• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter

Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk hotel review kali ini. Pergi menginapnya sudah hampir 2 tahun lalu, tapi reviewnya baru ditulis di 2021. Saat ini memang belum bisa untuk bepergian kesana-kemari tapi review ini boleh lah yah disimpan untuk persiapan perjalanan berikutnya ke Jepang?



Perjalanan aku ke Tokyo di 2019 lalu bisa dibilang paling unprepared , kok bisa? Tiketnya memang sudah beli dari beberapa bulan sebelumnya sewaktu ada promo return for free dari Sydney by Jetstar dan seperti biasa harus transit di Gold Coast atau Cairns dulu (namanya juga promo!). Penginapan baru di-book beberapa hari sebelum pengajuan visa di konsulat Jepang di Sydney dan untungnya lancar. Waktu itu kepikirannya cuma mau yang tidak terlalu di tengah kota, murah dan tetap mudah transportasi dan dekat tempat wisata (dasar banyak mau!) akhirnya pilihan jatuh ke daerah Asakusa.

Akhirnya ketemu dengan Hotel Mustard Asakusa 2 ini yang jarangnya cuma 2-3 menit jalan kaku dari Sensoji Temple dan sekitar 6-7 menit jalan kaki dari Asakusa JR maupun subway station (menarik kan?)

Terlepas dari namanya, di penginapan ini juga ternyata menyediakan kamar tipe dormitory alias bunk bed dan pastinya itu yang jadi pilihan saya dong, secara bujetnya pasti hanya cukup di situ namun yang menarik share kamar mandi untuk tamu di hotel ini adalah tipe spa alias onsen. Bahkan menurut teman sedormitory yang kebetulan orang Jepang juga, tempat ini merupakan penginapan paling baik dan terjangkau dengan fasilitas onsen.

Proses check-in juga termasuk lancar dan seperti biasa saya datang terlalu awal karena kebetulan paginya baru datang dari Osaka (banyak hal tak terduga di trip ini sampe bingung ceritanya mau mulai dari mana, tapi mungkin di artikel lain ya!). Sekitar jam 10 pagi saya sudah check in dan staff hotel sudah memberitahu tentang semua fasilitas dan apa-apa aja yang ada di hotel, dia juga bilang onsennya sudah bisa dipakai lagi sekitar jam 1 siang jadi saya boleh balik ke hotel sekitar jam 1 dan mandi dulu meskipun masih belum bisa masuk kamar.

Oh iya, di hotel ini sarapannya tidak termasuk di harga dasar kamar akan ada tambahan biaya lagi per orangnya. Namun di hari pertama saya menginap, rasanya tidak worth it untuk sarapan di hotel jadi saya memilih untuk jalan keluar hotel pagi-pagi ke tempat tujuan wisata yang saya mau tuju. Tapi kalo kalian lain cerita deh kalo ada buffet spesial seperti waktu menginap di Kyoto, bisa dibaca di sini.

Kembali ke fasilitas hotel yah, di setiap kamar berjenis bunk bed akan disediakan bantal dan selimut dan sudah dalam kondisi tertata rapi ya, beberapa hostel di Jepang masih ada yang mengahruskan tamunya untuk memasang sprei dan selimut sendiri seperti yang pernah saya dan teman-teman inapi di Osaka.

Fasilitas bersama seperti ruang makan, kulkas dan laundry ada di lantai 1 bersamaan dengan tempat onsen. Onsen untuk perempuan dan laki-laki dipisah kok jadi aman! sedangkan di setiap lantai disediakan shared toilet juga dan untuk kamar-kamar private juga ada yang memiliki fasilitas toilet di dalam kamar.

Pengalaman paling menarik di hotel ini? tentunya Onsen dong! karena ini kali pertama saya mencoba onsen yang jujur sampai 5 hari menginap di tempat ini saya masih belum biasa jika ada orang lain yang menggunakan Onsen di saat bersamaan. Lalu gimana menyiasatinya? hahahah saya selalu jadi tamu paling pagi di Onsen. Saya mandi pagi sekitar jam setengah 6 atau jam 6 menghindari jam orang-orang lain menggunakan Onsen. Untuk mandi sore, kalo saya sudah kembali ke hotel lebih awal say abiasanya mandi sekitar jam 4 atau sekalian jam 9 malam di saat orang-orang keluar makan malam atau beberapa bahkan belum pulang dari day trip mereka. Ntah kapan baru bisa terbiasa kalo gini caranya hahahahaha.

Untuk soal makanan juga tidak perlu khawatir! Lokasi hotel berada sangat dekat dengan Sensoji temple (Asakusa Temple) yang berarti dekat juga dengan Orange street market dan Nakamise shopping street. Ada Ekimise dan Matsuya department store juga yang letaknya cuma 2 menit jalan dari hotel dan berbagai macam cafe serta coffee shop! oh iya dan tentunya bejubel convenience store ada di sekitar hotel.

Jadi gimana? tertarik buat menginap di tempat ini juga ga?

Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
111-0033 Tokyo-to, Taito-ku Hanakawado 1-7-10, Japan 
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments

Jepang itu katanya terkenal serba mahal ya? semua jajanan mahal, penginapan mahal, destinasi wisata mahal, transportasi mahal, wuihh semuanya deh. Jujur masih banyak negara yang biaya hidupnya 2x lebih mahal dari kota-kota di Jepang. Berbekal trip saya Oktober lalu ke daerah Kansai, saya mau bagi-bagi tips kece buat menekan budget kamu selama travelling di Negri sakura ini.

1. Cari penginapan yang menyediakan sarapan


bisa buat bekal makan siang juga

Ga mesti hotel kok, di Jepang banyak Hostel yang bagus dan bersih serta menyediakan sarapan. Contoh sewaktu menginap 3 malam di Kyoto, saya cukup beruntung mendapatkan kamar dorm di Piece Hostel Sanjo yang ternyata menyediakan sarapan ala buffet untuk para tamunya. Tanpa malu-malu, saya bahkan memasukkan beberapa roti ke ransel untuk cemilan di jalan atau buat pengganjal perut di siang hari. Di hostel yang kemarin saya inapi, selain roti juga ada salad dan nasi campur tapi tidak bisa dibawa buka bekal, karena saya tidak membawa tempat bekal makan dan jika dipikir-pikir mau beli di sana juga sayang rasanya. Ah iya info tambahan, ada teman yang pernah menginap di salah satu penginapan airBnB ternyata ada juga yang menyediakan sarapan.

2. Sedia Onigiri sebelum kelaparan



Jika tempat penginapan kamu tidak muenyediakan sarapan, jangan berkecil hati masih ada cara lain untuk menghemat biaya makan. Kalo beli bento set di supermarket dirasa masih kemahalan buat budget kamu, salah satu pilihan pengganjal perut lainnya bisa jatuh kepada onigiri. Onigir atau nasi kepal khas Jepang ini dijual di semua supermarket dan minimarket di penjuru Jepang. Serius, nyari Onigiri di Jepang (terutama kota-kota besar) udah semudah nemuin Indomar*t atau alfama**t di Jabodetabek. Selain Onigiri juga ada sushi roll dan Omurice kepal (nasi yang dibungkus telur). Untuk yang tidak boleh makan babi, pilihan paling aman cari yang nasi kepal dengan isian ikan (tuna, bonito atau salmon)


3. Beli makanan di atas jam 5



Ini juga salah satu taktik menghemat biaya makan, bisa untuk makan malam atau disimpan untuk sarapan esok harinya. Beberapa supermarket banyak yang mendiskon harga bento set dan beberapa jenis makanan lainnya ketika waktu menunjukan pukul 5 sore. Tenang, ini hal yang wajar kok dan salah satu cara agar supermarket tersebut juga tidak menyisakan barang dagangan terlalu banyak juga. Sesampai di penginapan bisa disimpan di kulkas dan disantap besok paginya.

4. Pilih-pilih kuil yang ingin dikunjungi



Yapp, seperti yang banyak dari kita sudah ketahui Jepang adalah negri 1000 kuil. Kalian bisa menemukan kuil di hampir seluruh penjuru daerah di Jepang. Dari mulai kuil terkenal yang selalu ramai oleh turis hingga kuil biasa yang hanya didatangi warga lokal. Dari kuil yang berlokasi di atas gunung hingga yang dekat dengan pantai. Kuil yang memiliki areal yang luas hingga kuil kecil. Sebelum ke Jepang, ada baiknya pilih-pilih dulu kuil mana saja yang memang ingin dikunjungi, karena untuk beberapa kuil besar memiliki harga tiket masuk mulai dari 300 - 600 yen.


Sebagai contoh, di Kyoto sendiri ada 5 kuil yang selalu ramai dikunjungi turis seperti Kiyomizudera (400yen), Ginkakuji (500 yen), Kinkakuji (400yen), Sanjusangen-do (600yen), Fushimi Inari (gratis). Ditambah lagi kuil-kuil lain seperti Nijo (600yen), Honganji (gratis), Kodaiji (600yen), Eikando (600yen, namun saat musim gugur 1000yen), Ninnaji (gratis, tapi saat musim sakura 500yen), Ryoanji (500yen), Tenryuji (500yen) dan masih banyak lagi. 


Kebayangkan berapa banyak uang yang musti dikeluarkan hanya untuk masuk ke kuil? yang saya sebutin di atas itu baru Kyoto loh, nah untuk hematnya kita harus benar-benar pilih kuil mana saja yang akan didatangi sehingga bisa lebih menghemat biaya lagi.

5. Beli bus pass, train pass atau subway pass


JR West Pass - hanya mencakupi daerah Kansai aja 

 one day pass ini ada di vending machine atau kadang ada hostel yang jual juga

Beberapa dari kalian mungkin udah banyak yang tahu kegunaan JR Rail Pass untuk travelling di Jepang. Selain JR Rail Pass sendiri, di Jepang banyak banget tipe-tipe tiket pass untuk moda transportasi. Di beberapa daerah yang tidak terlalu banyak jaringan bus dan keretan JR (Japan Rail) ada baiknya kita membeli pass yang sesuai dengan daerah tersebut. Misalnya di Kyoto, JR Pass rasanya hanya lebih berguna hanya untuk mengunjungi Arashiyama dan Fushimi Inari, namun untuk berkeliling kota Kyoto lebih cocok jika kita membeli bus pass atau subway pass. Tarif sekali jalan bus di Kyoto sekitar 230 yen, sedangkan 1 day bus pass dapat kalian beli dengan harga 500yen dan berlaku seharian penuh. Sewaktu saya berkeliling Kansai, saya sempat menggunakan tiga macam pass, JR West Pass, Kyoto bus pass dan 3 day kansai pass

Nanti aku ceritain yah keseruan pake Kansai Thru Pass

6. Jangan mudah tergiur pernak-pernik di vending machine dan gacha machine 


aku mau calpico

Ini salah satu yang bisa bikin kantong jebol saat jalan-jalan di Jepang. Di daerah wisata dan pusat perbelanjaan akan ada banyak vending machine & gacha machine yang berisi makanan minuman hingga barang-brang unik lain. Jika ingin air mineral, sebisa mungkin bawa botol minum dan cari tempat isi ulang air. Namun jika memang tidak memungkinkan, coba cek harga di vending machine terlebih dahulu, waktu itu saya pernah melihat 2 vending machine yang jaraknya tidak terlalu jauh namun harganya bisa beda 50yen (duhh lumayan kan).

Jajan es krim di vending machine

deretan gacha machine di pokemon center Osaka

Gacha Machine juga salah satu yang musti dikhawatirkan, jumlahnya juga banyaaak banget serta diperparah dengan barang-barang lucu yang ada di dalamnya. Tapi kalo dirasa tidak terlalu unik atau penting, sebaiknya jangan dibeli. Saya pernah beberapa kali mengincar mainan lucu di gacha machine tapi emang dasar ga hoki, yang didapat malah jenis mainan yang ga disukai (miriisss). 

Share
Tweet
Pin
Share
27 comments

Arashiyama merupakan sebuah kota di sebelah barat di prefektur Kyoto. Untuk mengunjungi kota ini, kita dapat menggunakan kereta ataupun bus lokal dari Kyoto. Kota ini terkenal dengan Bamboo Groove-nya. Selain mengunjungi tempat tersebut, wisata lain yang masuk di list saya adalah naik Sagano Romantic Train. Sagano Scenic railway ini memiliki trek membentang sepanjang Arashiyama dan Kameoka, jalur ini juga melewati sungai Hozugawa. Sebagian besar dari kereta ini berbahan kayu dan memiliki lima gerbong penumpang. Jujur jika ingin mendapatkan pemandangan yang super seru, kalian sebaiknya naik kereta ini saat musim gugur. You gonna be wowed by the beautiful view along the trip (ini kalo google image sih, saya belum pernah pas gugur soalnya), mungkin karena pemandangan di saat itu kereta ini dinamakan Romantic Train. 

Jalur kereta ini memiliki 4 stasiun, Torokko Saga Arashiyama, Torokko Arashiyama, Torokko Hozukyo, dan Torokko Kameoka. Penumpang dapat memilih untuk naik dari stasiun manapun, namun rekomendasi saya sebaiknya naik dari Stasiun Torokko Saga Arashiyama menuju Torokko Kameoka atau sebaliknya agar mendapatkan one full trip. 

Trip yang saya lakukan sendiri tidak dimulai dari Torokko Saga Arashiyama tapi dari Torokko Arashiyama. Kenapa? karena saya kehabisan tiket kereta hingga 2 jam kedepan, jadi saya memutuskan untuk trekking ke Bamboo Groove terlebih dahulu sekalian jalan menuju stasiun yang kedua. Di tempat inipun saya harus menunggu jadwal kereta sejam kedepan, lagi-lagi karena kehabisan tiket.

Gerbong 5, tempat duduk 3A, Kereta 17:10, harga 620 yen

Jika jalan-jalan ke Jepang dan ingin punya souvenir yang unik tapi gratis, pastikan kamu bawa buku atau notes kecil dari rumah. Di beberapa tempat banyak disediakan stempel khusus yang bisa kamu gunakan sebagai kenang-kenangan. Kebetulan di setiap stasiun yang ada di jalur ini juga terdapat stempel khusus yang berbeda-beda tiap stasiunnya. 

Cap yang tersedia di stasiun Torokko Arashiyama

 Cap yang tersedia di stasiun Torokko Kameoka

Pemandangan di perjalanan, sungai Hozugawa dan rimbunan pohon yang (sayangnya) masih hijau

Beberapa review yang saya baca sebelumnya di web wisata Jepang, pemandangan dari kaca kereta saat musim gugur benar-benar cantik. Well, saya tidak bisa berharap banyak waktu itu karena memang kami datang terlalu awal dan daun-daun belum berubah menjadi warna merah. Ah iya, ada satu hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya, dari total 5 gerbong kereta di Sagano Romantic Train ini, saya dan teman-teman mendapatkan tempat duduk di gerbong ke 5 yang ternyata tidak memiliki kaca alias terbuka full. 

ini untuk perbandingan, gerbong sebelah kanan adalah rupa dari 4 gerbong lain dan yang sebelah kiri adalah gerbong kami

Terpaan angin di sepanjang perjalanan benar-benar membuat pipi saya membeku dan kedua telapak tangan mati rasa. Suhu saat itu sebenarnya masih belasan derajat celcius namun karena hari itu sempat hujan rintik dan waktu juga sudah terlalu sore, rasanya seperti lagi trip saat musim dingin.  Masih jelas diingatan saya beberapa teman yang duduk di sisi lain kereta berulang kali memanggil untuk meminta tolong difoto, tapi saya cuma duduk diam sambil menaikan leher jaket ke arah muka, dinginn cooyy. Saya ga bisa bayangin deh jika naik kereta ini saat musim dingin. Ajaibnya, dua teman saya dengan bahagianya naik ini dengan mengenakan celana pendek. Meski awalnya terlihat tenang dan sok santai, akhirnya kedingin juga saat harus berjalan menuju JR stasiun dari stasiun Torokko Kameoka.

Ini foto super palsu, mereka terlihat bahagia gini cuma saat di foto aja, aslinya sih kedinginan

INFO PENTING!
Meskipun perjalanan ini hanya sekitar 25 menit, tapi saya tidak menyarankan wisata ini untuk teman-teman yang mengidap Claustrophobia atau memiliki ketakutan terhadap ruangan gelap dan sempit. Kereta ini berjalan melalui beberapa terowongan gelap dan satu diantaranya cukup panjang. Saya sendiri hampir sesak karena panik dan udara yang agak lembab saat melewati terowongan tersebut. 

Share
Tweet
Pin
Share
15 comments

Matahari sudah mulai terik saat saya dan teman-teman sampai di gerbang depan Fushimi Inari. Menyenangkan sekali yah mendapati sebuah objek wisata yang terkenal berjarak tidak sampai 50 meter dari pintu luar stasiun kereta. Di saat beberapa tempat lain mengharuskan kami menghidupkan google maps atau melihat petunjuk arah yang ada di stasiun, di tempat ini kami tidak perlu repot-repot mencari apapun.

Fushimi Inari terletak di daerah selatan kota Kyoto. Di sekitaran kuil-kuil di areal ini banyak dijumpai patung-patung rubah yang merupakan simbol penyampai pesan kepada Inari, yang dipercaya sebagai Dewa Pertanian. Kuil utama yang ada saat ini merupakan kuil yang dibangun ulang setelah bangunan sebelumnya habis terbakar saat perang Onin. 

Hari itu Fushimi Inari Taisha tampak cukup ramai, yah mau bagaimana lagi? kami datang di hari minggu, yang tentu saja akan lebih ramai dari hari biasa. Saya tetap memasukan Fushimi Inari ke dalam list tempat tujuan karena pas banget JR West Pass kami akan berakhir di hari tersebut. Sebagai informasi, JR West Pass ataupun JR pass yang keseluruhan tidak terlalu berguna di seputaran Kyoto. Untuk menjelajah Kyoto saya sarankan kalian membeli Bus Pass atau Subway Pass, karena dua moda transportasi tersebut yang menjangkau banyak tempat di Kyoto.

Ini adalah kuil paling depan dan biasa dijadikan meeting point

beberapa pengujung terlihat mencuci muka dan berkumur di mata air ini sebelum berkunjung ke kuil

Kembali ke Inari, tempat ini terkenal dengan 10.000 gerbang Torii yang terbentang dari tengah hingga ke atas gunung Inari. Tidak hanya torii tersebut, di Fushimi Inari juga banyak terdapat kuil dan tempat untuk "menggantungkan harapan". Mulai dari 1000 cranes (Bangau) origami yang berwarna-warni bergantungan di kuil terdepan, papan kayu persegi lima yang dapat ditulis dengan spidol, gantungan harapan berbentuk torii berwarna merah, kertas permohonan yang diikat sedemikian rupa di tali yang disediakan, papan kayu berbentuk rubah yang banyak dimodifkasi orang-orang, bendera merah putih yang berisi doa dan harapan, hingga papan kayu berbentuk torii merah lebih besar bertuliskan harapan-harapan yang banyak ditaruh di kuil paling atas.

 bisa pilih salah satu dari media ini untuk menulis doa-doa dan harapan

 awalnya berbentuk rubah, lalu banyak yang improvisasi jadi kayak gini

mejeng dulu di lorong Torii gates

semakin ke atas, Torii gatesnya semakin besar-besar

Kuil ini tidak hanya ramai di hari libur atau akhir pekan, namun juga di hari biasa. Banyak orang terutama orang-orang tua yang mendaki ke kuil atas untuk berdoa. Tidak sedikit pula orang-orang yang datang ke tempat ini dengan menggunakan baju yukata lengkap dengan riasan rambut, make up dan sendal khususnya. Ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kuil teratas kurang lebih 1,5 jam ditempuh dengan kecepatan berjalan kaki santai. Saya sendiri sih, menghabiskan waktu 1,5 jam tersebut di bawah kuil, di dekat tempat jajanan dan oleh-oleh setelah berhasil menolak ikut hiking ke atas dengan alasan kaki cenut-cenut. Iyaa ini hari ke empat kami di daerah Kansai dan sudah tidak terhitung lagi berapa km total kami berjalan kaki dari hari pertama.

ini dia kuil yang ada di paling atas

Selesai (teman-teman saya) hiking, kami bergegas mencari makanan di kios-kios yang ada di sebelah kiri sebelum menaiki tangga ke arah 1000 Tori. Di sini banyak sekali penjual makanan ringan khas Jepang, sesuai dengan yang kami cari. Mulai dari Mochi bakar (eh ini sok tau banget ngasih nama makanannya), takoyaki ganteng (maksudnya yang jual yang ganteng), okonomiyaki, jus jeruk segar yang langsung di minum dari buahnya, okonomiyaki, mie goreng, ubi goreng dan maaaassih banyak lagi. Rata-rata harga makanan yang dijual di tempat tersebut dijual dengan harga 500 yen per porsi. Buat yang cari kit-kat varian Strawberry cheesecake dengan box berbentuk gunung fuji, bisa kamu temukan di salah satu souvenir shop di dekat tukang ubi goreng. Selesai menyantap semua jajanan yang juga sebagai menu makan siang, kamipun bergegas kembali ke stasiun JR untuk melanjutkan perjalanan.

sebelum pulang, jangan lupa jajan dulu

Sekedar info, jika akan membeli air mineral di vending machine usahakan untuk membeli di areal kios-kios makanan di bawah karena harganya lebih murah ketimbang air mineral di vending machine di kuil teratas. Alih-alih digantung di tempat yang disediakan, banyak juga loh pendatang yang membeli wishing board di Fushimi Inari untuk dijadikan Souvenir.   
Share
Tweet
Pin
Share
21 comments

Kali ini saya akan membagi cerita dan tahapan dalam pembuatan visa tourist untuk mengunjungi Jepang. Sebagai informasi, paspor yang baru saya perpanjang masih berupa paspor biasa, bukan e-paspor sehingga saya tetap mengajukan visa berkunjung ke Jepang di kedutaan Jepang bukan visa waiver.

Biar tidak salah presepsi juga, visa yang saya ajukan adalah visa kunjungan sementara untuk kunjungan wisata dengan biaya sendiri. Saya mengurus sendiri dan bisa dibilang lumayan mepet sama tanggal keberangkatan yang hanya terpaut seminggu setelah visa disetujui. Kedutaan Jepang terletah di jalan MH Thamrin dan berada persis di sebelah pusat perbelanjaan Plaza Indonesia dan The Plaza serta bersebrangan Hotel Pullman Thamrin.
Share
Tweet
Pin
Share
21 comments
Tahun ini rencananya saya akan berkunjung ke Jepang (My Dream Destination) dengan lokasi tempat berangkat dan pulang dari Osaka. Selain membuat budgeting, rencana menginap hingga rencana wisata kuliner, berikut ini saya mau bagi info ke teman-teman semua yang menjadi tujuan utama saya berkunjung ke Jepang, tempat-tempat ini sudah masuk travel-bucket-list saya sejak lama. Ada beberapa tempat yang mungkin sudah familiar buat kalian, tapi apabila ada tempat yang baru kalian ketahui boleh loh dijadikan travel-bucket-list kalian juga. Check it out :

1. Hitachi Seaside Park

Kochias (Summer Cypress) in Miharashi Hill Area
Source: (en.hitcahikaihin.jp)


Saya sendiri lupa pertama kali dengar nama taman ini dari mana, tapi begitu google image tempat ini saya langsung jatuh cinta. Websitenya langsung saya bookmarked, dan beruntung waktu berkunjung saya ke tempat ini nanti adalah waktu dimana hampir semua bagian taman ditumbuhi bunga yang sedang bermekaran. Lokasinya sendiri ada di timur laut kota Tokyo, tepatnya berada di Prefektur Ibaraki. Saat ini saya sudah mengantongi cara menuju ke tempat ini dari Tokyo. Untuk informasi singkat, Harga tiket masuknya 410 Yen, Jam Operasional Selasa - Minggu dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore (beda bulan, beda jadwal). 

2. Chiba Suspended Monorail (Monorail Tergantung)


Source (subways.net)


Sesuai dengan namanya, Monorail unik ini berada di Perfektur Chiba yang terletak di timur kota Tokyo. Disaat monorail di kota-kota atau di negara lain memiliki rel normal yang berada di bawah kereta, di tempat yang satu ini, relnya justru ada di atas kereta. Saya sendiri masih belum tahu akan ketakutan atau kegirangan jika nanti menaiki moda transportasi yang satu ini. Asli, udah ga ngerti deh kecanggihan yang Jepang punya saat ini, jadi kapan dong proyek Monorail Jakarta jalan lagi?
Untuk melihat videonya bisa deh cek di channelnya travelvideos.

3. Anpanman Children's Museum and Mall


Anpanman and Friends
Source (JapanTimes)

Hayoo ada yang tahu kartun tokoh bulat-bulat pipi merah yang satu ini ga? saya sendiri sih suka sama Anpanman gara-gara waktu kecil pernah beli permen cokelat di supermarket makanan Jepang, Papaya. Kalo filmnya sendiri, rasanya belum pernah tayang yah di Televisi Indonesia, eh apa tayang tapi aku yang kelewat? .Ternyata semua tokoh-tokohnya imut-imut dan lucu, dan setelah tau ada museumnya jadi ingin mampir kalo ke Jepang. Lokasinya berbentuk Shopping Mall dan taman bermain 3 lantai yang ada di Yokohama, kota ini sendiri terkenal sebagai toko pelabuhan dan justru Museum ini mungkin bukan jadi main attractionnya. Yokohama mungkin masih jarang jadi kota tujuan jalan-jalan di Jepang, tapi tahu ga sih kamu? kalo di ibukota Perfektur Kanagawa ini ternyata banyak museum-museum seru (aheemm buat yang suka museum sih yah) dari Curry Museum, Tin Toys Museum, Silk Museum, Yokohama Science Center, Museum of Art dan masih ada beberapa Museum yang dikelola pemerintah. Eh wait, Museum dan Mall serupa juga ada di beberapa tempat lain seperti Fukuoka, Kobe dan Nagoya (jadi bis amilih sih mau ke mana)

4. Dynamic Duo Tokyo Disney Sea and/or Tokyo Disneyland


Meet the Gang
Source (Disney Website)


Dulu waktu saya masukin dua tempat ini ke dalam bucket list, kondisinya saya belum pernah main ke Disneyland. Namun saat ini sepertinya saya hanya akan mampir ke Tokyo Disney Sea karena tahun lalu sudah sempat mampir ke Hongkong Disneyland. To be honest saya memang big fan of Disney cartoon, so I won't missed this opportunity. Rasanya juga ngga perlu banyak menjelaskan tentang tempat yang satu ini yah, masih lebih banyak travel blog lain yang sudah pernah review. Mickey!! I'm coming again!!

5. Tokyo Tower


Red and White Tokyo Tower
Source (Gotokyo)

Untuk melengkapi perjalanan, foto-foto di depan Tokyo tower sepertinya bakalan jadi wisata wajib saya nanti. Foto-fotonya juga pake pose khusus loh!! sambil main karet yang membuat bentuk Tokyo Tower ala Nobita. Gara-gara Nobita, saya jadi kepengen banget ke sini, selain main ke rumahnya nobita juga (Museumnya). Nah satu lagi yang kata orang-orang wajib buat dilakukan saat berkunjung ke Tokyo Tower, yaitu belanja Tokyo Banana. Kue bolu terkenal yang berbetuk pisang dalam ukuran chibi ini kabarnya hanya dijual di sini (wait a second, rasanya waktu itu dibeliin teman di bandara deh hahahahahah). Sepupu aku juga punya nanoblocknya loh.


Nano block version



It's a wrap, itu dia 5 wisata seru di Jepang yang jadi Travel Plan saya di tahun 2015 ini. Semoga semuanya lancar hingga hari H yah. Post ini juga diikutsertakan dalam lomba blog yang diadakan Duo Adam-Susan dari Pergi Dulu.

Dari 5 tempat di atas ada yang masuk juga ke Travel-Bucket-List kamu ga?

Share
Tweet
Pin
Share
16 comments
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • [ Hotel Review ] Black Bird Hotel Bandung
    Being born and raised in Bandung (even if only for 7 years of my life), I’ve grown to call this city my home. But like many other people wh...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...
  • Sepedaan Keliling Sydney Pake Bike Sharing Apps
      Obike - Bike sharing apps Pertengahan tahun 2017, Sydney kedatangan beberapa Bike Sharing Apps yang sebelumnya sudah lebih dulu ter...
  • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
    Bukan Meidi namanya kalo jalan-jalannya minggu lalu kemudian artikel review hotelnya terbit di minggu setelahnya, hihihih begitu juga untuk ...
  • [ Hostel Review ] 5 Footway.inn Bugis Project - Singapore
    5footway.inn Project Bugis Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel...
  • [ Hostel Review ] A Piece of Modern in Kyoto, at Piece Hostel Sanjo
    They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan...
  • [STAY AT HOME] - Beberapa Cara Agar Website Kamu Diterima Adsense
    Dimulai dari hari ini, saya berencana untuk aktif lagi menulis di blog dan salah satunya akan banyak berbagi info tentang banyak hal di #st...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    6 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    6 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    3 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    2 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Podcast – Alhamdulilah Umroh Mandiri Cuma 13 Juta Rupiah Saja!
    1 month ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    3 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    3 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    6 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    8 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    8 months ago
  • Mari Melantjong!
    Takeru Satoh Dari Baris Ketiga
    4 months ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    3 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    10 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    2 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    9 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    4 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    6 months ago
  • The TraveLearn
    Stop Asal Beli! Ikuti 7 Tips Memilih Sepatu Basket Anak yang Anti Cedera
    2 days ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    12 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    8 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    8 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates