• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Entrance of Museum Angkut with Monique as a Model 

On my trip to Malang last month, I only have half day trip in Batu-East Java, it located just 15km away from Malang. First thing came to my mind was, "where should I go?, what should I do?". Luckily, I had accompanied by three other friends, two of them are travel blogger, Debby and Halim. Finally we planned to visit Museum Angkut, a new opened museum which has transportation collections, from bicycles to motorcycles, horse-drawn carriage to cars from many countries and manufacturer.
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments
Hira @ Ora Beach Hotel *iriiii*

Mulai saat ini saya membuat section baru di bawah label #FriendofMine, dan nantinya di label ini saya akan banyak bercerita mengenai teman-teman perjalanan yang saya kenal dengan cara-cara yang unik. Kami bisa saja berbeda usia, berbeda jenis kelamin, berbeda sudut pandang, berbeda pekerjaan namun satu kesamaan kami adalah kami sama-sama menyukai travelling, it feels like run in our blood.



Dipostingan ini saya akan bercerita tentang seorang teman saya, Hira Lalitya. Siapa yang sangka, ternyata dunia maya mempunyai sisi baik untuk saya, selain bisa mendapatkan banyak informasi tentang apapun dari ngebantu tugas kuliah, nonton video clip terbaru via youtube, main game online, saya juga mendapatkan banyak teman dari sini, salah satunya Hira. 

Rasanya saya sudah mengenal Hira dari tahun 2003-an atau sekitar masih SMP/SMA, namun lucunya kami baru benar-benar bertemu secara langsung sekitar tahun 2013 lalu. Yang unik, kami berkenalan justru di situs chatting, duh saya sendiri lupa deh di mIRC atau di astaga.com, maklum udah agak lama. Iyaahh bener dari situs chatting yang awalnya biasa nulis "asl pls" alias Age Sex Location, please. *ya ampunn udah tua yah gue*. Selesai ngobrol-ngobrol di room chatting, kami tukeran alamat email dan akhirnya kami jadi teman meskipun via balas-balasan email, pertemanan kami jadi tambah seru lagi ketika saya tahu kalo Hira ini ternyata seumuran bahkan satu angkatan dengan saya. (aahh ketemu temen seumuraaann, *poke poke Hira*) 





Sempat hilang kontak hingga bertahun-tahun, sampai akhirnya di tahun 2013 lewat twitter saya membaca salah satu tweet @rahneputri yang kebetulan meretweet status seseorang dengan akun @hiyrasoygeboy. Lucunya begitu melihat nama akun terebut saya sontak langsung teringat sosok Hira, teman dunia maya jaman SMP/SMA yang sebelumnya hanya saya kenal lewat chat, email dan freindster, karena kalo tidak salah ingat dia punya alamat email dengan nama akun serupa. Karena penasaran, saya buru-buru follow dan bertanya apakah dia masih mengenal saya, dan TADAAA ternyata Hira masih ingat dan kami malah cekikikan sendiri begitu mengingat awal perkenalan kami yang dirasa agak cheesy. Guess what, pertemuan pertama kali di dunia nyata saya malah diajakin nonton conjuring sama Hira, hahahahaha hasilnya sepanjang film nonton sambil merem-merem plus nutup kuping, hahahahah

Cerita-cerita perjalanan Hira selalu ia tuliskan di travel blognya, baca deh dan rasakan serunya petualangan superHira ini, dan kalian pasti tau kenapa saya melabeli Hira "Si Pencinta Pantai". Cerita perjalanannya hopping island di pulau seribu, perjalanan ke Singapura bersama sahabat, dan yang terbaru adalah kisah perjalanannya ke Ora Beach Resort di Maluku, iya saya iri, titik.



Sebenarnya tahun lalu, kami sempat planning trip bareng ke Maluku, sayang tanggalnya ngga pas sama jadwal saya jadi deh saya ga bisa ikutan, well semoga next time bisa travelling bareng yah Ra :)
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Share
Tweet
Pin
Share
18 comments
Hello Macau!

Akhir-akhir ini hobi banget bikin tulisan "telat" bahasa inggrisnya #latepost hihihihi, mungkin karena agak sulit mengumpulkan semangat untuk menulis ketimbang mikirin mau jalan-jalan ke mana lagi *ditimpuk*.

Perjalanan Macau ini sebenarnya saya lakukan bulan Maret yang lalu, atau tepat 2 hari sebelum tragedi pecahnya LCD Samsung saya *mirissss*. Jika ada yang bertanya, cukup ga sih berkunjung ke Macau sehari saja? Jawab saya, GA CUKUP!! karena one day trip ke Macau pada bulan maret yang lalu saya rasa masih kurang cukup.

Jadi apa yang sebenarnya membuat saya mau ke Macau?

1. Gara-gara Princess Hour, diepisode terakhir mengambil setting di Macau dan entah ada angin apa, saya merasa tempat ini peaceful banget, bahkan hanya dengan melihat gerai pos dan lantai di Senado Square saya bisa langsung menebak lokasi tersebut ada di Macau.
2. Orang-orang sering ngeributin eggtart yang katanya enak banget dan ada di daerah ini.
3. Hotel-hotel mewah dengan banyaknya kasino, yang ternyata hampir semuanya memiliki transport gratis dari/ke ferry terminal dan bandara.

Oke, kembali ke perjalanan Macau. Transportasi dari/ke Macau dari Hong Kong terbilang mudah, selain dengan menggunakan pesawat terbang, perjalanan tersebut juga bisa ditempuh dengan naik kapal ferry, bahkan Ferry menuju Macau dapat kita temukan di tiga pelabuhan ferry di Hong Kong Island, Kowloon dan di Pelabuhan dekat Hong Kong International Airport. Tarif pergi, pulang, siang, malam, hari kerja dan akhir pekan berbeda-beda, bisa dicek dulu diwebsite sebelum melakukan perjalanan.

Karena hanya memiliki waktu satu hari, tepatnya sekitar 12 jam kurang, kami bersiasat untuk mengunjungi tempat-tempat (yang kami anggap) penting saja, seperti Venetian Resort, Senado Square dan St Paul ruin's. Tiga tempat itu yang dijadikan poin penting, yang lainnya kami anggap sebagai bonus.

Mata uang yang digunakan di sini adalah Macau Pataca (MOP), tapi tenang kalo kita hanya punya Hong Kong Dollar (HKD) juga tetap bisa dipakai kok (meskipun jadi agak rugi). Nilai tukar MOP lebih rendah ketimbang HKD atau Yuan China (CNY) tapi di Macau 2 mata uang lainnya tersebut dipukul rata menjadi bernominal sama, misalnya mau beli eggtart seharga 2 MOP kita bisa bayar dengan 2HKD. Karena pertukaran ketiga mata uang ini, jadi jangan heran jika kalian membayar dengan HKD namun mendapatkan kembalian berupa MOP atau CNY.

Selama di Macau saya benar-benar tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk transportasi, kenapa? karena bulak-balik ke objek wisata selalu menggunakan bis gratis dari hotel-hotel di Macau. Begitu sampai terminal ferry, kami langsung mencari tempat pemberhentian bus hotel dan mencari bus ke Venetian Resort. Kalo biasanya masuk mall kita santai-santai aja, kali ini baru sampai kita buru-buru mencari mall directory dan beruntung langsung dapat portable map nya. Percaya ga kalo saya bilang, membaca palang petunjuk arah di Venetian kadang agak useless. Karena saya bisa dibuat berputar-putar mengikuti papan petunjuk, namun tetap tidak menemukan kamar mandi. It also took us almost half hour to get out from this place *silly right?* nyasar di Mall, what a place!!

I love this shopping mall

Kelar nyasar di Venetian Resort, kami memutuskan untuk pergi ke Senado Square, kali ini dibantu oleh petugas concierge untuk memberikan petunjuk arah bis mana yang harus kita ambil dan ke mana kita harus berjalan setelah itu. Petugas concierge di Venetian Resort ini patut saya berikan 5 jempol *minjem jempol teman*, karena dengan ramahnya dia menjelaskan cara kami ke sana, bahkan hingga menuliskan nama tempat tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa mandarin (pinyin), padahal dengan aksen bahasa inggris yang agak sulit saya pahami. Masih jelas diingatan saya ketika mba cantik ini bilang, 
"After you drop off from bus on San Ma Lo, you just need to take a boat about 10 mins" ,
"A boat? quite far?" saya terdiam agak lama sampai teman saya menepuk bahu dan bilang "She means Walk, kuping lo swasta banget!"
"Maaf kayaknya angin dingin ini agak-agak bikin pendengaran gue gimana gitu" pembelaan saya sambil kemudian membungkukan badan memberi tanda hormat dan terima kasih ke si mba concierge (yang saya lupa namanya).

Lagi-lagi dengan bis hotel gratis saya menuju objek wisata lain, kali ini ke Senado Square untuk kemudian berjalan menuju reruntuhan gereja St. Paul. Yang menarik di sepanjang perjalanan dari tempat drop off bis ke Senado Square adalah bangunan-bangunan sekitar yang masih kental dengan arsitektur bergaya protugis dan pedestrian yang memiliki motif-motif berbau pantai dan laut. Ahhhh betah rasanya berada di daerah ini lama-lama, mungkin karena cuaca yang juga mendukung, memang tidak terlalu cerah tapi angin dingin ini justru membuat kami berjalan lebih cepat (ga kuat kalo diam kelamaan, bisa kedinginan).

sambil ngebut jalan kaki, sempetin moto beginian

Lovely building

Mejeng di depan St Paul Ruin's, checked! (nasib tukang foto)

Sore hari kami habiskan di seputaran senado square, ketika beberapa dari kami sibuk mencari cendramata untuk dibawa pulang, saya justru sibuk memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di sekitar atau Duduk manis di salah satu tangga menuju reruntuhan gereja St. Paul, sambil memandangi arah bawah atau duduk di taman di areal atas Museum Macau. Macau memang tidak terlalu luas, namun ada kesan nyaman tersendiri yang saya dapati di sini :).

Karena travelmate kali ini bisa dibilang cukup banyak, meskipun spot yang kami kunjungi tidak banyak tetap terasa menyenangkan. Ga perlu takut nyasar, banyak yang nyari bala bantuan buat cari jalan yang benar, ga perlu takut kehabisan batere kamera foto karena selalu ada 9 tangan lain yang juga ikut foto dengan devices berbeda, ga perlu takut kelaparan karena ada 9 orang lain yang selalu aja punya cemilan di tas masing-masing. (ahahah hati senang perut kenyang)

Oke, mari kita ulang lagi hal-hal yang sebelumnya membuat saya ingin ke Macau:

1. Gara-gara Princess Hour, diepisode terakhir mengambil setting di Macau dan entah ada angin apa, saya merasa tempat ini peaceful banget, bahkan hanya dengan melihat gerai pos dan lantai di Senado Square saya bisa langsung menebak lokasi tersebut ada di Macau.

Karena ga sempat nemu yang di taman, akhirnya foto yg ini

2. Orang-orang sering ngeributin eggtart yang katanya enak banget dan ada di daerah ini.
Egg tart Koe Kei Bakery, checked!

3. Hotel-hotel mewah dengan banyaknya kasino, yang ternyata hampir semuanya memiliki transport gratis dari/ke ferry terminal dan bandara. Yang paling mau saya kunjungi adalah Venetian resort.

Semoga dilain waktu masih bisa mampir ke sini lagi, masih belum ke Guia Fortress :(


Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Kami bersepuluh terlalu excited ketika maret lalu berkunjung ke Hong Kong dan sebagai hasilnya semua hampir moda transportasi juga kami coba selama di sana. Jadi apa aja sih jenis kendaran umum, dan kendaraan jadi-jadian selama saya ada di Hong Kong?

1. Bis

Yes, ini moda transportasi pertama yang saya gunakan begitu menginjakan kaki keluar dari airport. Awalnya sih mau naik airport railink, ehh kok setelah dipikir-pikir agak mahal yah, akhirnya kami memutuskan naik bisa saja, toh memang kami tidak terburu-buru juga. Kami mengantri dengan manis menunggu kedatangan bis A11 yang memiliki tempat perberhentian tidak jauh dari hostel kami menginap.

Mengantri bis A11


Kira-kira bis yang kami naiki seperti ini (double decker)

Dengan bis yang sama kami juga berangkat kembali menuju airport di hari terakhir. Cara pembayaran bis ini bisa dengan cash ataupun dengan kartu tap Octopus (serupa ezy link milik Singapura).

2. Tram

Berhubungan jalanan di depan hostel juga dilewati tram, kami yang penasaran dengan transportasi inipun tidak mau ketinggalan. Kalo dipikir-pikir memang salah satu negara terdekat yang memiliki tram ya di Hong Kong ini (eh di Filipina ada juga ga sih?). Berbeda dengan beberapa bis dan MTR yang ongkosnya tergantung dari jarak tempuh, tram ini memiliki sistem satu biaya untuk seluruh arah, mirip transjakarta lah jauh dekat harganya sama. Yang unik dari naik tram ini adalah, penumpang naik dari pintu belakang dan turun melalui pintu depan.

Maafkan muka kami yang terlalu capai, plus hp saya baru saja pecah lcdnya hari itu


cute yahh tramnya, warna PINK

3. MTR (Mass Transit Railway)

Nah untuk yang satu ini mungkin termasuk transportasi yang paling mudah dan menjangkau banyak tempat serta objek wisata di Hong Kong. Pembayarannya juga dapat menggunakan Octopus card. Kereta bawah tanah ini juga menghubungan pulau-pulau di Hong Kong, weehhhh keren yah (lagi ngimpi suatu saat ada kereta bawah laut dari Lampung ke Banten atau Banyuwangi ke Bali). Satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengetahui dengan pasti tujuan kita, kenapa? karena banyak tempat yang serupa tapi tak sama, nama stasiunnya seperti kebalik-balik atau terlihat mirip misalnya Sheung Wan dengan Tsuen Wan, Wan Chai dengan Chai Wan.

4. Kereta (semacam KRL)


Serupa sebenarnya dengan MTR yang membedakan adalah lokasi rel yang berada di atas permukaan jalanan tidak di bawah tanah. Hal lain yang membedakan kereta ini dengan MTR adalah cabin atau gerbongnya, di kereta ini ada gerbong kelas 1 dengan susunan tempat duduk yang menyerupai bis. Jaringan kereta ini juga tetap terhubung dengan jaringan MTR, sewaktu saya akan berkunjung ke Snoopy world, saya sempat menaiki kereta ini, tapi bukan cabin first classnya yah.


Suasana di stasiun kereta menuju ke Sha Tin

First class cabin

5. Ferry


Karena kami memang memiliki rencana awal untuk mengunjungi Macau, maka moda transportasi ini juga menjadi salah satu urutan panjang daftar kendaraan yang kami gunakan selama di Hong Kong. Selain karena lebih murah dari pesawat menuju Macau, naik ferry memiliki sensasi sendiri, jujur ada beberapa dari kami yang belum pernah naik kapal ferry. Saya sendiri juga sudah lama sekali tidak pernah naik kapal ferry. Ternyata meskipun waktu tempuh tidak terlalu lama, pengalaman naik ferry ini cukup menyenangkan.

Ferry Turbojet

6. Cable Car


Nah ini dia nih yang sempat bikin kami heboh menghadapi kenyataan harus tergantung disepanjang rel kereta gantung selama kurang lebih 30 menit ditambah dengan cuaca yang berangin. Dari jumlah kami yang ber10 ini pun terpisah 2 tim, empat dan enam. Empat orang dengan hebohnya mau naik crystal cabin, dan enam orang yang dengan hebohnya menolak naik crystal cabin. Saya? tentu saya termasuk yang enam itu dong. hahahahha

Standard Cabin

Berkabut dan berangin 
it wasn't a perfect day for cable car ride


Ini bocah yang girang banget naik Crystal Cabin

Berikut ini ada beberapa transportasi seru-seruan yang juga saya temukan di Hong Kong:

1. Bus Sekolah Snoopy

Bis gratis hihihi, tapi ga bisa jalan kemana-mana alias diam di tempat.



2. Roket

Fly me to the moon, siap-siap mau jadi astronot *put my helmet on*


3. RC Car (Remote Control)

Ada dua macam racing cars nih, yang pertama cuma display di area toys story. Satunya lagi wahananya super seru di area yang sama, serupa kora-kora di Dufan (Dunia Fantasi, Jakarta).

Misi - misi Meidi mau lewat


woozz woozz, wanna try?

4. Canoe

Ini salah satu permainan di Snoopy world, lumayan buat anak-anak bermain, bukan anak-anak aja tetap ikutan main loh.


Sayangnya selama di Hong Kong, saya tidak sempat naik taksi. Selain karena mahal, jumlah kami yang bersepuluh pastinya membuat semua jadi repot kalo musti naik taksi, butuh berap ataksi coba? Kalian punya transportasi seru juga selama di perjalanan? 

Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Ketika kebanyakan anak kecil lain kala itu sibuk membaca majalah bobo atau tabloid fantasi, saya malah sibuk melihat-lihat peta sambil menghapal ulang daftar nama negara berserta ibu kotanya, menghapal bendera negara-negara hingga sibuk menggambar ulang peta negara-negara yang saya pinjam dari atlas punya kakak. 
Sewaktu saya SD, setiap harinya guru kelas selalu memberi kami tugas sekolah yang berbeda daripada anak-anak di sekolah yang lain, selain tugas matematika atau pelajaran lain. Saya dan teman-teman lain mendapat tugas untuk menghapal isi dari RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap), materi setiap hari beda-beda, mulai dari negara dengan ibu kotanya, negara dengan lagu kebangsaannya, negara dengan mata uangnya dan masih banyak lagi. Setiap harinya akan ada murid-murid yang dipanggil bergantian ke depan kelas dan menjawab pertanyaan kuis dari guru kelas. Sisi positifnya masih banyak isi RPUL yang saya hapal hingga saat ini.
Lalu bagaimana saya bisa suka dengan peta?
Berawal dari negara-negara yang saya hapal dari RPUL tadi, saya diam-diam meminjam atlas punya kakak dan mulai mencari-cari nama negara tersebut di peta dunia. Awalnya hanya ingin membuktikan bahwa yang tertulis di RPUL adalah benar. Benar bahwa Inggris ada di benua Eropa, benar bahwa Indonesia berada di benua Asia dan mencari kebenaran-kebenaran lainnya versi RPUL. Lama kelamaan saya justru tertarik dengan gambar dan bentuk-bentuk yang ada di dalam sebuah peta kota, negara atau benua.
Memperhatikan dengan detail simbol-simbol yang digunakan untuk gunung, rel kereta api, sungai, ibu kota negara, garis putus-putus hingga lekukan garis bibir pantai.Jangan salah, sewaktu saya kecil, saya bisa menghapal nama negara hanya dengan melihat bentuk peta buta negaranya saja loh, nah kalau sekarang? cuma bisa senyum-senyum aja.

Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Me : "Hello sir, is your food halal?"
fast food manager (ffm): "it's about 15 - 20 minutes" (with Vietnamese dialect)
Me : "No..no, No how long but Halal"
ffm : *gave me a puzzled look*
Me : "hmmm do you have pork in your menu?"
ffm : "so...sorry I don't understand" 
Me : "pork.. ehmm pork, y'know" *pressed my nose to make it look like a pig*
ffm : "sorry miss i don't know"
Me : "ohh okay then, thank you" *left the resto with empty stomatch*

Have you ever experienced a situation when local people on your travel destination could not understand your language, even it is "English"?  
Well, although English has become universal language yet we can't expect everyone in this world understand English, right? 
Then what should we do when we travel to places where most of the people don't understand English language there? 
Should we avoid that place?



Lost in translation
Share
Tweet
Pin
Share
18 comments




You don't have to worry, you will never alone in Saigon :)
Share
Tweet
Pin
Share
12 comments

Jujur ini mungkin pertama kalinya saya mendengar ada perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang bisa mengatur kebutuhan pakaian, laundry dan penyimpanannya di tempat tujuan perjalanan. Packnada adalah perusahaan yang berbasis di Singapura yang bergerak di bidang jasa laundry, penyimpanan pakaian dan pengantaran pakaian langsung ke hotel di sekitar Singapura.

Misinya sih sebenarnya simple, supaya si frequent flyer tersebut bisa travel light atau bahkan free dari dipusingin perihal baggage atau barang bawaan seputar pakaian.
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Selain punya travel bucket lists, saya biasanya juga punya food bucket lists yang dibuat sebelum pergi menjelajah suatu kota atau negara baru. Sebenarnya makanan utama yang saya ingin cicipi di Hongkong justru makanan penutupnya alias dessert. Namun apa boleh buat, suhu udara saat itu tidak memadai untuk saya menikmati dessert ala Hongkong yang memang rata-rata lebih enak disajikan dingin.

Sebelum berangkat biasanya saya research terlebih dahulu ke travel blog lain yang memiliki info-info tentang tempat wisata atau makanan khas daerah/negara tersebut untuk Hongkong yang banyak saya temukan misalnya Honeymoon dessert, Congee (bubur/sup nasi), street food, Tim Ho Wan dim sum yang terkenal, Egg waffles, Almond milk dan masih banyak lagi, Sedangkan untuk Macau makanan yang selalu jadi tujuan utama pelancong adalah Portuguese Egg Tart.
Share
Tweet
Pin
Share
13 comments

Daerah Chinatown di Singapura terkenal dengan pusat berbelanja sovenir murah dihampir setiap sudutnya. Selain lokasinya yang mudah pilihan sovenir yang ditawarkanpun beragam. Apabila kita menuju ke sana menggunakan mrt, turun di stasiun Chinatown dan keluar di exit A dan voila mata kita pasti langsung tertuju ke para penjaja sovenir. Ruko atau Shophouse yang berada di areal ini juga sangat kental unsur kebudayaan China. Tapi jangan salah siapa bilang hanya unsur kebudayaan Chinese aja yang ada di sini, di tempat ini tidak hanya 1 melainkan terdapat 3 bangunan keagamaan yang juga merangkap bangunan kebudayaan.
Share
Tweet
Pin
Share
16 comments
During my trips, I always looking for street arts / murals, 
look what I've found in Bali (near Sukawati Market)

September, 2013

Share
Tweet
Pin
Share
6 comments
Newer Posts
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • Kompetisi InspirasiTravel5jt Skyscanner Indonesia [CLOSED]
    Mau menangin voucher tiket pesawat senilai 2 JUTA gaa? Ga mau nih? Mau gaaaa? I'll let you know HOW to win it Bulan Se...
  • [ADV] Sheraton Family Package
    Semenjak resmi punya ponakan cewe cantik dan bawel yang satu itu, otomatis kebiasaan ngetrip aku sedikit berubah. Kalo biasanya bisa huntin...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    1 year ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    3 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
    2 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    1 year ago
  • Mari Melantjong!
    Nature Trek Pertama Bersama Cerita Bandung
    4 days ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    4 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    8 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    10 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    5 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    1 year ago
  • The TraveLearn
    Dari Gambut ke Meja Makan: Menjaga Ekosistem, Merawat Keberagaman Pangan Lokal
    16 hours ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    13 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates