameran kereta api yang diselenggarakan Perusahaan Kereta Api Indonesia dan Erasmus Huis minggu lalu. Pameran yang diselenggarakan dari tanggal 24 September hingga 20 Oktober lalu ini berjudul "The History of Indonesian Railways".

Share
Tweet
Pin
Share
13 comments


Share
Tweet
Pin
Share
8 comments

Entah mengapa sejak pertama kali melihat Gereja ini, saya merasa seperti berhadapan dengan sebuah istana megah. Arsitekturnya yang khas dan pepohonan rimbun disekitarnya, saya seperti kembali ke abad pertengahan dan akan mengunjungi istana tempat tinggal para raja, ratu, pangeran dan putri.

Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Setiap pulang lembur dari kantor, rute yang saya lewati menuju rumah biasanya melewati jalan Barito. Hal ini juga yang membuat saya penasaran dengan taman ubur-ubur yang sering saya lewati di daerah tersebut. Eh iya ternyata namanya Taman Ayodya, bukan taman ubur-ubur, kenapa saya namakan ubur-ubur? Ini karena setiap saya melewati taman tersebut dan biasanya malam ada beberapa lampu lucu berbentuk ubur-ubur yang terletak di kolam buatan di tengah taman. Lampu ubur-ubur biru ini selalu menarik perhatian saya. 

"Kapan-kapan wajib main ke taman ini" ucapku dalam hati.

Kalo di Cikarang ada Pasimal (Pasar Siang Malam), di Jakarta kita juga punya Tasimal (Taman Siang Malam), Kenapa? Karena mau siang ataupun malam Taman ini tetap ramai pengunjung.

Akhirnya kesampaian juga main ke taman ini, sebelumnya saya sempat main ke Taman Menteng yang memiliki tempat bermain dan olahraga. Sepertinya di taman ini lebih diperuntukan untuk kumpul-kumpul bersama teman atau jalan-jalan sore bersama keluarga. Jumlah tempat duduk yang ada di Taman Ayodya jauh lebih banyak ketimbang di Taman Menteng. Jalan setapak yang memutari taman juga ada 4 macam, dari jalan setapak diluar taman, ditaman bagian atas, turun sedikit masih ada jalan setapak memutar juga dan terakhir jalan setapak dibagian bawah.

Share
Tweet
Pin
Share
9 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • Cantiknya Musim Semi di Sydney
    Untuk di negara-negara yang memiliki empat musim, musim semi alias spring ini biasanya ditandai dengan mekarnya bunga-bunga dan mulai m...
  • Cafe & Restaurant Hopping in Yogyakarta
    Bukan cuma Jakarta dan Bandung aja yang lagi kebanjiran restoran dan cafe tempat nongkrong seru, Yogyakarta juga ngga mau ketinggalan. Saat...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    10 months ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    4 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    11 months ago
  • Mari Melantjong!
    Persepolis, Kali Ketiga
    6 days ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    5 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    9 months ago
  • The TraveLearn
    Kota Tua Jakarta: Menyusuri Jejak Sejarah di Tengah Ibu Kota
    6 days ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates