• Home
    • About Me
    • Indonesia
    • Asia
      • Dubai
      • HongKong
      • Japan
      • Macau
      • Malaysia
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • AUS NZ
      • Australia
      • New Zealand
    • Portfolio

Geret Koper

Ringan geret koper, Berat kasih porter


Apa yang terlintas dipikiran kalian jika mendengar kata "Kepiting"? Kalo saya, pasti deh saya bakalan keingetan sama enakanya daging kepiting tapi langsung kebayang susahhnyaa makan kepiting utuh. Jujur, saya belum pernah makan kepiting utuh sendirian, kenapa? karena aya ga bisa bukanya hahaha.

Berawal dari pemikiran tersebut, The Holy Crab yang selama ini terkenal dengan menu kepiting dengan saus Cajunnya ini berinovasi untuk menghadirkan menu makan siang yang masih seputar kepiting dan seafood tanpa membuat penikmatnya kerepotan dan kehabisan waktu untuk menyantap makanan favorit mereka. It's a BIG yay, terutama buat saya.

Mulai bulan Nopember 2015 ini, Holy Crab Jakarta mengeluarkan beberapa lunch menu bersamaan dengan berubahnya jam opersional restoran tersebut. Jika biasanya The Holy Crab Jakarta buka pada siang hari hanya di hari Jumat hingga Minggu, mulai Nopember mendatang restoran yang mengangkat menu Louisiana Seafood ini akan juga akan buka jam 12 siang hingga jam 3 sore setiap harinya. 

Sudah siap mengintip menu baru mereka? ooppps pastikan perut tidak dalam keadaan kosong yah.

Creole Rice with shrimp (55.000) or crab (70.000)
Nasi dengan udang atau kepiting dengan Cajun saus

Jambalaya (65.000)
Menu Khas Louisiana yang dibuat dari nasi, seafood, tomat dan berbagai rempah

Mixed Seafood Dirty Rice (55.000)
Hidangan tradisional Cajun yang dibuat dari nasi dengan potongan hati ayam dan campuran seafood

Crab Cake Burger (145.000)
Burger kepiting yang disajikan dengan cajun fries

Crispy Fish Burger (75.000)
Burger ikan Dori yang disajikan dengan cajun fries

Rolls with shrimp (75.000) or crab (95.000)
Sanwich udang atau kepiting yang disajikan dengan sup dan Cajun fries

Mouth watering, huh? di menu-menu baru tersebut menu favorit saya Crab Rolls, daging kepitingnya banyak banget (dan pastinya udah ga pake cape hancurin cangkang) dengan porsi kentang goreng yang juga banyak, cocok banget buat menu makan siang (rub my belly). Untuk menu nasinya, saya paling suka mixed seafood dirty rice bumbunya pas dan blackpeppernya ga overpowering. Satu hal lagi yang paling menyenangkan, alergi saya ga kambuh (padahal udah siap-siap incidal) tau artinya apa? They serve FRESH SEAFOOD, yess saya alergi udang tapi kemarin icip udang dibeberapa menu nasinya tidak terjadi apa-apa. Thank you Holy Crab

The Holy Crab - 
Louisiana Seafood
Jl. Gunawarman No.55
Jakarta Selatan
Ph : +62 21 2923 6155
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments

Mendengar kata Jepang, selain mengingatkan saya akan bunga sakuranya juga mengingatkan saya akan es krim. Es krim? ya, mungkin sudah beberapa dari kalian yang tau jika negeri matahari terbit ini terkenal dengan es krim dengan rasa-rasa yang unik. Sebenarnya tidak hanya sebagian rasanya saja yang unik, beberapa tempat juga menjual es krim dengan bentuk cone atau cup yang unik.

Oktober awal lalu saya menapakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang, kala itu saya hanya berkesempatan mejelajah region Kansai yang berada di sisi barat Jepang. Selama 8 hari saya berkeliling kota-kota di beberapa prefektur tersebut, tidak pernah seharipun terlewatkan untuk menyicip es krim bahkan di hari dingin yang berangin sekalipun, EPIC.

Seventeen Ice - Soda flavor


Cuaca Himeji saat itu sebenarnya tidak terlalu terik tapi begitu saya dan teman-teman melihat ada vending machine yang menjual es krim, keinginan membeli es krim dan ini adalah es krim pertama yang kami icip. Vending Machine seventeen ice ini termasuk yang paling sering kami temukan, selain Haagen Dasz vending machine. 




Sesaat sebelum menyebrang ke pintu masuk Himeji Castle, fokus saya dan teman-teman kembali diganggu dengan es krim yang kali ini dijual di toko pinggir jalan dan memiliki bermacam rasa. Ah, Himeji castle can wait. Kali ini kami membeli 5 es krim dengan 4 rasa berbeda, Matcha, Chocolate, Strawberry dan Black Sesame. Enjoy ice cream in front of Himeji Castle, checked.




Menikmati senja di Kobe Harborland sambil menunggu lampu-lampu di kobe port tower menyala menjadi aktifitas saya selama di Kobe. Sebelum beranjak pulang, saya mengajak teman-teman untuk mampir ke Umie shopping mall untuk membeli makan malam dan *eheem* another Ice Cream. Ice cream tiga rasa dalam satu cup yang dijual Dragon Sweets-pun jadi pilihan.


Harus menunggu 1 jam hingga kereta Sagano Scenic datang, kami memutuskan untuk bersantai sejenak di areal luar stasiun Arashiyama. Beristirahat setelah berjalan menyusuri Arashiyama Bamboo forest ditemani Matcha Ice cream puff dan Matcha Ice cream cup dengan mochi dan kacang bubuk, what a good life :P.


Setelah berkunjung ke Fushimi Inari dan beberapa saat sebelum melanjutkan perjalanan ke Nara, teman saya memutuskan membeli Popsicle alias es krim batang di minimarket yang terletak persis di depan pintu masuk areal Fushimi Inari. It was grape flavor.

Pesta Es Krim di Kansainya, lanjut ke part 2 yah :) 
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments

They say if you want to feel the traditional way of Japan, you should visit Kyoto. Yes I did, but instead staying in traditional Ryokan Hotel, I booked a new hostel in Sanjo area called Piece Hostel. Actually I had never intended to stay in this hostel, but since there was no room available at my friend's hostel so I had to look somewhere else to stay. I think I should thanked booking.com for putting this hostel on the first list when I was searching for hostel in Kyoto.

This hostel is the second project from Piece hostel. Their first hostel is Piece Hostel in Minami area, really near to Kyoto station. While Piece hostel Minami has so much white color in thei property, in Piece hostel sanjo they put grey as the dominant color. Both of the design were modern, stylish and futuristic *me playing as smart ass interior designer LOL*. Actually they renovated a traditional ryokan into this stylish hostel.

The curtain covering the hostel's entrance giving a traditional touch to Piece hostel. But when you come and open the curtain, you will see the modern look of the hostel.

Traditional look of the hostel

wait for it..wait for it

"Lobby" which also luggage store space 

Common Room (Kitchen Area & Terrace)

Before I taking you to see the room, let me take you to Piece Hostel common room. Next to the lobby you will see free computers area. There were three iMac for you to use at anytime, but beware of their keyboard it had a different keyboard arrangement from what I usually used, REALLY.

3 iMac ready to serve you

If you go straight from computers area, you will find the common room. So far, this is my favorite common room in Japan's Hostel. Actually, the common room, kitchen area and terrace are become one. Free breakfast were served starting 7 am at the common area, well although it turned out they ready to serve breakfast from 6.30 am. 

You will find pastries, potato salad, DIY miso soup and rice selections every day. My favorite were potato salad and their Wakana rice (I think It was white rice combined with wakame (seaweed), it salty but I like it). You can also fill up your tumbler with water in this area, free flow tea and coffee also available 24 hours. 

hello FREE breakfast

 anyone want some pastries?

don't forget to wash your dishes after use

Shower & Laundry Room


While you might find toilets in each floor of this building, laundry room and shower room is only available in basement floor. There are many shower rooms to be used and they also provide a dressing room. The shower has a unique knob which will automatically shut down depends on how long you press the knob down. It start from 5 seconds to one minute maximum water flow before it shuts down by itself, so you may need to press the knob again and again, nice technology to save the water.

I stayed for three nights in this hostel and it was my 3rd to 6th day in Japan, so I decided to put some of my clothes to the laundry machine. It will cost you 200 yen for washing machine and 100 yen for drying machine, well it cost me another 100 yen for another drying machine spin. It still a little bit wet on its first spin.


Shower room and dressing room

 it easy to use and you will get free detergent for washing machine

The Room

They are not only provide dormitory type room, from 4beds up to 10beds rooms, but also has single, double private room and also a family room (applicable for 6 people). in 10beds room they provide you a locker but it was not big enough to store your luggage nor your backpack, but it was bigger than the one I found in Drop inn Osaka hostel. You can store your luggage on the corner of the room. 

If in another hostel you may only get 1 pillow with no selection of pillow type, in this hostel I found something new. If you were not comfort with your pillow in your room, you can just go outside looking for pillow rack and start hunting for pillow that might suitable for you. From too soft pillow until a bit hard pillow (psst I took 2 pillows hahaha) and under the pillow rack you might found sandals rack which you can use. 

Image Source : http://www.piecehostel.com/sanjo/en 


Image Source : http://www.piecehostel.com/sanjo/en

Pillow rack - find it next to the elevator 

Apart from the interior and exterior of the hostel, I also fell in love with its neighborhood. It well located in the middle of city center, it is near to Teramachi shopping street and Nishiki Food market. Along the Sanjo Dori you will also find some local brand good stores.
  
If next time you come to visit Kyoto, I recommended you to stay at this hostel. I had a good time in this hostel and I am sure you will too.


Piece Hostel Sanjo
604-8074 531, Asakuro-cho, Nakagyo-ku, Kyoto City
Ph (+81)75 - 746-3688
sanjo@piecehostel.com
Share
Tweet
Pin
Share
29 comments

Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did.

Beberapa teman malah sampe ada yang heboh nanyain, ngapain kamu ke Bandung? pas saya bilang karena ada hotel baru dengan konsep seru banget, mereka rata-rata mikir saya anak kurang kerjaan. Seriusan mampir ke Bandung cuma buat nginep satu malam di tempat ini, sampe siang hari besok siangnya sudah harus balik lagi ke Jakarta ahhahahaha.

Maja group yang juga berada dibalik Maja House dan Stevie G hotel baru saja soft launching properti baru mereka yang bernama Oliver's Hostelry yang berada di daerah Ciumbuleuit, Bandung. 

Sama seperti hotel sebelumnya di Stevie G, setiap kamar yang di Oliver's memiliki design yang berbeda untuk setiap kamarnya. Uniknya penamaan kamar di sini selain menggunakan angka juga menggunakan judul lagu. 
  






Kamar yang saya tempati berada di lantai dua dan terletak di pojok. Secara angka, kamar ini bernomor 211 dan kamar ini berjudul "Old Cape Cod". Old Cape Cod yang ternyata sebuah judul lagu yang dibawakan oleh Patti Page dan pertama kali released di tahun 1957. Saya sendiri belum pernah dengar lagunya sih, bahkan nyokap belum lahir di tahun itu hahahaha.

Nama Cape Cod ternyata nama sebuah tempat yang menjadi salah satu tujuan wisata pesisir pantai yang berada di Massachusetts. Kalo kalian mencoba mencari via google image, Cape Cod ini berbentuk seperti hook, sangat unik. Interior kamar sendiri bernuansa hijau dengan salah satu dinding yang dihiasi wallpaper bertema daun-daunan, jadi berasa seperti di hutan. Dinding bagian belakang tempat tidur dihias dengan dua buat replika kapal laut.













Hampir semua barang-barang pelengkap di kamar memiliki design simbol nada dan segala sesuatu yang berhubungan dengan not musik. Mulai dari guest directory, don't disturb sign, label shampoo & sabun hingga kertas pemberitahuan penggunaan handuk di kamar mandi.





Tidak seperti hotel kebanyakan, sarapan di sini diantar langsung ke kamar masing-masing. Begitu check in di hari sebelumnya, staff Oliver's sudah lebih dahulu menanyakan menu makanan apa dan jam berapa yang ingin dipilih esok paginya. Menu makanannya sendiri bisa dipilih antara nasi atau cereal. 

Karena idealnya satu kamar berisi dua orang, sebenarnya bisa aja sih dua-duanya dapat nasi, tapi karena saya (sebenarnya) sendirian jadinya saya order Nasi dan cereal (maruk yah). Oppps ternyata menu nasi dan cereal yang datang keesokan paginya sudah satu set komplit dengan telur rebus, semangkuk buah potong, segelas kopi dan segelas teh.

Hello breakfast on bed

satu tray penuh dengan sarapan, plus kopi dan teh


Hari pertama saat saya sampai di Oliver's dengan sedikit penasaran saya mendatangi meja resepsionis dan menanyakan apakah ada kamar yang belum ditempati tamu. Dia bilang ada beberapa kamar dan saya memilih satu kamar yang berada di lantai bawah dengan nuansa yang berbeda jauh dari kamar yang saya tempati. So here you go guys, Holocene's Room.



One happy customer

Oliver's Hostelry
Jl. Panumbang Jaya No.5
Ciumbuleuit, Bandung
Telepon : +6222 82065241 -242
www.olivershostelry.com

*all the pictures edited with Adrian filter in pixlr
Share
Tweet
Pin
Share
43 comments

Bertempat di gedung SMESCO Jakarta, acara SMESCO Netizen Vaganza 2015 berlangsung selama dua hari 26 - 27 September 2015. Acaranya gratis dan terbuka untuk umum. Selama dua hari tersebut terdapat 6 workshop setiap harinya. Saya kebetulan datang di hari ke 2, dan berkesempatan mengikuti 2 buah workshop yang diadakan di jam terpisah. Sebelumnya saya sudah pernah membahas SMESCO loh, tapi pada waktu itu saya sendiri tidak sempat belanja apapun gara-gara kelupaan bawa uang dan ATM, hahahahahahahaha. Tapi hari minggu lalu akhirnya kalap beli batik sama baju (haduuuhhh)


Basic Travel Writing by Agustinus Wibowo

Buat yang belum tau, Agustinus Wibowo ini adalah seorang penulis buku perjalanan. Titik Nol, Selimut Debu dan Garis Batas adalah beberapa karya tulisannya bisa kalian baca. Mas Agus sebelumnya sempat mejelaskan, cerita perjalanan tentu berbeda dengan panduan wisata. Panduan wisata berisi detail perjalanan hingga bujet yang dibutuhkan selama perjalanan. Sedangkan cerita perjalanan menceritakan dari sudut pandang yang berbeda, bisa menceritakan kisah seseorang yang ditemukan di perjalanan, pergolakan bathin yang terjadi, dan kisah menarik apapun yang ditemukan selama perjalanan. Buku cerita perjalanan yang sukses adalah yang bisa mengajak pembacanya merasakan secara langsung apa yang dirasakan oleh penulis melalui tulisan di bukunya. Salah satu buku cerita perjalanan yang paling terkenal adalah Eat, Pray and Love karya Elizabeth Gilbert. 

Saat sesi tanya jawab, ada seorang penanya yang menanyakan bagaimana caranya untuk mendapatkan cerita perjalanan saat melakukan perjalanan? mas Agus menjelaskan, bahwa kita harus mencoba mencari sudut pandang yang unik. Misalnya saat berkunjung ke Candi Borobudur, jika hanya bererita tentang candinya itu sendiri mungkin dirasa biasa, karena sudah banyak orang yang berkunjung ke sana dan melihat Candi Borobudur secara langsung. Mengapa tidak kita cari sisi lainnya, misalnya momen ketika Candi Borobudur dibersihkan. Tidak banyak orang yang mengetahui tata cara pembersihan sebuah candi kan? dan yang pastinya candi sebesar itu tidak mungkin dibersihkan sendirian plus tidak mungkin menggunakan lap kan? hehehehe

Pembahasan cerita perjalanan yang sebenarnya sedikit berat, bisa dibawakan dengan santai dan terasa ringan oleh mas Agus loh.Wiihhh thank you banget SMESCO, saya jadi bisa ikutan workshopnya penulis kece yang satu ini.



VLOG Tips and Tricks by Sacha Stevenson

Workshop berikutnya yang saya ikuti adalaha Vlog Tips and Tricks oleh Sacha Stevenson. Sacha (Sasya) ini sebelumnya sudah sering saya lihat di TV saat mengikuti program lawak di stasiun TV swasta. Namun akhir-akhir ini wajahnya jarang kita lihat, ternyata kesibukannya saat ini adalah membuat video yang kemudian diunggah ke situs youtube. Beberapa kali saya pernah sih nonton videonya Sacha, menarik lucu dan menyentil. Iyahh, isi video yang dibuat Sacha lebih keseharian orang Indonesia di mata para expat atau bule. Coba deh cek youtube channelnya Sacha Stevenson. 

Kemarin Sacha membagi cerita tentang awal mulanya beliau membuat video, dimulai dari iseng-iseng hingga saat ini uang yang dihasilkan dari video-video tersebutlah yang menjadi mata pencaharian Sacha. Loh kok bisa dapat uang dari youtube, ini sih sama aja kayak para pengguna twitter atau Instagram, bedanya kalo di Twitter atau Instagram penggunanya mungkin diendorse produk untuk diiklankan di akun tersebut, Nah kalo di youtube, selain hal tersebut bisa digunakan, iklan yang biasanya muncul di depan video juga ternyata menghasilkan loh. Dihitungnya berdasarkan jumlah views, well Sacha kemarin juga kurang ingat dengan pasti uang yang diterima (kira-kira $1,5 untuk 1000 views) coba deh diitung kalo kalian punya 100 video dan masing-masing punya minimal 1000 views, itu berarti 1,5 x 100 = $150.

Sacha juga menambahkan video sebaiknya tidak terlalu panjang kira-kira 2 menitan aja, tapi jika isi dari video dirasa amat menarik ada juga sih yang sampai 4 menitan. Eh videonya di unggah Sacha ke Youtube juga kayaknya ada yang berdurasi 10 menit sih. Karena beberapa video yang dibuat Sacha satire, tidak sedikit komen negatif yang dia jumpai di komen video-videonya. Awalnya dia sempat stress melihat kelakuan para hatersnya ini, namun lambat laun dia berusaha untuk cuek. Tapi jika dirasa memang sudah terlalu ribut, Sacha juga pernah mengedit videonya agar tidak menyinggung orang banyak. Mau jadi youtuber juga kayak Sacha? saya sih masih belum ahli ngambil video hahahah jadinya masih belum yakin.



Selain beberapa workshop yang diadakan diadakan di gedung SMESCO, di pelataran luar gedung juga terdapat bazaar dan SMESCO Art. Di panggung depan diadakan lomba band tingkat SMA (ehh bener SMA ga ya? hahahahha ga tampang SMA soalnya kemarin). Yang menyenangkan adalah kumpulan food truck yang ikutan meramaikan acara bazaar tersebut. Makanan yang dijajakan juga variatif, dari frozen yoghurt, mie, burrito, ayam goreng, shawarma dan masih banyak lagi. Semua food truck yang berkumpul di situ benar-benar produk a.k.a perusahaan lokal.

Wahh ga sabar nungguin acara Netizen Vaganza berikutnya nih :)


Share
Tweet
Pin
Share
28 comments

Kali ini saya akan membagi cerita dan tahapan dalam pembuatan visa tourist untuk mengunjungi Jepang. Sebagai informasi, paspor yang baru saya perpanjang masih berupa paspor biasa, bukan e-paspor sehingga saya tetap mengajukan visa berkunjung ke Jepang di kedutaan Jepang bukan visa waiver.

Biar tidak salah presepsi juga, visa yang saya ajukan adalah visa kunjungan sementara untuk kunjungan wisata dengan biaya sendiri. Saya mengurus sendiri dan bisa dibilang lumayan mepet sama tanggal keberangkatan yang hanya terpaut seminggu setelah visa disetujui. Kedutaan Jepang terletah di jalan MH Thamrin dan berada persis di sebelah pusat perbelanjaan Plaza Indonesia dan The Plaza serta bersebrangan Hotel Pullman Thamrin.
Share
Tweet
Pin
Share
21 comments

Mengingat bahwa sebentar lagi kita akan merayakan haria Raya Idul Adha, saya jadi teringat tentang perayaan hari raya tersebut 3 tahun silam. Bertempat di Dubai, di mana untuk pertama kalinya saya berIdul Adha jauh dari keluarga. Berlebaran jauh dari negara asal mungkin merupakan suatu yang berbeda, tidak hanya untuk saya yang ketika itu sedang liburan di Dubai, namun juga untuk teman-teman yang saat itu bekerja atau pendidikan di sana. Berlokasi di Konsulat Jendral Republik Indonesia di Dubai, United Arab Emirates, ternyata tidak sedikit warga Indonesia yang datang mengikuti solat ied berjamaah hingga bercengkaram bersama warna Indonesia yang tinggal di Dubai lainnya.

Ada yang berbeda di Idul Adha saat itu, jika biasanya disetiap perayaan di Indonesia bisa dengan mudah kita menemui hewan-hewan kurban yang ditambatkan di samping masjid atau musholla tidak demikian di tempat ini. Pemerintah Dubai melarang penyembelihan hewan di masjid dan di rumah-rumah, penyembelihan hewan kurban hanya diperbolehkan di tempat penjagalan hewan. Jadi setiap Idul Adha, yang terlihat berbeda di masjid-masjid hanya kerumunan orang yang mengikuti sholat Iednya saja, selebihnya mereka kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktifitas. 

Taman KJRI yang baru diberesin sehabis Sholat Ied

Loh? lalu kalo mau berkurban bagaimana? saat saya tanyakan kepada om yang kebetulan bekerja di Dubai, beliau mengatakan biasanya sudah ada petugas atau bada pengurus yang mengurus hewan kurban dan orang-orang yang ingin berkurban hanya tinggal membayar ke mereka. Namun rata-rata orang Indonesia di sini lebih memilih membeli hewan kurban di tempat asal mereka di Indonesia. 

Sholat Ied saat Idul Adha 2012 kemarin pun, seluruh ruangan luar dan taman di konjenpun penuh dengan jamaah yang hendak melaksanakan sholat. "Wah ternyata ramai juga yah orang Indonesia di Dubai?" pikirku dalam hati. Beberapa orang juga tampak sibuk mempersiapkan makanan khas lebaran di tenda yang sudah disiapkan, beberapa orang yang biasanya membantu staff KJRI adalah TKW yang bermasalah, mulai dari yang kabur dari majikan hingga tidak memiliki surat lengkap. Biasanya mereka dipondokan di KJRI (jika memungkinkan) sebelum diurus surat-surat dan dideportasi ke tempat asal. 

Ayo antri makan ketupat dulu

Minuman Sodanya pake bahasa Arab

Makanan yang dihidangkan tetap komplit mulai dari ketupat, sayur labu, opor ayam, hingga sambal goreng kentang. Porsi yang dibuat KJRI juga lumayan banyak karena biasanya memang warga Indonesia yang datang juga banyak. Dan benar saja, makanan yang disiapkan ibu-ibu diplomat dan staff KJRIpun ludes seketika. Liburan hari raya seperti itu biasa digunakan para perantau di negara tersebut untuk bersilahturahmi dengan sesama warga Indonesia, meskipun tidak sedikit warga negara lain yang ternyata pasangan warga Indonesia yang ikut datang dan meramaikan acara.

Ah iyaa, ada yang seru juga sewaktu menjelang Idul Adha di sini. Jika di Indonesia mungkin banyak orang yang takbir keliling di malam sebelum perayaan Idul Adha, di Dubai meskipun takbir juga terdengar, beberapa pusat perbelanjaan juga memutuskan untuk buka selama 24jam. Hasilnya? saya sampai terbengong-bengong melihat ice rink yang masih begitu ramai padahal waktu menunjukan pukul 1 pagi waktu setempat *segitu panasnya yah Dubai, sampe pada bahagia banget ice skating dini hari* hahahaha

ihiiyy Dubai Mall buka 24jam

Ada yang punya pengalaman ber-Idul Adha di Negara lain?   
Share
Tweet
Pin
Share
23 comments
Newer Posts
Older Posts

Pages

  • Home
  • About Me
  • Portfolio

HELLO

HELLO

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...
  • Kura-Kura Bus: A New Way to Travel in Bali
    My Turtle Bus - Kura-Kura Bus Two weeks ago, Sharon and I were travelling to Bali for around a week. Since we can't drive motorc...
  • Penginapan Favorit Teman Pejalan di Singapura
    Singapura sepertinya masih jadi destinasi favorit liburan ke luar negeri untuk solotrip, barengan sahabat, pacar, pasangan atupun keluarga....
  • Kenapa Pilih Tinggal 1 Tahun di Australia?
    Magical sunset dari Mrs. Macquaire Chair Percaya ga kalo saya bilang, Australia belum pernah masuk ke bucket list tempat yang mau sa...
  • Kompetisi InspirasiTravel5jt Skyscanner Indonesia [CLOSED]
    Mau menangin voucher tiket pesawat senilai 2 JUTA gaa? Ga mau nih? Mau gaaaa? I'll let you know HOW to win it Bulan Se...
  • [ Hotel Review ] Yats Colony - Yogyakarta
    Akhirnya setelah 2 tahun, saya kembali lagi berkunjung ke Yogyakarta atau kota yang biasa saya bilang sebagai kota sejuta gudeg. Kota...
  • Hunting Foto di Miniland Legoland, Johor Bahru
    Semenjak dibukanya Legoland di Johor Bahru Malaysia pada September 2012 lalu, saya yang memang penggemar berat permainan menyusun ini sonta...
  • [ Hotel Review ] Beehive Boutique Hotel - Bandung
    Berawal dari postingan  Kania  di blognya tentang Hotel lucu di Bandung, saya menemukan sebuah konsep kamar yang unik dimana kamar t...
  • [ Hotel Review ] Oliver's Hostelry - Ciumbuleuit, Bandung
    Pernah ga mampir ke sebuah kota hanya gara-gara penasaran sama penginapan yang baru soft opening? I just did. Beberapa teman malah ...

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • [ Hotel Review ] Hotel Mustard Asakusa 2, Tokyo
  • ►  2020 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (45)
    • ►  December (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (7)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
    • ►  January (7)
  • ►  2015 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (7)
    • ►  August (9)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (3)
    • ►  April (6)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
    • ►  January (4)
  • ►  2014 (36)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (59)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)
    • ►  September (7)
    • ►  August (6)
    • ►  July (8)
    • ►  June (7)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)

Search This Blog

Powered by Blogger.

Report Abuse

Popular Posts

  • The Choc Pot, Sydney CBD
    Here we go again for another restaurant and cafe adventure in heart of Sydney. I can do cafe hopping most of the time back then in Jakarta ...
  • Mengajukan Visa Turis Dubai (UAE) Via VFS
    Karena ada beberapa teman sempat menanyakan perihal pengajuan visa ke Uni Emirat Arab, terutama Dubai, akhirnya saya coba buat artikel ...

footer social

Followers

Blog Hits

Indonesian Travel Blog

  • .: adie DOES :.
    Sendirian di Uchisar Castle
    6 years ago
  • awanderlustdiary.com
    Penitipan Koper di Amsterdam Centraal Station
    7 years ago
  • Backpackology
    Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia
    7 years ago
  • Because Normal People Will Like Traveling
    Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
    1 year ago
  • Blog Terkini @ wisatakeren.com
    Blog: Road Trip Surabaya Bali Episode 2
    4 years ago
  • Catatan Perjalananku
    Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
    3 years ago
  • Chocky Sihombing
    Kalender dan Libur Nasional 2020
    6 years ago
  • D'Cat Queen
  • dananwahyu.com
    Jelajah Kuliner Asia Bersama Iftar Buffet Batam Marriott Hotel Harbour Bay
    2 months ago
  • Eat│Play│Repeat
    Bunc@Radius, Little India [CLOSED]
    12 years ago
  • helterskelter
    Home Credit: Solusi Kebutuhan Gadget bagi Content Creator (Plus Tips Editing Video)
    4 years ago
  • Jalan2Liburan
    Spring Trip to Tunisia, North Africa. Akhirnya Traveling ke Negara Baru Lagi!
    4 years ago
  • Jejak BOcahiLANG
    Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
    10 years ago
  • Jejak Kaki
    Hari Ke 17 : Brussel – Amsterdam (Amsterdam Canal Tour)
    7 years ago
  • Littlenomadid -Indonesian Travel Blogger
    Getting to Togean Islands and Travel Information
    9 years ago
  • Males Mandi
    Review Dewpre Deep Sea Probiotics Serum: Serum dengan Kandungan dari Dasar Air Laut untuk Melembabkan dan Memperbaiki Skin Barrier
    1 year ago
  • Mari Melantjong!
    Nature Trek Pertama Bersama Cerita Bandung
    2 weeks ago
  • Mollyta Mochtar
    Keseruan di Genting SkyWorlds, Wahana Permainan Terpadu bagi Keluarga
    4 years ago
  • My Salad Days
    Reaching the Peak of Bali - Pura Ulun Danu Bratan
    11 years ago
  • My Time Capsule
    Myanmar: Chasing Sunrise In Bagan
    7 years ago
  • Noerazhka
    Jepara Marina Beach, Oase di Tepian Teluk Awur ..
    10 years ago
  • PAPER LINE
    Kilas Balik 2025, Tahun Penuh Pelajaran
    8 months ago
  • Perjalanan Tak Berujung
    Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
    9 years ago
  • PLAY WITH ME
    Bunga Penutup Abad
    10 years ago
  • Sharon Travelogue
    Glamping di Richland Bali + Jalan-Jalan di Bedugul
    5 years ago
  • tesyasblog
    Liburan ke Busan: Mengunjungi Gamcheon Village
    1 year ago
  • The TraveLearn
    Mau Bersama Rombongan Traveling ke Bali? Ini Tips Memilih Transportasi
    1 week ago
  • The Traveling Cows
    Itinerari 10 Hari Perjalanan ke Oman
    6 years ago
  • the-rubyslippers
    Kats in Korea
    13 years ago
  • Traveling Precils
    7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik
    9 years ago
  • TRIP TO TRIP
    Nyebur ke Sungai Nagatoro
    9 years ago
  • Usemayjourney
    Menikmati Perjalanan dan Usia yang Makin Bertambah
    8 years ago
  • Wonder Tripper
    Power Women in Travel: Interview with Deanna Ting
    9 years ago

Instagram Feed

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates