• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Di negara-negara maju, subway atau kereta bawah adalah salah satu moda transportasi yang umumnya tersedia dan digunakan jutaan orang tiap harinya. Tidak hanya warga lokal, subway juga menjadi transportasi favorit turis karena cepat, murah, dan menjangkau hingga sudut kota. Akan tetapi, ada beberapa rute subway yang cukup rumit yang bisa membuat pusing para turis, salah satunya seperti yang ada di kota Tokyo. Citylab.com bahkan mengatakan bahwa sistem subway Tokyo merupakan rute paling rumit ketiga di dunia, di bawah New York dan Paris.

Tokyo Sky Tree - stasiun terdekat Oshiage (Tokyo Metro Hanzomon line & Toei Asakusa line)

Nah, sebelum pergi ke kota yang memiliki landmark Tokyo Tower dan Tokyo Sky Tree ini, ada beberapa informasi mengenai Tokyo Subway yang perlu kalian ketahui dan juga tips untuk memudahkan perjalanan kalian selama menggunakan subway.

1. Kenali berbagai jalur kereta dan perusahaan yang mengoperasikannya

Tokyo Subway diperasikan oleh dua operator berbeda, yaitu Tokyo Metro dan Toei Subway. Masing-masing operator tersebut memilik jalurnya sendiri. Tokyo Metro terdiri dari sembilan jalur, yaitu Ginza, Marunouchi, Hibiya, Tozai, Chiyoda, Yurakucho, Hanzomon, Namboku, dan Fukutoshin line sedangkan Toei Subway terdiri dari empat jalur, yaitu Asakusa, Mita, Shinjuku, dan Oedo line.

Kalau kalian ingin menggunakan tiket terusan harian (1-Day Open ticket), kalian dapat terlebih dahulu merencanakan jalur yang akan digunakan dalam satu hari tersebut. Tiket terusan untuk jalur-jalur Tokyo Metro saja dapat dibeli seharga 600 yen sedangkan untuk gabungan Tokyo Metro dan Toei Subway harganya 1000 yen. Tiket ini dapat diperoleh di vending machine di stasiun mana saja. Kalau pandai menggunakannya, kalian bisa menghemat beberapa ratus yen dibanding menggunakan e-money seperti Pasmo atau Suica. 

2. Rencanakan perjalanan dengan bantuan Smartphone

Unduh aplikasi route planner supaya tidak perlu pusing lagi mencari tahu cara pergi dari titik A ke B di peta yang rumit. Aplikasi Tokyo Metro Subway Map & Route contohnya, dapat menampilkan rute tercepat atau rute dengan paling sedikit transit yang dapat kalian ambil. Selain itu, ada juga Tokyo Subway Navigation for Tourists yang memiliki tampilan sederhana tapi memiliki informasi yang sangat lengkap, seperti rute, waktu tempuh, dan tarif perjalanan. Berita baiknya, aplikasi ini dapat juga digunakan secara offline dan menjadi poin plus bagi travelers yang tidak memiliki paket data atau tidak menyewa pocket wifi, karena tidak banyak tempat di Tokyo yang menawarkan koneksi wifi gratis.

Edo Tokyo Museum - stasiun terdekat Ryogoku (Toei Oedo line, exitA4)

3. Catat pintu Exit-mu

Saat menggunakan subway untuk mengunjungi lokasi wisata tertentu, sebelumnya jangan lupa untuk mencatat pintu keluar terdekat dari tempat yang dituju. Hal ini dikarenakan rata-rata tiap stasiun memiliki lebih dari satu pintu keluar dan jika salah memilih exit bisa-bisa kita tersasar sangat jauh dari tempat yang sebenarnya kita tuju. Biasanya stasiun-stasiun besar seperti Shibuya memiliki papan informasi dan panduan arah dalam bahasa inggris yang cukup jelas mengenai pintu keluar mana yang harus dipilih untuk menuju lokasi tertentu. Namun jika kalian ingin mendatangi tempat-tempat yang tidak terlalu touristy, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu pintu keluar mana yang paling dekat ke lokasi tersebut. 

4. When in Rome, do as the Romans do

Bagi travelers yang juga pengguna commuter line jakarta (kereta jakarta), mungkin sudah terbiasa dengan pemandangan orang-orang yang mengobrol atau menelepon di dalam kereta. Nah, dua kebiasaan ini sebaiknya dihindari saat menggunakan subway di Jepang. Mengobrol dengan teman tidak dilarang tapi usahakan untuk tidak terlalu berisik dan menggangu penumpang lain. Selain itu, di dalam kereta penumpang diharapkan untuk mengatur ponsel mereka ke dalam mode senyap (silent) atau manner mode. Berbicara di telepon merupakan hal yang dianggap tidak sopan dilakukan di transportasi umum tapi tenang saja, kegiatan-kegiatan lain seperti chatting atau main game boleh kok dilakukan. Oh ya, saat menggunakan eskalator di stasiun di Tokyo, berdirilah di sisi kiri eskalator jika hanya akan berdiri selama menggunakan eskalator karena sisi sebelah kanan diperuntukkan bagi orang yang berjalan. Kalau kalian berdiri di sisi kanan namun berdiri diam, kalian bisa menghalangi orang yang sedang terburu-buru mengejar kereta.

 Kaminarimon Sensoji Temple - stasiun terdekat Asakusa (Tokyo Metro Ginza line exit 1)

Tulisan ini merupakan guest post dari Halida Aisyah, thank you udah meramaikan geretkoper :3



Halida A.
Sangat suka berburu makanan manis, buku, dan festival. Senang bersepeda di mana saja. Baru pernah tinggal di Indonesia dan Jepang, tapi menganggap seluruh dunia adalah rumahnya.
Twitter: @___rubyslippers
Instagram: @___rubyslippers
Share
Tweet
Pin
Share
19 comments

Here are some pictures on quick guide - things to do in Osaka:

Universal City



I really enjoyed my time during trip in Kansai area, we spent around 4 nights in Osaka although we also traveled to another cities near Osaka. There is theme park in Osaka called Universal Studio, but in case you are not a theme park person, well at least you still can visit this area at night to enjoy the light and shopping center on this area.

Pokemon Center & Tokyu Hands - Daimaru Shopping Mall




As a cartoon lover especially Pokemon, this is become a must visit place for me in Osaka :), meanwhile Tokyu Hands is the right place to buy unique and cute knick knacks from Japan.

Tempozan City - Ferris wheel

At Noon

At night
Actually there are two famous ferris wheels in Osaka, the one is in the heart of the city with red color called HEP five and second one is Tempozan Ferris Wheel which is bigger than than HEP Five with rainbow colors. 

Osaka Kaiyukan Aquarium

The 7 stories aquarium building

colorful fishes 

 one of my favorite jellyfish

At first, this place was not on our itinerary during our trip in Osaka, but when we have plenty free time finally we decided to add this place to our list. I must say this is quite unique aquarium I ever visited. They create an entertaining aquarium in a-not-so big area by using building's height to add more area inside. When you enter this aquarium, the escalator will bring you up to 7th floor where you will start your journey. From that point, Kaiyukan Aquarium creates more than 1 kilometer track down to level 1.  

Dotonbori Shopping Area




Dotonbori is famous for its shopping arcade and Glico man. Most of the visitors will visit this place at night to see the various city light in this area.

Osaka Castle

an eight stories green castle - Osakajo

Admission tickets

Osaka castle which called Osakajo by local people is located in the center of Osaka. We can learn the history about this 8 stories building and a war in Azuchi-Momoyama period inside. The park in Osaka castle area is famous for its cherry blossom picnic spot.

Umeda Sky Building

Umeda Sky Building from Osaka Station

View from Umeda Sky Building 

 Escalator to the top
Share
Tweet
Pin
Share
18 comments

Jepang itu katanya terkenal serba mahal ya? semua jajanan mahal, penginapan mahal, destinasi wisata mahal, transportasi mahal, wuihh semuanya deh. Jujur masih banyak negara yang biaya hidupnya 2x lebih mahal dari kota-kota di Jepang. Berbekal trip saya Oktober lalu ke daerah Kansai, saya mau bagi-bagi tips kece buat menekan budget kamu selama travelling di Negri sakura ini.

1. Cari penginapan yang menyediakan sarapan


bisa buat bekal makan siang juga

Ga mesti hotel kok, di Jepang banyak Hostel yang bagus dan bersih serta menyediakan sarapan. Contoh sewaktu menginap 3 malam di Kyoto, saya cukup beruntung mendapatkan kamar dorm di Piece Hostel Sanjo yang ternyata menyediakan sarapan ala buffet untuk para tamunya. Tanpa malu-malu, saya bahkan memasukkan beberapa roti ke ransel untuk cemilan di jalan atau buat pengganjal perut di siang hari. Di hostel yang kemarin saya inapi, selain roti juga ada salad dan nasi campur tapi tidak bisa dibawa buka bekal, karena saya tidak membawa tempat bekal makan dan jika dipikir-pikir mau beli di sana juga sayang rasanya. Ah iya info tambahan, ada teman yang pernah menginap di salah satu penginapan airBnB ternyata ada juga yang menyediakan sarapan.

2. Sedia Onigiri sebelum kelaparan



Jika tempat penginapan kamu tidak muenyediakan sarapan, jangan berkecil hati masih ada cara lain untuk menghemat biaya makan. Kalo beli bento set di supermarket dirasa masih kemahalan buat budget kamu, salah satu pilihan pengganjal perut lainnya bisa jatuh kepada onigiri. Onigir atau nasi kepal khas Jepang ini dijual di semua supermarket dan minimarket di penjuru Jepang. Serius, nyari Onigiri di Jepang (terutama kota-kota besar) udah semudah nemuin Indomar*t atau alfama**t di Jabodetabek. Selain Onigiri juga ada sushi roll dan Omurice kepal (nasi yang dibungkus telur). Untuk yang tidak boleh makan babi, pilihan paling aman cari yang nasi kepal dengan isian ikan (tuna, bonito atau salmon)


3. Beli makanan di atas jam 5



Ini juga salah satu taktik menghemat biaya makan, bisa untuk makan malam atau disimpan untuk sarapan esok harinya. Beberapa supermarket banyak yang mendiskon harga bento set dan beberapa jenis makanan lainnya ketika waktu menunjukan pukul 5 sore. Tenang, ini hal yang wajar kok dan salah satu cara agar supermarket tersebut juga tidak menyisakan barang dagangan terlalu banyak juga. Sesampai di penginapan bisa disimpan di kulkas dan disantap besok paginya.

4. Pilih-pilih kuil yang ingin dikunjungi



Yapp, seperti yang banyak dari kita sudah ketahui Jepang adalah negri 1000 kuil. Kalian bisa menemukan kuil di hampir seluruh penjuru daerah di Jepang. Dari mulai kuil terkenal yang selalu ramai oleh turis hingga kuil biasa yang hanya didatangi warga lokal. Dari kuil yang berlokasi di atas gunung hingga yang dekat dengan pantai. Kuil yang memiliki areal yang luas hingga kuil kecil. Sebelum ke Jepang, ada baiknya pilih-pilih dulu kuil mana saja yang memang ingin dikunjungi, karena untuk beberapa kuil besar memiliki harga tiket masuk mulai dari 300 - 600 yen.


Sebagai contoh, di Kyoto sendiri ada 5 kuil yang selalu ramai dikunjungi turis seperti Kiyomizudera (400yen), Ginkakuji (500 yen), Kinkakuji (400yen), Sanjusangen-do (600yen), Fushimi Inari (gratis). Ditambah lagi kuil-kuil lain seperti Nijo (600yen), Honganji (gratis), Kodaiji (600yen), Eikando (600yen, namun saat musim gugur 1000yen), Ninnaji (gratis, tapi saat musim sakura 500yen), Ryoanji (500yen), Tenryuji (500yen) dan masih banyak lagi. 


Kebayangkan berapa banyak uang yang musti dikeluarkan hanya untuk masuk ke kuil? yang saya sebutin di atas itu baru Kyoto loh, nah untuk hematnya kita harus benar-benar pilih kuil mana saja yang akan didatangi sehingga bisa lebih menghemat biaya lagi.

5. Beli bus pass, train pass atau subway pass


JR West Pass - hanya mencakupi daerah Kansai aja 

 one day pass ini ada di vending machine atau kadang ada hostel yang jual juga

Beberapa dari kalian mungkin udah banyak yang tahu kegunaan JR Rail Pass untuk travelling di Jepang. Selain JR Rail Pass sendiri, di Jepang banyak banget tipe-tipe tiket pass untuk moda transportasi. Di beberapa daerah yang tidak terlalu banyak jaringan bus dan keretan JR (Japan Rail) ada baiknya kita membeli pass yang sesuai dengan daerah tersebut. Misalnya di Kyoto, JR Pass rasanya hanya lebih berguna hanya untuk mengunjungi Arashiyama dan Fushimi Inari, namun untuk berkeliling kota Kyoto lebih cocok jika kita membeli bus pass atau subway pass. Tarif sekali jalan bus di Kyoto sekitar 230 yen, sedangkan 1 day bus pass dapat kalian beli dengan harga 500yen dan berlaku seharian penuh. Sewaktu saya berkeliling Kansai, saya sempat menggunakan tiga macam pass, JR West Pass, Kyoto bus pass dan 3 day kansai pass

Nanti aku ceritain yah keseruan pake Kansai Thru Pass

6. Jangan mudah tergiur pernak-pernik di vending machine dan gacha machine 


aku mau calpico

Ini salah satu yang bisa bikin kantong jebol saat jalan-jalan di Jepang. Di daerah wisata dan pusat perbelanjaan akan ada banyak vending machine & gacha machine yang berisi makanan minuman hingga barang-brang unik lain. Jika ingin air mineral, sebisa mungkin bawa botol minum dan cari tempat isi ulang air. Namun jika memang tidak memungkinkan, coba cek harga di vending machine terlebih dahulu, waktu itu saya pernah melihat 2 vending machine yang jaraknya tidak terlalu jauh namun harganya bisa beda 50yen (duhh lumayan kan).

Jajan es krim di vending machine

deretan gacha machine di pokemon center Osaka

Gacha Machine juga salah satu yang musti dikhawatirkan, jumlahnya juga banyaaak banget serta diperparah dengan barang-barang lucu yang ada di dalamnya. Tapi kalo dirasa tidak terlalu unik atau penting, sebaiknya jangan dibeli. Saya pernah beberapa kali mengincar mainan lucu di gacha machine tapi emang dasar ga hoki, yang didapat malah jenis mainan yang ga disukai (miriisss). 

Share
Tweet
Pin
Share
27 comments

Arashiyama merupakan sebuah kota di sebelah barat di prefektur Kyoto. Untuk mengunjungi kota ini, kita dapat menggunakan kereta ataupun bus lokal dari Kyoto. Kota ini terkenal dengan Bamboo Groove-nya. Selain mengunjungi tempat tersebut, wisata lain yang masuk di list saya adalah naik Sagano Romantic Train. Sagano Scenic railway ini memiliki trek membentang sepanjang Arashiyama dan Kameoka, jalur ini juga melewati sungai Hozugawa. Sebagian besar dari kereta ini berbahan kayu dan memiliki lima gerbong penumpang. Jujur jika ingin mendapatkan pemandangan yang super seru, kalian sebaiknya naik kereta ini saat musim gugur. You gonna be wowed by the beautiful view along the trip (ini kalo google image sih, saya belum pernah pas gugur soalnya), mungkin karena pemandangan di saat itu kereta ini dinamakan Romantic Train. 

Jalur kereta ini memiliki 4 stasiun, Torokko Saga Arashiyama, Torokko Arashiyama, Torokko Hozukyo, dan Torokko Kameoka. Penumpang dapat memilih untuk naik dari stasiun manapun, namun rekomendasi saya sebaiknya naik dari Stasiun Torokko Saga Arashiyama menuju Torokko Kameoka atau sebaliknya agar mendapatkan one full trip. 

Trip yang saya lakukan sendiri tidak dimulai dari Torokko Saga Arashiyama tapi dari Torokko Arashiyama. Kenapa? karena saya kehabisan tiket kereta hingga 2 jam kedepan, jadi saya memutuskan untuk trekking ke Bamboo Groove terlebih dahulu sekalian jalan menuju stasiun yang kedua. Di tempat inipun saya harus menunggu jadwal kereta sejam kedepan, lagi-lagi karena kehabisan tiket.

Gerbong 5, tempat duduk 3A, Kereta 17:10, harga 620 yen

Jika jalan-jalan ke Jepang dan ingin punya souvenir yang unik tapi gratis, pastikan kamu bawa buku atau notes kecil dari rumah. Di beberapa tempat banyak disediakan stempel khusus yang bisa kamu gunakan sebagai kenang-kenangan. Kebetulan di setiap stasiun yang ada di jalur ini juga terdapat stempel khusus yang berbeda-beda tiap stasiunnya. 

Cap yang tersedia di stasiun Torokko Arashiyama

 Cap yang tersedia di stasiun Torokko Kameoka

Pemandangan di perjalanan, sungai Hozugawa dan rimbunan pohon yang (sayangnya) masih hijau

Beberapa review yang saya baca sebelumnya di web wisata Jepang, pemandangan dari kaca kereta saat musim gugur benar-benar cantik. Well, saya tidak bisa berharap banyak waktu itu karena memang kami datang terlalu awal dan daun-daun belum berubah menjadi warna merah. Ah iya, ada satu hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya, dari total 5 gerbong kereta di Sagano Romantic Train ini, saya dan teman-teman mendapatkan tempat duduk di gerbong ke 5 yang ternyata tidak memiliki kaca alias terbuka full. 

ini untuk perbandingan, gerbong sebelah kanan adalah rupa dari 4 gerbong lain dan yang sebelah kiri adalah gerbong kami

Terpaan angin di sepanjang perjalanan benar-benar membuat pipi saya membeku dan kedua telapak tangan mati rasa. Suhu saat itu sebenarnya masih belasan derajat celcius namun karena hari itu sempat hujan rintik dan waktu juga sudah terlalu sore, rasanya seperti lagi trip saat musim dingin.  Masih jelas diingatan saya beberapa teman yang duduk di sisi lain kereta berulang kali memanggil untuk meminta tolong difoto, tapi saya cuma duduk diam sambil menaikan leher jaket ke arah muka, dinginn cooyy. Saya ga bisa bayangin deh jika naik kereta ini saat musim dingin. Ajaibnya, dua teman saya dengan bahagianya naik ini dengan mengenakan celana pendek. Meski awalnya terlihat tenang dan sok santai, akhirnya kedingin juga saat harus berjalan menuju JR stasiun dari stasiun Torokko Kameoka.

Ini foto super palsu, mereka terlihat bahagia gini cuma saat di foto aja, aslinya sih kedinginan

INFO PENTING!
Meskipun perjalanan ini hanya sekitar 25 menit, tapi saya tidak menyarankan wisata ini untuk teman-teman yang mengidap Claustrophobia atau memiliki ketakutan terhadap ruangan gelap dan sempit. Kereta ini berjalan melalui beberapa terowongan gelap dan satu diantaranya cukup panjang. Saya sendiri hampir sesak karena panik dan udara yang agak lembab saat melewati terowongan tersebut. 

Share
Tweet
Pin
Share
15 comments

Matahari sudah mulai terik saat saya dan teman-teman sampai di gerbang depan Fushimi Inari. Menyenangkan sekali yah mendapati sebuah objek wisata yang terkenal berjarak tidak sampai 50 meter dari pintu luar stasiun kereta. Di saat beberapa tempat lain mengharuskan kami menghidupkan google maps atau melihat petunjuk arah yang ada di stasiun, di tempat ini kami tidak perlu repot-repot mencari apapun.

Fushimi Inari terletak di daerah selatan kota Kyoto. Di sekitaran kuil-kuil di areal ini banyak dijumpai patung-patung rubah yang merupakan simbol penyampai pesan kepada Inari, yang dipercaya sebagai Dewa Pertanian. Kuil utama yang ada saat ini merupakan kuil yang dibangun ulang setelah bangunan sebelumnya habis terbakar saat perang Onin. 

Hari itu Fushimi Inari Taisha tampak cukup ramai, yah mau bagaimana lagi? kami datang di hari minggu, yang tentu saja akan lebih ramai dari hari biasa. Saya tetap memasukan Fushimi Inari ke dalam list tempat tujuan karena pas banget JR West Pass kami akan berakhir di hari tersebut. Sebagai informasi, JR West Pass ataupun JR pass yang keseluruhan tidak terlalu berguna di seputaran Kyoto. Untuk menjelajah Kyoto saya sarankan kalian membeli Bus Pass atau Subway Pass, karena dua moda transportasi tersebut yang menjangkau banyak tempat di Kyoto.

Ini adalah kuil paling depan dan biasa dijadikan meeting point

beberapa pengujung terlihat mencuci muka dan berkumur di mata air ini sebelum berkunjung ke kuil

Kembali ke Inari, tempat ini terkenal dengan 10.000 gerbang Torii yang terbentang dari tengah hingga ke atas gunung Inari. Tidak hanya torii tersebut, di Fushimi Inari juga banyak terdapat kuil dan tempat untuk "menggantungkan harapan". Mulai dari 1000 cranes (Bangau) origami yang berwarna-warni bergantungan di kuil terdepan, papan kayu persegi lima yang dapat ditulis dengan spidol, gantungan harapan berbentuk torii berwarna merah, kertas permohonan yang diikat sedemikian rupa di tali yang disediakan, papan kayu berbentuk rubah yang banyak dimodifkasi orang-orang, bendera merah putih yang berisi doa dan harapan, hingga papan kayu berbentuk torii merah lebih besar bertuliskan harapan-harapan yang banyak ditaruh di kuil paling atas.

 bisa pilih salah satu dari media ini untuk menulis doa-doa dan harapan

 awalnya berbentuk rubah, lalu banyak yang improvisasi jadi kayak gini

mejeng dulu di lorong Torii gates

semakin ke atas, Torii gatesnya semakin besar-besar

Kuil ini tidak hanya ramai di hari libur atau akhir pekan, namun juga di hari biasa. Banyak orang terutama orang-orang tua yang mendaki ke kuil atas untuk berdoa. Tidak sedikit pula orang-orang yang datang ke tempat ini dengan menggunakan baju yukata lengkap dengan riasan rambut, make up dan sendal khususnya. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kuil teratas kurang lebih 1,5 jam ditempuh dengan kecepatan berjalan kaki santai. Saya sendiri sih, menghabiskan waktu 1,5 jam tersebut di bawah kuil, di dekat tempat jajanan dan oleh-oleh setelah berhasil menolak ikut hiking ke atas dengan alasan kaki cenut-cenut. Iyaa ini hari ke empat kami di daerah Kansai dan sudah tidak terhitung lagi berapa km total kami berjalan kaki dari hari pertama.

ini dia kuil yang ada di paling atas

Selesai (teman-teman saya) hiking, kami bergegas mencari makanan di kios-kios yang ada di sebelah kiri sebelum menaiki tangga ke arah 1000 Tori. Di sini banyak sekali penjual makanan ringan khas Jepang, sesuai dengan yang kami cari. Mulai dari Mochi bakar (eh ini sok tau banget ngasih nama makanannya), takoyaki ganteng (maksudnya yang jual yang ganteng), okonomiyaki, jus jeruk segar yang langsung di minum dari buahnya, okonomiyaki, mie goreng, ubi goreng dan maaaassih banyak lagi. Rata-rata harga makanan yang dijual di tempat tersebut dijual dengan harga 500 yen per porsi. Buat yang cari kit-kat varian Strawberry cheesecake dengan box berbentuk gunung fuji, bisa kamu temukan di salah satu souvenir shop di dekat tukang ubi goreng. Selesai menyantap semua jajanan yang juga sebagai menu makan siang, kamipun bergegas kembali ke stasiun JR untuk melanjutkan perjalanan.

sebelum pulang, jangan lupa jajan dulu

Sekedar info, jika akan membeli air mineral di vending machine usahakan untuk membeli di areal kios-kios makanan di bawah karena harganya lebih murah ketimbang air mineral di vending machine di kuil teratas. Alih-alih digantung di tempat yang disediakan, banyak juga loh pendatang yang membeli wishing board di Fushimi Inari untuk dijadikan Souvenir.   
Share
Tweet
Pin
Share
21 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • Kompetisi InspirasiTravel5jt Skyscanner Indonesia [CLOSED]
    Mau menangin voucher tiket pesawat senilai 2 JUTA gaa? Ga mau nih? Mau gaaaa? I'll let you know HOW to win it Bulan Se...
  • [ADV] Sheraton Family Package
    Semenjak resmi punya ponakan cewe cantik dan bawel yang satu itu, otomatis kebiasaan ngetrip aku sedikit berubah. Kalo biasanya bisa huntin...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    1 year ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    3 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
    2 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    1 year ago
  • Mari Melantjong!
    Persepolis, Kali Ketiga
    2 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    4 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    7 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    10 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    5 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    1 year ago
  • The TraveLearn
    Memaksimalkan Value Kartu Kredit Sesuai Spending Pattern Anda
    3 days ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    13 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates